
"Dia adalah mata-mataku. Aku sengaja menurunkan untuk mencari tahu kegiatan apa yang telah dilakukan oleh Patty," Jelas Ian.
"Kenapa Kakak menurunkan mata-mata?" tanya Adelia yang tidak paham.
"Kamu tahu, selama Patty dan Tutik masih hidup di dunia ini. Mereka akan terus mengganggu kakakmu Stella. Kamu kasih tahu kan, soal Stella dijual ke mafia?" tanya Ian balik.
"Oh yang itu ya Kak. Aku tahu. Kak Stella sudah menceritakan semuanya. Memang mereka sengaja menjualnya hanya demi uang banyak Kak. Aku nggak mengerti dengan keluarga mereka. Kenapa mereka ingin melihat kakakku sangat menderita sekali?" jawab Adelia yang tiba-tiba saja hatinya merasa sedih.
"Makanya itu. Kenapa aku selalu menurunkan mata-mata? Setiap minggunya aku ganti. Biar mereka tidak merasa curiga. Bahkan mata-mata yang aku kirimkan tidak sembarangan. mereka tampan seperti aktor Korea. Jika ketahuan mata-mataku akan berakting sebagai artis Korea yang sedang nyasar. Kamu tahu kan anak sama ibu itu sama saja. Penyuka pria tampan dan banyak duit. Mereka juga harus akting sebagai seorang artis agar tidak ketahuan. Begitulah tugas mereka untuk saat ini," jelas Ian yang membuat Adelia bersyukur. karena Stella banyak sekali yang melindungi.
__ADS_1
"Kalau aku bagaimana? Apakah kau akan diincar oleh mereka?" tanya Adelia sambil menatap wajah Ian.
"Tetap saja kamu diincar. Kamu memiliki wajah yang sama dengan Stella. Kamu dan Stella sama-sama dalam bahaya. Mereka tidak tahu kalau setelah memiliki kembaran identik sama kamu dan juga Hatori. Makanya itu kamu dan Stella sudah masuk ke dalam zona aman. Kamu tidak akan pernah dikejar oleh mereka. Sekalinya masuk ke zona aman, mereka tidak akan mengusik kalian. Kalaupun mengusik mereka sudah diincar oleh kami," jawab Ian yang membuat Adelia pasrah dengan hidupnya.
"Betapa mengerikannya mereka. Aku tidak yakin dengan semua ini. Jika digambarkan berarti nyawa kita terancam semuanya. Mereka bisa saja masuk ke dalam zona aman itu. Aku memiliki firasat kalau mereka memang memiliki ambisi yang cukup kuat. Apalagi mereka keduanya keinginan itu belum tercapai sama sekali," ucap Adelia sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Memang benar. mereka selalu saja begitu. Kamu harus berhati-hati jika berada di luar rumah. Kalau kamu tidak ada kepentingan, kamu tidak boleh keluar sembarangan. Lebih baik kamu dikawal oleh beberapa orang dari papamu atau aku. Aku harus memastikan keamananmu sendiri," jelas Ian yang tiba-tiba saja khawatir dengan Adelia dan juga Stella.
"Stella akan menjadi urusan Kak Asmoro nantinya. Kak Asmoro juga memiliki insting yang tajam. Beliau tahu Jika ada musuh yang mendekat. sekalinya mendekat para musuh tertangkap dengan sendirinya. Kamu tenang saja jangan terlalu dipikirkan. buatlah hidupmu bahagia," pinta Ian.
__ADS_1
"Semoga kita bisa menghadapi semuanya. Kami berharap masalah ini akan cepat selesai. Suatu hari nanti jangan pernah ada permusuhan di antara kita," ujar Adelia yang memiliki pemikiran dewasa.
"Itu bagi kamu. beda dengan mereka. mereka tetap saja membuat permusuhan antara satu dengan lainnya. Semoga saja kita dihindarkan dari segala masalah seperti itu," kata Ian sambil berdoa.
"Amin," sahut Stella dan Asmoro dengan kencang.
Ian dan Adelia tersenyum bahagia melihat sepasang suami istri itu. Ada rasa bahagia terpancar di antara wajah mereka. Ian segera berdiri dan menyuruh Stella untuk duduk. Namun Asmoro menolaknya dan ingin mengajak Stella makan malam.
"Kamu duduk aja di situ dulu. aku bersama Stella akan makan malam terlebih dahulu," ucap Asmoro.
__ADS_1
"Apakah kakak tadi tidak makan?" tanya Ian sambil meledek Asmoro.