
"Waduh, ada yang kepanasan?" ledek Asmoro sembari melepaskan Stella.
Plakkk.
Stella sengaja memukul lengan kekar Asmoro. Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia menunduk sembari melihat ponsel di tangannya.
"Syukurlah... semuanya sudah beres," ucap Ian penuh dengan rasa syukur. "Apakah kakak akan memburu Boni?"
"Sepertinya itu sangat mengasyikkan buat Black Horizon. Siapkan lima puluh orang untuk berpesta di rumah Boni!" titah Asmoro.
"Kapan?" tanya Leon.
"Sekarang saja," jawab Asmoro.
Leon hanya bisa menganggukan kepalanya tanda setuju. Ia tersenyum kemenangan dan akan menghukum Boni.
"Kak," panggil Leon yang masih fokus pada kendaraannya.
"Ada apa?" tanya Asmoro.
"Aku ingin menghukum Kak Boni ya?" tanya Leon sambil meminta izin kepada Asmoro.
"Boleh juga. Hukum mereka. Jangan pernah kasih ampun. Bikin dia kapok," jawab Asmoro yang sengaja mengizinkan Leon menghukum Boni.
Leon hanya menganggukan kepalanya sambil menyiapkan ide. Namun Stella menatap Asmoro karena tanda tidak setuju.
"Sepertinya aku tidak setuju. Soalnya dia sudah meminta maaf atas kekacauan ini terhadap Klan Kanagawa," ucap Stella yang tidak sengaja melihat video panas yang berada di ponsel tersebut.
"Kan belum meminta maaf sama aku. Maka dia harus meminta maaf secara terbuka," sahut Asmoro.
"Apakah itu harus?" tanya Stella.
"Ya.. itu harus," jawab Ian. "Perusahaan Kak Asmoro sedang diacak-acak sama Boni. Jadi minta maafnya harus ke Kak Asmoro."
Stella hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Ia langsung memeriksa video itu dan mulutnya langsung menganga sempurna.
__ADS_1
"Hmmp... ini ponsel siapa ya? Sepertinya aku salah ambil dech," celetuk Stella yang mengembalikan ponsel itu ke arah Asmoro.
"Pakai saja," suruh Asmoro.
"Tidak usah. Terima kasih," balas Stella sembari mengambil tangan kekar Asmoro dan menaruhnya di sana.
"Ada apa sih? Kok kamu tiba-tiba saja berubah?" tanya Asmoro.
"Aku tidak berubah. Aku hanya terkejut dengan isi pesan tersebut," jawab Stella.
Ian yang masih sibuk melihat banyak jadwal langsung menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia sangat terkejut dan menoleh ke arah Stella dan Asmoro.
"Memangnya ada chat mesra dari Bella?" tanya Ian.
Stella menggeleng dengan cepat. Ia hanya bisa mengusap kepalanya sambil bergidik ngeri sembari membayangkan adegan itu.
"Bukan," jawab Stella dengan lirih.
"Lalu ada apa?" tanya Ian.
Asmoro yang semakin penasaran lalu membuka isi pesan itu. Ia segera membaca si pengirim pesan sembari bergumam, "Roth."
"Tumben-tumbenan Roth ingat kakak," celetuk Leon.
"Pasti ada yang tidak beres," sahut Ian. "Pasti dari dunia bawah tanah."
"Tidak. Roth... tidak pernah masuk ke dunia bawah tanah. Dia lebih berfokus pada dunia atas," jawab Asmoro sambil membuka pesan itu.
Saat membuka pesan itu, Asmoro terkejut dan mendengar suara des*han-des*han yang keluar langsung melemparkan ponselnya. Jujur ia juga bergidik ngeri karena video tersebut.
Seketika Leon menghentikan mobilnya. Ia memberikan aba-aba untuk Ian agar tertawa melalui jari. Hingga akhirnya tertawa lepas.
Baru kali ini mereka tidak terkejut apa yang telah terjadi. Mau marah kepada Roth juga percuma. Mereka menganggap Roth adalah seorang asisten yang benar-benar dingin dan jarang membuat ulah.
"Itu... itu kak... suara sialan itu menggema di dalam mobil ini. tolong dimatikan saja," pinta Stella yang benar-benar ketakutan mendengar suara itu.
__ADS_1
Ian dan Leon saling berpandangan satu sama lain. Mereka cepat-cepat keluar dari dalam mobil. Mereka langsung meledakkan tawanya sambil memegangi perutnya.
Sedangkan Asmoro hanya bisa menatap wajah Stella. Ia bingung apa yang ditakutkan Stella. Bukankah hampir setiap malam? Stella melaksanakan adegan itu.
"Kamu itu kenapa ya? Bukankah kita setiap malam melakukan hal itu?" tanya Asmoro.
"Melakukan sih melakukan. Tapi suara itu sangat menakutkan. Aku sangat bingung apa yang terjadi di dalam video itu?" tanya Stella.
"Apa kamu mau mencobanya?" tanya Asmoro tersenyum devil.
"Kalau boleh," jawab Stella yang tidak sadar atas ucapannya itu.
Lima menit berlalu, Leon dan Ian kembali masuk ke dalam mobil. Mereka memilih untuk diam. Jujur mereka tidak ingin membahas apa yang sudah terjadi barusan.
"Ke hotel terdekat!" titah Asmoro.
"Baik Tuan," sahut leon yang merubah dirinya menjadi datar. "Soal pengiriman pasukan lima puluh orang. Lebih baik kita pending saja. Nanti malam kita kesana."
Mereka menuruti kemauan Asmoro. Hingga akhirnya Leon melajukan mobilnya menuju ke hotel terdekat. Sesampainya disana Asmoro mengajak Stella turun dari mobil. Ia seakan terbius oleh keinginan Asmoro. Tanpa ragu ia mengikuti langkah kaki Asmoro sambil menundukkan nafasnya.
Asmoro langsung check-in dan meminta kamar hotel yang mewah. Sang resepsionis memberikan hotel berjenis president suite. Setelah itu Asmoro membayarnya dan mengambil kunci.
Disana Asmoro menggenggam tangan Stella dan mengajaknya pergi ke kamar hotel itu. Stella belum juga sadar akan permintaan Asmoro yang secara tiba-tiba berada di hotel ini. Jujur Asmoro sangat bersemangat sekali. Bahkan dirinya ingin cepat-cepat mempraktekkan kejadian yang ada di video tersebut.
Leon dan Ian masih berada di dalam mobil. Mereka masih tersenyum melihat kedua insan yang sedang memadu kasih itu. Kedua pria itu saling menatap dan hanya mengedikkan bahunya saja.
"Sepertinya mereka sangat cocok sekali. Kak Asmoro yang wajahnya garang berubah menjadi anak kucing. Sedangkan Stella berubah menjadi seorang wanita penurut. Dunia Kak Asmoro dulu sangat kelam sekali. Semenjak kehadiran Stella, dunia Kak Asmoro menjadi pelangi," jelas Leon.
"Aku juga merasakan hal yang sama. Aku nggak tahu kenapa mereka bisa ditakdirkan bertemu seperti ini. Untunglah seiring berjalannya waktu Kak Asmoro mendapatkan cinta yang tulus dari seorang wanita. Sedangkan wanitanya itu sekarang bisa tersenyum bahagia. Gara-gara Kak Asmoro Stella sudah bertemu dengan keluarganya masing-masing. Rasanya mereka berdua memiliki magnet yang cukup kuat. Yang dimana magnet itu bisa membuat mereka saling tarik-menarik. Ah aku ingin cepat-cepat melihat makhluk mungil yang berasal dari mereka. Aku ingin menggendongnya," jelas Ian yang berharap Asmoro mendapatkan seorang anak.
"Bagaimana dengan Bella?" tanya Leon Yang Masih memikirkan tentang Bella.
"Bella sudah masuk dalam penjara. Dia sudah tidak bisa lagi keluar dari sana dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan Liam mengangkat tangannya dan tidak ingin membantu Bella untuk kesekian kalinya. Info terakhir yang aku dapatkan Bella sering sekali membuat masalah dari satu negara ke negara lainnya. Mungkin saja Stella sudah mendapatkan informasi itu. Jadinya Nyonya kecil kita langsung memasukkannya ke dalam penjara," jelas Ian. "Mumpung masih sore. Ayo kita berjalan-jalan menghabiskan waktu tanpa Adelia. Kita sudah lama tidak begini lagi. Kalau aku menikah, sudah tidak ada waktu untuk bermain-main lagi. Ujung-ujungnya aku akan bermain dengan anak-anakku kelak."
"Apakah itu benar?" tanya Leon.
__ADS_1