Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Pria Lemah?


__ADS_3

"Ada di dalam menunggu kedatangan kak Martin," jawab Leon.


"Baiklah kalau begitu. Aku tak langsung ke dalam saja," pamit Derek segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam.


Melihat kepergian Derek, Leon hanya bisa menghembuskan nafasnya. Entah kenapa sang kepala pengawal itu sangat gelisah. Mengingat kedatangan penyusup tadi ke sini.


"Cepat atau lambat markas akan diserang," gumam Leon.


Sementara di dalam Gio dan Lampard menuju ke ruangan bawah tanah. Sebelum masuk ke dalam Derek segera mendekatinya. Ia membuka jaketnya dan mengambil berkas-berkas lalu menyerahkan ke Gio.


"Kak," panggil Derek.


"Apa ini?" tanya Gio yang mengerutkan keningnya.


"Ada sebuah informasi tentang Exodus," jawab Derek yang masih memegang berkas tersebut.


"Apakah eksotis membuat ulah?" tanya Lampard sambil meraih berkas tersebut.


"Iya Kak. Mereka sudah menduduki kota ini dan mencari keberadaan seluruh mafia dan gangster untuk dihabisi. Di situ ada nama Black Horizon dan Blue Diamond. Dua nama itu yang pertama akan dihabisi," jelas Derek.


"Ini sangat bagus sekali buat kita. Lama-lama aku akan mengajak dia bertarung sekalian. Tapi sebelumnya aku harus mencari kelemahan. Kelemahan inilah yang membuat mereka bisa lemah. Kalau begitu aku ingin Alexa, Jacob, Imron bergabung menjadi satu. Untuk menjadi sebuah informasi kelemahan grup itu," ujar Lampard sambil tersenyum manis.


"Aku harap mereka akan berhasil. Mengingat Alexa dan Jacob adalah tukang acak-acak situs bawah tanah. Jika mereka bekerja seluruh mafia dan gangster takut. Aku harap kakak ikut juga melakukannya," pindah Derek yang membuat Lampard mengacungkan jempolnya.


"Apakah kamu mau ikut?" tanya Gio.


"Apakah ada mangsa selanjutnya?" tanya Derek yang penasaran.


"Ada," jawab Gio.


"Apakah Leon tidak cerita soal itu?" tanya Lampard.


"Sudah cerita. Aku juga penasaran sama itu orang. Sambil menunggu kak Martin datang bersama Kak Alexa Aku ingin menghajarnya," jawab Derek yang meminta izin untuk menghajar orang.


"Kalau begitu lakukanlah sesukamu. Anggap saja markas ini adalah markasmu juga," pesan Gio.


"Dengan senang hati kak," balas Derek yang berubah menjadi menakutkan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Sudah lama aku tidak menghabisi orang," ucap Derek.


"Kalau begitu ikutlah dengan kami!" ajak Gio.


Mereka akhirnya menuju ke ruangan bawah tanah. Beberapa pengawal yang sedang berjaga memberikan jalan untuk mereka. Mereka membungkukkan badannya sambil memberi salam.


Sesampainya di ruangan bawah tanah, kedua pengawal itu pun langsung membuka pintu. Mereka masuk ke dalam sambil menatap wajah sang penyusup.


"Apa kabar bro?" sapa Lampard yang penuh dengan basa-basi.


Plakkkk!


Sebuah tangan kekar mendarat di pundak Lampard. Tiba-tiba saja Lampard terkejut karena ulah sang kakak. Seperti biasa ketika ingin menyiksa tawanan, Lampard beramah tamah menyapanya terlebih dahulu. Memang ini suatu kebiasaan Lampard karena memiliki jiwa ramah.


"Bisa nggak sih kamu langsung menyiksa tanpa harus menyapa?" kesal Gio.


"Kakak tahu kan kalau aku ini seorang ketua mafia yang ramah," jawab Lampard yang penuh dengan kepalsuan.


"Lagak lu ya!" geram Gio.


"Terserah apa kata Kakak. Lebih baik Aku mengalah," ujar Lampard segera mendekati tawanan itu.


Seketika pria itu hampir jatuh tersungkur. Untung saja pria itu ditahan oleh besi yang melingkar di kedua tangannya. Namun pria itu memuntahkan darahnya ke depan. Ternyata tenaga Lampard sangat kuat sekali.


Sebelum Lampard memberikan bogem mentah ke arahnya, pria itu sempat meremehkan Lampard. Menurutnya Lampard adalah seorang kakek-kakek yang sangat lemah. Bahkan dirinya mengejek Lampard tidak pantas masuk ke dunia bawah tanah. Pantasnya adalah bermain dengan cucu-cucunya.


"Kamu mau tahu kenapa aku memukulmu?" tanya Lampard dengan dingin.


Pria itu hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa. Ia sengaja tidak mengatakan di dalam hatinya kepada Lampard. Akan tetapi Lampard mengetahuinya terlebih dahulu.


"Aku tanya sekali lagi, kenapa aku menghajarmu terlebih dahulu?" tanya Lampard yang masih dalam emosi stabil.


"Aku tidak perlu tahu dan nggak mau tahu. Karena kamu adalah kakek-kakek yang sangat lemah sekali," jawab pria itu sambil tertawa terbahak-bahak.


Derek dan Gio terkejut mendengarnya. Bukan kali pertama bagi Lampard mendapatkan ejekan seperti itu. Namun bagi Lampard itu adalah hal yang biasa.


Di kehidupan sehari-hari Lampard tidak menjadi masalah mendapat ejekan seperti itu. Bahkan Lampard mengakui hal itu di dalam hatinya. Sedangkan di dunia gelap Lampard tidak terima. Ia mengaku tidak mau dikatakan lemah.

__ADS_1


"Katanya tadi nggak mau ngomong. Kenapa lu ngomong? Lu itu jadi penyusup yang pinter dong. Mau disiksa malah jujur ngomongnya?" ejek Lampard yang menyunggingkan senyum iblisnya itu.


"Dasar kakek sialan! Bisa-bisanya lu ngejek gue! Lu mau tahu siapa gue?" tanya penyusup itu dengan wajah menantang.


"Baiklah kalau itu mau lu," kata Lampard dengan datar.


"Pengawal!" teriak Lampard.


"Iya tuan," balas pengawal itu.


"Ambilkan samuraiku sekarang juga!" perintah Lampard dingin yang membuat kedua pria lainnya mulai membeku.


"Baik tuan," seru pengawal itu sambil meninggalkan ruangan bawah tanah untuk mengambil samurai Lampard.


"Siapa namamu? Dari mana asalmu? Dari organisasi apa?" tanya Lampard.


"Lu nggak perlu tahu soal itu. Karena gue nggak ada urusan sama lo!" jawab penyusup itu dengan sombongnya.


"Oh jadi itu ya. Lu sudah masuk dalam lingkungan Black Horizon. Lu make atribut Exodus dan memata-matai kami. Dan elu nggak sadar udah buat kesalahan. Kesalahan itu adalah mengejekku sebagai kakek lemah!" geram Lampard yang mulai serius.


"Lu salah besar. Kalau gue bukan dari organisasi manapun," elak penyusup itu.


"Tapi lu tetap saja mengejekku sebagai kakek lemah. Sekarang gue tanya sekali lagi? Dari mana asal lo? Jangan sampai gue ngeluarin tanduk dari kepala! Sekarang lu jujur atau lu mati mengenaskan di tangan Derek," kata Lampard yang tidak main-main.


Penyusup itu malah tertawa terbahak-bahak. Jika dirinya kuat Kenapa harus orang lain menghajarnya? Setelah tertawa ia menatap wajah Lampard sambil berkata, "Bener apa yang aku katakan. Kalau kamu adalah seorang kakek-kakek tua dengan tenaga lemah. Kalau lu kuat Kenapa juga menyuruh orang lain untuk menghajarku?"


"Oh jadi itu lu mengejek gue habis-habisan. Lu mau coba tenaga gue kayak apa? Tapi gue nggak akan pernah mengeluarkan tenaga dalam gue sepenuhnya," jawab Lampard yang mulai mengejek penyusup itu.


"Bersiaplah!" teriak Lampard sambil mengepalkan tangannya kembali.


Dengan penuh konsentrasi Lampard segera mengarahkan tangannya ke arah pria itu. Ia menghajar pria itu dengan pukulan ke wajahnya. Belum puas juga Lampard menghajar wajahnya kembali hingga tiga kali. Pria itu mengadu kesakitan dan memanggil emaknya sambil menangis kencang.


Akhirnya Lampard menghentikan pukulan itu.pria itu hanya menggelengkan kepalanya melihat sang penyusup itu menangis sambil memanggil emaknya. Kemudian Lampard mengajarnya kembali hingga giginya lepas semua.


"Ternyata Exodus adalah organisasi bawah tanah yang memiliki pengawal bodoh seperti kamu!" Ujar Lampard sambil memukulinya bertubi-tubi.


"Kak," teriak Derek.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Lampard yang masih menghajar sang penyusup itu.


__ADS_2