
"Kesimpulannya adalah Patty menyuruh Stella untuk keluar dari kandangnya. Jika Stella keluar dari sini... Mereka dengan mudah meminta tanda tangan setelah untuk mengesahkan surat pengalihan aset," jawab Alexa sambil memberikan ponsel ke mereka. "Lihatlah Patty dia membuat ulah seperti ini. Dia berusaha menarik simpati sama masyarakat. Jika masyarakat tahu setelah melakukannya pasti akan mendapat cibiran dan hujatan dari masyarakat. Kalian yang memiliki sosial media tidak perlu ditanggapi. Percuma, nanti kalian bisa sakit hati dan terkena mental. Itu sih saranku saja. Nikmati saja harimu biar kalian selalu happy dan tidak terlalu mikirin soal ini."
"Baik kak," balas mereka.
Akhirnya Alexa yang merasa lega dengan mereka. Alexa berharap mereka tidak gegabah melakukan hal ini. Selain itu Alexa akan menguatkan hati mereka. Bahwa hidup di dunia ini penuh dengan pro dan kontra. Contohnya saja kasus ini. Terpaksa mereka harus memiliki hati yang besar dan mental yang kuat.
Malam pun tiba. Selesai mengadakan pertemuan bersama wartawan, Patty masuk ke dalam kamar. Saat membuka pintu kamarnya Patty mendengar teriakan Tutik yang melengking. Sontak saja Patty terkejut dan menatap sang mama yang sudah berdiri di hadapannya.
"Patty!" teriak Tutik dengan suara lengkingannya itu.
"Ada apa sih ma? Baru saja aku sampai. Kok mama teriak-teriak seperti itu? Apakah tenggorokan Mama tidak sakit?" tanya Patty yang menyindir Tutik.
"Tidak ada kata sakit di kamus mama. Mama nggak habis pikir sama kamu! Kenapa kamu melakukan hal itu? Mempermalukan dirimu sendiri di depan umum! Dengan mengaku hamil sama orang luar sana?" tanya Tutik balik sambil menatap nyalang.
"Aku memang hamil Ma. Aku memang sengaja melakukannya. Hanya untuk memancing Stella dari kandang. Setelah keluar kita bisa menculiknya. Lalu kita paksa tanda tangan pengalihan aset Kurumi kepada kita. Dan satu lagi aku akan membuat surat pengunduran diri anak sialan itu. Biar aku menjadi CEO resmi di sana. Bagaimana Ma ideku ini?" tanya Patty.
Tutik tersenyum sumringah mendengar ide dari Sang Putri. Biar bagaimanapun Tutik menerima dengan senang hati ide licik itu. Kemudian dirinya sedang membayangkan jika Kurumi berada di tangannya. Namun mereka tidak sadar, surat yang berada di rumah ini adalah palsu. Ya... Pemiliknya sengaja membawa aslinya yang sudah di bawah naungan hukum. Jika Stella menandatangani surat itu, otomatis mereka tidak mendapatkan apa-apa. Karena mereka tidak tahu surat mana yang asli dan mana yang palsu.yang penting mereka ingin menguasai seluruh aset milik Kurumi.
"Kamu memang hebat sekali. Jujur, kenapa Mama tidak terpikirkan rencana itu?" tanya Tutik.
"Mama sih... Pikirannya hanya aset Kurumi yang berada di dalam genggaman tangan!" geram Patty.
"Mama sih gak terlalu mikirin soal itu. Mama mikirin tas baru milik Ibu Lita. Bu Lita membeli tas itu seharga delapan miliar. Terbuat dari kulit ular asli," Tutik membayangkan tas itu berada di tangannya.
"Mama pikir deh. Hampir setiap hari Mama membeli tas dengan harga mahal. Ditaruh di mana tas yang Mama beli? Terus Apakah mama make tak seperti itu? Enggakkan. Makanya jangan terlalu boros jika ada tas baru dengan harga yang mahal. Sini juga mau kali pengen beli kayak gitu. Berhubung kena pajak terus akhirnya Aku ngalah terus. Sudahlah capek aku. Lebih baik aku istirahat dan menjaga kandunganku ini. Biar tidak keguguran dengan cepat," jelas Patty.
__ADS_1
"Kalaupun keguguran, kamu bisa buat kamu lagi. Kamu tuduh lagi tuh Stella karena mendorong kamu dari atas tangga. Beres kan... Kenapa lu harus repot mikirin itu. Payah!" sindir Tutik.
Ternyata Patty langsung mengembangkan senyumnya itu. Kenapa juga dirinya tidak terpikirkan membuat kasus baru lagi. Bisa saja ia memiliki ide yang lebih kejam dari itu. Lalu ia menatap wajah Tutik sambil berkata, "Apakah itu tidak terlalu bahaya bagiku?"
"Tidak ada kata bahaya bagimu. Kamu tahu kan papamu itu seorang pembisnis terkenal. Papamu itu pintar memutar balikkan fakta. Kenapa kamu tidak belajar dari papamu itu? Kamu bisa memanipulasi data yang ada dalam lapangan. Lalu kamu bilang saja kebohongan dengan bukti yang real. Bisa jadi Stella masuk dalam penjara dihukum selama sepuluh tahun," bisik Tutik yang membuat sang putri bersemangat.
"Baiklah Ma aku setuju soal itu. Kalau begitu aku buat ide mama menjadi ide cadangan. Aku juga tidak mau hamil sebenarnya. Karena hamil sangat menyusahkan buatku," ucap Patty. "Kalau begitu aku mau istirahat terlebih dahulu. Salam buat papa. Besok atau lusanya lagi aku akan belajar dari Papa tentang kritikannya itu."
Tutiktersenyum bahagia melihat Sang Putri sudah melakukan aksi kejahatan. Meskipun begitu Tutik akan mendukung ide-ide jahat Sang Putri. Dirinya tidak peduli dengan kesuksesan Patty. Yang penting dirinya ingin menguasai Kurumi.
Dalam perjalanan menuju ke Manila, Lampard masih asik mengecek pekerjaannya. Selesai mengecek ia tidak lupa membuka sosial medianya. Meskipun jarang digunakan maupun posting tanpa suka mengintip followers yang sudah mengikutinya. Atau juga mengintip postingan Alexa dan Martin yang kocak itu.
Bayangkan saja suami istri itu kalau sedang membuat postingan bisa menghibur para followers. Mereka memang sengaja menjadi pelawak dadakan ketika sedang berfoto. Ditambah lagi dengan anak-anaknya itu yang menghiasi kekonyolan mereka. Maka tidak heran jika sang followersnya itu sering mengikutinya dan tidak berhenti tertawa.
"Apakah anda akan menjadi pilot?" tanya Indra.
"Baiklah Tuan saya mengerti," balas Indra.
Sementara di pesawat lain Jacob yang berada di sana sedang mencari target lawan yang berada di hutan. Ia hanya menghack satelit untuk mencari keberadaan kelompok mafia Exodus di kawasan Manila.
Hanya dalam sepuluh menit Jacob menemukan di mana mereka berada. Dengan senyuman yang khas, Jacob mengirimkan titik koordinat ke Lampard. Lalu Jacob berkata dalam hati, "Sebentar lagi akan ada peperangan antara aku dan kalian. Aku sudah memperingatkan kalian. Tapi kalian tidak pernah menghiraukanku. Karena surat yang aku keluarkan itu dari ketua mafia Black Horizon yang baru. Jika sampai terjadi kalian akan dicari sampai tidak bernyawa!"
Surabaya Indonesia.
Agatha yang dicuekin oleh Anita hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana tidak, selama tinggal di sini? Anita membiarkannya saja. Dua kata buat Agatha adalah sungguh terlalu.
__ADS_1
Agatha berharap Anita memaafkannya. Namun Anita tidak bergeming sama sekali. Malah Agatha disuruh pergi dari rumah.
Beberapa saat kemudian ponsel Agatha berdering. Pria itu meraih ponselnya yang berada di samping meja. Ia menatap layar ponsel itu dan membaca siapa yang menelponnya.
Dengan senyum sumringahnya, Agatha menggeser icon hijau itu dan menyapanya, "Halo."
Di seberang sana Stella dan Adelia mendengar suara Agatha dengan bahagia. Kemudian kedua gadis itu menyapa Agatha serempak. Hingga membuat telinga Agatha berdengung hebat.
"Halo Papa!" teriak mereka serempak.
Entah kenapa kedua gadis itu sangat heboh sekali malam ini. Mereka sangat merindukan sang papa. mereka berharap kalau sang Papa sudah menemukan mama. Begitu juga dengan Hatori, Hatori juga berharap bisa melihat sang mama. Namun keinginannya itu belum dapat terwujud.
Melihat mereka menyapa serempak, Hatori teringat akan masa kecilnya dahulu. Dirinya juga sering berteriak ketika menghubungi sang papa. Untung saja Sang Bapak orangnya sangat sabar sekali mendengar dirinya berteriak. Andai saja kalau itu mereka berkumpul. Kemudian berteriak bersama-sama jika Agatha menghubunginya.
"Halo sayang," sapa Agatha.
"Apakah Bapak sudah menemukan mama?" tanya Stella.
"Sudah," jawab Agatha. "Tapi mama tidak mau berbicara sama papa. Kamu tahukan kesalahan Papa yang kemarin itu sangat fatal sekali. Makanya mama marah-marah terus sampai sekarang."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Adelia yang mengerti sifat Anita.
"Entahlah. Papa ingin kalian di sini untuk merayu mamamu itu. Papa pusing sekali sekarang ini," jawab Agatha sambil meluapkan perasaannya.
"Kalau begitu aku harus meminta izin sama Kak Alexa maupun kak Martin. Aku sekarang sudah tidak bisa pergi ke mana-mana. Apakah papa tahu kasus yang dibuat oleh anaknya John? Itulah yang membuat kami tidak bisa kemana-mana," jelas Stella.
__ADS_1
"Berita apa itu?" tanya Agatha yang belum mengerti tentang kasus itu.