
"kita akan bertemu dengan kakek Asmoro dan nenek Stella. Setelah itu kita akan makan malam bersama dengan oma James dan Oma Linda. Nanti di sana kalian bertemu dengan Kak Adelia," jelas Martin.
Mereka tersenyum bahagia lalu pergi ke tempat penyimpanan baju masing-masing. Ketika Edward membuka lemari, Scarlett menahannya agar tidak membukanya terlebih dahulu.
"Jangan dulu ya Kak. Nanti biar adik saja yang mencarikan baju yang bagus buat kakak," ucap Scarlett.
"Baju apa maksudnya? Kakak nggak seperti kamu. Kamu itu selalu saja bergonta-ganti pakaian karena tidak cocok sama sekali. Kalau aku hanya memakai celana panjang dan kemeja itu sudah cukup," ujar Edward dengan jujur.
"Bener juga ya. Lebih baik Kakak dulu di situ. Scarlett akan mencarikan baju untuk Kakak titik biar kakakku ini sangat tampan sekali," puji Scarlett sambil mengedipkan matanya.
Dengan terpaksa Edward mundur dan duduk di samping Alexa. Kemudian Alexa dan Martin tersenyum lucu melihat Sang Putri sedang menata pakaian para kakaknya itu.
"Kamu juga nggak mau nyariin baju buat kakak?" tanya Sean yang turun dari ranjang dan mendekati Scarlett.
"Apakah kakak marah dengan aku dan juga Kak Edward?" tanya Scarlett.
__ADS_1
"Kakak nggak marah," jawab Sean.
"Lalu kenapa Kakak masuk ke dalam kamar sudah dari tadi? Dan Kenapa juga ada tulisan larangan Kalau kami nggak boleh masuk ke dalam kamar?" tanya Scarlett yang bingung dengan Sean.
"Kakak nggak marah sama siapa-siapa. Kakak hanya mengantuk saja. Semalam Kakak nggak bisa tidur. Karena kakak mendapatkan tugas dari mama untuk membenarkan program sistem milik papa. Jadinya Kakak tidurnya agak malam. Dan sekarang Kakak memang sengaja menempelkan larangan agar kalian tidak masuk terlebih dahulu. Makanya Kakak habis pulang dari sekolah langsung tidur," jelas Sean.
"Syukurlah. Kakak nggak marah sama aku. Kalau begitu akan aku carikan baju yang sangat bagus sekali buat kakak. Kalian di sana ya," pinta Scarlett.
Akhirnya Scarlett membuka lemari Edward terlebih dahulu. Ia memegang dagunya sambil membayangkan pakaian apa yang cocok kepada kembarannya itu. Dengan cepat gadis kecil itu mendapatkan sebuah ide. Yang di mana ide itu membawanya ke sebuah pakaian semi formal. Sebelum menunjuk, Scarlett meminta Alexa untuk mendekat.
"Memangnya kamu nggak bisa mengambil baju itu ya?" tanya Martin sambil menatap wajah Putri kecilnya itu.
"Aku nggak mau semua baju ini berantakan. Kasihan bi Ira Dan bi Wati membersihkan baju-baju ini yang berantakan. Maka aku akan meminta orang dewasalah yang mengambilnya agar tidak berantakan," jawab Scarlett yang menatap wajah Martin.
Martin kagum pada putrinya itu. Meskipun Sang Putri lahir dari keluarga kaya. Sang Putri tidak ingin membuat para pelayan maupun mamanya kerepotan. Ia selalu saja meminta kedua pelayannya untuk segera mendekat. Jika tidak ada Scarlett sengaja memanggil Alexa untuk menarik baju-baju yang sudah ditunjuknya itu.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah selesai menemukan baju yang bagus buat kedua kakakmu itu?" Tanya Alexa.
"Ya aku sudah selesai ma. Ini kan ceritanya malam. Biar kedua kakakku memakai baju semi formal. Nanti ada jas kecilnya juga yang pernah aku belikan bersama papa kemarin," jawab Scarlett.
"Oh iya, Mama sangat menyukai kedua baju yang kamu pilihkan buat kakakmu itu. Sepertinya tidak ada di sini. Soalnya baju itu berada di lemari mama. Sebentar ya, Mama ambilkan terlebih dahulu. Kalian di sini saja dan jangan cari mama," ucap Alexa yang segera meninggalkan mereka.
Melihat kepergian Alexa, si kembar hanya bisa menatap wajah Sean. Mereka langsung memeluk Sean sambil bernafas lega. Untung saja sang Kakak tidak marah kepada mereka. Jika saja marah, mereka tidak bisa bercanda lagi.
"Beneran Kakak nggak marah sama kami?" tanya Scarlett sekali lagi.
"Beneran. Kakak nggak marah sama kamu. Kakak hanya mengantuk dan sengaja membiarkan kalian tidak masuk ke dalam kamar. Oleh karena itu kakak memilih untuk tidur dengan tenang terlebih dahulu," jawab Sean yang berkata jujur agar kedua adiknya tidak kecewa.
"Syukurlah. Kami lega dan tidak akan membuat Kakak marah. Tunggu dulu ya... Adik mau mengemix baju buat kakak berdua," ucap Scarlett.
"No problem. Tidak ada masalah untukku. Aku sangat menyukai baju pilihan kamu," seru Sean yang benar-benar sangat menyukai baju pilihan Scarlett.
__ADS_1
"Apakah itu benar?" Tanya Scarlett.