Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Pertemuan Hatori dan Adelia.


__ADS_3

“Sudah aku bilang dari tadi, kalau aku ingin kencan bersama Adel,” jawab Ian.


 “Sukses bro,* ucap Lampard dengan tulus.


“Siap bos,” balas Ian.


Adelia yang sudah berada di pos pengawal duduk menunggu kedatangan tukang buah. Ia berbincang-bincang sambil tersenyum. Sifat ramahnya itu yang membuat Adel dikenal pelayan paling ramah di mansion Alexa.


Beberapa saat kemudian datang tukang buah bersama mobil baknya. Sebelum masuk ke dalam beberapa pengawal memeriksa terlebih dahulu demi keamanan. Setelah dirasa aman para pengawal menyuruhnya masuk dan Adelia segera mendatanginya.


Tukang buah itu berhenti tepat berada di belakang mansion. Ia keluar dari mobil dan melihat di sekelilingnya. Dalam hati si tukang buah itu takjub akan mention Alexa bergaya Eropa klasik. Saat tukang buah terbengong melihat keadaan mansion Alexa, Adelia segera menghampirinya dan memukul pundaknya.


“Mas,” panggil Adelia hingga membuat si tukang buah terkejut.


Tukang buah itu pun menoleh dan melihat Adelia. Matanya membelalak sempurna lalu hatinya berdetak kencang. Begitu juga dengan Adelia merasakan hal yang sama. Boneka saling berpandangan seperti pasangan kekasih. Setelah dirasa aneh si tukang buah itu menyapa terlebih dahulu.


“Mbak, di sini kediawanan Nyonya Alexa ya?” tanya tukang buah.


“Iya Mas,” jawab Adelia dengan ramah.


“Apa betul Nyonya Alexa memesan beberapa buah dan ini catatannya?” tanya tukang buah sambil menyodorkan beberapa kertas catatan.


Adelia pun menerima kertas itu dan melihat beberapa daftar buah yang sudah dipesannya. Ia segera mengambil ponselnya dan mencocokkan beberapa buah yang sudah ditulisnya. Setelah dirasa benar Adelia mengembalikan kertas itu sambil berkata, “Iya itu benar.”


“Kalau begitu mau diturunkan ke mana Mbak?” tanya tukang buah itu.


“Langsung ke dalam saja mas,” jawab Adelia.


Tukang buah itu pun menurutinya dan segera menurunkan beberapa pesanan ke dalam rumah. Sedangkan Adelia bingung mau berkata apa. Adelia merasakan sesuatu di dalam hatinya. Ia bersama tukang buah itu merasakan ada sebuah ikatan. Jujur Adelia tidak mengenal sama sekali sama dia.


Selesai menurunkan buah, tukang buah itu pun mendekati Adelia yang sedang bingung. Tukang buah pun tidak sengaja melihat wajah Adelia yang membuatnya mengingat sesuatu. Hatinya berdenyut hebat dan merasakan ada sebuah ikatan di dalam hati masing-masing. Dengan tangan bergetar tukang buah itu pun memegang tangan Adelia. Lalu si tukang buah itu meneliti wajah Adelia.

__ADS_1


“Apakah kamu Adelia?” tanya si tukang buah itu yang membuat Adelia terkejut.


“Iya,” jawab Adelia yang bingung sama tukang buah itu. “Bagaimana kamu tahu namaku adalah Adelia?”


Pria itu tercekat dan tidak bisa berkata apa-apa. Mimpi semalam pria itu sangat jelas sekali melihat Adelia dan juga Stella. Iya mau cerita namun niatnya diurungkan. Pria itu bingung dengan perasaannya.


“Dari mana Mas tahu kalau aku memiliki nama Adelia?” tanya Adelia sekali lagi.


“Ah iya... Kemarin nyonya memberitahuku kalau aku memberikan catatan ini ke kamu,” jawab tukang buah itu yang membuat Adelia menganggukan kepalanya.


“Kalau begitu masuk ke dalam. Aku akan meminta kepada Tuhan membayarnya secara tunai,” ucap Adelia dengan ramah. “Namun sebelum masuk, Bolehkah aku tahu siapa namamu?”


“Oh iya aku lupa. Kalau di jalan kita bertemu lagi tanpa mengetahui nama, kita tidak bisa bertegur sapa,” ucap tukang buah itu. “Kalau begitu kenalkan namaku Hatori.”


Mata Adelia membola sempurna. Ia tidak menyangka Kalau pria itu memiliki nama Jepang. Yang lebih lucunya lagi Adelia mengkaitkan nama pria itu menjadi anime Jepang yang saat itu sangat terkenal.


“Apa benar nama kamu adalah Hatori?” tanya Adelia.


“Iya.... Aku memang bernama Hatori,” jawab Hatori nama tukang buah itu.


“Film apakah itu?” tanya Hatori.


“Ninja Hatori,” jawab Adelia yang membuat Hatori tersenyum.


“Kata Papa saat mamaku ingin melahirkan, Mama sedang melihat film tersebut. Setelah itu mama meminta izin kepada papa memberikanku nama Hatori. Namun siapa sangka gara-gara nama Hatori itu aku menjadi sangat terkenal sementara wajahku sangat pas-pasan dan tidak cakep-cakep amat. Banyak gadis-gadis mengejarku hingga ke rumah,” ujar Hatori. “Tapi aku peringatkan kepada kamu jangan pernah mengejarku. Karena kalau mengejarku kamu bakalan capek dan aku tidak akan bertanggung jawab sama sekali.”


Adelia pun tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat Hatori yang super PD itu. Ia tidak menyangka kalau Hatori sangat ramah dan lucu. Kemudian Adelia segera pergi meninggalkan Hatori untuk meminta uang. Sedangkan hattori hatinya menghangat dan meratakan ada sesuatu di dalam dirinya. Otaknya mulai bekerja sambil mengingat mimpi semalam.


“Dia adalah Adelia. Adelia sosok gadis yang membuat aku memandanginya. Jika ada Adelia seharusnya ada Stella. Wajahku sama wajah Adelia sangat mirip sekali. Apa mungkin Adelia adalah saudaraku? Namun Papa tidak bercerita kalau aku memiliki saudara. Kok aku jadi bingung begini ya. Nanya pun ke Papa jawabannya nggak dikasih. Memang Papa sibuk kerja di proyek hingga aku dilupakan begitu saja,” ucap Hatori dalam hati.


Beberapa saat kemudian ada seorang anak kecil sedang melewati Hatori. Anak kecil pun berhenti dan memandang Hatori yang sedang kebingungan. Ia mendekatinya sambil menepuk kaki Hatori dengan keras. Lalu Hatori melihat anak kecil itu sambil tersenyum. Ia pun jongkok untuk menyamai tinggi anak kecil tersebut.

__ADS_1


“Halo Sean,” sapa Hatori.


“Halo Om ninja Hatori,” sapa Sean balik yang membuat Hatori tertawa.


“Apa kabar kamu?” tanya Hatori.


“Aku baik Om,” jawab Sean. “Apakah Om membawa buah anggur?”


“Ya... Aku membawanya. Aku tahu kamu sangat menyukainya,” jawab Hatori.


“Huaha.... Om sangat baik sekali,” puji Sean.


“Terima kasih,” sahur Hatori.


“Kalau begitu aku pergi dulu Om. Aku ingin berkebun bersama kakek Nano,” pamit Sean.


“Apakah kamu tidak mengajakku?” tanya Hatori sedang menggoda Sean.


“Oh, jika aku mengajakmu pasti banyak alasan yang kamu berikan padaku. Jadi aku tidak mengajakmu kembali,” kata Sean yang membuat Hatori tertawa.


Adelia yang sudah meminta uang segera mendekati Hatori. Ia melihat keakraban Tuan mudanya itu dengan Hatori. Ia tidak menyangka bahwa Tuan mudanya itu sudah sangat akrab dengan Hatori. Kemudian Adelia menegur Hatori agar segera berdiri.


“Hatori,” panggil Adelia.


Hatori langsung berdiri dan melihat Adelia sedang kebingungan. Ia tahu kalau Adelia memiliki satu pertanyaan yang ingin ditanyakan. Saat mereka berhadapan Sean melihat Hatori dan Adelia memiliki wajah sangat mirip sekali.


“Om,” panggil Sean.


“Iya,” sahut Hatori yang menunduk ke bawah sambil melihat Sean. “Ada apa?”


“Kok wajah Om mirip sama kakak Adelia ya?” tanya Sean.

__ADS_1


“Ah.... Masa sih?” tanya Adelia. “Mana ada wajah Kakak mirip sama Om itu?”


 


__ADS_2