
"Aku memang memiliki benang rajut. Aku bisa memberikanmu. Tapi kamu tidak bisa menggenggamnya setelah aku menghilang," jawab Ratu Noe.
"Kenapa?" tanya Stella penasaran dengan Ratu Noe.
"Ketika benangku kamu ambil. Kamu bisa menggenggamnya dengan nyata. Ketika aku pergi semuanya sudah hilang dengan sendirinya. Mending kamu minta belikan saja benang rajut asli. Aku harap kamu mengerti," jawab Ratu Noe dengan jujur.
"Apa-apaan ini. Kok kamu membuat aku penasaran?" tanya Stella yang semakin penasaran.
"Baiklah kalau kamu penasaran. Akan aku berikan benang kesayanganku untukmu," jawab Ratu Noe sambil meraba lengan bajunya dan memperoleh sebuah benang rajut berwarna biru tosca. "Ini adalah warna favorit sang raja Noe. Jika raja Noe memakai baju berwarna ini, raja Noe sangat tampan sekali. Wajahnya semakin bersinar."
Stella pun berpikir sejenak, apakah Asmoro jika memakai baju berwarna biru tosca wajahnya juga bersinar? Rasanya itu sangat aneh sekali. Perasaan Stella, Asmoro sering memakai baju berwarna hitam. Mungkinkah warna hitam itu adalah favoritnya? Jarang sekali Asmoro memakai baju warna cerah.
"Sepertinya Ratu sangat salah menilai. Tuan Asmoro tidak pernah memakai baju berwarna cerah. Kalau memakai baju berwarna cerah pun itu hanya kebetulan dan sedang berkumpul dengan ketiga cucunya. Sedangkan Kalau bertemu aku beliau sering memakai baju berwarna hitam. Aku tidak habis pikir dengan itu orang. Hampir setiap hari bajunya berwarna hitam. Apakah Tuan Asmoro tidak pernah mengganti bajunya?" Tanya Stella yang membuat Ratu Noe tersenyum lebar.
"Harusnya kamu bisa menentukan baju suamimu itu. Begitu juga dengan raja Noe. Sebelum menikah raja Noe tidak pernah memperhatikan bajunya. Hampir setiap hari raja Noe memakai baju berwarna merah. Setelah menikah aku sendiri yang menentukan bajunya. Hampir setiap hari Raja Noe memakai baju berwarna cerah dan sangat tampan sekali. Coba kamu berinisiatif untuk memberinya berwarna cerah. Aku yakin suami kamu sangat tampan," jawab Ratu Noe.
"Itu tidak bisa dibiarkan Kalau suamiku sangat tampan. Dia akan dikejar-kejar banyak wanita dan memintanya untuk dijadikan kekasih. Aku tidak mau itu. Kamu tahu kan kalau perempuan di sini itu sangat mengerikan," kesal Stella.
__ADS_1
Ratu Noe pun tertawa. Ia sangat lucu sekali melihat Stella kesal. Namun dirinya memang membetulkan apa kata gadis itu. Jujur selama ini Ratu Noe terkurung dalam dimensi lain. Namun sekalinya keluar Ratu Noe mendapatkan banyak informasi di dunia nyata.
"Kamu benar. Aku sudah melihat isi dunia ini. Kalau begitu janganlah kamu sekali mendandani Asmoro dengan baik. Jagalah dan simpanlah di dalam lemari. Agar Asmoro tidak dikejar-kejar oleh wanita seperti itu," pesan Ratu Noe.
Stella langsung terdiam membayangkan perkataan Ratu bisa-bisanya Ratu Noe mengatakan kalau Asmoro harus disimpan dalam lemari. Memangnya Asmoro adalah makanan.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan mencariku karena aku harus semedi untuk menyempurnakan ilmuku terlebih dahulu," pamit Ratu Noe lalu menghilang dari pandangan Stella.
"Apa-apaan ini? Berasa aku hidup di dalam dunia dongeng. Tiba-tiba saja ada wanita cantik memakai baju kerajaan datang di duniaku. Lalu dia memintaku menjadikan diriku sebagai Ratu. Lama-lama Aku bisa gila ini. Aku harus menghubungi Tuan Asmoro untuk membelikan benang rajut yang banyak. Agar pikiranku teralihkan dari sifat rasanya aku ingin menangis hari ini. Semoga ibuku dan Adelia tidak mendengar apa yang telah terjadi di kamarku," batin Stella.
Di apartemen lainnya John dan Merry sedang menikmati indahnya kebersamaan. Mereka berdua sangat cocok sekali Jika membuat sebuah rencana. Terutama John memiliki rencana sangat licik sekali. John ingin menguasai daerah Eropa dan Asia sendiri.
Bagaimana dengan Meksiko? Mereka memiliki sifat licik. Mereka berdua sudah menyusun rencana untuk menghabisi Liam. Lalu apa kalian tahu? Kalau tahu pasti mereka akan dihabisinya.
"Bagaimana rencana selanjutnya? Apakah kita akan mengambil alih semuanya? Aku sangat bosan sekali menjadi bola panas papaku sendiri. Bahkan mamaku sangat membenci papaku ketika sedang memimpin kerajaannya. Kami tidak pernah diberikan satu pasukan khusus," jelas Merry.
"Tenanglah. Aku akan mencari cara supaya kamu bisa mendapatkannya. Tunggu obatku sempurna. Jika sempurna aku akan mengerahkan pasukanku untuk menyerbu seluruh pasukan khusus milik papamu. Tinggal lima belas persen lagi obatku akan menjadi sempurna.Kamu akan dibuat terkesima dengan obatku ini," ucap John.
__ADS_1
"Bolehkah aku mencobanya?" tanya Merry dengan semangat.
"Kamu gila mau mencoba obat itu. Kamu nggak tahu efek obat itu seperti apa? Kamu nggak bisa yang namanya berhenti kecanduan. Otakmu akan mengalami halusinasi tingkat tinggi yaitu delusi. Jika kamu tidak bisa lepas, kemungkinan besar kamu menjadi zombie dan tidak bisa kembali lagi sebagai manusia. Aku belum memiliki obat penawarnya. Jangan kamu sekali-sekali mencoba obat itu!" jawab John sambil mengancam Merry.
"Baiklah kalau begitu. Aku tidak pernah mencobanya dan tidak ingin. Aku masih ingin menikmati hidup di bumi ini dengan indah," jelas Merry.
"Apakah kamu dan mamamu sedang merencanakan sesuatu?" tanya John sambil berdiri dan menuju ke balkon.
Melihat kepergian John, mari menghampirinya dan memeluk John dari belakang. Kemudian Merry berkata, "Kami memang membuat sebuah rencana untuk menghancurkan Liam."
"Kalian memang benar-benar sudah gila. Kamu sangat berani sekali ingin membunuh papamu sendiri. Ada apa hubunganmu dengan papamu itu? Seharusnya kamu tidak pernah membuat statemen seperti itu," tanya John.
"Aku terpaksa melakukannya karena sifat asli papaku tidak bisa dirubah. Lama-lama papaku mementingkan kehidupannya ketimbang kami. Bahkan adikku sakit hingga meninggal papaku nggak pernah menengoknya. Mulai sekarang kami berusaha untuk merebut semua apa yang dimiliki oleh papa. Terutama ladang di beberapa negara yang sangat menguntungkan baginya. Jika aku bisa mengolah menjadi obat terlarang. Aku akan menjadi seorang Ratu mafia yang terkenal di dunia ini," tambah Merry.
Jujur Juan sangat terkejut sekali dengan pernyataan Merry. Baru kali ini Merry membuka semua apa yang menjadi belenggu selama ini. Cukup sudah Merry bersabar menghadapi sang papa. Selama ini sang papa hanya mementingkan kehidupan pribadinya dan karirnya sebagai ketua mafia.
"Apakah kamu menjadi boneka yang sering dipermainkan oleh John? Jika kamu tidak mau maka berubahlah. Ikutlah denganku. Jangan sampai kamu menjadi permainan John yang licik itu. Kamu harus masuk ke dalam kubu yang akan menyerang Liam," bisik Merry sambil menghembuskan nafasnya di tengkuk John.
__ADS_1
Seketika John merinding dan menikmati hembusan nafas itu. Tiba-tiba saja dirinya teringat oleh Tutik dan Patty. Lalu John bertanya, "Apakah kamu tidak mengajak Tutik dan Patty?"