Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rencana John.


__ADS_3

"Aku ingin tidur sama Adelia nanti malam," jawab Stella.


"Tidak bisa. Kamu tidak bisa tidur bersama Adelia," ucap Asmoro.


"Bisa saja. Kalau kamu sedang tertidur aku akan kabur dari kamarmu," kesal Stella.


"Waduh," celetuk Asmoro yang membuat Stella tertawa.


"Sudahlah... Siang-siang begini kok ngajakin aku bikin baby. Bukankah anaknya Kak Alexa akan datang?" tanya Stella lagi.


"Ya, mereka akan datang ke sini. Kalau begitu tunggu saja," jawab Asmoro.


Stella memandang wajah Adelia sambil memberikan kode. Lalu Stella menyenggol kakinya Adelia sambil berkata, "Daripada kita nganggur seperti ini. Ajarin aku membuat kue bayi. Pasti anak-anak akan suka."


"Oh my God... Aku lupa. Cetakan kue bayi ada di mansion kak Alexa. Aku tidak akan bisa membuat kue itu lagi. Jika aku tidak mengambilnya," ucap Adelia yang membuatnya terkejut.


"Lalu bagaimana?" tanya Stella.


"Kemarin ibu habis jalan-jalan sama Adelia. Ibu membeli bahan-bahan untuk membuat puding. Daripada membuat kue, lebih baik kita membuat puding saja. Dan di kulkas pun masih ada buah-buahan. Bagaimana kalau kita membuat puding buah?" tanya Anita yang memberikan ide untuk anak-anaknya.


"Kalau begitu aku setuju. Lebih baik kita bikin puding itu saja," jawab Adelia yang mendapatkan persetujuan dari Stella.


"Jadi kalian pergi berdua saja? Apakah nggak bersama Stella?" tanya Asmoro.


"Tidak, saat itu aku berada di kamar. Aku sedang searching untuk mencari sesuatu di internet. Lalu aku ketiduran sampai sore. Jadinya aku tidak ikut ke mana-mana," jawab Stella.


"Ibu," panggil Asmoro.


"Iya," sahut Anita.


"Kalau Ibu pergi keluar. Ibu harus memakai pengawal bayangan. Kita hanya bisa mengantisipasi dari kejadian yang pernah ada. Aku nggak mau kecolongan. Sebab mereka masih hidup dan tinggal di kampung-kampung," ucap Asmoro yang memberikan peringatan.


"Kamu benar. Makanya Ibu hanya membeli beberapa bahan saja. Lalu ada cetakan puding buah. Warna dan bentuknya sangat menarik sekali. Makanya Ibu memutuskan untuk membeli cetakan itu. Nggak lama Ibu pulang bersama Adelia," ujar Anita dengan jujur.


"Aku tinggal dulu. Aku akan kembali ke apartemen," pamit Asmoro.

__ADS_1


Asmoro akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemen. Di sana Asmoro akan melakukan analisa kasus. Yang di mana kasus itu mengenai Exodus.


Dari tadi, Asmoro mendapatkan sebuah pesan. Pesan itu berisikan tentang kedatangan Liam. Jujur Asmoro sangat terkejut sekali. Ia tidak menyangka kalau sang ketua akan datang ke negara ini.


Pabrik pembuatan kue S&T.


Ian bersama Rinto sedang melihat beberapa macam kue yang akan dikirim ke Amerika. Ia mulai menghitung ketersediaan barang. Namun pekerjaan itu terhenti sebentar. Ian segera mengambil ponselnya dan membaca isi pesan dari seseorang.


"Kak Ian," panggil Rinto sambil memegang ponselnya.


"Ada apa?" tanya Ian.


"Apakah kakak sudah membaca pesan dari Leon?" tanya Rinto lagi.


"Aku sudah membacanya. Kata Kak Asmoro kita akan stay di sini terlebih dahulu. Di apartemen Kak Asmoro sudah kedatangan kak Martin dan Kak Gio. Di sana mereka sedang berunding," jawab Ian yang baru saja mendapatkan pesan dari Asmoro. "Lebih baik kita fokus aja barang-barang ini yang akan diekspor ke Amerika."


Rinto mengangguk pelan dan langsung mengerjakan tugasnya. Ia memilih untuk fokus dan mengerjakan tugasnya.


Sesampainya di apartemen, Martin dan Gio sudah duduk dengan santai. Ia segera mendekat sambil bertanya, "Ada apa?"


"Apakah kamu sudah mendengar kalau Liam ke sini?" tanya Gio.


Martin menggelengkan kepalanya sambil menggulung koran. Kemudian Martin melemparkan koran itu ke arah Asmoro, "Enak saja kau bilang. Markas Black Horizon sudah kamu hancurkan. Eh... Malah membuat isu markas Black Horizon hancur karena Liam."


"Maksudku bukan begitu. Itu markas memang sudah hancur berantakan. Dan sekarang aku sedang membangunnya," jawab Asmoro.


"Aku sudah menyiapkan pasukan khusus untuk melindungi kita semua. Jika Liam menyerang kita," udah Gio menggantung.


"Kalau ingin menyerang kita di sini. Mereka akan habis," sahut Asmoro.


"Atau jangan-jangan Liam ingin meminta Stella?" tanya Martin dengan serius.


"Apa yang kamu katakan? Stella tidak akan pernah berada di tangan Liam," jawab Asmoro yang kesal dengan Martin.


"Kita tunggu saja nanti bagaimana kabarnya. Ini sangat mengerikan jika Liam datang ke sini membawa pasukan. Sebab Liam sendiri sering membuat kekacauan di berbagai banyak negara di belahan dunia," ujar Martin.

__ADS_1


"Yang penting lindungilah anak-anakmu. Jangan sampai lengah sedikitpun," pesan Asmoro.


Di tempat lain Merry yang bersama John sedang memadu kasih. Merry berniat untuk mengajak John menikah.


"John," panggil Merry.


"Iya ada apa?" tanya John.


"Bagaimana kalau kita menikah saja? Aku tidak ingin hidup seperti ini lagi. Pacaran masak kucing-kucingan seperti ini," jawab Merry dengan kesal.


Menikah. Satu kata buat John yaitu mengerikan. Bisa-bisanya Merry mengatakan dan mengajaknya untuk menikah. Sementara dirinya masih mengurus surat perceraian. Lalu John menatap wajah Merry, "Kamu bilang menikah. Aku tidak bisa melakukannya sekarang. Karena aku sedang mengurus surat perceraian itu."


"Tenanglah. Aku akan menyewa pengacara untuk mempercepat perceraian kamu dengan Tutik. Aku yakin Tutik mau menandatangani surat perceraian itu," jawab Merry yang penuh dengan percaya diri.


"Apakah kamu yakin sepenuhnya?" tanya John.


"Yakin," jawab marry yang tersenyum sumringah.


"Bagaimana caranya kamu melakukan itu?" tanya John lagi.


"Kamu nggak perlu tahu bagaimana caranya. Yang penting kamu dan Tutik akan bercerai di pengadilan," jawab Merry.


John pun menuruti keinginan Merry. Lalu ia menatap wajah Merry. Jujur jika dibandingkan dengan Tutik. Merry sangat cantik sekali. Bahkan banyak pria tertarik kepada Merry dan ingin menikahinya. Namun Merry tetap memilih John.


"Bagaimana rencana kita?" tanya John.


"Rencana akan tetap berjalan walau hanya silence. Kamu tahu kan papaku sekarang berada di negara ini?" jawab Merry yang membuat John terkejut.


"Kenapa Papa kamu ke sini?" tanya John.


"Aku kabur dari rumah. Aku sudah muak dengan perlakuan papaku sendiri. Sebelum kabur aku sudah membuat rencana sama mama. Aku ingin memecah Exodus menjadi dua. Yang satu kubu milik kita. Yang satu kubu milik papa. Kalau aku bisa memecah belah Exodus. Kita bisa memimpinnya. Kita bisa memperbesar Exodus tanpa sepengetahuan papa," jawab Merry.


"Apakah kamu serius ingin memecah belah Exodus?" tanya John.


"Ya aku serius. Dari dulu Papa tidak mempedulikan aku dan juga mama. Aku sudah tes DNA. Dan aku adalah anak biologis Liam. Seharusnya Papa sudah mengajariku tentang seluk beluk Exodus," jawab Merry.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan membantu kamu untuk memecah belah kubu. Sebentar lagi aku akan menghancurkan Exodus dan memecah belah menjadi dua," ucap John.


"Apakah papamu sudah mendengar rencana kamu itu?" tanya John.


__ADS_2