Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Merubah Sifat Stella.


__ADS_3

"Kak Asmoro benar. Dia sangat lucu sekali dan menggemaskan. Dia seperti kucing yang manis," jawab Stella. "Bolehkah aku membawanya pulang ke apartemenmu?" 


"Janganlah kamu membawa pulang. Kasihan nanti Disyaku kehilangan anaknya satu," jawab Asmoro yang tersenyum manis sambil memandang wajah Stella.


Stella terkejut dengan pernyataan Asmoro. Bagaimana bisa Asmoro memanggil singa ini menjadi Disyaku? Stella menatap wajah Asmoro sambil bertanya, "Berarti dia adalah peliharaan? Bukan istri Kakak kan?"


"Ya nggak lah. Aku memang dari dulu sudah memiliki singa. Aku menamainya Disya. Memang aku sangat menyayanginya seperti anakku sendiri," jawab Asmoro dengan jujur sambil menatap singa kecil itu.


"Berarti Kakak membelinya?" tanya Stella yang ingin mengetahui tentang seluk beluk singa tersebut.


"Aku tidak membelinya. Aku menyelamatkan ketika berjalan-jalan di hutan dengan Leon. Dia hampir saja terjerat perangkap oleh pemburu. Dia menangis dan memintaku untuk menolongnya. Sebagai gantinya aku merawatnya dan memberikan gizi yang baik," jelas Asmoro yang tersenyum manis. "Sudah jelaskan siapa itu Disyaku?"


"Ya sudah jelas semuanya. Aku sangka Dia adalah seorang manusia yang sangat cantik sekali. Dia juga istri rahasia kakak," jawab Stella dengan jujur.


"Sudah aku bilang sedari awal. Kalau aku tidak memiliki istri maupun pacar. Kalau kamu ingin tahu tanyakan saja pada mereka. Mereka akan berkata jujur. Kalau kamu nggak percaya juga, tanyakan saja pada Alexa atau Martin. Kalau aku adalah seorang pria yang tidak pernah menikah sama sekali," jelas Asmoro yang membuat Stella percaya.


Terungkap jelas sekarang kalau Asmoro memiliki satu istri saja. Istrinya itu adalah Stella sendiri. Kemudian Asmoro mengajak Stella bergabung. Ia meminta Stella agar tidak menjauh darinya.


"Kapan selesai pembangunan markas itu?" tanya Asmoro kepada Raka.


"Kemungkinan besar seminggu lagi. Oh ya, tadi Rinto memberikanku botol kecil cairan berwarna biru," jawab Raka yang menunjuk botol biru itu.


"Ya itu benar. Botol biru itu ternyata mengandung racun yang mematikan. Bila ada orang yang mengkonsumsinya. Orang itu tiba-tiba saja akan berubah menjadi zombie. Dia akan mengamuk dan menghancurkan rumah. Bisa jadi orang itu menghisap darah orang lain," jelas Asmoro.


"Itu dalam dosis besar," sahut Ibra yang mengetahui cairan warna biru itu. "Kalau sebotol kecil itu hanya bisa merusak jaringan sel dan saraf di dalam tubuh. Bisa jadi orang itu berhalusinasi dan mengatakan yang tidak-tidak. Ini sangat parah sekali."


"Lalu bagaimana efek selanjutnya jika orang itu sudah mengkonsumsinya?" tanya Stella yang penasaran sekali dengan cairan warna biru itu.

__ADS_1


"Nyawa tidak akan selamat sama sekali alias meninggalkan dunia ini dengan sia-sia. Maka dari itu kita harus mencari keberadaan sumur itu," jelas Ibra.


Sontak saja Stella terkejut. Efek cairan obat itu ternyata sangat mematikan sekali. Lalu Stella menatap wajah Ibra sambil bertanya, "Kalau obat ini dicampurkan dalam bahan makanan bagaimana?"


"Jangan harap orang itu bisa hidup kembali. Efeknya juga sama saja jika dicampurkan dengan bahan apapun. Cairan berwarna itu bisa membunuh orang dengan cepat maupun lambat. Maka dari itu semua orang di dunia ini harus berhati-hati. Yang aku dapatkan dari informasi dari Abraham. Obat itu sudah menyebar kemana-mana," jelas Ibra.


"Masalah belum selesai. Ditambah lagi masalah baru lagi. Itulah kenapa aku tidak bisa mengerjakan banyak masalah sekaligus," keluh Asmoro.


"Jangankan kamu. Aku juga seperti itu. Liam sudah gila. Ingin menguasai dunia dengan cara licik dan kotor. Ditambah lagi Merry, Merry sekarang sedang mencari koalisi agar bisa memecah belah kelompok mafia ayahnya itu. Jika Merry mendirikan kelompok baru. Bisa dijadikan Merry lebih kejam melebihi ayahnya. Jujur Dia sangat manja sekali. Tapi diam-diam otaknya sangat licik dan pembunuh berdarah dingin," jelas Ibra yang membuat Stella terkejut. 


"Lantas kita harus bagaimana?" tanya Stella.


"Mau tidak mau kita harus menunggu pergerakan mereka. Kita tidak bisa menyerang dengan langsung," jawab Asmoro.


"Kenapa kita tidak boleh menyerangnya dengan langsung? Jika kita melakukannya, kita bisa melancarkan segala usaha," ucap Stella sambil bertanya balik.


"Nggak semudah itu Stella. Kamu mau mati konyol? Mereka itu tidak bisa dibohongi begitu saja. Contohnya kalau kamu menyerang sekarang tanpa tahu alasan sebenarnya. Mereka akan menyerang balik dan sangat brutal daripada Black Horizon. Itulah kenapa kami nggak pernah menyerang sama sekali," jelas Asmoro yang membuat Stella hanya bisa bergidik ngeri.


"Satu fakta yang harus kamu tahu. John menikah dengan Tutik hanya demi membuat jaringan Exodus di negara ini. Dia memang sengaja melakukannya. Dia juga ditugaskan untuk membangun markas di sini. Sampai sekarang kami belum bisa menemukan markas itu.kemungkinan besar John orangnya suka berpindah-pindah ke tempat lain," jelas Ibra yang mengetahui sifat John sebenarnya.


"Bagaimana jika aku akan masuk ke dalam keluarga Tutik lagi?" tanya Stella.


"Kamu jangan berbuat gila. Mereka masih memburumu untuk mendapatkan tanda tangan surat Kurumi itu. Ketika kamu masuk ke sana. Kamu bisa menjadi bulan-bulanannya dan mereka menyiksamu seperti dulu. Oleh karena itu kamu jangan berbuat yang aneh-aneh," jawab Asmoro yang menganalisis keadaan jika Stella masuk ke dalam keluarga Tutik.


"Ya sudahlah kalau begitu. Aku akan bertahan Di sini saja. Lalu aku tidak berbuat apa-apa?" tanya Stella.


"Justru itu kamu harus membuat rencana yang epic buat membebaskan dendammu kepada mereka. Cepat atau lambat Kamu harus melakukannya. Jangan sampai kamu diam saja dan mereka menginjak-injak mu seperti yang lalu. Karena kamu adalah seorang istri dari seorang pengusaha terkenal di dunia ini," sahut Raka yang tidak akan membiarkan Stella menjadi wanita lemah di mata mereka.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Sepertinya aku harus banyak belajar tentang ilmu itu. Jujur akhir-akhir ini Aku sangat kesal sekali," tambah Stella. 


"Kenapa kamu kesal terhadap dirimu sendiri?" tanya Asmoro.


"Karena aku terlalu lemah menjadi seorang wanita. Aku harus menjadi wanita tangguh dan tidak bisa diinjak-injak oleh mereka lagi. Jika aku seperti ini terus, mereka bisa menginjakku berkali-kali," jawab Stella. 


Raka, Ibra dan Asmoro menyunggingkan senyumnya. Ketiga pria itu sangat bangga sekali terhadap Stella. Memang seharusnya Stella harus bangkit dari keterpurukannya selama ini. Agar dirinya tidak diinjak-injak lagi oleh mereka.


"Aku akan membimbingmu menjadi seorang wanita tangguh. Anggap aja aku adalah seorang psikolog untuk dirimu sendiri," ucap Ibra yang menawarkan dirinya untuk menjadi psikolognya Stella.


Asmoro hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Ia menatap wajah Asmoro sambil bertanya, "Apakah kamu yakin bisa menjadi psikolog buat Stella?"


"Kenapa kamu bertanya itu padaku? Kenapa kamu tidak yakin kepadaku? Bukankah kamu memiliki jiwa temperamental yang sangat tinggi? Bisa-bisa jiwa iblis mau muncul kapan saja," jawab Ibra yang memberikan pertanyaan kembali ke Asmoro.


Memang cukup sulit bagi Asmoro jika mengakui kehebatan Ibra. Jujur saja Ibra memiliki jiwa lembut di dalam hatinya. Namun jiwa lembut itu bisa berubah menjadi mematikan jika disakiti. Apa pendapat dari Stella bila mengetahui kalau Asmoro memiliki jiwa iblis?


Mendengar pernyataan Ibra, Stella menjadi terkejut setengah mati. Ia tidak menyangka kalau Asmoro memiliki jiwa iblis. Cepat atau lambat jiwa iblis itu akan muncul dengan sendirinya. Stella tiba-tiba saja berubah menjadi ketakutan.


"Apakah itu benar jika suamiku memiliki jiwa iblis?" tanya Stella dengan hati-hati.


"Itu benar Stella. Jiwa iblis itu akan muncul dengan sendirinya jika ada orang yang mengganggunya," jawab Asmoro yang ingin jujur kepada Stella.


"Mulai sekarang kamu harus mengendalikannya Stella. Kamu memiliki jiwa lembut selembut kapas. Kamu harus bisa memegangnya dan menghilangkan secara perlahan. Jika Asmoro sudah mengamuk. Kamu bisa mengikatnya dan sendiri dulu," ucap Ibra yang memberikan saran jika Asmoro kembali mengamuk.


"Lantas Aku harus bagaimana? Aku nggak bisa untuk meredam jiwa iblis itu?" tanya Stella sambil menatap wajah Asmoro. 


"Kamu harus melakukannya. Karena asmara sekarang berada di bawah kendalimu. Jika tidak maka Asmoro akan melakukan hal yang lebih gila lagi. Maksudku dia bisa menghancurkan satu rumah dengan waktu sekejap. Bukan berarti Asmoro mengidap penyakit autis," tambah Ibra. 

__ADS_1


"Aku adalah pria yang sangat tersakiti oleh pamanku sendiri dan juga wanita yang pernah mengisi relung hatiku. Wanita itu ternyata diam-diam telah membohongiku. Aku telah memberikan segalanya dan dia lebih memilih rivalku sendiri. Itulah kenapa jiwa iblisku hadir," ungkap Asmoro yang menyebarkan suatu fakta kepada Stella. 


"Berarti ini sangat bahaya sekali?" tanya Stella lagi.


__ADS_2