4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Sepakat*


__ADS_3

ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST



----- back to Story :


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


Semua orang terkejut saat Jordan tersambung teleconference tersebut. Jordan menyalami semua orang dalam video saat ia masih dalam penerbangan menuju Inggris.


"Oh, si anak jenius pesaing Sandara muncul," celetuk Tobias menunjuknya dengan wajah gembira. Namun, Jordan tetap memasang wajah dingin.


"Aku sudah mempelajari bagaimana No Face dan The Circle tetap berkuasa meski 8 Mens dan Madam telah tiada," ucapnya yang mengejutkan semua orang.


"Oh, benarkah?" sahut Tobias terlihat tertarik dan kini duduk di samping Lysa menunjukkan rasa penasarannya


"Kau, Tobias. Lima anak Perusahaan Farmasi Elios, meski kau menggunakan nama orang lain untuk mengelolanya, kaulah yang mengendalikan semua. Kau hanya memakai namamu sebagai anggota Dewan Komisaris," tegas Jordan.


Tobias terlihat begitu bersemangat. Ia bertepuk tangan gembira. "Aku selalu menyukaimu, Jordan. Kau to the point dan tak bermain drama seperti Sandara yang otaknya mulai melenceng. Oke, lanjutkan. Akan kuberikan rumah Venelope di Italia jika kau berhasil mengungkap semuanya," ucap Tobias berkesan menantang.


"Kupegang janjimu, Tobias. Ucapanmu didengar dan disaksikan semua orang," tegas Jordan dan Tobias mengangguk mantab.


"Jelaskan, Jordan," pinta Lysa terlihat serius. Tobias melirik isterinya sekilas.


"No Face dan The Circle takut padamu karena kau yang melatih pasukan mereka. Pasukan di bawah naungan Tessa, Venelope dan Mr. White bisa membelot pada Tuannya jika kau menginginkannya."


"Jadilah anakku, Jordan. Aku seribu kali lebih hebat dari ayahmu, Boleslav," pinta Tobias tersenyum merekah.


"Tidak, terima kasih," jawabnya cepat. Tobias cemberut. "Selanjutnya, Smiley gurumu. Ia merasa kecolongan karena kau mampu melampauinya. Kau menggunakan para pionmu untuk mengelola semua asetmu seperti Vesper yang mempercayakan ketujuh bodyguard-nya untuk mengurus aset-asetnya."


Tobias mengangguk membenarkan dan hal itu membuat semua orang terkejut. Vesper diam menyimak terlihat serius.


"Alasan Venelope membuat obat-obatan berbahaya untuk membuat orang-orangnya tetap setia padanya bukan padamu. Alasan kau begitu membenci Jonathan karena gelang pemenggal yang ia pasang di tubuh anak buahmu. Kau jadi tak bisa mengendalikan mereka. Click and Clack. Dua orang yang sadar sepenuhnya memihak Jonathan karena menghormati peninggalan Lucifer, tak seperti kau dan anggota The Circle lainnya. Selain itu, Sierra. Satu-satunya orang dalam jajaran The Circle yang tak bisa kau kendalikan. Dia anakmu dan kau menyayanginya."

__ADS_1


Tobias terdiam memalingkan wajah. Ia melipat kedua tangannya di depan dada mulai menunjukkan keseriusannya.


"Aku memiliki satu bukti kuat untuk membuatmu berpihak pada kami, Tobias. Mau dengar?" tanya Jordan menatapnya tajam dari layar monitor.


Wajah Tobias kembali ke layar dan mengangguk pelan. Wajah semua orang tegang.


"Sierra sengaja dicelakai saat Madam menunjuknya sebagai pengganti untuk memimpin Big Mother. Menurutmu ... siapa yang melakukannya? Siapa orang dalam kubu No Face yang begitu berambisi untuk menjadi pemimpin?" tanya Jordan menaikkan salah satu alis.


Vesper mempertajam pandangannya saat menatap wajah Jordan di layar. Senyum tipis muncul di bibirnya, tapi dengan cepat ia merubah ekspresinya menjadi dingin kembali.


"Venelope," jawab Tobias menebak.


"Jadi ... jika kau ada niatan untuk membunuhnya, dengan senang hati aku dan Afro akan melakukannya. Kali ini aku mengampunimu, Afro. Anggap saja sebagai penebusan dosaku karena membunuh ayahmu. Sebagai gantinya, akan kupenggal kepala Mr. White untukmu. Bagaimana?"


"Sepakat," jawab Afro serius.


"Lalu kau, Tobias. Sebaiknya kau fokus untuk melindungi puterimu, Sierra. Jika Sierra sampai tewas, Paris akan diambil alih oleh Venelope dan lainnya. Mereka mulai bergerak dan pergerakan pertama mereka menggunakan Sandara. Mereka membutuhkan Sandara untuk menguasai Perusahaan Farmasi Elios," ucap Jordan tegas.


"Kau memerintahku? Lancang sekali, tapi aku suka. Oke. Aku akan menjadi Ayah yang baik. Aku akan melindungi Sierra," jawabnya santai.


"Oh, aku sangat senang kalian bisa mengerti. Jadi, aku sudah boleh pensiun bukan?" tanya Vesper menyahut dengan senyum terkembang.


"No. Kata siapa?" sahut Martin dan diangguki oleh semua orang.


"Dasar egois, tidak tahu terima kasih. Ini balas budi kalian padaku? Membiarkan wanita tua ini untuk terus duduk di kursi Dewan?" ucap Vesper kesal.


"Aku tahu siapa yang sangat berambisi untuk menggantikanmu, Nyonya. Kau bisa mengikut sertakan Kim Arjuna dalam teleconference ini," sahut Afro yang mengejutkan semua orang.


"Em, soal itu ... aku akan bertahan sedikit lagi," ucap Vesper kembali memasang wajah malas.


Semua orang tersenyum tipis. Han diam terlihat memikirkan sesuatu.


"Lalu, bagaimana kita menyikapi Kim Arjuna? Apakah dia dianggap sebagai pengkhianat? Jika Arjuna tetap terlibat dalam 13 Demon Heads sedang ia masuk kubu No Face, keberadaannya merupakan ancaman besar bagi jajaran kita. Ia seperti musuh dalam selimut. Tessa dan orang-orangnya pasti akan memaksa dia untuk berkhianat," tegas Martin.


"Apa bedanya dengan Tobias? Dia orang The Circle, tapi juga menyelinap dalam pembicaraan kita," sahut Han berkesan memihak anak lelakinya.

__ADS_1


"Kau samakan aku dengan anakmu yang gila kekuasaan itu, Tuan Han? Apa kau tak lihat perbedaan besar antara aku dan dia? Aku, aku adalah penguasa sejati. Aku mandiri dan semua keputusan yang kulakukan atas kehendakku sendiri," sahutnya tegas.


Lysa menghembuskan nafas panjang karena merasa dalam posisi sulit.


"Dan aku berterima kasih pada kalian karena telah mewujudkannya dengan membunuh Madam serta 8 Mens. Persamaanku dan Arjuna adalah, kami berdua ingin menjadi penguasa dan pemimpin. Aku telah berada di titik itu sejak lama. Sedang Arjuna, ia mengemis ke sana kemari bahkan kepada Tessa yang hanya anak bawang dalam jajaran The Circle. Kau menyerahkan aset berhargamu pada wanita seperti Tessa, Tuan Han. Otakmu sungguh bermasalah. Aku cukup yakin jika Ibuku pasti sangat kesal padamu, tapi ia selalu menunjukkan senyuman untuk menutupi kekecewaannya. Benar begitu 'kan, Mom?" tanya Tobias yang pandangannya tertuju pada Vesper yang tertunduk terlihat lesu.


Semua orang diam menunggu jawaban Vesper, tapi sang Ratu tetap diam.


"Benarkah begitu, Lily?" tanya Han terlihat sedih.


"Jika kalian sungguh menghormatiku sebagai Ketua. Kali ini, selesaikan tanpa diriku. Masih ada hal penting yang harus aku kerjakan ketimbang berurusan dengan pecahan The Circle. Mereka, aku serahkan pada kalian. Soal urusanku, kalian tak perlu tahu," jawab Vesper malas, tapi mengejutkan semua orang.


"What? Kau ingin kami yang menuntaskan perselisihan ini?" tanya Bojan memastikan.


"Ya. Kalian harus mulai terbiasa tanpa aku ikut terjun ke lapangan. Anggap saja aku sudah mati dan tak ada untuk membantu kalian lagi. Namun, jika kalian butuh sesuatu, mintalah pada Kai. Aku akan menyokong dari segi persenjataan saja. Mulailah memikirkan strategi yang akan kalian gunakan untuk menyerang tanpa harus melibatkan militer dan aku. Itu saja dariku. Aku pensiun," tegasnya.


"Vesper!" teriak semua anggota Dewan saat sang Ratu menonaktifkan suara meski wajahnya tetap terlihat.


Kai, Ivan dan Afro yang berada dalam satu ruangan di Pusat Kendali terlihat seperti berusaha membujuknya, tapi Vesper tetap bersikukuh dengan ucapannya.


Saat Vesper akan berdiri, ia diam sejenak terlihat pucat sembari memegangi kepalanya. Semua orang yang tadinya berteriak memanggil namanya dan protes akan keputusannya, mendadak panik karena Vesper ambruk begitu saja.


Ivan membopong Vesper keluar dari Pusat Kendali diikuti oleh Kai dan Afro. Semua anggota Dewan yang masih terhubung dibuat cemas termasuk Lysa yang mengkhawatirkan kondisi Ibunya yang mendadak sakit.


"Sekarang bagaimana?" tanya Rohan panik.


"Kita sebaiknya bertemu langsung di Black Castle. Ingat, jangan sampai pertemuan kita di dengar oleh Arjuna. Kita masih belum memutuskan akan kita apakan anak Han itu," sahut Martin melirik Han yang mengusap wajah terlihat terpojok akan hal ini.


Panggilan teleconference itupun diputus setelah para anggota Dewan sepakat untuk berkumpul di Black Castle esok hari.


***


Uhuy tengkiyuw tipsnya. lele padamu😍


__ADS_1


__ADS_2