4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kabur Dari Papa*


__ADS_3

Seketika, DODODODODOR!


Peluru CamGun memberondong Sandara dan timnya yang masuk dalam jangkauan sensor gerak dan panas senjata tersebut.


"Kita tak bisa mendekat! Radius CamGan mencapai 20 meter!" seru Sandara yang mengajak Yudhi dan wanita berkerudung terus berlari.


"Kembali ke helikopter!" sahut Yudhi lantang, tapi tiba-tiba ....


SHUW! BLARRR!!


"ARGHH!"


Sandara dan timnya terpental karena gelombang ledakan besar dari helikopter yang meledak setelah terkena luncuran misil dari sisi Barat Laut.


Mereka bertiga tersungkur dengan keras di tumpukan salju di antara batang pohon besar. Namun hal itu, membuat sensor pada CamGun tak mendeteksi tiga orang itu.


Ternyata, suara ledakan dan kepulan asap yang membumbung tinggi, membuat Black Armys dari pos darurat milik Kai mendatangi tempat kejadian.


Pusat Komando di Kastil Borka dibuat terkejut akan kabar yang tak disangka. Kai segera memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki lokasi kejadian dan melakukan eksekusi jika di dapati anggota The Circle pembelot berada di kawasan tersebut.


Mobil yang membawa Sun ikut terkejut karena suara tembakan dan ledakan terdengar santer saat mereka memasuki kawasan rumah kaca.


Sayangnya, saat mereka memutuskan untuk berbalik ....


BROOM!!


BRANGG!!


Sebuah mobil type double cabin menghantam dengan kuat mobil itu sampai bergeser jauh. Orang-orang di dalamnya dibuat tak berkutik karena serangan mendadak tersebut.


"Hah! Hah! Cepat pergi dari sini!" perintah pria yang duduk di samping kemudi lantang.


Mobil modifikasi Jonathan tak membuat orang-orang yang duduk di dalamnya terluka parah. Hanya penyok di beberapa bagian, tapi tak menghancurkannya.


"Balas mereka!" seru pria yang duduk di samping Sun.


Dengan sigap, KLIK!


"Oh, shitt," ucap Dakota pelan saat melihat dua buah pelontar misil muncul dari sun roof mobil musuh.


"Menghindar!" seru Kecebong dari anggota Pasukan Pria Tampan Jonathan lantang yang terdengar di seluruh sambungan radio.


SWOOSH!!


BLUARR!! BLUARR!!


"Arghh!"


Dua mobil yang mengejar mobil Sun meledak hebat setelah terkena luncuran misil. Namun beruntung, orang-orang dari kubu Sandara melihat pergerakan itu. Mereka berhasil keluar dari mobil meski tetap terkena dampak dari gelombang ledakan.


"Cepat pergi dari sini!" perintah pria yang duduk di samping sopir.


BROOM!!


Mobil melaju kencang meninggalkan lokasi dan tak mendapatkan perlawanan apapun dari kubu Sandara karena orang-orangnya dibuat kewalahan dengan mobil tempur Jonathan.

__ADS_1


"Dara! Status!" panggil Dakota dengan luka di dahinya karena tergores batu.


"Sial! Dia tidak menjawab!" sahut Biri-Biri—salah satu anggota Pasukan Pria Tampan Jonathan—kesal.


"Hei! Di sebelah sini tak ada sinyal. Pasti ada Pemancar Fatamorgana. Bisa jadi, Sandara dan lainnya masuk dalam radius itu!" seru Kecebong dari tempatnya berdiri seraya memegang ponsel.


Orang-orang dalam kubu Sandara saling memandang terlihat serius.


"Kita berpencar. Temukan Yudhi dan Sandara, lalu pergi dari tempat ini sebelum polisi tiba. Cepat!" perintah Dakota yang kini ikut andil dalam tim Sandara.


Dakota yang awalnya pingsan terkejut saat ia tersadar dan mendapati Yudhi tersenyum miring duduk di sampingnya. Dakota semakin bingung saat melihat dua anggota The Circle Jonathan duduk di bangku belakang mobil menatapnya saksama.


"Lebih baik menjadi sekutu kami daripada kau mati mengenaskan, Dakota. Beruntung, Yudhi berbaik hati menolongmu. Anggap saja balas budi. Jika sudah selesai, kau akan kami kembalikan kepada Tobias dalam keadaan utuh dan bernyawa. Deal?" ucap Yudhi menawarkan dengan jabat tangan.


Pion itu terlihat ragu. Ia menatap tiga orang itu bergantian dengan serius.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Dakota penuh selidik.


"Kau akan tahu. Ini tak akan merugikanmu sama sekali. Jangan curang, jabat tangan dulu sebagai bentuk kesepakatan. Deal?" tegas Yudhi.


Pada akhirnya, Dakota menyambut jabat tangan itu meski belum tahu pekerjaan yang akan dilakukannya, tapi kini ia sedang terlibat di dalamnya.


Tiga tim bergerak ke sisi Barat, Timur dan Selatan. Kecebong, Biri-Biri dan Dakota sebagai pemimpin pasukan wanita berkerudung yang masuk dalam regu mereka.


Orang-orang itu bergerak dengan cepat dan waspada. Mata mereka memindai sekitar karena khawatir jika ada jebakan.


Tim yang di komandoi oleh Dakota bergerak ke sisi Selatan masuk dari pintu utama. Benar saja, saat mereka akan mendekati gerbang ....


DODODODODOR!!


"Berlindung!" perintah Dakota lantang saat tiba-tiba saja mereka diberondong oleh serencengan peluru dari musuh yang bersembunyi di bawah tumpukan salju.


Dakota dan tiga wanita berkerudung berlindung di balik pohon dengan menggenggam senapan laras panjang di depan dada. Mereka merampingkan tubuh hingga sejajar dengan ukuran batang pohon agar tak terkena peluru.


"Sial! Kita terdesak!" pekik Dakota kesal karena mereka tak bisa bergerak dan terus dibidik dengan peluru-peluru tajam pembunuh.


Sedang di sisi lain. Kecebong membawa dua wanita berkerudung menyusuri sisi Barat.


"Hei!" panggil wanita berkerudung saat menemukan selongsong peluru yang telah kosong.


Kecebong dan wanita berkerudung lainnya langsung menghentikan langkah untuk memindai sekitar.


"Ada jejak?" tanya Kecebong membidik sekitar dengan senapan laras panjang dalam genggaman.


Tiba-tiba, "ROARRR!!"



"AAAA!"


KRAUKK!!


"RUN!" seru Kecebong lantang saat dua ekor serigala muncul yang diyakini telah diberi serum monster untuk meningkatkan naluri membunuh mereka.


Salah seorang wanita berkerudung hitam tewas setelah lehernya digigit oleh salah satu serigala berbulu hitam yang muncul dari bawah gundukan salju yang ternyata memiliki sebuah pintu tersembunyi.

__ADS_1


Kecebong dan wanita berkerudung yang tersisa satu orang, berlari kencang melarikan diri dari terkaman hewan buas tersebut.


Namun, BRUKK!


"AGH! AAAAA!"


DODODODODOR!


Wanita berkerudung putih itu tersandung dan jatuh. Namun, ia tetap memberikan perlawanan dengan menggelontorkan seluruh amunisinya dalam posisi punggung sebagai alas.


Wanita itu berteriak seraya menembaki dua serigala gila itu hingga pelurunya habis, tapi berhasil membunuh dua serigala tersebut.


"Kerja bagus. Ayo!" ajak Kecebong seraya menarik tangan wanita itu untuk bangkit.


Kecebong dan wanita tersebut terus bergerak menuju ke Barat untuk menemukan Sandara.


Namun, DODODODODOR!


BRUKK!


"Agh! Shitt!" pekik Kecebong kesal saat tiba-tiba saja mereka diberondong CamGun yang muncul dari sebuah batang pohon kamuflase. Naas, wanita berkerudung tersebut tewas karena serangan tak terduga itu.


Di tempat Biri-Biri berada dengan dua anggota wanita berkerudung lainnya, juga terkena dampak dari ladang ranjau yang ditanam secara acak.


Beruntung, Biri-Biri tak menginjak satu pun ranjau. Namun tragis, dua wanita berkerudung tewas karena tak mengetahui perangkap tersebut.


Meski demikian, Biri-Biri tak bisa bergerak karena ia tak tahu di mana ranjau lainnya terpasang. Ia hanya mampu duduk menyender di balik batang sebuah pohon dengan senapan laras panjang dalam genggaman di depan dadanya terlihat panik.


"Ini buruk, sangat buruk. Hah, hah," ucapnya dengan wajah pucat karena tak tahu harus berbuat apa.


Saat semua orang sedang dirundung petaka akan keinginan mereka menguak dalang di balik insiden ini, tiba-tiba saja, belasan drone muncul memasuki wilayah tersebut.


Mata Sandara dan orang-orangnya terbelalak lebar seketika saat melihat benda itu melayang melintasi mereka.


"Itu ...," ucap Sandara menggantung.


Seketika, DODODODODOR!


Senjata melawan senjata begitu santer terdengar. CD yang diterbangkan oleh Black Armys di bawah komando Kai melakukan serangan balasan.


"Papa tak boleh menemukanku! Kita harus pergi dari sini! Tinggalkan lokasi! Siapkan penjemputan!" perintah Sandara tegas menatap Yudhi.


Pemuda itu membalas tatapan tajam kekasih hatinya dan pada akhirnya mengangguk. Yudhi melindungi Sandara di belakangnya. Wanita berkerudung memimpin jalan menghindari tangkapan kamera CD dan persenjataan musuh yang terpasang di sekitar.


"Hubungi semuanya. Minta mereka mundur sekarang!" perintah Sandara seraya berlari menuruni bukit di tengah tumpukan salju yang menyulitkan pergerakannya.


"Dakota! Biri-Biri! Kecebong! Tarik pasukan! Kita bertemu di titik kumpul! Now!" perintah Yudhi lantang saat ia sudah keluar dari jangkauan Pemancar Fatamorgana, tapi sayangnya, panggilan mereka tak diterima oleh tiga orang itu.


Yudhi menggeleng seraya terus berlari saat Sandara menatapnya. Gadis cantik itu terlihat sedih, tapi ia terpaksa kabur dan meninggalkan timnya yang masih berada di lokasi.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



uhuy. tengkiyuw tipsnya❤️ doakan lele cepet sembuh ya. ini bengeknya belom lenyap soalnya.


__ADS_2