
Kediaman Amanda, Napoli, Italia.
Amanda terlihat sibuk bersama anak buahnya termasuk Jason yang diikut sertakan untuk membantunya mempersiapkan pernikahan Jordan dan Naomi pada bulan September saat musim gugur. Zaid kembali dilibatkan sebagai pengurus pernikahan bersama Yena.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Kau pasti akan terlihat cantik dengan gaun buatan Beny, Naomi. Banyak para mafia yang percaya dengan sentuhan tangan ajaibnya," ucap Amanda seraya menunjukkan gaun pernikahan yang telah dipasang pada sebuah patung saat mereka memasuki sebuah ruangan.
Senyum Naomi terkembang. Ia mendekati gaun tersebut dan menyentuhnya perlahan takut merusak sentuhan indahnya.
"Kau suka? Aku yang memesannya khusus karena kau selalu mengatakan 'terserah saja'. Dan ini kategori terserah menurut penilaianku," ucap Jordan seraya melangkah masuk ke ruang persiapan tersebut ditemani oleh Mix and Match yang berjalan di belakangnya.
Mata Naomi berkaca. Jordan mendekati calon isterinya lalu memeluknya erat. Amanda dan orang-orang yang melihat terharu akan kedekatan calon pengantin tersebut yang sebentar lagi akan menikah.
"Indah sekali, Jordan. Bagaimana kau tahu jika aku menyukai bunga dan nuansa merah muda?" tanya Naomi seraya melepaskan pelukan dan menghapus air matanya sendiri.
"Anggap saja aku cenayang," jawabnya santai tanpa ekspresi, tapi hal itu malah membuat Naomi tersenyum merekah.
"Lalu ... bagaimana dengan tuksedomu? Apakah—"
"Aku tak akan memakai warna merah muda," sahutnya cepat. Naomi menahan senyum dan mengangguk pelan.
Amanda melanjutkan dengan menunjukkan kue pernikahan yang telah dipilih oleh Jordan berikut dekorasi dan keseluruhan persiapan pesta.
Naomi tak menyangka jika Jordan selama ini beralasan lembur karena mempersiapkan pernikahannya. Naomi hanya bisa mengatakan setuju untuk semua yang Jordan pilihkan.
"Apa kau yakin dengan semua pilihanku? Kau bebas menentukan, tak ada yang memaksamu, Naomi," tanya Jordan menatap calon isterinya lekat dengan senyuman tak meredup sejak memasuki ruangan.
“Kau benar-benar cenayang, Jordan. Semua pilihanmu tepat seperti seleraku. Bagaimana kau … terima kasih,” ucap Naomi dengan senyum merekah dan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya lalu mengecup bibirnya lembut.
Semua orang yang melihat tersipu malu. Bayu The Kamvret yang diminta kembali ke Perusahaan, dan kini berada di ruangan tersebut hanya bisa mengelus dada terlihat tertekan akan hal ini.
__ADS_1
Yu Jie terkekeh melihat Bayu harus selalu bersabar karena sampai saat ini ia belum memiliki kekasih.
Undangan pernikahan mulai disebar oleh Monica melalui pesan khusus berupa video bukan sebuah kertas bermotif.
Pernikahan akan diadakan di Italia, kediaman Amanda di Napoli. Kabar gembira ini disambut baik oleh seluruh mafia dalam jajaran 13 Demon Heads.
Malam itu, masih di kediaman Amanda, Napoli.
“Naomi, maaf ya, Kak Lysa belum bisa datang ke sana. Fara masih terlalu kecil. Tapi tenang aja, hadiah pernikahan akan sampai padamu kok. Selamat ya, semoga kau bahagia bersama Jordan. Aku bisa melihat jika dia tulus mencintaimu,” ucap Lysa sembari menggendong bayi perempuannya yang didandani cantik dengan nuansa merah muda.
“Terima kasih, Nona Lysa. Aku … tak pernah membayangkan akan menikahi pria sebaik Jordan. Aku sungguh beruntung,” jawabnya dengan senyum terkembang.
“No. Aku yang beruntung karena wanita cantik ini bersedia menikahi pria membosankan sepertiku. Kau setuju ‘kan, Lysa?” tanya Jordan tiba-tiba menyahut dan wajahnya muncul di atas salah satu pundak calon isterinya.
“Ya. Kau membosankan. Semoga malam pertama kalian tak payah,” celetuk Tobias menyahut entah manusia itu berada di mana karena sosoknya tak terlihat di kamera, dan hanya terdengar suaranya saja.
“Toby!” pekik Lysa kesal sampai matanya melotot seraya menoleh ke samping.
“Maaf ya, Naomi. Tobias emang ngeselin. Jangan dengerin,” ucap Lysa kesal. Naomi hanya tersenyum dan mengangguk. Panggilan itu pun terputus.
Ternyata, ucapan Tobias membuat Jordan kepikiran. Pemuda tampan itu mengurung dirinya di kamar entah apa yang ia lakukan.
Naomi juga terlihat enggan untuk mengusiknya dan memilih kembali ke ruang keluarga untuk berkumpul bersama Manda dan lainnya melanjutkan pembahasan pernikahan yang terasa sungguh menyenangkan.
Kabar akan dilangsungkannya pernikahan sepasang kekasih beda usia itu, tentu saja sampai ke telinga Arjuna yang kini berada di Hong Kong untuk mengurus perusahaan konstruksi milik sang Ayah—Kim Han Bong.
Ruang kerja Arjuna, Sun, dan Tessa berada dalam satu ruangan besar yang terpisah oleh sebuah kotak kaca tempat Arjuna bekerja.
Putera tunggal Han tersebut menjabat sebagai Vice President Director. Kim Han Bong tetap menjabat sebagai President Director dan Tessa sebagai Director.
"Apakah Anda akan hadir, Tuan Muda?" tanya Sun yang kini menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Naomi.
__ADS_1
Arjuna diam tak menjawab. Tessa yang satu ruangan dengan suaminya—terpisah oleh dinding kaca—berjalan memasuki ruangan seraya membawa sebuah berkas.
"Kita harus hadir untuk menunjukkan bahwa Kim Arjuna tak mengemis cinta Naomi lagi. Jangan jatuhkan harga dirimu sebagai lelaki. Terlebih, wanita yang kau sukai di masa lalu akan menikahi rival-mu. Aku akan siapkan tuksedo dan gaun yang serasi untuk kita kenakan, Sayang," ucap Tessa seraya meletakkan berkas itu perlahan di meja suaminya.
Arjuna masih diam tak menjawab, dan Sun mengangguk saat Tessa pergi meninggalkan ruangan entah pergi ke mana.
"Kali ini saya setuju dengan perkataan Nona Tessa, Tuan Muda. Naomi adalah masa lalu. Kau kini seorang pria yang telah berkeluarga, dan mungkin sebentar lagi akan memiliki anak. Pasti nyonya Vesper dan tuan Han sangat mendambakan cucu dari Anda," ucap Sun dengan senyum tipis berdiri di samping Bosnya.
Arjuna menghembuskan nafas panjang seraya menyenderkan punggung di kursi kerjanya dengan kepala mendongak menatap langit-langit. Sun diam menatap Bosnya seksama.
"Anak? Entahlah, Sun. Rasanya ... aku belum siap. Aku masih ingin berpetualang di luar sana. Tempat ini tak cocok denganku. Aku lebih senang jika harus mengurus Camp Militer ketimbang perusahaan legal seperti ini," ucapnya mengutarakan pemikiran.
Sun diam tak berkomentar entah apa yang dipikirkannya. Arjuna kembali duduk tegak dan kini menatap berkas yang diberikan Tessa untuknya. Ia membuka berkas itu dengan kening berkerut.
"Apakah itu tentang pengembangan Arjuna's Adventure di Semarang yang sempat terbengkalai setelah perginya Naomi? Saya siap mengerjakannya jika Anda percaya dengan kemampuan saya," ucap Sun melirik saat melihat isi berkas dari tempatnya berdiri.
"Aku akan ikut. Aku bosan di kantor terus-menerus. Tempat ini mengurungku," ucapnya malas seraya memberikan berkas itu kepada Sun.
Pemuda itu mengangguk dan segera keluar dari ruang kerja Bosnya kembali ke mejanya untuk meneruskan pekerjaan tersebut.
Arjuna memandangi meja kerja Tessa yang ditinggalkan oleh pemiliknya di mana Naomi dulu duduk di sana.
'Sial. Aku masih terasa sulit melupakan Naomi padahal dia sudah sangat jauh dariku. Terlalu lama aku bersamanya sejak masa sekolah,' ucapnya mengusap wajahnya dengan kedua tangan dan diakhiri dengan hembusan nafas panjang.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE & PINTEREST
server mt eror gaes. ketikan lele kesangkut. lele up seadanya dulu tar yg eps kedua semoga mt udh sembuh. ini repot bgt copas sana sini ujung2nya ngetik di hp. tengkiyuw tips koinnya❤
__ADS_1