4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kendali Sierra


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Jonathan terkekeh melihat tingkah lucu dan menggemaskan kekasihnya yang duduk di pangkuan.


Jonathan kembali fokus dengan serangannya saat pintu besi itu mulai berlubang dan kini, ia siap untuk menjebolnya.


"Tolong tekan lagi yang berwarna merah muda itu, Sayang," ucap Jonathan berbisik.


Sierra tersenyum dengan telunjuk menekan tombol warna kesukaannya tersebut.


KLIK! SWOOSH! BLUARRR!!


Mata Sierra kembali melebar, saat sebuah misil meluncur dari balik sunroof dan menghancurkan pintu besi yang meleleh itu.


Kobaran api dan asap menutupi kamera yang terpasang di bagian depan mobil Jonathan.


"Kamboja, Mawar! Visual!" pekik Jonathan karena ia tak bisa melihat tampilan dari kamera drone di mana ia duduk memunggungi layar besar tersebut.


"Jonathan! Tim-mu di serang oleh Click and Clack!" sahut Sierra yang menoleh ke arah tampilan kamera.


Mata Jonathan melebar seketika. Ia melihat Naomi sedang bertarung hebat dengan tangan kosong melawan dua bodyguard yang malah berbalik menyerangnya.


"Gila! Jangan bilang mereka selama ini hilang karena tertangkap Venelope dan dicuci otaknya," pekik Jonathan ikut menoleh ke tampilan kamera tersebut.


Sierra langsung berdiri dan kini menatap Jonathan tajam. Jonathan balas menatap wajah kekasihnya yang terlihat serius seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Ya, itu benar. Click and Clack kini di pihak Venelope, Sayang. Kau ... ingin mereka kembali padamu?" tanya Sierra dengan wajah sendu.


"What?" jawabnya kaget dengan suara hampir tak terdengar.


"Apa kau ingin Click and Clack kembali padamu?!" tanya Sierra lantang.


"Ya! Tentu saja! Mereka sudah berjanji akan setia padaku! Aku tak mau memotong kaki mereka, Sayang," jawab Jonathan terlihat sedih.


Sierra tersenyum dan tiba-tiba, ia mengeluarkan ponselnya seperti menghubungi seseorang.


"Bawa mereka dan kurung. Sisanya, biar aku yang urus," ucap Sierra serius, tapi membuat semua orang di mobil Van terpaku akan ucapannya.


"Ayo, kita harus ke gedung itu sekarang," ucap Sierra sembari melepaskan earphone yang menghubungkan seluruh tim di telinga Jonathan.


Anak ketiga Vesper itu terkejut.


"Lalu mereka?" tanya Jonathan bingung menatap timnya yang masih berada di lapangan dan mobil Van. Sierra tersenyum.


"Lakukan protokol "Pembersihan". Kita bertemu di Napoli," ucap Sierra kepada Tim Mawar yang berada di mobil Van.


Para anggota The Circle tersebut mengangguk dan segera menghubungi seluruh tim yang berada di lapangan termasuk Biawak Kuning dan Cokelat.


"Apa maksudnya, Yang?" tanya Jonathan bingung.


"Mereka akan baik-baik saja. Ayo, kita harus bergegas," ucap Sierra menggandeng tangan Jonathan dan mengajaknya keluar dari mobil.


Jonathan menoleh dan melihat Tim Mawar seperti mengemasi pekerjaan mereka. Jonathan bingung dan tetap berjalan di samping kekasihnya yang mengajak ke mobil.


BROOM!


Jonathan sempat terkejut, saat mobil Sierra menyala dengan sendirinya dan kini melaju perlahan mendatangi mereka berdua. Jonathan bengong.


"Hai, Boss. Maaf, jika mengagetkanmu," ucap Yohanes dari dudukan kemudi saat jendelanya diturunkan setengah.


"Kenapa kau di sini? Bukannya kau bertugas di markas nyonya Manda?" tanya Jonathan bingung.


"Em, akan aku ceritakan. Ayo cepat, waktu kita tak banyak," jawabnya sambil meringis.

__ADS_1


Jonathan tak ambil pusing. Ia segera masuk ke dudukan tengah bersama dengan Sierra di sampingnya.


Mobil sedan itu melaju kencang menuju ke bagian selatan bangunan di mana mobil Jonathan masih berada di posisinya seperti saat ditinggalkan.


"Hehe, pacarku masih setia menunggu," ucapnya dengan senyum merekah, saat mobil sedan hitamnya masih berada di sana, sendirian.


Sierra memutar bola matanya. Ia tak habis pikir dengan ucapan Jonathan yang menyebut mobilnya adalah kekasihnya. Ia merasa jika dirinya disamakan dengan mobil tersebut.


Namun, saat Jonathan sedang mendekati mobil tersebut, tiba-tiba ....


"NATHAN!" teriak Sierra lantang. Jonathan menoleh dan menghentikan langkah, tapi ....


BLUARRR!!


"JO!" teriak Biawak Kuning dan Cokelat yang kini berlari ke arahnya, keluar dari tempat persembunyian.


Jonathan terlempar jauh dan tubuhnya menghantam tanah dengan keras. Sierra yang dilindungi oleh Yohanes dan cukup jauh dari ledakan, tak terkena dampak fatal tersebut.


Mata Sierra terbelalak saat tubuh Jonathan berasap dan tengkurap di tanah tak bergerak. Sierra berlari dengan Yohanes mengikutinya.


"Oh God!" pekik Sierra saat melihat pakaian yang dikenakan Jonathan meleleh seperti terbakar.


Yohanes bahkan tak bisa memegang tubuh Jonathan karena bajunya terasa panas. Remaja tampan itu berdiri cukup dekat dengan mobil miliknya dan terkena kobaran api dari ledakan.


Sierra terpaksa membalik tubuh Jonathan dengan kaki robotnya. Mulut Sierra menganga ketika melihat baju bagian depan Jonathan berlubang dan mengenai kulitnya hingga terlihat luka bakar di dada sampai perut.


"Nathan! No ...," tangisnya begitu saja dengan tangan gemetaran.


"Medis!" teriak Yohanes saat melepaskan jaket Jonathan dengan paksa dan cepat, menahan panas di kedua tangannya yang ikut terasa terbakar.


Anggrek dan Matahari yang baru tiba dengan motor, segera berjongkok untuk memeriksa keadaan Bos mereka.


"Ya ampun, Jo!" pekik Biawak Cokelat dan Kuning saat melihat luka di tubuh anak ketiga Vesper tersebut.


Jonathan tak sadarkan diri. Biawak Kuning segera membopong Jonathan dibantu oleh Cokelat ke dalam mobil Sierra.


Mobil Jonathan meledak hebat karena terkena luncuran sebuah misil dari atas gedung saat ia mendekatinya.


Mata Sierra menajam dengan kedua tangan mengepal. Ia terlihat marah saat mendapati sosok Mr. White tersenyum menyeringai di kejauhan setelah berhasil melakukan aksinya.


Sierra langsung menunjuknya dengan tatapan dingin penuh kebencian. Mr. White diam dan kembali menghilang dari atap gedung tersebut.


"Kalian pergilah, selamatkan Jonathan. Aku akan urus sisanya," pinta Sierra dan tiga orang itu mengangguk mantab.


Sierra terlihat sedih. Ia memejamkan matanya sejenak dan kini mendatangi bagian selatan gedung bersama Matahari dan Anggrek melindunginya dengan senapan laras panjang dalam genggaman.


Sierra melihat Tim Tawar mulai jatuh satu persatu karena tak bisa mengalahkan Click and Clack yang memiliki tubuh dua kali lebih besar dari mereka.


Bahkan Naomi, kini di cekik oleh Clack hingga kedua kakinya terangkat dari permukaan tanah.


Sierra mengeluarkan sebuah benda berbentuk silinder berwarna silver seperti pulpen dai samping kaki robotnya.


Mata Sierra hanya terfokus pada dua pria gundul yang menyerang kelompoknya sendiri.


"Hei!" teriak Sierra lantang yang kini berdiri di balik pintu gerbang yang telah jebol.


Dua pria bertubuh besar itu menoleh seketika dan KLIK! KLIK! CLEB! CLEB!


"Arghh!"


Dua orang itu merintih, saat leher mereka terkena sebuah jarum dari silinder yang ditembakkan oleh Sierra dari tempatnya berdiri.


BRUKK!!

__ADS_1


"Uhuk! Uhuk!" Naomi jatuh dan kini tengkurap di tanah, memegangi lehernya yang sakit dan batuk-batuk karena kehabisan oksigen.


Sierra kembali berjalan, saat dua pria gundul itu berlutut di atas tanah dengan otot-otot menegang, tak bergerak seperti mengalami kaku otot.


PLAK! PLAK!


Tim Tawar yang kesakitan karena dipukuli oleh dua bodyguard Jonathan itu terkejut, saat Sierra menampar dua pria besar tersebut dengan wajah dingin.


"chi servi?" tanya Sierra berdiri tegap di hadapan dua pria yang berlutut di depannya.


(Siapa yang kalian layani?)


"Venelope," jawab Clack terlihat kesakitan dan sulit bicara. Mata Sierra menyipit seketika.


"Cosa stai facendo qui?" tanya Sierra menatap keduanya tajam.


(Apa yang kalian lakukan di sini?)


"Memindahkan semua obat buatan Venelope," jawab Click terlihat kesakitan hingga keningnya berkerut.


"Tidak berguna. Jika sampai Jonathan mati, akan kukirim kalian untuk menemaninya di alam sana," geram Sierra.


Naomi dan Tim Tawar dibantu Matahari serta Anggrek untuk berdiri. Mereka menenteng koper yang terlepas dari genggaman karena serangan Click and Clack.


CLEB! CLEB!


"Arghhh! Emph," rintih Click and Clack.


Perlahan, mereka ambruk dan tak sadarkan diri di atas tanah.


Tak lama, muncul beberapa helikopter mendekati kawasan gedung.


Sierra diam saja ketika melihat orang-orang dari dalam helikopter itu berlari mendekatinya dengan seragam tempur dan persenjataan lengkap.


"Bersihkan kekacauan. Aku cukup yakin jika Venelope dan orang-orangnya kabur melalui jalan rahasia entah di mana pintu tersebut. Susuri dan amankan," ucap Sierra dengan wajah tanpa ekspresi dan Pion Damian mengangguk paham.


Damian bersama Pion lainnya masuk ke dalam termasuk Anggrek dan Matahari. Sebuah helikopter khusus melintas dan memadamkan api di gedung yang terbakar dari atas langit.


Sebuah helikopter kargo mendarat dekat mobil Jonathan yang meledak. Terlihat, beberapa orang dengan pakaian khusus berwarna putih keluar bersama alat-alat dan kendaraan aneh mereka seperti membersihkan sisa peperangan.


Naomi dan Tim Tawar yang mulai bangkit. Mereka mendatangi Sierra dengan jalan tergopoh. Naomi terlihat bingung dengan keadaan ini.


"Bisa kau jelaskan sesuatu padaku?" tanya Naomi gugup.


"Masuklah ke helikopter. Kita kembali ke Napoli. Biarkan para Pion yang mengurus sisanya. Ayo," ajak Sierra berjalan mendekati helikopter di mana Yu Jie sudah berada di sana dan tersenyum.


"Hallo, Sierra. Long time no see," sapanya dengan senyuman.


"Kau gagal. Jonathan terluka. Aku tak mau memberikan laboratorium padamu. Namun, jika kau berhasil menyembuhkan Jonathan, aku akan memikirkannya kembali," tegas Sierra yang duduk sebagai co-pilot dan menatap Yu Jie tajam dengan wajah dingin.


Yu Jie menelan ludah dan tak bicara lagi. Helikopter lepas landas meninggalkan lokasi di mana api mulai padam dan para pekerja di gedung terlihat berkumpul di sisi luar barat bangunan.


Keempat Tim Jonathan yang berada di lapangan mulai berkumpul dan ikut mengamankan area gedung. Naomi dan lainnya melihat dari atas langit pergerakan orang-orang itu.


Naomi melirik Sierra yang terlihat memiliki kendali penuh kepada orang-orang dalam jajarannya.


Naomi memilih diam dan akan mencari tahu lebih dalam saat mereka sudah tiba di Napoli nanti.


***


Uhuy, tengkiyuw tipsnya. Lele padamu. Ngantuk uyy kalo ada typo maklum aja ya. Ngetiknya dari jam 1 malam. Kwkwkw


__ADS_1


__ADS_2