
Jangan lupa vote vocernya keburu angus ya❤️ Ini bukan minta crazy up kan😳😳😳
----- back to Story :
Di sisi lain. Toko usaha legal perlengkapan olahraga Jonathan di Illinois, Chicago, Amerika.
Toko itu terpaksa ditutup dengan menempelkan tulisan "Under Construction" pada pintu kaca depan karena ulah anak buah Miles yang mengincar anak buah Jonathan untuk dijadikan pasukannya.
Para penjaga berseragam hitam milik Jonathan bersiap setelah mendapatkan kabar dari Bos mereka jika tempat itu belum disambangi oleh Miles.
"Jonathan. Saranku. Kita tutup saja semua bisnis legalmu. Kita kumpulkan semua anak buahmu dalam satu tempat sehingga serangan Miles terfokus satu titik saja. Dengan begitu, kita akan dengan mudah melawannya," ucap Clack menyarankan.
"Hem, gitu ya? Yakin idemu brilian?" tanya Jonathan ragu.
"Aku rasa, ucapan Clack ada benarnya. Lihatlah, kita kerepotan. Tempat usahamu sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar untuk mengunjungi tempat itu satu per satu," sambung Click sependapat dengan kawannya.
Jonathan diam sejenak terlihat berpikir keras.
"Ya ampun! Sebel banget! Seandainya Nathan punya ilmu membelah diri kaya amoeba, kita gak perlu pusing ke sana kemari buat lindungin tempat. Bener-bener si Miles kaya kecoa!" pekiknya kesal dengan kedua tangan menyilang di depan dada.
"Jadi?" tanya Clack memastikan tugasnya.
"Ya udah. Telepon semua anak buah kita yang masih menjaga bisnis legal. Tulis aja 'Under Construction' atau 'Out of Service', terserah aja! Minta mereka bersiap. Bilang, kalau kita akan menjemput. Jangan pergi sebelum kita yang datang sendiri. Takutnya, Miles akan tangkap anak buah Nathan pas mereka lagi jalan ke tititk kumpul," jawabnya emosi.
"Oke!" jawab Click and Clack bersamaan.
Segera, dua bodyguard itu menghubungi seluruh pos darurat yang masih beroperasi. Anak buah Jonathan bergegas untuk bersiap dan menutup usaha legal tersebut sembari menunggu jemputan.
Sore itu, Jonathan meninggalkan Illionis bersama 10 The Circle yang menjaga tempat tersebut untuk ikut dengannya ke Ontario, Canada menggunakan pesawat kargo milik mendiang tuan Charles.
Mereka mendatangi salah satu usaha legal toko mainan anak.
Tempat usaha itu sengaja ia buat sebagai wujud kasih sayangnya kepada keponakan-keponakannya.
Namun, mengingat orang tua dari anak-anak itu membuatnya kesal seperti Tobias dan Lysa, Jonathan enggan berkunjung lagi.
Hanya saja, kali ini, ia kembali datang khusus menjemput, meski ia tak turun dari mobil.
Malam itu, Jonathan tiba di depan tokonya. Ia melihat persiapan penanggulangan serangan Miles sudah diberlakukan.
Click segera menghubungi anak buah Jonathan yang masih menunggu di dalam untuk segera keluar. Mobil mereka nantinya akan beriringan pergi menuju ke Bandara.
Namun tiba-tiba, "Click! Pria bertopeng muncul! Dia berhasil membawa mobil yang ditumpangi anak buah kita!" seru salah satu anak buah Jonathan dengan napas tersengal seperti mengejar.
__ADS_1
Praktis, panggilan yang di-speaker itu membuat kaget semua pendengar dalam mobil.
Benar saja, BROOM!
Sebuah mobil MVP muncul dari gang yang disinyalir adalah mobil yang dimaksud. Mata Jonathan tertuju pada seorang pria yang terluka diwajah seperti kena pukul hingga berdarah.
"Hei!" teriak Clack membuka kaca jendela mobil dari dudukkan kemudi.
"Itu mereka!" jawab pria tersebut mendatangi mobil Jonathan dengan susah payah.
Segera, Jonathan membuka pintu mobil dudukkan tengah di mana 2 anggota dari Chicago ikut duduk di sana. Pria itu dengan sigap duduk. Mobil Jonathan bergegas mengejar mobil pencuri.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Jonathan meminta anak buahnya untuk bersiap melakukan serangan balasan.
"Incar rodanya!" seru Jonathan lantang.
"Tapi ... roda ban mobil itu anti peluru, Bos," sahut anak buah Jonathan mengingatkan.
"Agh, sial! Intinya, jangan biarkan kawan-kawan kalian dibawa oleh Miles dan dicuci otaknya!" jawab Jonathan frustasi.
"Yes, Bos!"
Dengan sigap, Click membuka sunroof. Sebuah senjata muncul diantara dudukkan kemudi dan juga penumpang di barisan depan.
Sebuah senjata Galundeng muncul untuk menandai dan nantinya akan meledakkan mobil tersebut seperti misi sebelumnya.
Teropong pada senapan Galundeng telah terkoneksi dengan kacamata khusus tersebut. Seketika, KLIK! SHOOT! CLEB!
"Sinyalnya sudah aktif. Apakah sudah terkoneksi dengan GIGA IGOR, Bos?" tanya salah satu anak buah Jonathan dari tim bunga bernama Air Mata Pengantin.
Dengan sigap, Jonathan menghubungi Sierra dari ponselnya. Namun, cukup lama panggilan itu tak dijawab padahal suara terhubung terdengar cukup meyakinkan. Hingga akhirnya ....
"Halo? Yang? GIGA IGOR nangkep sinyal Galundeng gak?" tanya Jonathan semangat.
"Ah, Jonathan. Hem, sayangnya ... Sierra telah tiada. Dia tewas bersama dengan bayi dalam kandungannya. Sungguh miris," jawab seorang pria yang Jonathan kenali suaranya.
"Miles?" jawab Jonathan dengan mata langsung melotot. "Kau membunuh Sierra dan calon bayiku?!" pekik Jonathan tersulut emosi. Praktis, mata semua penumpang dalam mobil tertuju pada Jonathan.
"Bukan aku, tapi orang kepercayaan ibumu. Hem, aku melihat senjata khusus sebuah pisau yang hanya dimiliki oleh para bodyguard Vesper. Entah siapa yang ia kirim, tapi ... dia berhasil membunuh Sierra dan calon anakmu. Ibumu itu ... memang berhati iblis, Jonathan. Bagaimana bisa dia sekejam itu pada wanita yang dicintai oleh anaknya?"
Napas Jonathan menderu. Wajah sedih tampak jelas dengan mata berkaca siap untuk menangis tersedu.
"Aku berbaik hati menguburkan Sierra. Sangat sadis yang dilakukan pembunuh itu. Pisau itu menusuk perutnya yang sedang mengandung darah dagingmu, calon penerus Benedict. Sebagai gantinya atas kebaikanku memberikan penghormatan terakhir pada nonaku dulu, aku ambil seluruh anak buahmu di Ceko," ucap Miles yang membuat napas pemuda itu tersengal.
Perasaan sedih, kecewa, marah dan sakit hati, bercampur jadi satu dalam jiwanya. Click and Clack saling melirik. Mereka seperti menyadari ada hal yang tidak beres dari ekspresi Jonathan.
"Kau salah jika menyerangku, Jonathan. Kesempatan terakhirmu untuk bahagia hanya Cassie. Ya, kau kuizinkan untuk hidup bersamanya dan menjadi ayah bagi cucuku. Sayangnya, Cassie tak bisa kutemukan sampai saat ini. Siapa lagi jika bukan ibumu Vesper si monster yang mengurungnya? Aku tak bisa membayangkan kekejaman Vesper pada mereka, Jonathan. Apakah kau akan membiarkan hal tersebut?" tanya Miles sendu.
__ADS_1
"Di mana kuburan Sierra?" tanya Jonathan masih mampu menahan isak tangisnya, tapi air matanya sudah menetes dan membasahi wajah.
"Di halaman rumahmu. Kubuatkan nisan indah agar kau bisa mengenangnya. Kunjungilah. Setelah itu, cari keberadaan ibumu yang bersembunyi seperti pengecut. Jadi, kau tahu siapa musuhmu sebenarnya 'kan Jonathan?"
"Apa yang kauinginkan?" balas Jonathan yang sudah bisa menghentikan air matanya. Wajah dingin menggantikan kesedihan itu.
"Aku memerlukan anak buahmu untuk menyerang Vesper dan orang-orang 13 Demon Heads. Mereka tak layak hidup. Mereka membunuh orang-orang yang kita kasihi. Kau bisa lihat, Lysa kehilangan Tobias karena ulahnya. Sandara menjadi gila dengan membunuh Yudhi karena ibumu mencuci otaknya. Kau kehilangan Sierra karena ambisi ibumu untuk melenyapkan keturunan Flame. Ayahmu pasti sangat kecewa dan sedih jika tahu isterinya menjadi seorang monster tak berbelas kasih, Jonathan. Namun, Erik akan sangat bangga jika kau bisa melanjutkan impiannya untuk menjadi penguasa. Tak perlu 13 Demon Heads. Cukup Benedict sebagai penguasa tunggal para mafia di seluruh dunia," jawab Miles tenang, tapi penuh maksud dalam tiap perkataannya.
"Lalu kau sendiri bagaimana? Apa imbalanmu dari semua teror yang kaulakukan, Miles?" tanya Jonathan tegas.
Semua orang dalam mobil diam menyimak sampai melupakan aksi mereka untuk menggagalkan penculikan tersebut.
"Jika semua mafia dalam jajaran 13 Demon Heads musnah, aku akan mengakhiri hidupku. Ya, tugasku sudah selesai. Aku hanya ingin para mafia itu mendapatkan balasan setimpal atas perbuatan kejam mereka terhadap The Circle. Bukankah ... kau pemimpin kelompok itu? Jika ya, tunjukkan keberadaan dan kekuasaanmu. Kau lebih hebat dari Arjuna, Lysa, bahkan Sandara. Kau unggul dari semua aspek. Tanpa mereka pun, kau bisa berdiri sendiri. Kau tak membutuhkan mereka untuk membuatmu sebagai raja," tegas Miles.
Jonathan menyipitkan mata. Wajahnya tampak serius seperti mulai terhipnotis dari tiap ucapan Miles.
"Jadi ... berpihaklah padaku, Jonathan. Kupastikan, begitu semua ini berakhir, kau akan menemukan kebahagiaan sejatimu bersama Cassie. Namun, yang harus kaulakukan lebih dulu adalah, jangan halangi aksiku. Lalu, cari ibumu Vesper si iblis. Bunuh dia dan kau akan menemukan Cassie."
"Deal."
KLEK! TUT! TUT! TUT!
"Biarkan mereka, jangan kejar lagi. Kita pergi ke bandara dan kembali ke Ceko. Cepat!" titah Jonathan langsung meletakkan ponselnya.
"Jonathan! Siapa yang bicara padamu tadi?" tanya Click melotot tajam.
"Jangan campuri urusanku! Biarkan Miles menyelesaikan misinya! Kembali ke Ceko!" jawabnya marah.
"Jonathan! Pasti Miles menghasutmu! Kau tak boleh mempercayainya!" seru Clack lantang.
"ARGGHHH! BANYAK BICARA!" jawabnya marah dengan emosi meledak-ledak.
Tiba-tiba saja, "Misil!" seru Air Mata Pengantin melihat sebuah roket berbentuk ramping meluncur ke arah Jonathan duduk.
Clack dengan sigap menukik tajam menghindari serangan langsung. Sayangnya, BLUARRR! BRANG! BRANG!
"ARGHHH!"
BYURR!
Mobil Jonathan terhantam di bagian belakang hingga membuatnya terjungkal dalam kobaran api lalu tercebur ke danau Superior kawasan Thunder Bay, Ontario. Mobil tenggelam secara perlahan bersama seluruh penumpang di dalamnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Sumpah lele kesel banget. Web MT ngajak berantem. Udh nulis capek2 naskah ilang hampir 500 kata. Pas udah edit siap kirim pas lele cek review yg kebaca ternyata isi naskah draf. Pengen ngamuk sumpah. Sabar sabar😤😤😤
__ADS_1