4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Pengaruh Sierra


__ADS_3

Nafas Sandara menderu saat melihat kemunculan Sierra yang mengambil panggungnya. Sandara terlihat marah.


Yena mendatangi anak terakhir Vesper yang berada di belakang panggung mengawasi jalannya acara.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Aku tak tahu apa yang terjadi. Kau ingin aku melakukan sesuatu untuk menurunkannya?" tanya Yena menatap Sandara tajam.


"Tak usah. Sudah tak ada gunanya. Semua orang kini tertarik padanya," jawabnya ketus.


Yena menatap semua orang yang ikut tegang karena kemunculan Sierra.


Mata semua tamu undangan, kamera dan media yang meliput, kini tertuju pada sosok gadis cantik bermata biru, berambut panjang yang duduk di kursi roda elektrik di atas panggung.


"Aku memang jarang muncul di publik karena yaa ... kalian bisa lihat sendiri jika aku cacat. Hanya saja, si cacat ini memutuskan untuk menunjukkan dirinya karena aku ingin kalian tahu jika koleksi dari Sandara Liu sangat berkualitas. Mungkin setelah ini, kalian akan lebih sering melihatku di dunia entertainment mengenakan koleksi darinya," jawab Sierra tenang masih tersenyum manis.


Semua orang mulai berbisik dan terlihat serius dalam berbincang. Sandara berkerut kening. Ia merasa janggal dengan kehadiran Sierra yang tiba-tiba bahkan tak diundang.


"Produk dari Sandara terbatas dan semua pesanan khusus. Hanya ada tiga koleksi untuk tiap design-nya. Jadi, beruntunglah kalian karena diundang dalam acara ini dan jika boleh membocorkan. Aku yang memilih kalian untuk bisa duduk di sini," sambung Sierra.


Praktis, mata para tamu undangan itu terbelalak seketika. Salah satu diantara mereka mengangkat tangannya tinggi dan Sierra menunjuknya.


"Apakah kau berkontribusi dalam usaha ini? Seperti menanam saham atau sejenisnya, Nona Sierra?"


"Tidak. Aku tak melakukan apapun. Aku hanya mengatakan pada Sandara jika aku menyukai koleksinya dan bagiku, akan sangat egois, jika aku mengenakannya sendiri. Aku bisa sampai diperingkat pertama karena rancangannya. Jadi ... aku berpikir, kenapa tak membaginya kepada yang lain?" jawabnya santai dan semua orang mengangguk pelan.


Tiba-tiba, salah seorang pria dengan gaya nyentrik menjentikkan jarinya. Seorang petugas butik segera mendatangi pria itu dan melakukan pencatatan.


Petugas itu terlihat bingung dalam bersikap dan Sierra meminta wanita itu datang padanya.


"Ada apa? Kau bisa menyampaikannya padaku," tanya Sierra.


"Tuan Ricard ingin memesan semua koleksi rancangan yang dipamerkan malam ini masing-masing satu set untuk keperluan shooting," jawab petugas itu yang ternyata di dengar semua orang.


Sandara dan tim yang berada di belakang panggung terkejut.


"Tentu saja, Tuan Ricard Frambosa. Hanya saja, tunggulah sampai perancang busana dari semua koleksi malam ini muncul untuk memperkenalkan diri. Tolong bersabar dan terima kasih atas antusiasme Anda," jawab Sierra tersenyum di kejauhan dan Frambosa mengangguk pelan.

__ADS_1


Tak lama, Yena muncul dengan Sandara yang berjalan di sampingnya terlihat gugup. Sierra tersenyum melihat kehadiran Sandara yang terlihat canggung saat bertemu dengannya.


"Sepertinya, acara pada malam hari ini lain dari yang lain. Baiklah, langsung saja. Ini dia, designer kita, Sandara Liu!" ucap Yena memperkenalkan dan semua orang bertepuk tangan.


Sandara membungkuk berterima kasih. Sandara menoleh ke arah Sierra yang ikut bertepuk tangan untuknya.


Kai naik ke atas panggung dan memberikan buket bunga untuk anak gadisnya. Sandara memeluk Ayahnya erat dan malah menangis.


Kai tersenyum saat semua flash kamera memotret momen kebersamaan mereka.


Para tamu undangan lalu melakukan pemesanan bahkan tak sungkan mendatangi Sierra yang masih duduk di kursi rodanya.


Sierra menggandeng tangan Sandara yang dipaksa berdiri di sampingnya tak boleh pergi.


Sandara terlihat gugup bahkan tak bisa bicara saat banyak pertanyaan datang padanya. Semua di luar perkiraan.


"Dia masih sangat muda dan berpotensi. Oleh karena itu, aku memotivasinya untuk membuka usaha ini dan ternyata, dia melakukannya. Selamat Sandara Liu, kau memang berbakat dan khusus pakaian yang kupakai ini, kau tak boleh memperbanyak dan memberikan kepada orang lain," tegas Sierra menunjuknya dan semua orang yang mendengar terkejut seketika.


Sandara mengangguk dengan gugup.


"Berapa harga untuk koleksi yang kau kenakan ini, Nona Sierra?" tanya seorang wanita dengan rambut di gulung ke atas terlihat seperti melakukan banyak operasi plastik di wajahnya.


Mulut semua orang menganga. Gaun yang dikenakan Sierra sangat anggun dan membuatnya terlihat begitu cantik.


"Ini masih terbilang gaun santai. Namun, jika menghadiri perhelatan, aku akan meminta pesanan ekslusif darinya dan aku tak mau, siapapun menyamainya. Hanya boleh aku seorang yang mengenakannya," jawab Sierra tegas menatap mata semua orang yang melihatnya.


"Wah, Anda sungguh dominan, Nona Sierra. Pengaruhmu dalam dunia fashion dan bisnis di usia muda memang patut dibanggakan. Selama ini, aku hanya mendengar namamu. Fotomu bahkan hanya pernah kulihat ketika sebuah majalah mempublikasikannya. Aku pikir, itu hanya omong kosong karena kau terlihat begitu cantik, tapi ternyata memang seperti itulah kenyataannya. Kau bagaikan bidadari," ucap salah satu tamu undangan terlihat kagum padanya.


"Aku terlihat cantik karena koleksi dari Sandara berikut salon yang dimilikinya untuk selalu merawat keindahan rambutku. Selama ini, aku sengaja menyembunyikannya karena tak mau Sandara dimiliki orang lain. Namun, aku mulai berubah pikiran. Sandara harus dikenal oleh dunia luar. Aku sudah bosan bersikap egois, bukankah aku sangat baik hati?"


Semua orang terkekeh dan mengangguk setuju. Sandara menatap Sierra lekat yang ternyata sangat pintar berbicara dan ternyata memiliki pengaruh kuat di Perancis.


Sandara tersenyum dalam diam. Ia merasa bersalah karena sudah berburuk sangka kekasih kakaknya.


Kedatangan Sierra malah membuat keberuntungan di malam peresmian pembukaan butik di mana Sandara merasa akan menjadi sebuah kegagalan di hidupnya.


Sandara terharu akan sikap baik Sierra yang memuji bakatnya di depan semua orang.

__ADS_1


Sierra bahkan memperkenalkan beberapa tamu undangan yang tak ia kenal, entah bagaimana, orang-orang ternama itu bisa masuk dalam daftar hadir padahal ia tak mengundangnya.


Malam itu, semua koleksi Sandara Liu mendapatkan pesanan dari para tamu undangan yang hadir. Sandara begitu bahagia. Semangatnya untuk berwirausaha kembali bergelora.


Usai acara, semua orang yang terlibat dalam acara pembukaan itu merayakan pesta dengan bersulang wine.


Sierra bercerita banyak tentang dirinya yang bahkan tak diketahui orang-orang sebelumnya.


"Wow. Kau memiliki kebun anggur dan wine?" tanya James kagum. Sierra mengangguk.


Tiba-tiba, Jonathan masuk setelah semua tamu undangan pulang.


"Eh, Jonathan?" celetuk James saat melihat kehadiran anak ketiga Vesper, tapi tak seperti biasa, Jonathan malah menunjukkan wajah dingin.


"Udah selesai 'kan, acaranya? Ayo pulang, urusan kita di sini udah selesai, Sierra. Kita bukan tamu undangan," ucap Jonathan ketus langsung mendatangi kekasihnya yang masih berkumpul dengan Sandara serta yang lain menikmati jamuan.


Sierra tampak tak enak hati, tapi ia hanya bisa pasrah ketika Jonathan mendorong kursi rodanya menjauh dari kumpulan.


"Kak Nathan," panggil Sandara sedih.


Namun, Jonathan mengabaikannya. Ia tetap mendorong kursi roda Sierra pergi dari toko.


"Kak Nathan, Dara minta maaf. Sierra, makasih ya," ucapnya mengikuti Jonathan dengan tergesa di belakangnya.


Namun, Jonathan seakan tak peduli. Ia membopong Sierra masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahnya.


Click menutup pintu dan segera masuk ke dalam menemani Clack sebagai sopir. Mobil melaju begitu saja.


"Kak Nathan, hiks," ucap Sandara sedih di depan pintu toko karena Jonathan mengacuhkannya.


Kai mendatangi anak gadisnya dan memeluknya. Sandara kembali menangis di pelukan Ayahnya.


Semua orang hanya bisa diam tak berani ikut campur dalam urusan keluarga ini meski mereka menyadari jika semua hanya salah paham.


***


makasih tipsnya. adeh pegel lele. mau rehat dulu. seharian ngiter 😆 lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2