
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
------- back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"What? Sierra apa?" pekik Smiley saat dirinya didatangi oleh anak buah salah satu pemimpin No Face atas perintah dari nona besar mereka.
"Kau mencelakai calon suami nona Sierra, Mr. Smiley. Jonathan terluka. Jadi, kedatangan kami adalah sebuah peringatan langsung agar kau menghentikan tindakanmu selanjutnya untuk melukai Jonathan," ucap TC-U-087 tegas dengan beberapa lelaki berjas lainnya berdiri tegap di belakangnya.
Smiley tertawa terbahak.
"Hei! Aku yang membuat kalian layak sebagai seorang mafia! Aku yang melatih kalian semua dan ini balasan untukku? Hanya karena Jonathan, Sierra bahkan berani padaku? Wah, hebat," ucapnya sembari mengusap mulutnya dengan nafas menderu.
"Kami menjalankan perintah pemimpin kami. Maaf, Mr. Smiley. Anda bukan pemimpin The Circle. Kini Jonathan pemimpinnya," sahut TC-U-087 kembali menekankan.
"Ahh, begitu ya? Hahaha ... kalian tunduk pada seorang bocah yang bahkan bukan dari golongan kita! Dia hanya beruntung menemukan peninggalan Lucifer! Sampai kapanpun, aku takkan mengakuinya!" geram Smiley menunjuk perwakilan yang dikirimkan oleh Sierra dengan sorot mata tajam.
Para lelaki berjas hitam itu terlihat tegang seketika.
"Kami hanya datang menyampaikan. Kami sudah memberikan peringatan. Jika kau terbukti melakukan kejahatan lainnya kepada Jonathan, nona Sierra akan menghukummu. Segala bentuk kerjasama akan diputus olehnya. Itu saja dari kami. Selamat sore, Mr. Smiley," ucap utusan itu dan pergi begitu saja setelah mereka menghancurkan pengendali yang digunakan Smiley untuk meledakkan mobil Sierra.
Sepeninggalan orang-orang Sierra di hanggar helikopter Smiley.
"Harrghhh!! Jonathan keparat! Lihat saja, bocah tengik. Kau akan mati di tanganku."
Amarah Smiley meledak. Ia menendangi beberapa barang di sekitarnya hingga berserakan.
"Lalu ... sekarang bagaimana, Tuan?" tanya seorang lelaki berkulit hitam mendekatinya berwajah serius.
"Aku akan menemuinya. Siapkan helikopter," perintah Smiley bertolak pinggang terlihat kesal.
Pria itu mengangguk dan segera menjalankan perintah Smiley.
Helikopter berwarna hitam terbang meninggalkan Melun menuju ke Bandara, di mana sebuah pesawat pribadi telah tersedia dan siap untuk mengantarkan Smiley serta orang-orangnya ke tempat tujuan.
Di sisi lain, kediaman Sierra.
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia.
"Bagaimana, Sayang?" tanya Vesper dari sambungan telepon dengan sebuah earphone terpasang di salah satu telinga.
"Ini aneh. GIGA mengatakan jika Smiley telah tewas. GIGA hanya mendapatkan sebuah dokumen dengan foto yang mirip dengan Smiley," jawab Kai yang kini menjadi second user GIGA DARA.
"Tewas?" tanya Vesper sembari mengelap rambutnya yang basah dengan sebuah handuk putih.
"Ya. Nama dari foto yang ditemukan GIGA adalah Marco Geronimo. Tingkat kemiripan gambar 77% dan hanya itu satu-satunya foto yang mirip. Marco tewas tahun 2000 dalam sebuah kecelakaan pesawat pada tanggal 25 Juli. GIGA mendapatkan sebuah artikel yang menuliskan tragedi saat itu. Pesawat Concorde milik Air France mengalami kecelakaan saat bertolak ke New York. Pesawat nahas itu menabrak sebuah hotel di luar Paris, tak lama setelah lepas landas. Menewaskan 113 orang, termasuk empat orang yang berada di darat. CCTV Bandara menangkap wajah para penumpang dan sosok Marco ada dalam kerumunan itu," jawab Kai panjang lebar menginformasikan.
__ADS_1
"Ada siapa saja dalam pesawat itu, Kai? Adakah orang penting?" tanya Vesper menatap dirinya tajam di cermin meja rias kamar yang di tempati oleh Lysa semalam.
"Hmm, semuanya warga sipil, Sayang. Namun, aku akan mengidentifikasinya satu persatu jika kau butuh rincian detail," jawab Kai tenang.
"Aku mengandalkanmu. Terima kasih, Kai," ucap Vesper tersenyum tipis sembari meletakkan handuknya yang basah.
"Jadi ... kapan kau pulang? Senang sekali mampir-mampir bahkan tak mengajakku. Kau malah meminta Eko bukan aku. Mulai bosan denganku?"
"Haha, kau bicara apa? Itu karena Eko mengkhawatirkan keadaan Otong. Oia, apa kau sudah dapat kabar mengenai Lysa dan rombongan?" tanya Vesper sembari menyisir rambutnya yang basah.
"Lysa dan lainnya diajak oleh Javier ke Tunisia. Sepertinya, Javier masih berusaha untuk bisa rujuk dengan Lysa, Sayang."
"Biarkan saja. Aku sengaja tak mau ikut campur lebih jauh dalam kehidupan mereka. Aku ingin mereka merasakan pahitnya kehidupan sebagai seorang mafia, Kai. Mereka sudah menentukan dan kini saatnya untuk pembuktian. Apakah ... mereka memang layak dan pantas untuk menjadi penerusku atau tidak suatu saat nanti."
"Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti ini? Cepat pulang, kau membuatku khawatir. Aku tak mau tahu. Akan kusiapkan penerbanganmu untuk besok," sahut Kai langsung sewot dan membuat Vesper terkekeh geli.
"Baiklah. Kenapa, kau merindukanku?" tanya Vesper menggoda.
"Tak usah ditanya. Cepat selesaikan urusanmu dengan orang-orang The Circle itu. Jujur, Sayang, aku masih belum percaya mereka sepenuhnya. Entahlah, hati kecilku mengatakan jika mereka itu licik. Berhati-hatilah," ucap Kai terdengar cemas.
"Aku tahu. Sampai jumpa, Kai. I love you."
KLEK! TUT ... TUT ... TUT ....
Vesper menatap dirinya di cermin dengan wajah datar. Ia kembali melakukan panggilan dengan ponselnya.
Vesper masih terlihat sibuk merawat rambut panjangnya yang kini ia beri vitamin rambut.
"Hai, Lopez. Bagaimana keadaan di sana?"
"Acara peresmian sukses, Nyonya Vesper. Para tamu undangan sangat antusias ketika mengikuti kegiatan "Arjuna's Adventure" di tempat wisata. Naomi, Shinta, Tika, Biawak Putih dan Hijau ikut mengawasi jalannya pembukaan taman edukasi itu. Bahkan, Tuan Han ikut memberikan pidato," jawab Lopez menginformasikan.
"Apakah polisi dan wartawan terlibat?" tanya Vesper sembari memijat kepalanya yang diberi hair tonic.
"Ya. Seif mengenali orang-orang itu, Nyonya. Dua diantaranya adalah polisi muda yang saat itu berurusan dengan Sandara dan juga Arjuna. Namun, mereka hanya mengawasi, tak ikut masuk ke dalam acara," imbuh Lopez.
"Tetap awasi gerak-gerik para polisi itu, Lopez. Pastikan tak ada masalah. Aku malas berurusan dengan mereka, benar-benar merusak mood-ku," keluh Vesper berwajah sebal seketika.
Terdengar Lopez terkekeh. "Aku tahu, Nona. Semoga urusanmu di Perancis juga cepat selesai. Akan aku kabari perkembangan tiap harinya. Selamat beristirahat," ucap Lopez lalu menutup sambungan teleponnya.
Vesper melepaskan earphone di telinganya dan kini mengeringkan rambutnya dengan hair drayer yang tersedia di meja rias itu.
Vesper berdandan untuk makan malam atas undangan dari Sierra. Vesper segera turun ke ruang makan menuruni tangga dengan gaun panjang yang membuatnya terlihat begitu anggun dan berkharisma.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Oh, Anda cantik sekali, Nyonya Vesper," puji Sierra yang menunggu Vesper di ruang keluarga dengan Tora berdiri di samping meja ruang tamu sembari memakan sebuah apel.
"Kau juga, Sayang. Jadi ... bagaimana? Apa kau berhasil mengancam Smiley?" tanya Vesper setelah ia mendapatkan foto dan pengakuan dari Sierra jika ia marah pada lelaki tua itu.
"Ya. Hanya saja, aku khawatir jika Smiley tak akan tinggal diam, Nyonya Vesper. Dulu Tuan Miles pernah berkata padaku jika Smiley orang yang berbahaya. Aku diminta untuk berhati-hati dengannya. Hanya saja, aku juga tak begitu mengenal Smiley. Dulu Tuan Miles yang mengurusi semua keperluanku," jawab Sierra duduk di kursi rodanya dengan gaun cantik merah muda.
__ADS_1
"Miles. Siapa dia? Asistenmu?" tebak Vesper dan Sierra mengangguk.
"Lalu ... di mana Miles sekarang?" tanya Vesper penasaran menatap Sierra seksama.
"Dia tewas saat berusaha menyelamatkanku dari gempuran militer yang datang ke mansion Darwin kala itu. Aku dievakuasi oleh para anak buahku kemari dan sejak itu, aku dalam pengawasan Ms. White," jawabnya dengan wajah tertunduk.
Kening Vesper berkerut.
"Oia, Ms. White. Seingatku, kau menikah dengan Afro. Apakah ... itu hanya sebuah sandiwara?" tanya Vesper penuh selidik.
"Aku memang menikah dengannya, hanya saja ... itu sebuah formalitas. Aku mencintai Jonathan, Nyonya. Walaupun aku kini tak begitu mengingat kenangan bersamanya, tapi ... semua catatan itu membuatku yakin, jika dulu aku sangat menyukainya," jawabnya mantab.
Vesper tersenyum. "Apakah ... kau mau mencobanya lagi? Dulu aku pernah lupa akan suamiku, Kai karena efek dari gas syaraf yang menyerangku bertahun-tahun silam. Namun, sebuah keajaiban aku kembali mengingat. Aku berharap, itu juga terjadi padamu, Sierra. Kulihat, kau gadis yang baik hanya saja salah asuh, seperti Tobias," ucap Vesper menilai.
"Maksudmu ... sikap daddy yang menyimpang karena salah asuh?"
Vesper mengedipkan mata. "Daddy? To-Tobias ayahmu? Sungguh? Ayah kandung? Ayah angkat? Baptis?"
"Kandung."
Mulut Vesper menganga lebar. Ia sungguh tak tahu akan hal itu. Vesper malah terlihat seperti orang bingung. Sierra menatapnya seksama dari tempatnya duduk.
"Kenapa, Mom? Kau pikir aku mandul dan tak bisa memiliki anak?" sahut Tobias tiba-tiba yang mengejutkan sang Ratu mafia itu.
"Tidak, hanya saja ...," ucap Vesper menggantung. Pandangannya kini teralih pada Sierra lagi. "Berapa umurmu, Sayang?"
"20 tahun."
Vesper lalu menoleh ke arah Tobias dan lelaki itu berdiri menyender pada sandaran sembari memasukkan kedua tangan di saku celana.
"Kau pasti sedang menebak umurku. Intinya, aku masih hidup dan aku masih mampu membuat anak lagi. Hanya saja, kali ini, jujur kukatakan padamu, Mom. Aku menginginkan Lysa dan aku ingin kau merestuinya. Aku tak menerima penolakan," ucap Tobias tegas.
Mulut Vesper kembali menganga lebar terlihat kaget dengan apa yang barusan ia dengar.
"Aku juga, Nyonya Vesper. Aku meminta restumu agar bisa menjadi menantumu. Aku sudah yakinkan hatiku jika Jonathan adalah calon suamiku. Jadi, tolong nikahkan aku dengannya," sahut Sierra menatap Vesper tajam penuh harap.
Vesper seperti mengalami serangan jantung tiba-tiba. Ia memegangi dadanya dengan nafas tersengal sampai keningnya berkerut.
"Oh! Berikan aku wine. Aku merasa bumi berguncang. Cepat, cepat," pinta Vesper berjalan sempoyongan mendekati sofa di ruang tamu itu.
Dengan sigap, Tora langsung berlari ke dapur untuk mengambilkan wine pesanan majikannya.
Vesper duduk sembari memegangi dahinya terlihat shock dengan permintaan dua orang yang menginginkan agar bisa menikahi dua anaknya.
***
Makasih ya tips koinnya. Lele padamu💋💋💋
Yg komennya belom dibales sabar ya. Lele lagi ngejar stokan karena mau keluar kota. Hadeuh ribetnya idupku😩
__ADS_1