4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Isi Peti*


__ADS_3


Saat itu, empat P dengan sigap menaiki yacht yang dikemudikan oleh M sendiri. Para Black Armys yang tersebar dibeberapa negara, ditugaskan olehnya untuk menyelidiki mobil box yang mengantarkan muatan sampai ke dermaga.


P-M melacak sinyal dari kapal yang membawa peti muatan dan disinyalir ada Sun di dalamnya dari tablet dalam genggaman.


P-M berdiri di sebelah M sebagai navigator. Sedang 3P lainnya bersiap untuk melakukan penyerangan.


"Bersiap!" seru M lantang dari earphone yang masih terhubung dengan 4P.


"Yes, Mas M!" jawab empat lelaki itu serempak termasuk P-M yang berdiri di sebelah M. Agent itu malah kaget karena teriakan pemuda di sampingnya.


"Sungguh, aku ingin misi ini cepat berakhir," ucapnya terlihat tertekan dengan kondisi yang sedang dihadapinya.


3P bersiap dengan persenjataan di bagian depan kapal. Mereka berdiri dengan bidikan tertuju ke kapal yang melaju lebih dulu dari kapal mereka.


"Now!" seru M lantang.


Seketika, SHOOT! DUK! DUK! DUK!


Mata semua petugas di dalam kapal yang disinyalir milik Gold Coorporation terbelalak. Mereka terkejut saat mendapati banyak granat berwarna-warni bergelimpangan di seluruh sudut kapal.


"Granat!" teriak salah satu petugas yang mendapati Rainbow Gas tanpa bom di samping kakinya. Namun, keterkejutan mereka terlambat.


BUZZ!! BYURR!


"Ada yang nyemplung, Mas M! Mereka pasti mau kabur dari kapal!" seru P-C menunjuk ke laut saat satu persatu dari penghuni kapal itu melompat ke air meninggalkan kapal.


"Tangkap mereka semua, lalu berikan gas halusinasi!" perintah M.


"Siap, Mas M!" seru 3P meletakkan senjata mereka ke geladak kapal dan mengganti dengan senjata lain.


"Kita mancing orang, Bro! Ayo cepet-cepetan, siapa yang dapat lebih banyak!" seru P-I semangat seraya menyiapkan senjatanya.


"Lomba nih? Siap!" seru P-K semangat.


M lagi-lagi menghela napas. Ketegangan yang tadi ia rasakan pupus sudah terbawa angin laut karena mendengar percakapan anak buahnya. Sedang P-M sibuk melirik ke arah M berulang kali. M menyadari pergerakan mata itu.


"Apa?" tanyanya garang.


"P-M juga mau ikutan, Mas M. P-M belom pernah mancing orang. Boleh ya?" pintanya dengan mata berbinar.


M meremat kemudi kapal dengan gemas. Ia lalu memberikan kode dengan anggukan meski matanya terpejam. P-M begitu senang dan memberikan tablet itu begitu saja kepada pemimpinnya.


"Argh! C! Awas saja jika kau mengirimkan aku orang seperti mereka lagi! Aku tak segan mengulitimu!" teriak M tak bisa menahan emosinya lagi.


Namun, M terlihat kagum saat empat orang itu dengan sigap menangkap orang-orang yang berenang di lautan.


Ternyata, 4P baginya cukup kejam. Mereka menggunakan tombak JERA untuk menusuk tubuh orang-orang itu dan menariknya dengan tali tambang seperti orang memancing sungguhan.


Tentu saja, erangan kesakitan dan darah menyeruak di lautan saat orang-orang itu dipancing oleh 4P. Tali-tali tambang yang berhasil menangkap orang-orang itu dikaitkan ke badan kapal.


M masih mengejar kapal yang berusaha melarikan diri. Nahkoda kapal sepertinya masih bisa bertahan dari dampak Rainbow Gas.


Orang-orang yang berhasil dipancing, dibiarkan tetap berada di lautan. Tubuh mereka terombang-ambing terkena hempasan ombak dari kapal M yang melaju cukup kencang.


4P menunjukkan seringai iblis saat kedelapan orang itu memegangi tombak JERA yang menancap di tubuh mereka seraya menahan terjangan ombak yang membuat rasa sakit itu makin menjalar ke seluruh tubuh. Rasanya, lebih baik mati ketimbang tersiksa.


"Gua dapat 4 dong," ucap P-M bangga dengan dua tangan melipat depan dada.

__ADS_1


"Sombong. Aku cuma satu gak blagu kaya kamu," sahut P-I ketus.


Tiba-tiba, semua P tertawa terbahak. P-I diminta untuk mengawasi 8 pria yang kini berada di bagian belakang kapal.


Pria-pria malang itu terseret oleh ombak yang menenggelamkan tubuh mereka. Tali tambang dengan tombak besi menembus tubuh mereka.


Orang-orang itu tak bisa melepaskan ujung tombak besi hitam karena menancap cukup dalam menembus daging.


3P mendatangi M di mana mantan Agent Colombia itu dengan gesit mengejar kapal layar tersebut.


Tiba-tiba, P-K keluar dari anjungan tempat M mengemudi dengan tubuh masih basah karena menceburkan diri di air saat memasang pelacak.


Pemuda itu bergerak ke bagian depan kapal seraya mengarahkan sebuah panah otomatis ke kapal musuh.


"Apa yang dia lakukan?" tanya M melihat P-K seperti membidik badan kapal.


2P mengangkat kedua bahu dengan wajah lugu seperti tak tahu apa yang akan diperbuat oleh kawannya. Seketika, SHOOT! CLEB! DEM!


"Oh! Kapal itu berhenti!" seru M melebarkan mata.


P-K menoleh seraya menunjukkan senyum lebar dan jempol di tangan kanannya. 2P yang berdiri di samping M membalas gerakan itu dengan melakukan hal serupa. M segera keluar dari kapal dan mendatangi P-K.


"Apa yang kaulakukan?" tanya M menatap pemuda itu saksama.


"Oh, cuma matiin mesin kapal aja, Mas M. Ini lho, panah buatan paman BinBin yang biasa dipake sama neng Lysa. Panah elektromagnetik. Jangan bilang gak tau," jawab P-K malah berkesan menggurui.


M berdecak dan meminta P-M segera menyiapkan jet ski untuk membawanya ke kapal tersebut. 3P sisanya diminta untuk mengamankan kapal seraya menaikkan para sandera yang berhasil dipancing.


NGENGGG!! DOR!


Seketika, mata M melebar. Ia terkejut saat P-M yang membonceng di belakangnya menembakkan peluru dan menewaskan nahkoda kapal saat ia akan keluar dari anjungan.


"Kalau gak ditembak duluan, Mas M udah ke kayangan. Mau? Ya udah, tuh masih ada satu siap nembak kita," jawab P-M santai seraya menunjuk seorang lelaki yang berhasil selamat dan kini keluar dari kapal membawa senapan. Praktis, mata M melebar.


"Shoot him! Shoot him!" teriak M panik.


P-M memasang wajah malas. Namun dengan sigap, DOR! BRUK!


"Udah tuh," jawabnya santai lalu mengganti senapannya dengan meneropong kapal musuh yang sudah tak bergerak lagi.


M menghembuskan napas panjang. Ia lega karena hampir saja tewas tertembak. Jet ski yang dikemudikan M segera merapat ke kapal musuh.


"Mas M. Gak ada sensor panas dalam kapal, tapi selidiki aja. P-M penasaran sama isi muatan itu. Gede soalnya, kaya peti mati," ucapnya yang kembali bersiap dengan pistol.


M mengangguk setuju. Kepulan asap Rainbow Gas dalam kapal sudah memudar terkena terpaan angin laut.


Mereka berdua menaiki kapal dengan waspada meski sudah tak ada lagi penjaga bersenjata di dalamnya. Mereka segera masuk ke bagian dalam kapal untuk mencari keberadaan peti-peti mencurigakan.


"Itu, Mas M!" ucap P-M seraya menunjuk beberapa peti yang diletakkan berjejer.


Dengan sigap, M mengeluarkan belati Silent Gold untuk membuka gembok. P-M melindungi M dengan pistol ia arahkan ke peti yang siap untuk dibuka.


M menarik napas dalam saat mengangkat tutup dari peti itu. Mata P-M menajam untuk memastikan isi dari peti itu bukan ancaman.


KLEK! NGEK!


"Oh!" pekik keduanya bersamaan.


"Ini ...," ucap M seraya mengambil salah satu benda yang ia kenali.

__ADS_1


"Bukankah benda-benda itu milik Vesper Industries? Apakah ... ini senjata yang katanya dibeli oleh Jonathan kala itu, terus ilang gak tau ke mana?" tanya P-M menduga.


"Hem, bisa jadi," jawab M cepat saat ia mendapati pemancar fatamorgana berjumlah 4 buah dalam peti dengan radius 1 km. "Buka yang lain," perintah M.


Segera, P-M menyarungkan pistol dan membantu membuka semua peti setelah M memotong gembok.


Ternyata, dugaan mereka benar. Senjata dari Vesper Industries berada dalam peti-peti tersebut. Hingga sebuah peti terakhir dengan warna yang berbeda bergerak. P-M terkejut dan malah berlari mendekati M.


"Kenapa?" tanya M heran karena P-M bersembunyi di belakang tubuhnya.


"Yang itu goyang-goyang, Mas," jawab P-M menunjuk dengan ekspresi takut di wajahnya.


M yang sedari tadi fokus dengan isi peti, langsung menoleh ke peti warna hitam yang dimaksud.


M terkejut karena ucapan P-M benar jika peti itu bergerak. M segera berdiri dan menyiagakan belati Silent Gold miliknya.


P-M membidik dari kejauhan menggunakan pistol. Entah kenapa, pemuda itu tampak takut padahal isi dari peti itu belum diketahui.


M membuka gembok berlapis dari peti itu satu persatu. Ia heran karena jumlah gembok dari peti itu lebih banyak dari peti lainnya. M membuka penutup peti perlahan dan, "Oh!"


"Emph! Emph!" erang Sun yang tubuhnya dijadikan kepompong. Mulutnya disumpal sehingga ia tak bisa bersuara.


M terlihat senang, senyumnya merekah. Ia langsung membuka sumpalan kain di mulut anaknya dengan segera. Napas Sun terengah. P-M segera mendekat dan ikut senang.


"Oh, akhirnya. Kenapa lama sekali? Aku nyaris menjadi kupu-kupu!" teriak Sun marah.


Seketika, wajah kebahagiaan M sirna. Ia langsung berdiri dan meninggalkan anaknya begitu saja. P-M bingung.


"Ayah! Ayah! Hei! Kenapa kau malah pergi? Bebaskan aku! Ayah!" teriak Sun lantang karena ayahnya terlihat tak peduli.


P-M terkekeh. Ia akhirnya yang menggantikan tugas untuk membebaskan pemuda yang selama ini dicari oleh M hingga harus menyeberangi lautan dan singgah diberbagai negara.


M menuju buritan kapal dan melihat kapalnya telah merapat. Namun, 3P menunjukkan wajah sedih saat tiga pemuda itu berdiri di geladak kapal.


"Ada apa?" tanya M heran bertolak pinggang saat kapal mereka bersebelahan.


"Orang-orang itu mati semua, Mas. Separo badannya dimakan ikan. Hiunya pada laper. Kita gak jadi interogasi," jawab P-C sedih.


M memijat kepalanya. Ia akhirnya meminta para sandera itu dibiarkan tenggelam menjadi santapan ikan. 3P segera melaksanakan perintah bosnya itu.


Namun, mereka tetap mengamankan tombak JERA agar perbuatan mereka tak diketahui oleh polisi air atau mafia lainnya.


"Ada yang bisa mengemudikan jenis kapal ini?" tanya M menatap 4P di sekitarnya, tapi empat pemuda itu menggeleng.


"Jangan lupakan aku," sahut Sun langsung bergegas menuju kemudi menggantikan nahkoda yang telah tewas. M tersenyum dan mengangguk pelan.


M meminta agar kapal mereka kembali ke Yunani, tapi posisi mereka berlabuh nanti berubah.


M mengikuti jejak dari pelacak yang terpasang di mana mobil box musuh yang bergerak menuju ke Limani Nafpliou, Yunani.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



tengkiyuw tipsnya😍 lele padamu❤️ jangan lupa boom like audio book ya💋

__ADS_1


__ADS_2