
Sebuah misil diluncurkan dari atas sebuah helikopter yang melayang di udara. Kelompok dari tim Arjuna terkena serangan mematikan tersebut hingga membuat orang-orangnya terlontar dan menggelepar di tanah merintih kesakitan.
Beberapa di antara mereka tewas karena tak bisa menghindari serangan tiba-tiba tersebut. Arjuna berhasil menghindar karena mendapatkan peringatan dari Sun dengan melompat ke samping dan berguling hebat di atas tanah.
Arjuna jatuh tengkurap dengan jantung berdebar kencang saat melihat anak buahnya mengerang kesakitan karena luka serius di tubuh mereka.
Kepala Arjuna mendongak ketika melihat Tessa yang meluncurkan misil dari RPG di pintu helikopter dengan wajah dingin.
Nafas Arjuna menderu. Ia segera bangun dan mengambil sebuah tas ransel berisi persenjataan dari anak buahnya yang telah tewas.
Arjuna juga mengambil pistol dan senapan laras panjang milik salah seorang Bala Kurawa yang mengerang kesakitan karena kehilangan salah satu anggota tubuhnya.
Arjuna berlari kencang mengejar helikopter yang ditumpangi Tessa menuju ke tepian pantai.
"Tuan Muda!" teriak Sun lantang karena Arjuna meninggalkan anak buahnya.
Sun mengajak orang-orang yang masih bisa untuk bertempur untuk mengejar bos besar mereka. Sun dan lainnya berlari meski tubuh mereka mengalami lecet di beberapa bagian.
Arjuna berlari cepat sampai ke pinggir pantai dan mendapati sebuah jet ski terparkir di dermaga kecil. Ia segera mendatangi jet ski tersebut dan mengendarainya.
NGENGGG!!!
"Tuan muda!" teriak Sun lantang karena Arjuna nekat mengejar helikopter Tessa hingga sosoknya hampir tak terlihat.
Sun kembali mengaktifkan ponselnya. Ia sengaja menyalakan pelacak agar posisinya diketahui oleh orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads.
Sun meneropong dari pinggir pantai untuk melihat kondisi Arjuna yang menembaki helikopter tersebut secara membabi buta dan hebatnya, tembakannya mengenai helikopter tersebut.
Terlihat asap muncul di baling-baling belakang ekor helikopter tersebut. Semua orang yang berada di pinggir pantai tersenyum karena usaha Arjuna berhasil.
Sun dan lainnya ingin menyusul, tapi di pinggir pantai tak ditemukan kendaraan yang bisa membawa mereka ke laut.
Namun tiba-tiba, BLUARRR!!
"TUAN MUDA!" teriak Sun lantang saat sebuah misil diluncurkan ke arah Arjuna dari atas helikopter dan terlihat kobaran api hebat terjadi di atas permukaan laut.
Mata semua orang terbelalak. Sun panik begitu pula semua orang karena mencemaskan kondisi Arjuna.
Helikopter yang membawa Tessa berhasil lolos meski terlihat kepulan asap selama terbang melintasi lautan.
Tak lama, muncul kelompok Jordan bersama anak buah The Circle Jonathan dari terowongan yang mereka lalui tadi.
Afro melihat banyak anak buah Arjuna sekarat di atas tanah. Tiba-tiba, DOR! DOR! DOR!
Mata semua orang terbelalak. Jordan menembak mati semua orang yang merintih kesakitan karena luka serius di tubuhnya.
"Mereka tak akan bertahan. Aku membantu menghilangkan rasa sakit itu selama-lamanya," ucapnya dengan wajah datar sembari menyarungkan lagi pistol ke balik pinggang. Wajah semua orang pucat seketika.
"Menyerahlah, atau kalian semua aku bunuh di tempat!" tegas Jordan dengan laser Silent Red menyala terang.
Pasukan Bala Kurawa Arjuna yang masih selamat langsung berlutut dengan kedua tangan dilipat di belakang kepala. Sun masih berdiri diam tak mengindahkan peringatan Jordan.
"Sun!" panggil Afro lantang dan asisten Arjuna tersebut menoleh dengan wajah sendu.
Afro mendekatinya dengan kening berkerut. Matanya beralih ke kobaran api yang masih terlihat meski di kejauhan. Pandangan Sun tertunduk dan Afro menatapnya tajam.
"Arjuna?" Sun mengangguk.
Afro melebarkan mata. Ia menghubungi tim yang mengamankan Guest House Tessa untuk segera mencari kendaraan untuk membawanya ke lautan.
__ADS_1
Di tempat Arjuna berada.
"Hah! Hah! Sial! Hampir saja," ucapnya terengah-engah saat berhasil muncul ke permukaan dengan berenang di balik kobaran api.
Ia melihat jet ski yang dikendarainya meledak. Beruntung, Arjuna melihat serangan tersebut dan melompat ke air lalu menyelam agar tak terkena gelombang ledakan.
Arjuna melihat sekeliling dan mendapati banyak jet ski serta speed boat melaju kencang ke arahnya. Arjuna panik dan berusaha untuk berenang menjauh.
NGENGGG!!
"Hei! Manusia ikan! Sudah waktunya kembali ke darat!" teriak Afro yang berhasil mencegat Arjuna dengan memposisikan jet ski melintang di depannya.
Arjuna terkejut dan kembali terapung dengan nafas tersengal. Ia terlihat panik saat melihat semakin banyak kendaraan air menuju ke arahnya.
Afro mengulurkan tangan dan Arjuna terlihat ragu untuk meraihnya. Afro tersenyum dari tempatnya duduk di bangku jet ski.
GRAB!
"Woahh!" teriak Afro saat tubuhnya ditarik Arjuna ke dalam air.
BYURRR!!
Dengan sigap, Arjuna segera naik ke atas jet ski. Afro tercebur dan kini Arjuna duduk di bangku kemudi. Afro panik dan Arjuna diam saja saat melihat sahabatnya seperti akan tenggelam.
"Juna! Hah, kakiku ... kakiku kram!" teriaknya dengan kepala timbul tenggelam di dalam air.
"Maaf, Afro. Tapi aku belum bisa kembali sekarang. Terima kasih, Sobat," ucapnya dengan pandangan sendu.
NGENGGGG!!
"Jun ... ohok! Arjuna!" teriak Afro yang terlihat kesulitan untuk mengapung.
"Afro!" panggil Jordan yang berboncengan dengan Seif, mendatanginya mengendarai jet ski.
Tak lama, datang speed boat. Eko dan Sun membantu Afro naik ke atas perahu motor tersebut. Sun melihat sekeliling terlihat panik di mana sosok Arjuna tak ditemukan.
"Mana tuan muda?" tanyanya cemas. Afro menggeleng dengan nafas tersengal dan tubuh basah kuyup.
"Junet kabur? Weladalah, malah mlayu ki pie? Terus doi kemana, Fro?" tanya Eko langsung meneropong, tapi tak mendapati sosoknya.
"Entahlah, Om Eko. Juna bilang dia belum bisa kembali. Apa maksudnya? Apa yang dia cari?" tanya Afro terlihat sedih. Semua orang diam dan memutuskan untuk kembali ke darat.
Jordan segera menginformasikan kejadian hari ini ke Pusat Komando di Black Castle. Kai yang mendengar laporan mengejutkan itu segera meminta GIGA SIA yang dioperasikan oleh Amanda untuk melacak keberadaan Arjuna dari satelit.
"Bagaimana, Nyonya Manda?" tanya Kai meliriknya sembari menatap layar besar di hadapannya yang menampilkan banyak tayangan live dari misi para tim di lapangan.
"Aku mendapatkan visualnya, Kai. GIGA sedang mengunci rute pelarian Arjuna. Sebaiknya segera siapkan tim untuk menangkapnya. Ia tak mungkin terus-terusan di laut. Ia pasti akan ke daratan. Ia butuh makan, tempat berlindung dan membersihkan diri," jawab Amanda setelah ia menandai sosok pria yang mengendarai jet ski dengan kecepatan penuh menuju ke Selatan.
Kai segera menghubungi Martin yang berada di Colombia untuk mengirimkan anak buahnya ke Honduras.
Kai yakin jika Arjuna akan menuju ke negara tersebut. Martin segera merespon dan dengan sigap mengirimkan Black Armys miliknya hari itu juga ke Honduras.
Mata semua orang kini terfokus pada sosok Arjuna yang telah dikunci oleh GIGA. Meski demikian, tim dari Jonathan dan para anak buahnya yang disebar ke berbagai markas Flame di seluruh dunia, tak lepas dari pengamatan para petugas di Pusat Komando.
Mereka ditugaskan untuk memastikan jika tempat itu sudah tak digunakan lagi oleh Venelope dan orang-orangnya.
Arjuna melaju kencang dengan jet ski yang dikendarainya menuju Selatan di mana matahari mulai tenggelam.
Setelah satu jam berkendara, jet ski yang dikendarainya berhenti. Arjuna berdecak dan terlihat kesal karena ia yakin jika kendaraan itu kehabisan bahan bakar.
__ADS_1
Arjuna membuka tasnya dan melihat isi di dalamnya. Ia menemukan teropong dan melihat jarak untuk sampai ke pulau masih cukup jauh.
Meskipun ia bisa berenang, tapi Arjuna khawatir jika ia akan kelelahan sebelum sampai ke daratan. Arjuna tak mau ambil resiko.
"Hah, aku harus terus bergerak sebelum mereka mengejarku," ucapnya dengan nafas tersengal. "Namun ... aku lapar," sambungnya memegangi perutnya yang bergemuruh.
Arjuna membuka sleting bagian depan tas dan mendapati sekotak biskuit dalam kemasan. Ia menikmatinya dengan santai di tengah lautan ditemani semilir angin laut yang mengeringkan pakaiannya yang basah.
Arjuna menutup cemilan sorenya dengan meneguk air mineral dalam botol. Sudah 15 menit ia terapung di atas laut dan tak melihat tanda-tanda diikuti. Arjuna bernafas lega.
Arjuna berdiri di atas jet ski dan kembali meneropong sekitar hingga ia melihat sebuah kapal melintas meski jaraknya masih cukup jauh dari tempatnya berada.
Senyum Arjuna merekah. Namun, ia harus mencari cara untuk memberikan kode pada kapal nelayan itu.
Arjuna kembali membuka tasnya dan menemukan banyak Rainbow Gas di dalam.
Arjuna memasukkan seluruh perlengkapannya dan menutup tas anti-air tersebut rapat. Ia mengencangkan tali pengait tas di depan dadanya. Arjuna berdiri tegap di atas jet ski dan menarik nafas dalam.
BYURR!!
Arjuna melompat ke dalam air dan berenang ke dalam hingga sosoknya tak terlihat.
Orang-orang di Pusat Komando Black Castle tak melihat pergerakan Arjuna karena Jonathan dan timnya mulai memberikan informasi. Hal tersebut membuat fokus para petugas teralih dengan laporan Jonathan.
Arjuna berenang dan sesekali muncul ke permukaan untuk mengambil nafas. Arjuna melintasi lautan seorang diri ditemani cahaya bulan di langit malam di tengah kegelapan.
Arjuna mulai terlihat lelah setelah hampir 30 menit berenang mengarungi lautan hingga jaraknya kini sudah lebih dekat dengan perahu nelayan tersebut.
Nafas Arjuna tersengal. Ia mengapung di atas permukaan air sembari membuka tas ranselnya. Arjuna mengambil sebuah granat berwarna merah muda yang memiliki asap pekat dan menggenggamnya erat.
SWINGG!! BLUARRR!! BUZZZ!!
Para nelayan di kapal segera menoleh karena mendengar suara ledakan. Dua orang di atas geladak kapal meneropong dan menyorot dengan lampu bercahaya terang menyilaukan ke kepulan asap berwarna merah muda di atas permukaan air laut tersebut.
"Hei! Hei!" panggil Arjuna lantang dari tempatnya terapung dengan kedua tangan ia lambaikan ke atas.
TOT! TOTTT!!
Senyum Arjuna merekah. Ia begitu bahagia karena para nelayan itu melihatnya dan kini, kapal tersebut melaju ke arahnya.
Arjuna mendapatkan energinya kembali. Ia berenang mendekati kapal tersebut meski kini lebih santai tak agresif seperti tadi.
"Wow! Where do you come from? Why are you out at sea alone?" tanya seorang pria gemuk berkulit cokelat dengan brewok tipis dan kumis, memberikan tangga di samping badan kapal dan Arjuna segera menaikinya dengan tubuh basah kuyup.
"Oh, hai. Thank you, Sir, thank you. You saved my life," ucapnya dengan tubuh menggigil dan tas ransel masih dalam gendongan.
Arjuna segera dibawa masuk ke dalam kapal dan diberikan handuk untuk mengeringkan tubuhnya.
Ia juga diberikan minuman hangat agar tak menggigil kedinginan. Arjuna terlihat sungkan dan terus mengatakan terima kasih dengan senyum manisnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
makasih tipsnya😍 diborong alra shid semua😆 lele padamu💋💋💋 jangan lupa vote vocer, poin dan koin yg banyak yaaa man teman LAP biar lele makin cemangat🥳
__ADS_1