4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Cinta dan Dinda


__ADS_3

Di tempat Sandara berada.


Gadis malang itu disekap dalam yacht yang membawanya dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kejaran jajaran Vesper.


Yudhi yakin, jika sang ibu pasti mencari anaknya di mana kini tak ada satupun orang yang ia percaya di dekat anak gadisnya itu.


Mereka bicara dalam bahasa Arab. Terjemahan.


"Yudhi. Mau sampai kapan kita kabur dari Vesper? Menyerah saja. Kembalikan Sandara. Aku yakin jika Vesper akan mengampunimu," ucap Valentina saat mereka tiba di Libya.


"Akan kukembalikan, saat ia sudah positif mengandung anakku. Apa kau tak ingat, Tina? Seluruh keluargaku telah musnah. Hanya aku yang selamat dan kini sebatang kara!" jawabnya berteriak.


Sandara yang berada di kamar kapal bisa mendengar pembicaraan di luar dengan cukup jelas. Gadis itu diam terlihat sendu.


"Aku sudah membicarakan ini kepada kolektor. Kau lupa dengan tujuan utamamu. Ingat, musuhmu adalah The Circle, bukan Vesper. Jika kau berencana untuk berurusan dengan Vesper, maaf, kami menolak untuk membantumu lagi," ucap Valentina tegas.


Yudhi terdiam selama beberapa saat dengan pandangan tajam ke arah wanita berkerudung di depannya.


"Oke. The Circle 'kan? Mudah. Kita akan cari mereka, lalu habisi sampai tak bersisa. Ingin tahu di mana markas mereka?" jawab Yudhi balik bertanya.


"Katakan."


"Kita akan berburu di seluruh penjuru dunia. Kumpulkan pasukan. Kita akan ke rumahku, Kenya. Tempat semua petaka ini berawal," ucapnya tegas lalu pergi begitu saja meninggalkan Valentina.


Wanita cantik berkerudung itu segera mengabarkan kepada salah satu kolektor di Libya untuk menyiapkan pasukannya.


Segera, pasukan berkerudung berjumlah 10 orang dipersiapkan lengkap dengan persenjataan untuk menggempur The Circle yang tersisa.


Yudhi pergi ke kamar tempat Sandara ditawan. Gadis itu kembali ketakutan. Selama ia dikurung, tubuhnya tak dibungkus pakaian. Tubuhnya hanya diselimuti oleh kain. Kedua tangannya masih diikat dan terlihat lecet di pergelangan tangannya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran. Terjemahan.


"Oh, sudah bangun rupanya. Saatnya melakukan tes," ucap Yudhi dengan wajah dingin seraya mendekat.


"Kau mau apa?" tanya Sandara dengan napas memburu.


Yudhi tak menjawab. Ia melepaskan ikatan di kedua tangan Sandara. Gadis cantik itu melihat kesempatan, tapi ternyata gerakannya dibaca oleh Yudhi.


"Agh!" erangnya karena rambut panjangnya dijambak hingga kepalanya mendongak sampai matanya terpejam saat ia akan kabur.


"Kau liar sekarang, tapi ... aku menyukainya. Aku berharap mendapat serangan balasan ketika kita bercinta nanti, Dara sayang," bisik Yudhi yang kini mendorong tubuh Sandara untuk masuk ke kamar mandi.


Dua tangan Sandara diborgol di belakang tubuh. Gadis itu dibiarkan telanjang selama ia dikurung dalam kamar.


Sandara diminta berdiri di bawah shower. Yudhi memindahkan borgolnya ke besi dan membuat kedua tangan Sandara terangkat ke atas.


"Aku ingin mengetes kehamilanmu. Kenciinglah," ucapnya seraya mengeluarkan alat tes hamil. Sandara memalingkan wajah terlihat enggan. "Jangan membuatku kesal, Dara. Aku berbaik hati membawamu ke kamar mandi. Aku hitung sampai tiga. Satu, dua," ucapnya serius menatap wajah Sandara tajam.

__ADS_1


Sandara memejamkan mata sejenak saat ia buang air seninya. Yudhi tersenyum miring seraya mengarahkan ujung alat tersebut saat cairan itu menetes cukup banyak.


"Oke. Kita tunggu hasilnya. Kau bau, mandilah," ucap Yudhi seraya menyalakan shower dan membuat tubuh gadis cantik itu terguyur air.


Yudhi keluar dari kamar mandi membawa alat tes kehamilan tersebut. Sandara berdiri diam dengan pandangan sayu dan membiarkan air itu menyegarkan pikiran serta hatinya yang dirundung kesedihan.


"Aku bersumpah. Jika aku hamil. Akan kubunuh bayi itu," ucap Sandara keji dengan dendam sudah menyelimuti hatinya.


Tak lama, Yudhi kembali dengan wajah dingin. Sandara menelan ludah terlihat takut. Lagi-lagi, Yudhi menanggalkan pakaiannya dengan gusar dan bergegas masuk menyusul Sandara.


"Apa yang kaulakukan?!" teriak Sandara saat Yudhi kembali menyetubuhinya dengan paksa.


Mulut gadis itu kembali disumpal dengan kain. Sandara memberontak, tapi ia tak bisa berbuat banyak.


Sandara mencoba menyingkirkan tubuh Yudhi yang menempel erat padanya. Sandara berteriak saat buah dadanya kembali dijamahi dengan agresif dan dimainkan dengan cengkeraman kasar.


"Emph!" erangnya menahan rasa sakit di buah dadanya karena Yudhi menghisapnya dengan rakus.


Kembali, gadis malang itu menangis. Tubuh Sandara kembali lemas. Yudhi dengan sigap memasukkan kembali miliknya dari belakang.


Air mata gadis itu telah bercampur dengan guyuran air yang memasahi tubuhnya. Erangan kenikmatan menggema di kamar mandi atas kepuasan dari pemuda itu yang terobsesi ingin memiliki anak dari gadis yang dicintainya.


Tubuh Sandara bergetar hebat karena rasa sakit yang dirasakan oleh hati dan tubuhnya dalam waktu bersamaan. Yudhi, tak mengerti dengan kepiluan gadis tersebut.


Pemuda itu terus menyodokkan miliknya tanpa henti hingga pada akhirnya, ia kembali menyemburkan seluruh benih itu di rahim Sandara.


Pemuda itu membiarkan Sandara menangis. Ia sibuk membersihkan dirinya di samping Sandara dengan sabun agar tubuhnya selalu bersih.


"Tak usah sedih, aku mandikan. Bukankah ... aku lelaki yang baik? Aku selalu perhatian padamu, Dara. Aku tak pernah melakukan hal ini dengan gadis manapun, hanya denganmu. Namun ... kau membalas kebaikanku dengan mencintai pria lain bahkan kau akan menikah dengannya. Hem, aku penasaran. Apakah ... kak Afro tersayangmu masih sudi menikah denganmu, dengan bayi dari pria lain? Aku rasa ... tidak. Inilah balasan untukmu, Dara, karena kau, mencampakkanku," ucap Yudhi yang berdiri di depan gadis berambut panjang itu dengan tatapan lekat.


Sandara memalingkan wajah. Ia sungguh enggan untuk bertatapan dengan pria yang sudah kehilangan kasih tulusnya dan berubah menjadi bejat.


Yudhi memandikan Sandara dengan kasar. Ia menggosok seluruh tubuh gadis itu dengan cepat dan langsung dibilas.


Sandara tak diberikan handuk dan dibiarkan basah kuyup saat kembali diikat di ranjang. Yudhi kembali menyelimutinya dan meninggalkannya begitu saja.


Gadis berkulit putih berseri itu kembali menangis meratapi nasib buruknya yang tak kunjung berakhir.


Sandara tergolek lemas dan memilih memejamkan mata di mana tak ada hal lain yang bisa ia lakukan untuk meloloskan diri dari tempat tersebut.


Di tempat Jonathan berada.


Pemuda itu juga dalam kondisi tidak menguntungkan karena ditahan oleh pria tak dikenal.


Namun, BinBin berhasil mengajaknya berbicara saat mereka berada di bawah kolong mobil dengan dalih pengecekan karat. BinBin menyiapkan baskom untuk menampung oli buangan.


"Jo, kita akan melakukan perlawanan. Dua asistenku yang cantik ditawan oleh para tentara gadungan itu. Tiap hari, mereka datang untuk membawakan makanan untuk kita. Sayangnya, kita sudah tak bisa mengharapkan Sierra lagi untuk membantu kabur dari tempat ini. Jadi, dengarkan aku baik-baik," bisik BinBin dan diangguki oleh Jonathan.

__ADS_1


BinBin mengutarakan idenya dan Jonathan mendengarkan dengan serius. Hingga tiba-tiba, sepasang sepatu yang dikenal oleh Jonathan bergerak mendekati mobil dan mengetuk dengan ujungnya. Segera, BinBin keluar dari kolong seraya membawa baskom berisi oli kotor.


Jonathan masih berada di kolong dan berpura-pura untuk melakukan pengecekan, tapi tiba-tiba ia memiliki sebuah ide karena kegiatan spontannya itu.


Ia sengaja mengendorkan baut pembuangan oli lalu keluar dari kolong seperti tak melakukan kesalahan apapun.


"Liat! Natan jadi item dan jelek! Awas aja kalau sampai makanannya gak enak!" gerutunya menunjuk ke pintu jeruji seraya menunjuk dua petugas bersenjata yang kini menjaga mereka.


Earphone translator disita dan kini dipakai oleh para tentara dan pemimpin mereka. Hal tersebut, membuat Jonathan makin kesal.


Orang-orang dalam kubu Jonathan yang bekerja di bengkel memilih diam meski saling melirik. Hingga akhirnya, makan siang tiba.


Dua asisten cantik BinBin datang terlihat tegang ketika meletakkan makanan untuk para tahanan itu di atas kap mesin mobil karena tak ada meja di sana.


Cinta dan Dinda menggerakkan jemari mereka ke dada. Mata BinBin menyipit, ia mengangguk pelan.


BinBin melirik kamera pengawas lalu ke arah Jonathan dan kawan-kawannya. Seketika, suasana riuh dengan tawa dan obrolan dalam bahasa berbeda yang dikuasai masing-masing dari mereka.


Dengan sigap, BinBin memanfaatkan peluang itu. Ia bermanja-manja kepada dua wanitanya meski membuat beberapa pria menjadi kesal.


BinBin memanfaatkan kegenitannya dengan merangkul pinggang dua asistennya dari belakang di tengah keramaian. Cinta dan Dinda balas memeluk BinBin dengan mesra memunggungi kamera.


Dengan sigap, dua tangan besar BinBin menyelinap masuk ke dalam baju dua asistennya lalu mencengkeram kuat salah satu buah dada menggemaskan itu.


Praktis, gerakan BinBin membuat Jonathan, Hadi, serta Click and Clack shock seketika karena kemesuman pria tua di depan mereka.


"Fokus," pekik Venelope dengan suara tertahan saat ia berlagak mengambil gelas.


Jonathan dan lainnya kembali fokus dengan strategi mereka meski rasa kesal menyelimuti jiwa para pria yang sudah membayangkan nikmatnya dua gunung menggemaskan itu.


Dinda dan Cinta menjerit dengan genit. Namun, BinBin dengan cepat membisikkan misi kepada dua gadis cantik itu. Dinda tersenyum seraya meninggalkan kecupan mesra di pipi kiri BinBin, begitupula Cinta di pipi kanan pria tua itu.


"Sampai jumpa, Sayang-sayangku. Aku mencintai kalian berdua!" seru BinBin bahagia, tapi membuat Jonathan ingin muntah mendengarnya.


"Bye, BinBin," jawab Dinda dan Cinta genit dengan kedipan mata saat keduanya keluar dari sel.


"Ya ampun, Nathan iba sama mereka berdua. Pasti mata mereka udah katarak," keluh Jonathan yang membuat BinBin langsung menendang pantat pemuda itu.


"Sakit woi!" teriak Jonathan kesal, tapi membuat beberapa orang terkekeh.


Venelope melirik BinBin dan pria tua itu memutar bola matanya seperti komidi putar dengan cepat. Venelope terkekeh, tapi ia paham dengan kode unik itu.


***


tengkiyuw tipsnya❤️satu atau dua eps nih😁


__ADS_1


__ADS_2