4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Turun Tangan


__ADS_3

Biawak Putih dan semua orang di barisan dua segera keluar untuk menyelamatkan Han serta lainnya yang terjebak di dalam mobil.


PRANG!!


Tangan Vesper gemetaran saat ia merasakan hal buruk terjadi pada seseorang yang dekat dengannya. Mata semua orang yang berada di sekitar Vesper langsung menatapnya tajam.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Ada apa, Mah?" tanya Lysa karena Vesper menjatuhkan gelas berisi jus jeruk yang baru saja ia ambil dari dalam lemari es.


Nafas Vesper menderu. Ia segera mengeluarkan ponsel yang ia kantongi di dalam saku celana kainnya.


Lysa segera beranjak dari tempatnya duduk dan mendatangi sang Ibu saat Vesper terlihat panik ketika mengecek sesuatu dari layar ponselnya.


"Halo, halo, apa terjadi sesuatu?" tanyanya dengan suara bergetar.


Kening semua orang berkerut saat wajah Vesper berubah seketika dan tangannya yang memegang ponsel bergetar.


Lysa terlihat bingung karena Ibunya melirik Tobias yang berdiri sembari membawa sepiring waffle untuk sarapan.


"Mama!" teriak Lysa kaget ketika Vesper mengambil sebuah garpu di samping piring dan berjalan dengan langkah cepat mendatangi Tobias, melotot tajam padanya.


PRANG!!


King D menutup kedua telinganya dengan kedua tangan karena suara pecahan piring mengejutkannya. Dewi langsung menarik tangan King D dan Otong untuk segera pergi dari ruang makan.


"Hempf, hempf ...."


Nafas Tobias menderu. Vesper menekan ujung garpu di samping leher Tobias dengan tangan kanannya.


Tangan kiri Vesper menekan wajah lelaki bertato itu hingga kepala belakangnya terpepet tembok.


Vesper menekan kejantanan Tobias dengan lutut kanannya yang ia angkat membentuk siku. Kedua tangan Tobias berusaha melepaskan tiga titik yang Vesper tekan kuat di tubuhnya, tapi kali ini, Vesper terlihat begitu bertenaga dengan serangannya.


Para Pion, Lysa dan Sierra panik seketika. Namun, mereka hanya bisa berdiri diam melihat Vesper melakukan serangan intimidasi pada mantan Pion D tersebut.


"Jika sampai ... jika sampai kak Han tewas ... aku tak peduli, meskipun kau suami Lysa, aku tak segan, untuk mencabikmu, dengan tanganku sendiri, Tobias," ucap Vesper menatapnya tajam dengan nafas menderu dan kemarahan menyelimuti hatinya.


Tobias berusaha melawan dengan menyingkirkan lutut serta kedua tangan Vesper dari tubuhnya.


Akan tetapi, sang Ratu terus menekannya kuat hingga Tobias mengerang saat ia merasakan lehernya tertusuk ujung garpu yang menembus kulitnya.


"Mama ...," panggil Lysa mulai berlinang air mata.


"Kau pikir, semua pertikaian ini seru bagimu, hem? Kau pikir, nyawa orang-orangku tak berharga? Kau sudah membuat daftar kematian jajaranku semakin panjang, Tobias. Dan kali ini, aku yang akan mencatat sendiri daftar kematian orang-orangmu. Ingat, semua ini, akibat otak dangkalmu."


DOR! DOR! DOR!


"Jangan lari, Pengecut!" teriak Vesper lantang yang langsung melepaskan cengkeramannya.


Sang Ratu membalik tubuhnya dan menarik pistol di balik pinggang yang tertutup oleh blouse warna hijau pastel yang menyejukkan mata.

__ADS_1


Vesper melepaskan pelurunya dan menembak kaki, dada dan perut tiga Pion D yang masuk dalam jarak pandangnya.


Lysa dan Sierra panik seketika. Tobias mencabut garpu yang menusuk leher sampingnya dengan erangan lantang. Vesper berlari mengejar empat Pion yang kabur darinya.


Suara tembakan terdengar di dalam Mansion Darwin. Lysa mendekati Tobias yang berdarah dan terus mengumpat memegangi lehernya yang sakit.


Namun tiba-tiba, suara tembakan tak lagi terdengar dan digantikan suara deru mesin mobil yang keluar dari basement.


Mata Tobias dan lainnya terbelalak. Tobias berlari kencang memegangi lehernya yang sakit ke luar Mansion.


"Kali ini katakan pada Mr. White! Vesper datang untuk membunuhnya!" teriak Vesper dari balik jendela kemudi dengan sorot mata penuh kebencian.


BROOM!!


"MAMA!" teriak Lysa lantang berusaha mengejar Ibunya, tapi ditahan oleh Tobias.


Sierra berlari masuk ke dalam Mansion untuk melihat keadaan para Pion yang kabur dari amukan Vesper.


Namun, mata Sierra terbelalak saat melihat para Pion tersebut menggelepar di atas lantai terkena tembakan dari sang Ratu yang sedang marah.


"Ya Tuhan," ucap Sierra gemetaran menutup mulutnya karena melihat kebiadaban Vesper secara nyata.


Kai yang berada di Black Castle bersama Amanda dan lainnya, dibuat kaget saat Vesper melakukan panggilan ke Pusat Komando peninggalan mendiang Tuan Charles tersebut.


"Sambungkan," perintah Kai dan segera, Eiji melakukan instruksi tersebut.


"Pastikan aku bisa meninggalkan Paris hari ini juga. Siapkan keberangkatanku," pinta Vesper tegas dan semua orang dibuat bingung seketika. "Eiji!"


"Ya, ya, oke, oke," sahutnya panik.


Dua Black Armys sudah menunggunya di tempat parkir Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle. Vesper memarkirkan mobil yang ia curi dari basement Tobias dan meninggalkannya di sana.


"Linara Jolie Frederique," ucap Vesper seraya melihat sebuah identitas palsu yang akan ia gunakan untuk menyamar.


Dua Black Armys yang dikirimkan oleh Eiji sudah menyiapkan seluruh dokumen serta tiket pesawat yang akan Vesper gunakan untuk meninggalkan Perancis.


Vesper berdandan di dalam mobil dengan menggunakan penyamaran agar dirinya mirip seperti wanita pada identitas kartu kependudukan tersebut dari koper yang diberikan dua Black Armys miliknya.


Dua Black Armys bersiaga di luar mobil dengan berpura-pura mengobrol sembari menunggu Bos besar mereka bersiap.


"Let's go," ajak Vesper yang sudah berubah dengan penampilan barunya, menggunakan softlens warna cokelat, rambut gelombang berwarna cokelat terang dan gaun panjang menutupi kulit mulusnya.


Eiji mengamati gerak-gerik Vesper dari GIGA DARA yang berhasil meretas CCTV Bandara. Semua orang terlihat tegang karena tiba-tiba saja Vesper ikut dalam misi dan terlihat serius akan sesuatu.


"Kenapa mendadak? Pasti ada pemicunya? Apakah ada yang mendapatkan laporan dari tim di lapangan?" tanya Kai melirik semua petugas di Pusat Komando.


"Tak ada, Kai. Semua pelacak masih aktif," sahut Eiji mengecek dari semua GPS yang terpasang pada jam tangan dan aksesoris lain yang dikenakan oleh orang-orang dalam misi tersebut. Namun tiba-tiba, kening Eiji berkerut. "Kenapa Han dan timnya berada di Rumah Sakit? Apa ... itu lokasi dari Venelope?" tanya Eiji heran yang langsung mencoba meretas sistem keamanan bangunan tersebut.


Kening Kai berkerut. Ia melihat dari layar yang coba Eiji hubungkan agar bisa di saksikan semua orang.


"Itu Rumah Sakit Umum. GIGA Sia menelusuri berkas kepemilikan bangunan tersebut. Itu milik Pemerintah, bukan Swasta," jawabnya cepat setelah membaca dokumen dari ponsel dalam genggaman.

__ADS_1


"Jangan-jangan ... hubungi Biawak segera!" perintah Kai.


Doug segera menghubungi Biawak Hijau dan betapa terkejutnya, ternyata Han dan lainnya mengalami luka serius. Mereka kini di rawat secara intensif di ICU Rumah Sakit tersebut.


Kai segera mengambil ponselnya dari saku celana. Ia terlihat menahan marah saat melakukan panggilan.


"Kenapa menghubungiku? Apa kau juga ingin menceramahiku, Papa Kai?" sahut Arjuna ketus.


"Jika Ayahmu sampai tewas, itu salahmu, Kim Arjuna. Dia pergi mencarimu, tapi petaka yang malah datang padanya. Semoga kau tak menyesal atas pilihanmu memihak Venelope," jawab Kai dengan nafas menderu dan langsung mematikan panggilan teleponnya.


Ia melemparkan ponselnya ke sofa panjang dekat tempat ia berdiri. Semua orang terlihat tegang seketika.


Mata mereka kembali ke sosok Vesper dan dua Black Armys yang berhasil melewati keamanan Bandara dan kini sedang mengantri untuk masuk ke dalam pesawat.


"Ke mana tujuan nona Lily?" tanya Kai melirik Eiji yang mengurus keberangkatannya.


"Italia," jawabnya pucat.


Penerbangan yang hampir memakan waktu 2 jam tersebut akhirnya berakhir. Kedatangan Vesper sudah ditunggu oleh Tim Tawar dan Laut di Kediaman Venelope yang berhasil mereka rampas.


"Kalian berhasil mendapatkan dokumennya?" tanya Vesper begitu turun dari taxi yang mengantarkannya.


"Tidak ada, Mam. Mereka membawa semua barang berharga," jawab Lele serius.


Vesper mengangguk pelan. Ia meminta seluruh anak buahnya menyingkir. Orang-orang itu terlihat bingung ketika Vesper menenteng koper yang ia bawa sejak dari Paris.


Vesper memasuki kediaman Venelope entah apa yang ia lakukan karena hampir 15 menit berada di dalam.


Hingga akhirnya, Vesper keluar dari rumah itu dan tak membawa koper yang ia jinjing tadi. Vesper meminta diceritakan kronologi kejadian dan Lele menjelaskan dengan detail.


Vesper mendekati bangkai mobil yang telah hangus terbakar setelah dipadamkan dengan air karena terlihat bekas genangan di beberapa bagian mobil.


Vesper melihat di sisi kiri dan kanan dinding gerbang di mana terlihat lubang berjejer dengan mesin di baliknya.


"Mobil tuan Han meledak begitu melewati gerbang ini, Nyonya. Namun, mobil yang ditumpangi para Biawak bisa melintas dengan aman. Banyak spekulasi. Ini teknologi baru yang mereka terapkan. Dulu, tidak seperti ini," ucap Hiu menjelaskan.


"Mudah saja. Mereka menembakkan misil dari sisi kanan dan kiri dinding begitu roda bagian depan mobil menginjak besi hitam di bawah itu. Nasib buruk, mobil kak Han yang terkena imbasnya. Namun, aku berterima kasih dengan sistem keamanan baru ini. Aku akan ikut menerapkanya," ucap Vesper serius.


Semua orang mengangguk pelan. Mereka terlihat tegang karena baru pertama kali melihat Vesper begitu serius dalam menanggapi sesuatu.


"Bawa aku ke Rumah Sakit. Kita sudah tak ada urusan di sini," perintah Vesper dan seluruh tim Jonathan yang berada di luar Mansion mengangguk paham.


Saat mereka bersiap untuk masuk ke mobil, tiba-tiba ....


BLUARRR!! DOOM! DOOM! DOOM!


Dentuman besar terjadi. Orang-orang itu spontan tiarap karena terkena gelombang ledakan yang begitu besar hingga kobaran api menyembur. Hawa panasnya dirasakan oleh mereka yang berdiri dekat dengan Mansion tersebut.


Vesper berdiri dengan wajah datar saat memotret kediaman Venelope di Italia yang sudah terbakar hebat. Bangunan itu perlahan ambruk dalam kepulan asap pekat.


***

__ADS_1


Adeuh masih pegel-pegel uyy. Kalo ada tipo2 harap maklum aja yak. Lele padamu dan tengkiyuw tipsnya๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ Next eps menyesuaikan jumlah tips ya. Besok satu atau 2 eps ya??



__ADS_2