4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Panama*


__ADS_3

ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



------ back to Story :


Setelah menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan, tim dari Arjuna tiba di lokasi. Hanya saja, Arjuna meminta agar mobil berhenti 50 meter dari kediaman Ajeng—isteri pertama Sutejo.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia.


"Terbangkan drone," pinta Arjuna karena tim yang mengawasi rumah dan tim yang mengikuti mobil pengintai tak bisa dihubungi.


Dengan sigap, Sun menerbangkan alat tersebut. Arjuna melihat dari layar tablet dalam genggaman yang memiliki visual serupa dengan layar pengendali.


"Hem, sensor panas tak menemukan keberadaan manusia di sekitar rumah. Sepertinya ditinggalkan," ucap Arjuna menilai.


Semua orang yang tersambung dengan radio berfrekuensi khusus menyimak dengan senjata siap dalam genggaman.


"Lima orang. Masuk ke rumah tersebut. Pastikan aku aman saat berada di sana," tegas Arjuna.


Lima anggota Bala Kurawa turun dari mobil yang mengangkut mereka. Para pria itu berjalan mengendap dengan pistol dalam genggaman, berpencar ke dua sisi dari jalan utama memasuki kawasan rumah tersebut.


"Sun, terbangkan lebih jauh lagi," pinta Arjuna yang satu mobil dengannya.


"Laksanakan," jawabnya seraya mengendalikan joystick dalam pangkuan sebuah keyboard yang memiliki kombinasi tombol.


Tiba-tiba, BROOM!!


Arjuna dan seluruh tim langsung menoleh ke sebuah mobil sedan hitam yang masuk pekarangan rumah tersebut dan berhenti di sana.


Lima anggota Bala Kurawa yang berada di lapangan, dengan sigap mengarahkan pistol mereka ke mobil yang tak diketahui siapa pengemudinya.


Tak lama, BROOM!!


Mobil dari tim pengejar dari kubu Arjuna datang. Para pria itu segera keluar dan mengarahkan pistol ke mobil sedan tersebut.


"Dia orangnya!" pekik salah satu anggota Bala Kurawa menginformasikan.


Arjuna dan orang-orang di dalam mobil terkejut. Sun meminta agar Arjuna tetap di dalam mobil. Putera Han tersebut mengangguk menurut.


Biawak Putih dan Hijau turun dari mobil memasang wajah garang. Drone yang diterbangkan Sun kembali ke mobil agar pemuda tersebut bisa melindungi Tuannya.


"Jose! Terbangkan drone. Gantikan aku," perintah Sun.


"Oke."

__ADS_1


Drone melayang dari mobil yang ditumpangi Jose untuk mengawasi pergerakan dari atas langit. Sun meneropong dan melihat satu orang di dalam mobil bergerak, seperti siap untuk menunjukkan diri.


"Dia keluar," lapor Sun berbisik.


Semua orang makin siaga dengan senjata dalam genggaman mereka. Biawak Putih dan Hijau berdiri tegap di depan mobil tersebut, menunggu buruan mereka muncul.


"Dia ...," gantung Arjuna.


"Aku menyerah," ucapnya mengangkat kedua tangan.


"Wow! Keteknya mulus, Kang. Gak ada bulu," bisik Hijau dan Biawak Putih mengangguk meski keduanya tetap berwajah seram.


"Why did you come back again?" tanya Putih menatapnya tajam.


"Tak ada tempat untukku di sana. Aku mencintai Arjuna, dan aku ingin kembali padanya," jawabnya berwajah sendu.


Tessa mengenakan gaun berwarna putih panjang dengan belahan tinggi di sisi kiri, menunjukkan kaki jenjangnya yang mulus sampai ke paha.


Kedua pundaknya terlihat begitu lebar karena gaun itu hanya menutup buah dadanya. Tubuhnya yang sintal, membuat lekuknya begitu jelas terlihat.


Tessa membuktikan, jika dia adalah salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang tergolong sempurna.


CEKLEK!


Tessa menoleh saat Arjuna keluar dari pintu mobil. Sun berjalan di sampingnya dengan sorot mata tajam mengawasi sekitar.


"Aku akan memberitahukanmu semuanya. Aku memilihmu, Arjuna. Aku tak mau kembali ke sana. Aku lelah dijadikan budak," jawabnya dengan kedua tangan masih terangkat ke atas.


"Bagaimana kau bisa di sini?"


"Kami tahu, jika kau memburu kami. Mendatangi kediaman isteri Sutejo satu persatu, berikut anak-anaknya. Kami sudah membaca pergerakanmu, Arjuna," jawab Tessa terlihat jujur, tapi membuat semua orang terkejut dan waspada seketika.


"Kau menjebakku!"


Tessa menggeleng cepat. "Aku sengaja datang kemari untuk memberitahukanmu. Seharusnya, aku dikirim untuk menyerang kalian dengan ciptaan Venelope. Namun aku mengatakan, jika kalian tak terlihat selama aku menunggu di sini," jawabnya cepat. "Venelope ... dia akan tahu jika aku berkhianat. Dia tahu jika aku mencintaimu, meski aku sendiri yang mencampakkanmu."


Semua orang tersenyum tipis.


"Sayangnya, aku tak mencintaimu, Tessa. Aku sudah memantapkan hatiku, dan Naomilah, calon isteriku," ucapnya tegas.


Raut wajah Tessa berubah seketika. "Apa kau tak bisa melihat? Naomi adalah milik Jordan. Mereka bahkan akan menikah! Naomi tak mencintaimu lagi, Arjuna. Dia membencimu," tegasnya, dan praktis bola mata Arjuna membulat penuh.


"Pembohong!"


"Aku bisa membuktikannya. Aku wanita, aku tahu apa yang Naomi rasakan. Hanya aku yang bisa menerima segala keegoisanmu, Arjuna," tegasnya menatap Arjuna tajam yang berdiri di kejauhan dengan nafas menderu.


"Fine. Kita buktikan. Jika kau salah, aku tak bertanggung jawab saat pengadilan 13 Demon Heads menjatuhimu hukuman," tegasnya bengis.

__ADS_1


"13 Demon Heads tak akan menghukumku. Mereka akan berterima kasih padaku atas semua informasi yang akan kuberikan. Aku akan menjadi bagian dari jajaranmu, Kim Arjuna. Kini aku bersungguh-sungguh. Tak ada politik, tipu muslihat, dan kebohongan. Aku berkata jujur. Aku mencintaimu dan ingin bergabung dengan kelompokmu," sahutnya tegas hampir tak berkedip.


Arjuna diam menatap Tessa tajam seperti mencari sesuatu dari matanya. Semua orang dalam kubu Arjuna saling melirik dalam diam dengan moncong pistol membidik tubuh Tessa.


"Kurung Tessa, dan cari tahu di mana Naomi kini berada. Aku ingin membuktikan ucapannya," tegas Arjuna.


Tessa terlihat shock karena ia menjadi tahanan. Ia dibawa masuk ke dalam rumah Ajeng dan dikurung dalam sebuah ruangan yang dijaga ketat baik di dalam atau di luar.


Gelang pemenggal membelenggu salah satu tangan dan kakinya. Kamera pengawas juga terpasang di dalam kamar untuk memantau gerak-geriknya. Tessa terlihat kesal.


Sedang Arjuna, terlihat tegang dan gelisah ketika menunggu panggilan Sun terhubung. Sun menghubungi Naomi di samping Tuan Mudanya dengan menyalakan speaker.


"Hallo?"


Arjuna tersentak. Ia langsung menoleh ke arah Sun yang memegang ponsel di tangan kirinya.


"Naomi, kau di mana?" tanya Sun ramah.


"New York. Aku di Apartment Theresia. Kenapa?"


"Ah. Bolehkah aku mampir? Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu. Masalah keluarga," jawabnya terlihat tegang seraya melirik sekilas ke arah Tuan Mudanya.


"Oh, oke. Aku akan menunggumu. Sampai jumpa," jawabnya ramah lalu menutup panggilan.


Arjuna terdiam. Ia memegangi dadanya yang berdebar kencang tak karuan hanya dengan mendengar suara Naomi.


"Kita berangkat?" tanya Sun menatap wajah Tuan Mudanya serius yang terlihat gelisah. Arjuna mengangguk.


Sun lalu memerintahkan kepada Bala Kurawa untuk berjaga termasuk tim dari Samuel. Mereka diminta memasang CamGun di sekitar kediaman Ajeng. Orang-orang itu mengangguk siap.


Arjuna terbang bersama Sun, Biawak Putih, dan Hijau menuju New York untuk membuktikan ucapan Tessa sore itu.


Laporan dengan cepat masuk ke Eiji yang kini mengelola semua informasi dari tim yang menjalankan misi di lapangan.


"Benarkah? Tessa menyerahkan diri? Oke. Aku akan menginformasikan hal ini kepada nyonya Vesper. Pastikan Tessa tak kabur. Kerja bagus, Kawan-kawan," puji Eiji.


Sun hanya tersenyum saat menutup panggilan telepon begitu mereka tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat.


"Anda siap, Tuan Muda?" tanya Sun melirik Tuannya ketika mereka menyewa sebuah mobil sebagai salah satu transportasi mereka di tempat tersebut.


"Yes. Sudah waktunya aku menemuinya. Aku ingin tahu kebenarannya," jawab Arjuna dengan wajah sendu.


Sun segera melaju mobil SUV hitam berpenumpang Arjuna, Biawak Putih, dan Hijau menuju ke Apartemen Theresia.


***


uhuy tengkiyuw tipsnya😍 cuma ini kayaknya hari ini lele up 1 eps aja. soalnya mau ngurus lepti. dia cakit. huhu😩 makasih sudah sabar menunggu, lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2