
Han ikut bergabung bersama para anak-anak yang Vesper kumpulkan di Dojo setelah mereka mandi bersama di pemandian air panas Kastil.
Vesper juga telah mengganti pakaiannya dengan Yukata cantik berwarna merah terang sangat mencolok.
"Kau terlihat senang sekali," tanya Han melihat isterinya dengan telaten menyisir rambut anak-anak itu satu persatu bergantian.
"Bermain bersama anak kecil membuat hatiku bahagia, Kak Han. Lihatlah, mereka lucu-lucu sekali," jawab Vesper memandangi wajah menggemaskan anak-anak itu yang kembali berlarian di dalam Dojo seperti tak mengenal lelah.
Ketiga isteri Tora datang sembari membawa nampan berisi mangkok berisi Okayu (bubur khas Jepang) yang masih tersaji hangat, terlihat dari kepulan asap saat diletakkan di lantai Dojo untuk di santap anak-anak itu bersama.
Dengan sigap, anak-anak itu duduk melingkar sembari menerima mangkok berisi bubur yang diberikan oleh Naomi. Terlihat anak-anak itu makan dengan lahap, Vesper tersenyum lebar.
Tak lama, Tora datang bersama dengan Mitsuki dan Tokio usai berlatih ilmu pedang di halaman belakang. Senyum Vesper sirna seketika.
Ia memberikan kode dengan telunjuknya dan meminta kepada Tora serta tiga isterinya untuk menghadapnya.
Mereka bingung, tapi menurut. Keempat orang itu duduk bersimpuh di hadapan Vesper.
Tokio, Mitsuki dan Naomi, bergabung bersama anak-anak, memastikan mereka makan dengan benar sembari mendengarkan pembicaraan Vesper yang terlihat serius.
"Ada apa, Vesper-sama?" tanya Tora yang duduk diapit ketiga isterinya.
Han melirik sang isteri di mana ia juga tak tahu apa yang akan dibicarakan.
"Kau membuat kesenjangan sosial dengan memiliki tiga isteri dan tujuh orang anak, Tora-san," jawab Vesper tegas.
"He? Maksudnya?" tanya Tora bingung.
"Banyak yang iri karena hidupmu terfasilitasi dengan baik olehku. Semua anak-anakmu masuk dalam daftar tunjangan begitupula tiga isterimu," jawab Vesper masih dengan wajah dingin.
"Aku masih tak mengerti yang kau bicarakan, Saudari Liana. Kau sebenarnya ingin mengatakan apa?" tanya Mey dengan wajah lugunya.
Vesper menghela nafas, tapi Han tersenyum. Ia paham maksud ucapan sang isteri. Han memilih diam mendengarkan.
"James, Eiji, Drake, Buffalo, Eko dan Seif, mereka hanya memiliki satu dan dua anak saja. Isteri mereka juga hanya satu. Hanya kau dari semua jajaran yang memiliki pasangan 3 sekaligus bahkan anak sejumlah tujuh. Itu sangat berlebihan, Tora."
"Kau tak menyukai kebahagiaan kami? Kami kira, kau menyukai anak-anak, Saudari," tanya Lian seperti akan menangis.
Vesper kebingungan seketika. Sepertinya, apa yang ia sampaikan tak dicerna dengan baik oleh Tora dan ketiga isterinya.
"Apa selama ini kau pura-pura menyayangi anak-anak kami padahal sebenarnya, kau membenci mereka? Kau jahat sekali, Saudari Liana," tanya Rui mulai meneteskan air mata.
Vesper panik dan malah kebingungan dalam bersikap. Tora memeluk isterinya yang menangis sedih. Han menahan tawa begitupula Mitsuki dan Tokio yang ikut mendengar.
"Jika kau menganggap kami sebagai beban, kami akan pergi," ucap Tora menatap Vesper dengan wajah sendu.
Vesper gemas bukan main. Tiba-tiba, Naomi berjalan mendekat dan duduk di samping Vesper. Sang Ratu mengizinkan Naomi untuk bicara.
"Eh, bukan begitu maksud Vesper-sama. Beliau hanya memberitahukan saja jika anak-anak kalian sudah terlalu banyak. Jadi sebaiknya, jangan menambah anak lagi. Bukannya tidak boleh, tapi kasihan kepada kawan-kawan Tuan Tora lainnya yang tak memiliki anak sebanyak kalian. Benar begitu 'kan, Vesper-sama?" tanya Naomi meliriknya dan Vesper mengangguk cepat membenarkan.
"Hiks, tapi ... bagaimana caranya agar kami tak memilki anak? Kau ingin mengangkat rahim kami? Kau sangat kejam! Huhu ...," tangis Mey makin kencang.
Vesper memejamkan mata, ia terlihat pusing dengan hal ini. Han, Mitsuki dan Tokio tak mau ikut campur, mereka malah menikmati pertunjukkan. Naomi kembali mengambil alih.
"Kalian cukup memakai alat kontrasepsi saja. Kalian ... mm, bisa tetap berhubungan, tapi tak mengandung. Ya, semacam itulah, atau ... Tuan Tora bisa menggunakan kon-mm ... kond*m," ucap Naomi malu.
Vesper menahan senyum. Wajah Naomi merona saat menjelaskan. Tangis tiga isteri Tora reda seketika. Tora menatap Han, Vesper dan Naomi tajam.
"Kau ... tak mengizinkan aku memiliki anak lagi? Begitukah, Vesper-sama?" tanya Tora serius.
__ADS_1
"Bukan tak mengizinkan. Hanya saja, anakmu sudah terlalu banyak, Tora. Ingat, kita keluarga mafia. Resiko kehidupan kita lebih besar dari masyarakat sipil. Kita tak pernah tahu ancaman yang akan datang dan bisa saja merenggut orang-orang yang kita sayangi. Terlalu banyak anak, kau juga akan kesulitan nantinya saat membagi waktu bersama mereka, sedang kau masih harus bekerja untukku. Saat mereka besar, akan banyak tanggungan yang akan kau keluarkan untuk membiayayi mereka. Ingat, aku hanya memfasilitasi sampai sekolah saja. Setelah itu, mereka harus mencari nafkah sendiri," tegas Vesper.
Tora dan ketiga isterinya saling memandang.
"Apa kalian paham yang kuucapkan? Bisa mengerti maksud perkataanku? Semua yang kulakukan, demi kebaikan bersama," tanya Vesper menatap keempatnya seksama.
"Ya, kami mengerti," jawab ketiga isteri Tora mengangguk paham meski terlihat lesu.
"Kalian ... tidak apa? Jika tak memiliki anak lagi?" tanya Tora menatap ketiga wajah isterinya bergantian.
Ketiga wanita itu mengangguk pelan. Tora tersenyum karena ketiga isterinya bisa menerimanya dengan baik.
"Baiklah kalau begitu, Vesper-sama. Kami menerima keputusanmu," ucap Tora sembari membungkuk hormat begitupula tiga isterinya. Vesper tersenyum dan membalas salam hormat mereka.
Vesper melihat anak-anak itu kembali berlarian usai makan bubur, terlihat riang seperti tanpa beban. Senyum Vesper terpancar.
"Sebenarnya ... aku ingin sekali memilki banyak cucu. Hempf ... sayang, dari keempatnya, baru Lysa saja dan itu ... hanya King D," ucap Vesper tiba-tiba lesu, tapi kemudian berubah tegang seketika. "Di mana Lysa sekarang? Kenapa tak ada kabar? Javier juga," tanya Vesper penuh selidik.
"Entahlah," jawab Han menggeleng.
Vesper melirik Naomi dan gadis cantik itu dengan sigap pergi keluar Dojo untuk mencari tahu informasi keberadaan Lysa dan Javier. Vesper terlihat serius seketika.
"Kenapa firasatku mengatakan hal buruk sedang terjadi. Terlebih ... menyangkut Tobias," ucapnya dengan sorot mata tajam, menatap sederetan tongkat kayu yang disusun rapi di depannya.
Seketika, semua orang menoleh ketika Naomi datang kembali dengan ponsel dalam genggamannya terlihat serius. Han dan Vesper menatap Naomi tajam.
"Ini sangat buruk."
Di koridor Kastil Hashirama, Jepang.
Vesper berjalan dengan langkah cepat menuju ruang kerjanya diikuti oleh Mitsuki, Tokio, Tora dan Sun. Naomi dan Han berjalan mengapit sang Ratu.
"Keadaan Javier?" tanya Vesper terlihat begitu serius.
"Tobias yang melakukannya?" tanya Vesper lagi.
"Habib dan Sauqi menebak demikian. Selain itu, nona Lysa ikut menghilang."
"What?!" pekik Vesper menghentikan langkah seketika dan menatap Naomi tajam.
"Pasukan Jihad menyusup ke dalam mansion bermaksud untuk menyelamatkan nona Lysa, tapi ia tak ditemukan. Tobias membawanya pergi dan ia sengaja, meninggalkan pelacak nona Lysa di kediaman Darwin," tegas Naomi.
Nafas Vesper menderu. Ia kembali berjalan dengan tergesa dan langsung mendatangi meja kerjanya. Vesper segera mengambil ponselnya, terlihat seperti menghubungi seseorang.
"Yes, nyonya Vesper," jawab dari panggilan ponsel yang di-speaker oleh sang Ratu.
"Yuki. Di mana kau pernah menemukan Lysa saat itu? Aku tahu, Lysa memintamu untuk merahasiakannya, tapi itu sudah berlalu. Lysa pernah menceritakan kejadian itu padaku, hanya saja aku lupa di mana lokasinya. Lysa dalam bahaya dan aku ingin kau ikut serta dalam misi penyelamatannya dari tangan Tobias," jawab Vesper cepat sembari membuka lemari pakaiannya.
"Newfoundland and Labrador, Mam," jawab Yuki cepat.
Vesper melirik Naomi dan gadis itu dengan cepat mencatat lokasinya dengan ponsel dalam genggaman.
"Temui aku di sana. Terbang hari ini juga," tegas Vesper sembari mengambil sebuah setelan warna hitam yang dihanger.
"Yes, Mam."
Yuki menutup panggilannya. Semua orang terlihat serius seketika.
"Temukan Lysa dan bawa dia kembali hidup-hidup. Urusanku dengan Tobias. Anak itu, benar-benar membuatku marah. Akan kujewer kupingnya," gerutu Vesper sembari melepaskan lapis Yukata terluarnya.
Semua orang langsung bergegas menyiapkan diri dan keberangkatan. Han menutup pintu ruang kerja rapat
__ADS_1
Ia lalu mendatangi isterinya yang mulai menanggalkan pakaian Jepang-nya dan menggantinya dengan pakaian tempur.
"Sayang, kenapa kau harus ikut? Nanti kau terluka," tanya Han cemas.
"Anak nakal itu harus benar-benar diberikan hukuman, Kak Han. Tolong jaga cucu dan anak-anak lucu itu. Aku hanya akan mengajak Tora, Mitsuki dan Tokio. Biarkan Naomi dan Sun tetap bersama Arjuna," ucap Vesper yang kini hanya memakai pakaian dalam.
Han menghela nafas panjang. Ia mengangguk mengerti. Han membantu Vesper berpakaian, tapi sang Ratu malah bermanja-manja padanya dengan merangkul leher suami tertuanya.
"Jangan mulai," ucap Han menunjuknya saat mengambil kaos pelapis lengan panjang berwarna hitam.
"Yakin tidak mau?" tanya Vesper menaikkan kedua alis dengan senyum penuh maksud.
Han terkekeh dengan wajah merah merona. Dengan sigap, Han langsung mendudukkan tubuh Vesper di atas meja kerjanya.
Han yang mengenakan Yukata, dengan sigap segera melepaskan ikatan tali di perutnya. Vesper tersenyum nakal saat Han menurunkan celana penutup kejantanannya itu.
Vesper mengangkat pinggulnya ketika Han melepaskan celana da*am sang isteri sembari menciumi kakinya yang terasa halus dan lembut.
Vesper tersenyum lebar. Ia juga heran karena gairah bercintanya tak memudar padahal seharusnya, ia sudah memasuki masa menopause, termasuk Han yang terlihat masih seperti ketika ia menikahinya. Tetap gagah dan tampan.
Han dengan sigap merapatkan tubuhnya. Jubah dari Yukata masih ia kenakan untuk menutupi tubuhnya dan sang isteri yang hanya memakai bra. Saat keduanya mulai berciuman sebagai pemanasan, tiba-tiba ....
GREKK!!
"Mama! Ayah! Oh!" pekik Arjuna kaget dan kebingungan, mondar-mandir saat tak sengaja melihat Ayah Ibunya sedang bercinta.
Namun lebih herannya lagi, Vesper dan Han biasa saja, masih dalam posisi yang sama. Keduanya saling berpelukan dan menoleh.
"Kenapa tak ketuk pintu?" tanya Vesper dengan wajah datar.
"Amm ... aku ... itu, kata om Tora, kalian akan pergi cari kak Lysa. Lalu ... bagaimana denganku?" tanya Arjuna memalingkan wajah, menatap pajangan di dekat dinding.
"Kau tetap ke Amerika bersama Sun dan Naomi. Aku akan meminta Biawak Putih dan Hijau pergi menyusul. Kau bersiaplah dan segeralah lengkapi jumlah pasukanmu," jawab Han sembari memijat kedua paha sang isteri lalu menciumi wajahnya.
Arjuna menelan ludah. Ia malah berdiri mematung melihat Ayah Ibunya berciuman di depan matanya. Jantung Arjuna berdebar kencang.
Ia merasakan kejantanannya sedikit mengeras bahkan kepalanya sampai miring karena Ibunya tertawa ketika sang Ayah menciumi lehernya. Arjuna terhipnotis.
"Hei! Kenapa masih di sini? Cari lawan mainmu sendiri sana! Jika tak ada, bermainlah dengan botol," teriak Han yang kembali menoleh saat menyadari anaknya masih berdiri di belakangnya.
"Bo-botol? Aku apakan dengan botol itu?" tanya Arjuna lugu. Vesper tertawa terbahak.
"Masukkan milikmu ke dalam mulut botol itu dan bayangkanlah sendiri. Pergi sana!" usir Han.
Arjuna langsung berjalan tergesa keluar dari ruangan. Ia menutup pintu meski masih sempat mengintip karena penasaran.
"Tuan Muda."
"Oh!" pekik Arjuna kaget dan langsung menutup pintu saat seseorang memanggil namanya.
***
makasih tipsnya. lele padamu. dan lagi-lagi, masih ada yang gak paham. aduh pusiang lele jelasinnya. LELE GAK PINDAH YA. KALO PINDAH ITU BOYONGAN. SEMUA DIANGKUT! DITINGGALKAN!
lele itu nambah wilayah kekuasaan. menjajah daerah lain siapa tahu di sana dapat pembaca baru yang suka dengan genre action mafia-nya lele.
Kaya pas nulis The Red Lips di app ****. Ni juga sama aja, lele nambah karya di GN, gitu doang. Kampungnya tetep di sini. Di Mangatoon.
sebagai penulis, yang paling membanggakan adalah ketika ada yang menghargai karya kita dan mendukungnya.
jadi ya to, lele tetep nulis di sini wong 4YMS2 juga baru mulai elah. pemanasan juga belom. Malah berasa diusir eke dari tempat ini. sedih aku tuh😩 kalo msh ada komen begituan, gak bakal lele bales. biar Tuhan aja yg bales. sukurin.
__ADS_1