4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Baby Sitter Jonathan


__ADS_3

Saat Jonathan masih terlihat serius mempelajari denah, Venelope masuk dengan sarung tangan karet dan terlihat membawa sebuah kotak medis. Jonathan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Aku hanya ingin melakukan perawatan tato di tubuhmu. Teruslah kerjakan pekerjaan rumahmu," ucap Venelope seraya membuka kotak medis yang ia letakkan di atas meja.


Jonathan diam dan kembali mengamati denah bangunan dari penjara tersebut. Namun diam-diam, Jonathan memperhatikan cara Venelope melakukan perawatan.


Jonathan merasa jika Venelope telaten dan melakukannya dengan lembut.


"Masa penyembuhan total pada luka di tatomu bisa sampai 4 minggu. Bisa dikatakan, selama sebulan kau akan tersekap di sini karena paparan sinar matahari secara langsung tak baik untuk kulitmu yang masih bengkak. Alasan Smiley tak memberikanmu pakaian agar tatomu cepat kering dan tak lengket di bajumu nanti. Akan lebih menyakitkan jika sampai merekat atau infeksi. Kau bisa mandi besok, tapi dalam pengawasanku. Aku akan menjadi baby sitter-mu selama dikurung di sini," ucap Venelope yang mengejutkan Jonathan.


"What?!" pekiknya sampai menoleh, dan Venelope hanya tersenyum tipis.


"Sebaiknya cepat selesaikan. Bulan depan kau akan melakukan presentasi. Sepertinya Smiley sangat sibuk sehingga dia memundurkan waktu untuk melakukan perekrutan," sambung Venelope seraya mengoleskan salep di lengan anak ketiga Vesper tersebut.


Pemuda itu diam saja dan kembali serius dengan pekerjaannya. Venelope mengoleskan salep ke tubuh Jonathan yang memiliki tato, hingga 15 menit.


"Jika merasa gatal, jangan digaruk. Cukup dielus saja atau kau akan terkena infeksi dan tatomu bisa rusak. Kau mengerti?" tanya Venelope melirik. Jonathan mengangguk pelan. "Baiklah. Aku akan kembali lagi nanti. Kau akan kuberikan salep sehari tiga kali," ucapnya datar dan pergi meninggalkan Jonathan dengan kotak medis yang ia bawa.


Jonathan melirik kepergian Venelope dari sel yang mengurungnya.


Oh, jadi Smiley sengaja biar luka tato Nathan cepet kering ya? Nathan emang masih awam sih sama dunia pertatoan. Ya udah, kali ini Smiley Nathan maafin. Coba kalo Love gak bilang, 'kan Nathan sensi terus tuh sama pak tua, gerutunya dalam hati.


Jonathan mulai terlihat santai dalam mengerjakan tugas demi kesepakatan untuk mendapatkan kemewahan selama disekap dalam cengkeraman No Face.


"Hem, kayaknya udah oke nih rencananya. Jadi tar masuk sini, terus ke sini, abis itu ke sini, ketemu sama para tahanan, lalu bebasin, terus lari ke sini, udah deh, beres," ucapnya bangga seraya menggunakan sebuah spidol sebagai ilustrasi dirinya yang bergerak di dalam denah tersebut.


Entah sudah berapa jam Jonathan berada di ruangan tersebut. Namun saat perutnya kelaparan, Venelope datang seraya membawakan makanan dan kotak medis.


Jonathan yang mulai terbiasa dengan sikap ramah Venelope malah seperti menantikan kedatangannya.


"Hehe," kekehnya dengan senyum terkembang.


"Kau kenapa?" tanya Venelope heran saat meletakkan bungkusan cokelat.


"Love, minta ke Smiley buat kasih Nathan celana dong. Seinget Nathan, ini musim gugur dan bentar lagi musim dingin. Lagian, apa kamu gak risih, liat Nathan pakai celana dalaam doang dari kemarin? Sengaja ya, kepengen ya? Nanti Nathan kasih, tapi nanti ya kalau Nathan udah sehat," jawabnya dengan senyum penuh maksud.


"What? Kau bicara apa? Kepengen? Apa itu? Kau ingin memberiku apa?" tanya Venelope dengan kening berkerut, tapi Jonathan tak menjawab.


Pemuda tampan itu segera mengambil bungkusan cokelat dan membuka isinya yang berisi roti dan air mineral dalam botol.


Jonathan memakan roti itu dengan lahap dan meminum air mineral dengan cepat. Venelope baru membuka kotak medis, tapi makan malam itu telah ludes tak bersisa.


Venelope kini mengoleskan minyak zaitun dan Jonathan terlihat menikmati sentuhan lembut gadis pirang tersebut. Jonathan menatap Venelope seksama dan mantan pemimpin No Face itu menyadarinya.

__ADS_1


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Hehe. Nathan liat, kamu cantik. Kayaknya ... gadis-gadis No Face cantik dan manis ya? Kamu, Sierra, Tessa dan Cassie. Kalian semua juga berambut pirang. Bisa samaan gitu ya?" jawabnya membayangkan para perempuan itu sampai matanya terangkat ke atas menatap langit-langit kamar.


Venelope terdiam untuk beberapa saat lalu kembali mengoleskan minyak. Gadis berambut pirang itu memasukkan kembali perlengkapan perawatan tato Jonathan dan terlihat tergesa untuk pergi.


Jonathan menatap punggung Venelope yang terbungkus pakaian berwarna putih tersebut.


"Rambutku hitam, bukan pirang, sama seperti ibuku. Selamat malam, Jonathan," ucapnya menoleh sedikit lalu keluar dari sel.


Kening Jonathan berkerut. "Hitam? Oh, Anita 'kah maksudnya? Kayaknya gitu, soalnya Tessa pernah kasih informasi demikian dalam pengakuannya dan udah masuk dalam catatan. Tessa bilang kalo Love anak Anita," gumannya teringat saat persidangan. "Oh, Anita rambutnya hitam ... hem, kalau anaknya cantik, pasti ibunya juga. Hehe, Nathan gak bisa bayangin gimana seremnya mama pas tahu kalau papa dulu ceweknya cantik-cantik dan seksi-seksi. Wajar aja kalau Anita sampai dibunuh mama. Mana mau mama disaingi? Hehe, mama Nathan emang the best," ucapnya bangga sembari menganggukkan kepala.


Jonathan yang mulai terlihat mengantuk itu akhirnya merebahkan diri, tapi ia ingat jika tubuhnya di tato. Ia tak mau tatonya rusak karena perlahan ia mulai menyukainya. Jonathan merasa dirinya jadi terlihat garang dan keren.


"Emang kak Juna doang yang bisa keliatan serem, Nathan juga. Malah tatonya gratis gak usah bayar. Dirawat pula. Ah ... kayaknya disekap sama No Face gak buruk-buruk amat, walopun tempatnya sempit dan ... haish, makanannya pelit. Hem, Nathan kudu berhasil bebasin para tahanan itu biar dapet fasilitas mewah. Oke, semangat!" ucapnya memotivasi diri.


Smiley dan Ungu yang mendengar ucapan Jonathan barusan dari ruang kerja, saling melirik.


"Sepertinya kita terlalu lembut padanya," ucap Smiley menatap Ungu terlihat kecewa.


Sedang Ungu genit menunjukkan senyum manis. "Jonathan ini beda dari mafia lainnya, Om. Kayaknya dia itu hidupnya woles dan nanggepin semua hal dengan santai. Percuma aja kasih dia tekanan, paling ngamuk bentar abis itu adem lagi. Tuh liat aja, dia gak terlihat tertekan. Bandingkan pas dia datang, berisik," jawab Ungu genit seraya merapatkan kimono tidurnya. "Ungu akan mengawasi pergerakan Jonathan. Om pergi aja selesein urusan si Sandara yang katanya mau operasi plastik. Pastiin itu bukan ajang buat Yudhi dan Sandara kabur dari tempat tersebut," tegas Ungu dan Smiley mengangguk.


Ungu keluar dari ruangan dan meninggalkan Smiley yang terlihat memikirkan ucapan pria berparas cantik tersebut. Pria tua itu melihat layar yang menunjukkan gerak-gerik Jonathan selama di dalam sel.


Keesokan harinya, Venelope datang seraya membawa sebuah piyama handuk yang ia gantungkan di lengannya.


Jonathan terlihat masih mengantuk, tapi gadis pirang itu memaksanya untuk bangun.


"Mau ke mana?" tanya Jonathan saat dua orang pria bertubuh besar masuk dan memakaikan borgol di kedua pergelangan tangan.


"Mandi," jawab Venelope santai dan Jonathan mengangguk.


Pemuda itu diapit oleh dua pria bertato karena mereka hanya mengenakan kaos hitam lengan pendek. Terlihat jelas tato di kedua lengan mereka.


Jonathan melihat tato di lengannya dan ia merasa sama kerennya dengan dua pria tersebut.


"Masuk," perintah Venelope dan Jonathan melangkah ke sebuah ruangan yang memiliki shower di dalamnya.


Borgol Jonathan dikaitkan pada sebuah besi di bawah shower. Jonathan bingung saat ia ditinggalkan bersama Venelope di kamar mandi tersebut.


"Eh, mau ngapain?" tanya Jonathan menggeser langkahnya saat Venelope akan memegang pinggulnya.


"Kau harus melepaskan celana daalammu. Kau sudah beberapa hari tak mandi. Apa kau tak khawatir jika milikmu sampai terkena jamur atau gatal?" tanya Venelope berkerut kening.

__ADS_1


"Oh. Jadi ... Nathan dimandiin? Boleh, boleh. Boleh banget malah. Yang lama juga boleh, hehe," jawabnya gembira.


Venelope memutar bola mata terlihat malas, sedang Jonathan tersenyum merekah saat celananya diturunkan oleh gadis berambut pirang itu hingga ia berjongkok.


DUK!


"Aw! Apa-apaan kau ini?" pekik Venelope melotot saat ujung roket itu mengenai wajahnya.


"Hahaha, sengaja. Si roket kalau lepas dari kurungan gitu, suka liar, pengennya cepet meluncur. Maaf ya," kekehnya dengan senyum lebar.


"Hiss!" desis Venelope kesal dan langsung menyalakan shower hingga air deras seperti hujan lebat itu mengguyur tubuh Jonathan.


"Wah! Dingin!" teriaknya panik dan berusaha menghindar, tapi tak bisa karena tangannya terkait.


Venelope tersenyum miring karena Jonathan sibuk menggeser tubuhnya ke kanan dan ke kiri menghindari air tersebut.


"Huff ... huff ... sumpah dingin banget! Ya udah cepetan sabunin Nathan!" pekiknya dengan tubuh basah kuyup.


"No. Selama luka tatomu belum sembuh, kau mandi tanpa sabun. Buka mulutmu, gigimu harus kusikat," ucapnya dengan pasta gigi dan sikat sudah dalam genggaman.


Jonathan pasrah dan membuka mulutnya lebar. Venelope terlihat serius melakukan pekerjaannya sebagai baby sitter Jonathan. Pemuda itu terlihat menikmati aktivitas dan hari-harinya selama di sekap.


Usai mandi, Jonathan diberikan boxer baru dan sebuah piyama handuk. Ia tetap tak diberikan pakaian. Awalnya pemuda itu ingin protes, tapi diurungkan.


Ia merasa jika piyama berwarna putih tebal itu cukup menghangatkan tubuhnya dan bisa dijadikan selimut.


"Smiley meminta kau mulai membuat skema di papan putih itu. Hadapkan ke CCTV agar dia bisa melihatnya. Kau mengerti?" tanya Venelope tegas usai ia memberikan salep di luka tato Jonathan.


"Oke," jawab Jonathan yang membiarkan piyama handuk itu tergantung karena masih basah.


Jonathan menikmati sarapannya dengan santai. Makanannya selama dikurung hanya roti dan air mineral, tak lebih dari itu.


Jonathan juga mulai terbiasa memakai celana boxer saja selama dikurung dalam sel dan membiarkan tubuhnya yang ditato terlihat.


"Baiklah. Lihatlah mahakarya Jonathan, Pak Tua. Buka matamu lebar-lebar, dan pastikan jantungmu di baut dengan kuat biar gak lompat karena takjub," ucapnya mantap menunjuk kamera CCTV dengan spidol board maker dalam genggaman.


***


SOURCE : tattoo indonesia & hendric shinigami (youtube channel)


DM Instagram pak Heri (yg jadi pak Sutejo) dan jeng Errica. Tengkiyuw atas informasi mengenai dunia pertatoan❤️


kwkw tipsnya diborong sama mbak yuki😆 makasih ya lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2