4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dia Mencintaiku


__ADS_3

Tessa begitu terharu karena kata-kata manis terucap dari bibir pria yang dicintainya. Tessa tak bisa menghentikan air mata.


Buah kesabarannya yang tulus mencintai Arjuna, kini bisa ia rasakan, di mana semua orang tahu watak keras dari lelaki itu.


"Kau sampai menangis. Sepertinya ... aku memang lelaki brengsek," ucapnya seraya menarik tangannya dari dagu sang isteri. Tessa tersenyum lebar dan memilih untuk tak berkomentar.


Arjuna meneguk wine-nya sampai habis dan beranjak, tapi tiba-tiba ....


"Ups," celetuknya yang membuat mata Tessa melebar seketika saat handuk yang melilit pinggul Arjuna terlepas. Pemuda tampan itu malah berdiri terpaku membiarkan kain tebal itu jatuh di kakinya. "Kau akan membiarkanku seperti ini?"


Tessa bingung, tapi segera beranjak dari dudukkannya. Ia mengambil handuk suaminya lalu melilitkannya lagi.


Arjuna tersenyum karena Tessa terlihat canggung padanya, tak seperti saat ia menjadi pemimpin No Face yang banyak tingkah dan terkesan berkuasa.


"Oh!" kejut Tessa saat ia sudah berdiri, tapi Arjuna malah merangkul pinggulnya dan mendekatkan tubuhnya ke pelukan sang suami.


"Kenapa nyalimu ciut setelah menikah dengannku, Flame?" tanya Arjuna menatap isterinya lekat. Tessa terlihat gugup dan memalingkan wajah, tapi hal itu malah membuat pria bertato itu jadi gemas karenanya. "Aku baru menyadari, jika kau cantik tanpa make-up tebal. Jadi, selama di rumah, no make up, oke?" tegas Arjuna menunjuk wajah sang isteri. Tessa mengangguk dan masih tak berani menatap wajah suaminya.


"Emph!" kejut Tessa untuk kesekian kali saat tiba-tiba Arjuna mengurung bibir wanita cantik itu di mulutnya seakan ingin disantap.


"Bos! Eh!" kejut Biawak Putih saat masuk ke kamar Arjuna yang tak ditutup rapat dan dibiarkan terbuka sedikit.


Spontan, Arjuna melepaskan ciumannya, begitupula Tessa yang terkejut karena kedatangan segerombolan pria ke kamar suaminya.


"Gak jadi, gak jadi, besok aja, hehe ... selamat nyicil!" seru Biawak Hijau yang langsung menggiring kawan-kawannya pergi lalu menutup pintu.


Tessa tertawa pelan dengan wajah merah padam karena malu. Ia menenggelamkan wajahnya di dada sang suami yang dipenuhi tato. Arjuna mendesis dan berjalan dengan gusar ke pintu lalu menguncinya.


Saat Arjuna berbalik, ia terkejut ketika mendapati Tessa mulai melucuti pakaiannya satu persatu dengan senyum manis.


Arjuna diam sesaat karena terpaku dengan pesona kepolosan tubuh sang isteri. Dengan sigap, ia ikut melepaskan kembali handuknya dan membiarkan serigalanya untuk berburu.


...IPO! IPO! IPO!...


...HAYOO MINGGIR! LELE MAU MASAK!...


...PANAS! PANAS!...


Arjuna mendekati Tessa dengan gagah. Tessa terlihat gugup saat Arjuna dengan cepat mengurungnya dalam pelukan erat. Kedua tangan Tessa ikut menangkap tubuh sang kekasih dalam pelukannya.


Bibir keduanya bertemu dan mulai beradu dengan tamparan lidah di dalam sana. Perlahan dan pasti, jantung Arjuna berdebar kencang. Darahnya mendidih mendengar rintihan lirih sang isteri.

__ADS_1


Arjuna terus melangkah dan mendorong tubuh Tessa hingga terpepet pinggir ranjang lalu menjatuhkan keduanya di lapisan empuk alas bermotif itu. Tessa merangkak mundur karena Arjuna tak melepaskan buruannya, meski ciuman keduanya terlepas.


Kali ini, Arjuna mengunci targetnya dan tak membiarkan wanita berambut pirang itu lepas dari cengkramannya.


Tessa terlihat malu, karena baru pertama kali, Arjuna terlihat begitu menginginkannya. Bagai pungguk merindukan bulan, Tessa begitu bahagia karena Arjuna kini bersedia memberikan cintanya.


Arjuna terlihat bahagia malam itu. Meskipun berkesan memaksa saat melakukannya, tapi Tessa terlihat tak keberatan dengan gaya bercinta Arjuna.


Tessa tak bisa menahan seruan kenikmatan yang dirasakan tubuhnya saat milik Arjuna yang terasa begitu penuh dan sesak di liangnya terus mendorong kuat hingga terasa terhimpit.


Keduanya saling tertawa saat melakukan penyatuan tubuh. Tessa merasakan geli di bagian bawah perutnya karena rambut-rambut yang telah dicukur mulai tumbuh di sekitar keperkasaan sang suami.


"Juna! Hahaha! Ah! Jangan ditempelkan! Tajam!" serunya yang berusaha menyingkirkan tubuh Arjuna yang menggencet tubuh bagian atasnya seraya terus mendorong.


"Tidak mau! Bukankah seru?" tanyanya dengan senyum lebar sembari menarik pinggul sang isteri yang berusaha lepas darinya.


"Ah, dari belakang saja. Rambutmu menusukku!" keluh Tessa mendorong perut sang suami dengan kedua tangannya karena Arjuna enggan menghentikan aksinya.


"Oke," jawabnya karena Tessa sampai berkerut kening akibat aksi kejam si rambut hitam.


Tessa membalik tubuhnya dengan nafas tersengal. Dengan sigap, serigala Arjuna kembali menerkam dan langsung menyelinap di terowongan itu.


"Ah! Juna!" keluhnya lagi karena posisinya belum terasa nyaman, tapi Arjuna sudah terburu-buru.


Tessa sampai tak bisa membuka matanya karena keperkasaan sang suami yang begitu bersemangat untuk bercinta malam itu.


Arjuna menarik kedua pundak sang isteri hingga tubuh Tessa terangkat seperti orang berlutut.


Arjuna mencengkeram dua bongkahan besar yang begitu pas di kedua tangannya. Tessa tak berhenti meraung dan menggeliat dalam kenikmatan karena sentuhan sang suami.


Tessa memiringkan kepalanya untuk bisa melihat wajah suaminya ketika ia begitu bergairah untuk memuaskannya. Dengan sigap, Arjuna menyerang bibir indah itu dan melahapnya dengan nafas memburu.


Tessa roboh ke samping dengan Arjuna bersamanya. Tubuh Tessa yang sengaja dimiringkan, membuat Arjuna leluasa untuk bergerilya dengan kedua tangannya.


Serigala lapar itu terhimpit dalam terowongan kenikmatan yang semakin menggencetnya, tapi malah membuatnya semakin buas karena didesak.


Keduanya tak mau mengalah dan ingin menunjukkan kemampuan dalam bercinta. Bibir tipis Arjuna dengan cepat melahap bulatan kecil menggemaskan di salah satu pucuk bongkahan itu.


Tessa membalasnya dengan mencengkeram kuat bongkahan besar di bawah tubuh sang suami yang tak henti-hentinya mendorong daging panjang untuk terus menerobos.


Arjuna mulai menyuarakan erangan kenikmatannya dan wanita berambut pirang itu tersenyum lebar dengan mata terpejam karena pertama kalinya sang suami terlihat puas dengan pelayanannya.

__ADS_1


Tessa menambah serangannya dengan mengeluarkan rintihan kenikmatan yang sama agar Arjuna segera melepaskan seluruh anak buahnya.


Dan benar saja, usahanya berhasil. Arjuna mengganti posisinya dengan cepat dan kembali ke hadapan sang isteri.


Tessa dengan sigap melebarkan kedua kakinya saat milik Arjuna yang telah terlumuri cairan kenikmatan itu kembali masuk. Kali ini, Tessa berusaha menahan ketajaman dari hutan gundul yang mulai tumbuh saat mengenai kulit halusnya.


Arjuna mendorong miliknya dengan kuat dan ritme cepat hingga membuat tubuh Tessa terguncang. Dua bongkahan itu terkena imbas dari gempa bumi dahyat yang menghantam titik kepuasan. Arjuna tak kuasa untuk tak menjamahnya.


Bagai gunung berapi yang akan meletus, magma keduanya yang sudah terkumpul penuh, siap untuk diledakkan.


Benar saja, "Argh!" erang Arjuna saat ia mencengkeram kuat dua bongkahan padat itu dengan kedua tangannya saat ia mendorong miliknya ke terowongan Tessa.


Anak buah serigala yang selama ini terkurung dalam kandang yang kokoh, berhasil menjebol kurungan itu. Mereka berlari dengan buas menyusuri terowongan, hingga bertemu sarang untuk berkembang biak.


Tessa mencengkeram kuat kedua lengan suaminya yang berotot hingga dadanya membusung saat ia merasakan serangan mematikan itu mengenai titik kepuasaannya.


Perlahan keduanya terkulai lemas. Arjuna roboh dalam pelukan sang isteri dengan nafas tersengal seperti habis berlari memutari lapangan sepak bola tanpa henti.


Tessa memeluk suaminya meski terselimuti peluh, tapi ia merasa bahagia karena Arjuna puas dengan pelayanannya.


Tessa tersenyum seraya mengelus lembut rambut suaminya yang terasa halus di tangannya. Arjuna memejamkan mata terlihat lelah, tapi perlahan membuka matanya dan mendapati sang isteri mengecup keningnya dengan lembut. Arjuna bisa merasakan jika Tessa sungguh mencintainya.


Ia tak menginggalkanku usai bercinta seperti Naomi saat itu. Ia membiarkanku roboh dalam pelukannya, bahkan ... ia tetap memelukku. Dia ... sungguh mencintaiku, ucap Arjuna dalam hati dan membiarkan Tessa memanjakan tubuhnya yang lelah.


Arjuna merasa beban di pikiran dan tubuhnya selama ini berkurang setelah penyatuan tubuh dengan sang isteri.


Selama ini, ia memang tak berniat untuk menanamkan benihnya di dalam sana. Ia bercinta hanya sekedar formalitas tanpa cinta di dalamnya.


Namun kali ini, berbeda. Ia menginginkan anak dari rahim wanita yang tulus mencintainya, dan Arjuna memberikan kesempatan itu.


Perlahan, Arjuna menyadari jika Tessa tak membelainya lagi. Ia mengangkat tubuhnya dan mendapati sang isteri memejamkan mata dengan senyuman. Arjuna ikut tersenyum dan meninggalkan kecupan lembut di pipi sang isteri.


Ia memindahkan tubuhnya ke samping dan tetap berada di sisi Tessa. Ia melihat wanita cantik itu tertidur lelap setelah aksi panas mereka.


Arjuna menarik selimut dan menutup tubuh keduanya. Tessa terbangun karena Arjuna memintanya mendekat ke sisinya. Kali ini, ia membiarkan Tessa tidur dalam pelukannya.


"Selamat malam, Sayang. I love you," ucap Tessa dengan mata terpejam dan senyuman saat ia merebahkan kepalanya di lengan sang suami.


"Selamat malam," jawab Arjuna, meski kata cinta belum bisa terucap dari bibirnya.


***

__ADS_1


anggap aja eps bonus. jangan lupa vote vocer dan poinnya ya. tips koinnya juga. kwkwkw


__ADS_2