
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST and GOOGLE
------ back to Story :
"Good morning," sapa Vesper saat Cassie membuka mata dan langsung duduk dengan selimut ia genggam rapat menutupi tubuh indahnya.
Gadis berambut pirang itu memasang wajah datar, meski matanya terbelalak lebar saat Vesper dan Verda menatapnya tajam.
"Di mana Jonathan?" tanya Cassie melirik lalu menoleh mencari keberadaan kekasihnya.
"Dia sedang bertemu dengan para tamu," jawab Vesper tenang dengan sorot mata terkunci pada sosok Cassie seorang.
Tiba-tiba, Cassie beranjak dari tempat tidur dan membiarkan tubuhnya yang polos terlihat oleh dua wanita dewasa yang terkejut akan sikap cueknya seperti tak tahu malu.
Vesper dan Verda terbengong, ketika Cassie memakai gaun pengantin Sierra tanpa pakaian da*am.
Cassie berjalan perlahan seraya mengangkat sedikit gaun bagian depan karena sulit untuk melangkah.
"Halo, Nyonya Vesper. Nyonya Verda. Aku Casandra Welmesy Flame, salam kenal," ucapnya seraya membungkuk hormat ala princess. Vesper dan Verda terpaku seketika. "Kalian bisa memanggilku Cassie."
"Apa Jonathan tak masalah, kau memakai pakaian itu?" tanya Verda menunjuk gaun pengantin yang dikenakan Cassie.
Cassie mengangguk. "Dia mengatakan jika aku pacarnya. Dia meminta 3 hal dariku. Sebagai gantinya, aku boleh memakai pakaian ini," jawabnya dengan wajah datar.
"Tiga hal. Apa itu?" tanya Vesper penasaran.
"Mandi dan tidur bersama, dan ... ber ... mm, sebentar, aku agak sedikit sulit diingat dan disebut kata-kata itu," ucapnya terlihat bingung, meski wajahnya tak berekspresi. Dua wanita dewasa itu sabar menunggu. "Ah, bercinta."
"What?!" pekik Vesper dan Verda bersamaan.
Cassie berdiri terlihat anggun dengan gaun pengantin di tubuhnya. Vesper dan Verda saling melirik.
Verda menekan layar jam tangannya dan Cassie menyadarinya. Tak lama, Roza, Merry, dan Julia masuk ke dalam. Cassie menyipitkan mata.
"Apa yang akan kalian lakukan?" tanyanya penuh selidik.
"Kami harus menginterogasimu, untuk membuktikan, kau bukan ancaman bagi Jonathan dan jajaran kami," jawab Verda menerangkan.
"Gas halusinasi?" tebaknya. Semua wanita dewasa itu mengangguk membenarkan. "Gas itu tak mempan padaku. Percayalah. Aku pernah terkena dampaknya, dan ... aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing, batuk, dan ... flu. Setelah itu, aku kembali normal."
"What? Seriously?!" pekik Roza kaget. Cassie mengangguk pelan.
"Coba saja," sahutnya seperti menantang, meski tak terlihat ancaman darinya.
Cassie duduk di pinggir ranjang terlihat tenang. Roza bingung, tapi Vesper mengangguk pelan sebagai tanda jika hal itu perlu dilakukan.
Tiga wanita Red Skull itu akhirnya melakukan prosedur tersebut. Mata Vesper menajam, melihat perubahan dalam diri Cassie ketika terkena dampak dari gas tersebut.
Cassie terlihat pusing, ia memegangi kepalanya. Matanya terbuka dan tertutup beberapa kali seperti mencoba untuk tetap sadar. Dan benar saja, ia bersin.
"Hatchim! Uhuk, uhuk!"
Roza sampai terkejut karena ia berdiri di depannya. Cassie meminta tissue dan Julia memberikannya. Cassie mengeluarkan ingusnya lalu menarik nafas dalam.
__ADS_1
"See? Gas itu tak berdampak apapun untukku. Mungkin, gasnya sudah kadaluwarsa," tegasnya cuek.
Mata Vesper dan lainnya terbelalak. Mereka terkejut karena Cassie satu-satunya orang yang tak terkena dampak dari gas tersebut.
Sierra saja bisa berubah kepribadian, tapi gadis kaku di depan mereka itu terlihat biasa saja dengan wajah datar.
"Hem, menarik. Cassie, ayo duduk di ruang tamu sembari sarapan. Kau belum makan 'kan?" tanya Vesper mengajak, dan Cassie mengangguk.
Cassie mengikuti Vesper dan duduk di seberangnya. Vesper masih mengunci pandangannya kepada gadis cantik di depannya, meski baginya Sierra lebih cantik darinya.
"Bagaimana caranya kau bisa masuk kemari?" tanya Julia curiga.
"Mudah. Black Castle memiliki banyak pintu rahasia dan tembusan ke berbagai tempat untuk evakuasi. Yang aku lewati sepertinya sudah lama sekali tak digunakan. Kotor, pengap, dan banyak sarang laba-laba. Mungkin karena itu, saat aku datang kemari terlihat kumal. Setidaknya itu yang dikatakan Jonathan," jawabnya tenang.
Mata Vesper melotot. "Jalan rahasia lain? Di mana?"
Cassie lalu beranjak. Ia keluar dari kamar dan diikuti oleh semua orang. Cassie berjalan menuju ke sebuah tangga. Ia menuruni tiga tangga tersebut lalu berdiri di tangga ke empat. Gadis itu berjongkok dan, NGEKKK!
"Oh!" pekik Merry dengan mata melotot saat menyadari jika pijakan pada tangga itu bisa diangkat dan ada jalan menuju ke sana meski terbilang sempit.
Namun, tubuh seukuran Cassie bisa dengan mudah menyelinap ke dalam sana.
"Ke mana tujuan akhir jalan ini?" tanya Roza ikut melongok ke dalam di mana tak terlihat cahaya di dalam sana.
"Hutan Bowland AONB. Ada sungai di sana. Terowongan ini menembus ke luar kawasan Black Castle. Tak ada penjaga di pintu tembusan. Jadi, aku lewat sini, jalan teraman," jawabnya santai, tapi membuat semua orang melongo.
"Bagaimana kau tahu semua hal ini?" tanya Roza heran. Vesper terlihat serius menyimak.
"Saat pembangunan Kastil, tuan Robert mengerahkan banyak pekerja dari luar, salah satunya orang The Circle yang berhasil mengelabuhinya. Ayahku, Miles."
"Miles ayahmu? Asisten Sierra?" tegas Vesper. Cassie mengangguk.
Vesper memejamkan mata sejenak, ia tak tahu akan hal itu.
"Kami sudah tahu jalan rahasia di kamar Robert. Beritahukan jalan rahasia kamar Charles dan Erik," pinta Vesper serius.
Cassie mengangguk. Ia menutup papan pijakan tangga itu dan kembali naik ke atas. Ia kini berjalan ke koridor menuju ke arah kamar mendiang William Charles.
"Minta Doug dan Black Armys penyidik untuk menyusuri jalan di balik tangga itu," perintah Vesper berbisik ke arah Julia. Wanita perkasa itu mengangguk paham lalu pergi.
Kamar milik mendiang Charles, Robert, Erik, dan Vesper, hanya bisa dibuka olehnya, Ivan serta Jonathan dengan pemindai sidik jari.
CEKLEK!
Vesper masuk lebih dahulu dan kini diikuti oleh Cassie, Verda, Merry dan Roza. Cassie berjalan menuju ke kamar mandi. Vesper berdiri di balik pintu melihat gerak-gerik gadis itu dengan serius.
"Di sini," ucap Cassie menekan kaca yang tertempel di dinding kamar mandi, dan sebuah jalan terbuka.
Mata Vesper dan lainnya kembali melebar. Mereka tak tahu jika ada jalan rahasia di balik kaca tersebut yang ternyata sebuah pintu.
Cassie berdiri di samping pintu dengan wajah datar seperti tak keberatan atau tertekan akan informasi penting yang dimilikinya.
"Oke selanjutnya, kamar Erik Benedict. Semoga Anda tak marah jika aku masuk ke kamarnya," ucap Cassie kembali berjalan di depan seraya mengangkat gaun pengantinnya.
Vesper tersenyum paksa. Verda dan lainnya memilih diam. Vesper akhirnya membuka kamar Erik yang sengaja tak ia gunakan, meski terkadang Jonathan sering tidur di sana karena kamar Erik yang luas dan sesuai seleranya.
__ADS_1
"Di sana," ucap Cassie menunjuk bawah ranjang.
"Tunjukkan," pinta Vesper menekan.
Cassie tengkurap di lantai dan tangan kanannya terjulur masuk ke dalam. Ia terlihat sedikit kesulitan saat menekan sebuah lantai. Cassie menghembuskan nafas keras terlihat kesal.
BUK!
Vesper terkejut saat Cassie memukul lantai itu dengan kepalan tangan kanannya. Vesper akhirnya ikut melongok dan mendapati lantai di bawah ranjang itu terbuka.
"Aku tak mau lewat sana karena pasti terbentur oleh ranjang. Jadi, aku pilih lewat bawah tangga. Aku tak mau jalan yang menembus kamar mandi Charles karena itu kamar mandi pria. Aku risih," ucapnya mengutarakan.
"Kau risih? Tapi kau bercinta dengan anakku," tanya Vesper keheranan.
Cassie diam mengedipkan mata menatap Vesper seksama yang seperti menekannya.
"Ya. Aku bercinta dengan Jonathan dan aku ingin melakukannya lagi. Rasanya enak. Aku suka saat Jonathan memijat dadaku dan memasukkan pen*snya ke dalam tu—"
"Hei, hei, stop!" pekik Vesper malah merinding mendengar kejujuran gadis itu.
"Anda memotong ucapanku. Itu tidak sopan," tegasnya menunjuk, meski wajahnya datar.
"Sepertinya gadis ini sedikit bermasalah," sahut Verda heran sampai mengerutkan kening.
"Karena aku tahu apa yang akan kau katakan selanjutnya. Kau bahkan sangat vulgar dalam berkata-kata. Kau seperti tak tahu sopan santun. Kau bahkan telanjang di depanku!" pekik Vesper kesal.
"Aku memakai baju. Aku tak telanjang," jawabnya membela.
"Ya Tuhan. Aku sampai menyebut nama-Mu. Aku pasti sudah gila. Kenapa bisa ada gadis tak beretika seperti ini di hadapanku?" gerutu Vesper terlihat pusing memegangi kepalanya.
"Aku sekolah sampai sekolah dasar. Aku bisa menulis, membaca, dan 10 bahasa. Aku bisa bertarung tangan kosong, menggunakan berbagai jenis senjata, mengendarai motor, mobil, dan helikopter. Aku ahli menyusup, menyamar, dan bisa berenang," ucapnya cepat memamerkan kemampuannya.
Vesper dan semua orang di kubunya terpaku atas kepolosan gadis di depan mereka.
"Kita kembali ke kamar Sierra. Kita bicarakan lebih lanjut hal ini di sana," ajak Vesper kembali berdiri seraya merapikan gaun terlihat pasrah.
Cassie dirangkul oleh Verda kembali ke kamar. Vesper meminta kepada Merry dan Roza untuk mengerahkan Black Armys penyidik menelusuri jalan rahasia itu.
Dua anggota Red Skull tersebut segera pergi melaksanakan perintah majikannya.
Vesper melihat gerak-gerik Cassie seksama saat gadis itu berjalan memunggunginya. Verda meminta Cassie duduk di sofa dengan dia ikut duduk di sampingnya. Vesper kembali duduk di kursi single seraya menyilangkan kedua kaki.
Tiba-tiba, "Cassie?!" pekik Tessa mengenakan gaun pengantin masuk ke ruangan itu terlihat kaget melihat sosoknya.
"Oh! Nona Tessa?!" kejutnya dengan mata melebar. Cassie langsung membungkuk dan membuat tanda 'Home' ciri khas The Circle. Tessa melakukan gerakan yang sama sebagai bentuk salam hormat.
"Kau masih hidup?" tanya Tessa dengan mata membulat penuh diiringi senyum merekah. Cassie mengangguk pelan terlihat lugu.
Vesper menyipitkan mata saat keduanya berpelukan meski Cassie tak tersenyum.
"Tessa, bisa meminta waktu sebentar? Biarkan Cassie menikmati sarapannya," pinta Vesper dengan pandangan penuh maksud.
Tessa mengangguk dan memberikan senyuman saat melambaikan tangan pada Cassie yang kembali duduk di sofa.
Cassie dijaga oleh Verda. Gadis itu makan dengan lahap, seperti tak merasa takut berada di sana. Vesper membawa Tessa ke ruang tidur Sierra.
***
__ADS_1
tengkiyuw tipsnya. lele padamu alra❤️