4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Serbia*


__ADS_3


Serbia, Kediaman Sisca—puteri dari Bojan Nebojsa.


Yang dikatakan oleh Lysa benar adanya jika sang suami sedang berada di negara itu, tepatnya di rumah salah satu anak dari anggota Dewan 13 Demon Heads didampingi oleh 2 Pionnya—Dakota dan Daido.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Aku cukup yakin, Tobias, jika ini semua ulah Miles dan orang-orang bertopeng dengan nama narkotika. Torin dan aku telah diserang, aku berspekulasi jika sisanya sedang diincar oleh mereka," ucap Bojan dengan cerutu dalam apitan jemari di ruang perapian rumah anak gadisnya.


"Jadi, kau berpikir karena mereka tak memiliki pasukan, Miles balas dendam dengan membunuh anak buah Jonathan setelah kesepakatan dengan bocah tengik itu gagal? Seperti pengakuan Jonathan dan lainnya kenapa ia diculik kala itu di Persidangan?" sahut Daido dan Bojan mengangguk.


"Agar tak dicurigai jika mereka mengincar anak buah The Circle milik Jonathan, maka harus ada korban dari warga sipil?" sambung Dakota.


"Ya, tepat sekali. Dari dua kejadian, motif itu sudah terlihat jelas. Aku sudah membicarakan hal ini kepada anggota Dewan yang lain dan mereka sependapat. Miles pasti akan menyerang Pos Darurat yang dijaga oleh The Circle Jonathan. Orang-orang itu dendam padanya karena Jonathan menjadi pemimpin sah The Circle karena temuannya waktu itu," jawab Bojan menegaskan.


Para mafia yang berkumpul di ruang perapian terdiam memikirkan hal ini. Sedang Tobias, masih terlihat santai dengan wine dalam genggaman dan duduk dengan kaki menyilang.


"Bagaimana menurutmu, Toby?" tanya Bojan.


"Jadi ... untuk mengusir Miles, kalian ingin menggunakan The Eyes sebagai pengganti The Circle Jonathan?" tanya Tobias seraya menaikkan kedua alisnya. Bojan mengangguk pelan. Tobias segera menghabiskan wine di gelas crystal-nya lalu meletakkan benda bening itu di atas meja. Semua orang diam menunggu. "Oke. Kalian memilih anak buahku. Tentu saja, mereka lebih hebat dari The Circle Jonathan didikan Miles. Walaupun mereka masih remaja, tapi kalian bisa lihat sendiri kemampuannya," tegas Tobias menunjuk pria di depannya. Bojan tersenyum.


"Oleh karena itu, kami para anggota Dewan sepakat untuk mengusir The Circle Jonathan dari Pos Darurat. Walaupun terdengar kejam karena semua ide itu dia yang cetuskan, tapi kami tak mau berurusan dengan pemerintah karena hal sepele ini," tegas Bojan terlihat kesal.


Bojan akhirnya menandatangani kesepakatan dengan Tobias hari itu. Pasukan The Eyes akan ditempatkan di usaha legal para anggota Dewan yang tersebar di seluruh dunia menggantikan anak buah Jonathan.


Para anggota Dewan yang memiliki usaha makanan atau minuman, beralih menjadi pengusaha bidang fashion dan perlengkapan non bahan makanan karena khawatir jika pelanggan mereka keracunan.


Tentu saja, hal ini membuat Jonathan semakin geram. Tak ada senyuman di wajahnya karena secara tak langsung ia seperti disingkirkan. Jonathan bahkan enggan menerima panggilan dari orang-orang terdekatnya, termasuk BinBin.


Ruang kerja kediaman Han, Amerika.


"Mbak Vesper, Jojon berubah loh. Marah-marah terus. Itu anak buahnya dibiarin numpuk di markas Pak Sutejo gak diapa-apain sama dia. Ini gimana, Mbak? Hadi bingung," tanya salah satu anggota The Kamvret terdengar pusing dari sambungan teleponnya.


Vesper menghembuskan nafas panjang. "Aku akan ke sana. Pastikan Jonathan tetap di rumah. Jangan biarkan dia pergi," pintanya.


"Telat sampeyan, Mbak. Jojon sama Click and Clack pergi Serbia buat selidikin kasus Bojan. Jujur, Hadi khawatir kalau Jojon ngamuk di sana," jawabnya yang membuat mata Vesper melebar seketika.


"Aku mengerti. Terima kasih infonya, Hadi. Kau fokus saja pada pekerjaanmu. Aku cukup yakin, jika Jonathan akan mengabaikan orang-orang dalam jajarannya karena kasus ini."


"Siap, Mbak!" jawab Hadi lalu menutup panggilan.


"Bagaimana, Sayang?" tanya Kai yang duduk di depan sang isteri.


"Bersiaplah, Kai. Sepertinya, musim dingin akan menjadi panas karena perselisihan anak-anakku," jawabnya santai, tapi wajahnya tidak demikian.


"Kau membiarkannya?"

__ADS_1


"Apa mereka akan mendengarkanku? Biarkan saja. Biarkan mereka tahu dampak dari tiap tindakan yang diambil. Jika mereka menganggap kita sebagai orang yang harus dihormati, seharusnya, mereka yang datang pada kita, bukan sebaliknya. Kita harus ajarkan tata krama dan sopan santun dalam beradap," tegasnya seraya mengambil sebuah dokumen lalu membukanya untuk dikoreksi.


Kai mengangguk. Ia mendekati Vesper dan mengecup keningnya. Ia pergi meninggalkan sang isteri untuk menyelesaikan pekerjaan. Vesper melirik Kai dalam diam, entah apa yang dipikirkan.


Tak lama, sosok lain datang.


"Lily," panggil Han memasuki ruang kerja dan membiarkan bekas lukanya terlihat tak ditutupi.


"Yes?" jawab Vesper dengan senyuman saat suami tertuanya kini berdiri di hadapannya terlihat serius.


"Apa kau sudah dengar kabar dari Serbia?" Vesper menggeleng pelan. "Lysa mengirimkan The Eyes ke seluruh pos darurat anggota Dewan, kecuali milikku, milikmu dan Ivan. Ini tak bagus. Jonathan pasti akan kesal dan membuat pertikaian semakin memanas," tegasnya, Vesper mengangguk.


"Biarkan saja."


"What?"


"Biarkan saja mereka menyelesaikan kasus ini dengan pemikiran masing-masing. Kita sudah memberikan pengertian kepada para anggota Dewan akan resiko ini, tapi mereka ngotot. Tak perlu terlibat, Kak Han. Setidaknya, Arjuna jangan terpancing dan tetap fokus pada pekerjaannya. Pastikan Bala Kurawanya tak digunakan untuk ikut menjaga Pos Darurat dan tetap berjaga di tempat yang sudah kita tandai di mana letak markas dan kediaman anak Sutejo berada."


Han menatap Vesper saksama sampai dagunya bergoyang karena memikirkan ucapan sang isteri yang terlihat tenang dalam menyikapi hal ini.


"Kau tak ingin turun tangan?"


"Aku sudah melakukannya. Aku menolak Black Armys milikku untuk menjaga Pos Darurat. Jika aku memberikan Black Armys-ku, sama saja aku menyatakan perang kepada anakku. Aku sudah menghindari hal buruk, Kak Han, tapi lainnya, tetap bersikukuh. Mereka memutuskan memakai The Eyes, dan Tobias serta Lysa menyanggupinya. The Eyes di luar wewenangku, aku bisa apa?" tanya Vesper mengangkat kedua tangan hingga bahunya ikut terangkat dengan wajah lugu.


Han bertolak pinggang dengan hembusan nafas panjang. Ia lalu mendekati sang isteri dan memeluk kepalanya di perutnya. Vesper bingung, tapi balas memeluk pinggul suaminya.


"Kau belum berlibur denganku. Jika Kai membelikanmu yacht, apa yang kau minta dariku?"


"Ternyata, menahkodai kapal melelahkan kak Han," jawabnya cemberut, Han tersenyum tipis. "Bagaimana jika kita ikut pelayaran dengan kapal pesiar. Tujuan ke Miami? Berkunjung ke rumah Lopez?" tanya Vesper dengan senyum merekah.


"Hem, usulan yang bagus. Baiklah, aku akan minta Alex mengurusnya," jawab Han dengan senyuman dan Vesper terlihat senang. Ia kembali memeluk Han yang berdiri di depannya.


Di sisi lain. Jonathan ternyata mendatangi kediaman Sisca—mantan kekasihnya—di mana Tobias dan dua Pion masih berada di sana. Tampak ketegangan di ruangan perapian tersebut.


"Keputusan kami sudah tepat, Jonathan. Kami tak ingin mengambil resiko. Bijaklah dalam berpikir," tegas Bojan berdiri di hadapannya.


Sisca terlihat gugup dan tetap duduk di sofa bersama dua Pion serta Tobias yang memalingkan wajah.


"Kalian semua bisa memiliki usaha legal karena aku!" jawabnya langsung berintonasi tinggi. Semua orang terdiam termasuk Click and Clack yang berdiri di belakang Bosnya. "Aku yang memberikan ide. Aku yang membangun tempat tersebut dengan fasilitas layaknya sebuah markas dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi. Bisa-bisanya kalian menyingkirkanku hanya karena tragedi ini, ha?" tanyanya melotot.


"Miles mengincarmu. Jika ingin kedudukanmu kembali, singkirkan dia agar semua kembali aman dan terkendali seperti sedia kala. Musuhmu Miles, bukan kami," tegas Bojan menatap pemuda itu tajam.


Namun, Jonathan malah terkekeh. "Heh, kalian semua pengecut. Kalian yang takut menghadapi Miles, tapi beralasan dengan posisiku. Hem, baiklah, aku rasa kali ini, aku akan memihak Miles. Aku akan biarkan dia menyerang Pos Darurat satu persatu, malah kalau perlu, akan kutunjukkan padanya di mana lokasi kalian berada," jawabnya tersenyum tengil.


"Kau gila! Apa kau sadar yang kauucapkan, Jonathan?!" pekik Bojan melotot lebar.


"Kenapa takut? Bukankah sudah ada The Eyes yang akan melindungi kalian? Kita lihat saja, apakah The Eyes bisa melawan Miles? Aku akan melucuti semua peralatanku yang masih terpasang di markas. Semua itu, milikku. Hehehe," kekehnya seraya pergi begitu saja diikuti oleh dua bodyguard-nya meninggalkan kediaman Bojan.

__ADS_1


Nafas Bojan memburu. Ia meminta kepada Sisca untuk mengabarkan hal ini kepada semua anggota Dewan.


Tentu saja, hal ini mengejutkan para senior itu. Mereka tak menyangka jika Jonathan malah menyatakan perang bukan menyelesaikannya.


Benar saja, Jonathan mendatangi Pos Darurat milik Bojan bekas usaha Coffee Shop yang akan ia ganti menjadi Butik seperti milik Sandara.


Jonathan menugaskan Tim Bunga untuk mempreteli semua persenjataan dan perlengkapan yang ia tempatkan di tempat tersebut.


Kerusuhan pun terjadi antara The Eyes milik Lysa dan The Circle milik Jonathan di Pusat Kendali tersebut. Jonathan menunggu di mobil. Click and Clack ikut terlibat.


Jonathan duduk di bangku tengah mobil dengan penghangat ruangan menyaksikan perkelahian itu dari kamera yang dipasang pada saku depan seragam anak buahnya.


BUAKK!! BRAKK!


"Aghhh!" erang salah satu anggota The Eyes saat tubuhnya ditangkap oleh tangan besar Clack dan mendapatkan pukulan tepat di perutnya hingga tubuh remaja itu membungkuk.


Para remaja yang kalah secara fisik karena ukuran tubuh dari anggota The Circle Jonathan lebih besar, tak bisa berkutik melawan senior mereka.


Tubuh mereka dilempar bagaikan sebuah bantal kapas hingga memporak-porandakan isi dari ruang kendali itu. Jonathan tersenyum melihat anak buah dari kakaknya—Lysa—babak belur dan tak bisa membalas.


Para remaja itu terkapar di lantai dan dibiarkan begitu saja oleh anak buah Jonathan. The Circle mengemasi persenjataan dan peralatan yang berada di dalam ruangan itu.


"Sudah semua?" tanya Jonathan dari sambungan earphone.


"Yes, Bos!" jawab Click mantap.


"Oke. Kita pergi. Berikan hadiah pada mereka sebagai salam perpisahan kita," pinta Jonathan seraya menuang whiskey di gelas crystal-nya.


"Oke," jawab Click memberikan kode kepada Tim Mawar untuk melakukan penyelesaian.


KLANG! BUZZ!


"Rainbow Gas!" teriak salah satu remaja saat ia menyadari sebuah gas berwarna hijau menyeruak di ruangan tersebut.


Click and Clack dengan cepat menutup pintu ruangan tersebut dan memperangkap para remaja malang yang berteriak kesakitan karena dampak gas beracun tersebut.


"Kau sudah mendapatkan rekamanku, Sierra?" tanya Jonathan seraya menoleh ke luar jendela dan melihat anak buahnya berjalan meninggalkan toko yang masih dalam tahap renovasi.


"Yes, Jonathan. Aku akan mengirimkannya ke seluruh Pos Darurat yang kini ditempati oleh The Eyes sekaligus menyampaikan pesan khusus darimu," jawab Sierra dari panggilan telepon.


"Good," jawabnya santai lalu memutus panggilan telepon.


Click and Clack masuk ke mobil yang Jonathan kendarai. Tiga buah mobil SUV hitam modifikasi Jonathan pergi meninggalkan lokasi dan selanjutnya akan berkunjung ke Pos Darurat milik Torin yang berada di Kroasia untuk melakukan hal yang sama.


***


ILUSTRASI

__ADS_1


SOURCE : GOOGLE


Hari ini keknya satu eps aja karena gak ada celengan koin😆 Semoga hari ini jadi crazy up simulation. Semangat!!!


__ADS_2