
Sandara terlihat gugup saat ia berada di sisi Yudhi. Pemuda itu akhirnya bisa menunjukkan raut wajah kebahagiaan ketika anak pertama Kai berada di sisinya.
Semua orang mulai bisa menerima keberadaan Yudhi yang mulai menunjukkan sisi kedewasaannya.
Malam itu, usai menikmati keindahan pantai dan menyantap barbeque buatan Aom, Sandara dan Yudhi kembali ke kamar karena esok hari, Sandara akan memulai pengobatan luka di tubuhnya.
"Ke mana pun kamu pergi, Yudhi akan terus ikutin kamu. Suka gak suka, Yudhi bakal nempel kaya cicak. Oke?" ucapnya menekan dengan telunjuk di arahkan ke hadapan Sandara. Gadis itu hanya bisa mengangguk.
Yudhi meninggalkan kecupan manis di dahi Sandara saat keduanya tidur di mana Yudhi sengaja memberikan sebuah guling sebagai sekat diantara mereka berdua.
Dia pemuda yang baik. Jarang sekali ada pria yang bisa menahan diri, terlebih Yudhi. Semoga ... dia konsisten dengan yang dilakukannya, batin Sandara saat mendapati Yudhi mudah sekali tertidur. Perlahan, Sandara mulai memejamkan mata.
Keesokan harinya. Atid dan Albino telah bersiap untuk membawa pasien mereka ke Klinik, di mana dokter cantik itu memiliki rekanan yang akan membantunya untuk mengembalikan kecantikan Sandara.
"Karena Bos kami tak diketahui keberadaannya, untuk sementara, kami berdua akan menjadi bodyguard-mu, Sandara Liu," ucap Clack dengan Click berdiri di sampingnya.
"Oke. Terima kasih," jawabnya datar dengan anggukan kepala.
Sandara, Yudhi, Atid, Albino, Click and Clack pergi mengendarai sebuah mobil SUV hitam menuju ke sebuah Klinik Kecantikan di sebuah ruko, dekat dengan sebuah rumah sakit.
Setibanya di Klinik, Atid disambut hangat oleh beberapa perawat dan dokter di sana. Mereka terlihat akrab dan berbicara dengan bahasa Thailand entah apa yang diobrolkan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Oh, jadi kau Sandara?" tanya seorang Dokter berkulit mulus menunjuk gadis bertopeng di depannya dengan centil. "Hem, mari kita lihat. Jika sampai operasi kita berhasil dan membuatmu kembali cantik, nama Klinik ini akan semakin mencuat," ucap Dokter tersebut sudah berandai-andai.
"Mohon bantuannya," jawab Sandara sopan.
Sandara dibawa masuk ke sebuah ruangan oleh Atid dan kawan dokternya itu. Albino ikut menemani. Sayangnya, Yudhi dan Click and Clack diminta untuk tetap menunggu di luar ruangan. Mereka menurut.
Sedang Sohee, Aom, dan anggota Pria Tampan tetap berada di Villa. Dua dari pasukan Jonathan tersebut pergi ke tempat mereka menyewa yacht untuk di kembalikan agar tak menimbulkan kecurigaan kawan satu jajarannya itu.
Di ruang pemeriksaan. Wajah Sandara disorot oleh sebuah lampu. Gadis itu di dudukkan di sebuah ranjang pasien. Sandara mengenakan dress model kemben agar luka di pundaknya bisa terlihat.
"Beruntung luka di wajahnya ini tak menimbulkan keloid yang mengerikan. Jika ya, akan sangat lama dan cukup sulit membuatnya kembali mulus," ucap Dokter itu dengan sarung tangan karet saat meraba bekas luka tersebut.
"Ya, itu benar. Aku juga memberikan salep khusus agar lukanya tak meradang dan menimbulkan infeksi. Untung saja ini cepat ketahuan, jika tidak, huff ...," sahut Atid menghela nafas seraya memutar bola mata.
Albino duduk di sebuah sofa mengamati dua dokter yang terlihat sibuk memeriksa secara teliti luka pada pasiennya.
"Hanya saja, Dara. Kau tahu Om Atid seperti apa, bukan? Aku tak mau, jika tak terlihat perbedaannya. Kau harus, berubah," ucapnya menekan.
__ADS_1
"Aku tahu. Hanya saja, aku tetap ingin berwajah Asia. Aku tak ingin berubah menjadi seperti bule Eropa atau Amerika. Dan, aku tetap ingin berwajah manis," jawabnya menatap Atid seksama.
"Tentu saja. Aku hanya akan merubah bentuk hidung, mata dan rahangmu. Tak berubah banyak," jawabnya seraya memegang dagu Sandara.
"Oke. Aku percaya padamu, Om," jawab Sandara dengan wajah datar.
"Saat wajahmu telah berubah nanti, aku jamin, kau akan banyak tersenyum," ucap Dokter dengan tulisan nama 'Kla' di jas putihnya.
"Semoga harapan itu tercapai, Dokter Kla," ucap Sandara sopan dan pria itu tersenyum malu karena Sandara menyebut namanya.
Sandara diminta berpuasa sejak terakhir kali ia makan malam di pantai karena akan menjalani beberapa pengecekan kesehatan sebelum melakukan operasi.
Sandara melakukan pengecekan darah secara keseluruhan untuk mendeteksi berbagai gangguan yang ada, misalnya terjadi anemia (menurunnya kadar hemoglobin) dan infeksi (meningkatkan leukosit alias sel darah putih).
Ia juga menjalani pemeriksaan kesehatan jantung dengan elektokardiografi (EKG/ rekam jantung), tes urin, tes pembekuan darah agar dokter mengetahui apakah jenis darah Sandara mudah membeku, atau tidak.
Jika darah mudah membeku, maka kemungkinan kehilangan darah kecil saat operasi dilakukan, sedangkan jika darah sulit membeku, maka darah akan terus keluar saat operasi sehingga kemungkinan bisa kehilangan banyak darah. Beruntung, jenis darah Sandara mudah membeku.
Selanjutnya melakukan tes MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat cidera pada luka dan tekstur tulang yang akan menjadi fokus operasi plastik nantinya.
Sandara mengeluh merasakan tulang di pundaknya yang terluka nyeri, tapi hasil rontgen menunjukkan jika ia baik-baik saja.
Tes terakhir adalah Endoskopi. Endoskopi adalah alat yang digunakan untuk memeriksa bagian saluran pencernaan. Endoskopi dilakukan dengan memasukan tabung kecil bercahaya dan dengan kamera yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
Biasanya alat endoskopi ini akan dimasukkan dalam mulut dan terus menyusuri saluran pencernaan untuk melihat kondisi di sepanjang saluran pencernaaan. Kamera pada tabung akan menangkap gambar yang disajikan dalam monitor TV berwarna.
Sandara terlihat pucat dan lesu karena tes itu memakan waktu hampir seharian dan hasil laboratorium juga baru di dapatkan esok. Sandara pulang ke rumah bersama rombongannya malam hari.
"Makanlah yang banyak, Sayang. Aku akan menjadi perawatmu," ucap Yudhi dengan senyuman.
Sandara terbaring lemah usai menjalani berbagai pemeriksaan yang cukup membuat dirinya gugup.
Sandara kembali bangun dan menikmati makan malam ditemani Yudhi di kamarnya. Biri-biri diam-diam mengirimkan foto kedekatan Sandara dengan Yudhi kepada Vesper, dan sang Ratu tersenyum saat menerimanya.
"Oh ... apakah gadis kecilku akan beralih hati? Hem, ini akan sangat menyenangkan jika Afro tahu. Haruskah kukirimkan foto ini padanya? Haruskah? Tidak? Ya? Tidak?" tanya Vesper dengan wajah lucunya saat ia menggunakan kancing bajunya untuk mendapatkan jawaban 'Ya' atau 'Tidak'.
Hingga pada akhirnya, jawaban tersebut membuat mata sang Ratu terbelalak lebar. "Oh, begitu? Oke." Vesper menekan tombol 'Kirim'.
Di tempat Afro berada, Italia.
__ADS_1
"Hah? Dara ditemukan? Oh, siapa bocah pria itu? Aku seperti pernah melihatnya. Mm, tapi di mana ya? Wajah Asia ... mm, Otong? Ah, bukan, Otong tak sebesar itu. Mm ...," ucap Afro langsung berdiri dari kursi kerjanya saat ia menerima gambar tersebut dari Vesper dengan sebuah pesan, 'Jangan sampai ketahuan. Ini rahasia kita berdua. Jika ada orang lain tahu tentang Sandara, akan kutarik semua asetmu dan mendudukkanmu ke kursi Pengadilan dengan Jordan di hadapanmu!'.
"Oh, anak dari nyonya Tika? Mm ... siapa namanya?" ucapnya berpikir keras. "Ra ... oh! Raden? Apakah ini Raden? Wah, aku tak menyangka jika Dara baik-baik saja. Syukurlah," ucap Afro memejamkan mata seraya meletakkan ponsel itu di dadanya.
Wajah Sandara hanya tampak sebagian di bagian yang tak terluka karena di potret dari belakang, begitupula Yudhi yang hanya tampak setengah wajah.
"Oke! Aku akan bersiap. Hem, nyonya Vesper sungguh calon ibu mertua yang baik, tak seperti tuan Kai. Hiss, dia masih tak menyukaiku. Bukan salahku jika umur kami terpaut jauh. Anakmu saja yang lahir terlalu lama," ucapnya menggerutu seraya memotong foto tersebut dan menghilangkan bagian Yudhi di samping gadis pujaannya.
"Hem, begini lebih baik," ucapnya tersenyum puas saat melihat foto Sandara yang tersenyum seakan senyum itu untuknya. Namun tiba-tiba, kening Afro berkerut. "Kenapa Sandara bisa bersama Raden? Kenapa dia tak kembali padaku? Oh! Jangan-jangan ... foto ini dikirim dengan maksud ... Sandara dijodohkan dengan Raden? Tidak bisa! Aku akan merusak perjodohan itu!" ucapnya geram dengan mata melotot.
Afro mendadak terlihat sibuk. Ia merapikan pekerjaannya dan segera keluar dari ruang kerjanya. Doug, yang kini bekerja sebagai Direktur Keuangan mendapati Afro mendatanginya dengan tergesa.
"Ada apa?" tanya Doug dengan kening berkerut.
"Em, Paman. Aku ingin pergi berkunjung ke Indonesia. Aku ... ingin bertemu Arjuna. Aku ... mendadak merindukannya," ucapnya kaku masih berada di bingkai pintu.
Kening Doug berkerut. "Oke. Akan kuminta Red Ribbon menemanimu," jawab Doug seraya mengangkat gagang telepon dan menghubungi orang-orang itu.
Kini, Red Ribbon ditugaskan oleh Kai untuk mengawasi Afro setelah misi mereka mencari keberadaan Sandara dinyatakan gagal.
Kai kesal, dan malah menugaskan ke 20 orang itu untuk bekerja di perusahaan Afro dengan menjabat berbagai jenis keahlian.
"Oke. Aku sudah meminta kepada Trio Bali untuk menemanimu. Dan ingat, meski kau Bos, kepergianmu aku anggap cuti. Kau kehilangan jatah cutimu selama 3 hari. Pastikan kau manfaatkan liburanmu dengan efektif," ucap Doug tegas.
"Tentu saja, Paman Doug. Terima kasih," jawab Afro dengan senyum terkembang lalu pergi meninggalkan ruangan Direktur tersebut.
Diam-diam, Doug memberitahukan kepergian Afro kepada Kai. Tentu saja, calon ayah mertua itu menunjukkan wajah tidak sukanya. Terlebih, Vesper meminta sebuah benda yang cukup menguras koceknya.
"Benar-benar hari yang buruk," gerutu Kai seraya melihat angka yang cukup fantastis, di mana Vesper meminta sebuah yacht mewah padanya dengan alasan ingin menjadi nahkoda kapal dan mengarungi lautan bersamanya.
Padahal kenyataanya ....
"Sierra memiliki yacht, bahkan Tobias juga. Arjuna juga memilikinya, meski kapal itu hasil rampasan milik Balconi. Belum Jonathan yang malah menjadikan kapal-kapal itu sebagai barang sewaan. Aku tak mungkin menggunakan kapal perang untuk berkeliling. Yang ada, militer akan berpikiran jika aku akan melakukan aksi teror. Aku harus memiliki yacht! Dan ... siapakah diantara dua suamiku yang beruntung untuk membelikanku kapal itu ya?" ucapnya dengan seringai.
Vesper menggunakan kancing bajunya lagi untuk membuat penentuan. Nasib sial bagi Kai, karena kancing baju terakhir jatuh saat namanya disebut.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE (4rai.com)
__ADS_1
adeh lele meriang. lagi diserang pasukan merah gaes😵 kalo lele nanti cuma up 1 eps berarti lele sekarat ya. makasih tips koinnya kalo ada typo koreksi aja tar lele benerin pas udh mendingan. lele padamu💋💋💋