4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Basah Kuyup dan Berantakan


__ADS_3

Mr. Smoke meraung-raung kesakitan karena tubuhnya terbakar. Cinta dan Dinda masih berada di dalam ruangan. Keduanya berdiri di samping pintu di sisi kiri dan kanan.


Mereka bersiap dengan sebuah patung pajangan yang terbuat dari batu dalam genggaman. Benda itu mereka dapatkan di ruang kerja Mr. Smoke.


CEKLEK!


"Mr. Smoke!" teriak salah satu tentara saat memasuki ruangan yang mengeluarkan asap pekat di balik celah.


Dengan sigap, DUAKK!! BUKK! BUKK!


DOR!


"Oh! Itu tandanya! Bersiap!" teriak BinBin saat mendengar suara letusan peluru. Segera, BinBin dan timnya bergerak untuk kebebasan mereka.


Sedang di ruang kerja Mr. Smoke, Cinta dan Dinda berkolaborasi dengan baik. Pukulan Cinta cukup kuat dan mampu menumbangkan pria tersebut.


Dinda dengan sigap mengambil senapan laras panjang yang digunakan tentara tersebut dan menjadikannya senjata. Tentara itu tewas setelah Dinda menembak tepat di wajahnya.


Dinda dan Cinta yang selama ini bekerja menjadi asisten BinBin dalam memproduksi senjata serta pelatihan militer, tahu cukup banyak bagaimana untuk bertahan dan melawan.


"Ayo, Dinda!" panggil Cinta yang telah siap dengan pistol dalam genggaman, hasil rampasan milik tentara yang telah tewas karena ulah mereka berdua.


Cinta menggenakan rompi anti peluru milik tentara tersebut untuk melindungi tubuhnya.


Dinda yang lebih mahir dalam menggunakan senjata dan menembak, berjalan lebih dahulu dengan bertelanjang kaki menyusuri koridor.


Mereka melucuti semua persenjataan yang dimiliki tentara yang telah tewas tersebut sebagai pertahanan.


Suara alarm kebakaran terdengar nyaring di seluruh tempat. Semprotan air otomatis menyembur dan membasahi seluruh ruangan. Tiga buah mobil yang seharusnya menjadi presentasi tim Jonathan, digunakan sebagai senjata.


BROOM!


"Hei! Hei!" teriak salah satu penjaga yang masih berjaga di depan pintu sel, meski sudah basah kuyup.


Penjaga itu menunjuk ke dalam celah pintu sel, saat Clack menyalakan mesin sebuah mobil sedan yang diarahkan ke tubuhnya.


"NOW!" teriak Jonathan lantang.


Seketika, BROOM!!


"Menghindar!"


BRANGG!!


Moncong mobil berhasil menjebol dinding. Dua tentara yang berjaga di luar terkena hantaman mobil tersebut, tapi masih sadar. Clack segera keluar dari mobil dan menyelesaikan tugasnya.


DOR! DOR!


Clack merampas senapan laras panjang milik tentara yang terkapar di lantai tertimpa puing. Pria berkepala gundul itu segera menghabisi dua penjaga tersebut tepat di kepala.


"Oke, clear!" seru Clack dengan senapan laras panjang membidik koridor tempat mereka akan kabur nantinya.


"Lope, now!" teriak Jonathan lantang di mana ia dan lainnya sudah berdiri di luar sel.


Venelope menyalakan korek api gas dan melemparkannya ke lantai yang sudah berjejak dengan cairan bensin meski sudah bercampur dengan air.


TUK! WHOOM!!


BLUARRRR!!


Ledakan hebat terjadi setelah api menjalar ke beberapa tempat. Dua mobil sisanya sengaja digunakan oleh mereka sebagai bom untuk menjebol dinding di mana pria tua itu yakin jika dinding terluar terhubung dengan alam.


"Hei!" panggil Venelope lantang yang sudah basah kuyup saat mendapati salah satu dinding yang jebol terhubung ke hutan.


"Ayo!" ajak Jonathan yang sudah bersenjata pistol dari tentara yang tewas kembali masuk ke ruangan.


Namun, BinBin masih berdiri tak bergerak.


"Ada apa, Paman?" tanya Jonathan yang kembali keluar di koridor.


"Aku harus memastikan Cinta dan Dinda selamat. Kalian pergilah dulu, kita akan bertemu di luar," sahutnya.


"Paman! Jangan gila! Ini kesempatan langka! Mereka berdua tahu apa yang harus dilakukan!" seru Hadi.


"Kalian pergilah. Aku akan baik-baik saja," jawabnya, tapi membuat Jonathan enggan meninggalkan pria tua yang sudah berjasa banyak untuknya menghadapi para tentara yang tersisa sendirian.


"Agh, sial!" seru Jonathan kesal dan akhirnya mengikuti BinBin.

__ADS_1


"Kalian keluarlah. Siapkan kendaraan untuk kita kabur," ucap Click kepada Venelope dan Hadi.


Dua orang itu mengangguk mantap. Venelope dan Hadi keluar dari lubang dinding yang jebol menuju ke hutan. Sedang Click and Clack, ikut bersama Jonathan melindungi BinBin mencari dua asistennya.


"Apakah mereka berhasil membebaskan Sierra?" tanya Jonathan ikut cemas seraya terus berlari menyusuri koridor dengan basah kuyup karena air terus menyembur dari atap.


BinBin fokus berlari dengan pistol dalam genggamannya. Ia sudah mengingat rute dari tempat mereka di sekap.


Saat mereka bertiga bertemu pertigaan di depan, dengan sigap, para lelaki itu menyiagakan senjata di depan tubuh dan mulai berjalan mengendap memepetkan tubuh ke dinding.


Namun, sebuah suara pertarungan terdengar di balik dinding persimpangan yang membuat mata BinBin terbelalak seketika.


"Paman!" teriak Jonathan karena BinBin langsung muncul tak menyembunyikan diri.


Pria tua itu berdiri tegap di tengah pertigaan menghadap ke kanan. Tangan kanannya dengan sigap terarah ke depan. Sorot matanya tajam siap membidik.


DOR! DOR! DOR!


"BINBIN!" panggil Dinda lantang dari kejauhan saat BinBin berhasil menembak tiga orang tentara yang menangkap mereka dan membunuhnya.


Jonathan, Click and Clack saling berpandangan. Tiga orang itu segera menyusul BinBin yang berjalan lebih dahulu.


Namun tiba-tiba, "BINBIN!" teriak Cinta yang telengkup di lantai dengan kedua tangan terborgol di belakang pinggang karena ia dan Dinda berhasil ditangkap oleh tiga tentara Mr. Smoke.


BinBin menoleh, tapi DOR!!


BRUKK!


"PAMAN!"


"BINBIN!"


Panggil semua orang yang mengenal sosok pria tua itu. Jonathan melihat BinBin roboh dengan darah merebak di balik baju bengkelnya. BinBin memegangi dadanya yang tertembak. Dinda dan Cinta menangis karena BinBin jatuh berlutut.


"Arrrghhh!" seru Jonathan lantang saat mendapati Mr. Smoke mengarahkan moncong pistol dengan tubuh penuh luka bakar, tapi masih sanggup berdiri.


DOR! DOR!


"JONATHAN!" teriak Clack karena Jonathan nekat berlari ke arah Mr. Smoke meski peluru-peluru itu berhasil mengenai dadanya, tapi beruntung, peluru itu tak membunuhnya karena Jonathan mengenakan rompi anti peluru milik tentara yang tewas.


DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!


Cinta dan Dinda memejamkan mata seraya duduk bersimpuh di samping BinBin yang terlihat pucat saat Jonathan melepaskan seluruh amunisinya seraya berlari ke arah Smoke.


Pria itu terkejut dan tak bisa mengelak ketika peluru-peluru pembunuh itu bersangkar di tubuhnya.


DUAKK!


Jonathan mengakhiri tugasnya dengan menendang kuat kepala Smoke saat pria itu juga jatuh berlutut.


Smoke langsung jatuh terlentang dengan mata masih terbuka dan tubuh penuh dengan luka bakar serta tembakan.


"Jonathan! Kita harus segera pergi!" ucap Click lantang menggendong BinBin di punggungnya.


Jonathan mengangguk, tapi saat ia akan melangkah, ia baru menyadari jika Sierra tak ada bersama dua asisten BinBin.


"Mana Sierra?!" tanyanya panik seraya mendekat.


"Kami tak menemukannya. Ia sepertinya sudah dipindahkan," jawab Dinda yang sudah basah kuyup dan borgol sudah berhasil dilepaskan oleh Clack.


"Arghhh!" erang Jonathan kesal bukan main karena tiap wanita yang dihamilinya selalu menghilang.


Click memimpin di depan dengan Dinda dan Cinta mengikuti di belakang. Jonathan akhirnya meninggalkan gedung itu mengikuti BinBin dengan Clack berada di paling belakang melindungi rombongannya.


Orang-orang itu terus berlari menyusuri koridor. BinBin masih memberikan arahan dengan tangan kanannya meski tubuhnya sudah bergetar hebat karena kehilangan banyak darah.


"Ki-ri ...," ucap BinBin lirih dengan mata sayu.


Click dengan sigap berlari kencang. Jonathan berhasil mendahuluinya untuk mengamankan jalan. Jonathan menemukan sebuah pintu besi, tapi sayangnya tempat itu tertutup rapat tak bisa di buka.


DANG! DANG!


"Agh! Sial!" teriak Jonathan lantang saat berusaha mendobrak pintu tersebut, tapi gagal.


Namun tiba-tiba, "Wow! Mundur! Mundur!" pekik Clack yang melihat bagian pengunci pintu tersebut seperti di buka dengan sebuah sinar.


KLANG!

__ADS_1


"Hah ... hah ...."


"Sierra!" teriak Jonathan terkejut saat mendapati Sierra sudah basah kuyup dan terlihat begitu berantakan dengan tubuh penuh luka, seraya menggenggam sebuah belati Silent Gold di tangan kanan.


BRUKK!


"Sierra!" teriak Jonathan dengan mata terbelalak karena Sierra ambruk tak sadarkan diri.


Clack dengan sigap menggendong Sierra. Jonathan mengambil belati tersebut dan menyimpannya. BinBin kembali menunjuk ke arah Sierra muncul.


Dengan sigap, rombongan orang-orang itu berlari kencang. Namun tiba-tiba, mereka mendengar suara derap langkah dari lorong tempat Sierra muncul.


Praktis, orang-orang itu kembali panik karena khawatir para tentara militer akan muncul untuk menangkap mereka kembali.


"I-itu ... pin-pintu keluar-nya," ucap BinBin tergagap dengan mata mulai terpejam seraya menunjuk sebuah pintu besi di hadapan mereka.


Jonathan berlari kencang di depan dan mencoba membuka pintu tersebut, tapi gagal. Ia menggunakan belati milik Sierra di mana senjata itu tak memiliki pengaman sidik jari. Jonathan tak ambil pusing, ia segera melelehkan pengait pintu untuk membukanya.


Dinda dan Cinta bersiaga dengan senapan laras panjang yang diberikan oleh dua algojo Madam untuk melindungi timnya. Keduanya membidik ke arah lorong di mana suara derap langkah terdengar semakin mendekat.


GREKKK!!


"Jonathan!" panggil Hadi yang muncul di balik semak dengan Venelope yang bersembunyi di balik batang pohon besar dengan pistol terarah ke depan. Dua orang itu menunggu kedatangan timnya yang berhasil kabur.


"Itu mereka!" seru para tentara yang berhasil mengejar.


"Yeaaaa!" seru Dinda dan Cinta bersamaan.


DODODODODOOR!


Cinta dan Dinda dengan sigap menggelontorkan seluruh amnunisi dari senapan laras panjang dalam genggaman ke sekumpulan tentara yang berlari untuk mengejar mereka.


Sayangnya, para tentara itu kalah cepat. Mereka tak berkutik saat peluru-peluru tajam itu melubangi tubuh.


Venelope menunjuk sebuah mobil yang terparkir di halaman sebagai sarana mereka untuk kabur. Jonathan mengangguk dan berlari kencang untuk menyiapkan mobil.


Click and Clack berlari mengikuti Jonathan di mana Hadi serta Venelope menjadi tim paling akhir untuk memastikan seluruh orang-orangnya selamat.


"Cepat!" panggil Hadi kepada dua asisten BinBin yang masih semangat untuk menembaki para tentara.


Sayangnya, dua wanita cantik itu tak mendengarkan ucapan Hadi. Pria itu kesal bukan main dan nekat menarik pakaian dua wanita BinBin di bagian punggung agar segera pergi, tapi ... KREKKK!!


"Eh!"


Spontan, dua wanita itu langsung menghentikan tembakan. Mereka menoleh ke belakang karena baju mereka robek dan Hadi malah mengedipkan mata dengan kain dalam dua genggaman tangannya.


"Dasar genit!" teriak Cinta kesal dan langsung menendang kejantanan Hadi hingga pemilik burung itu berkicau.


Akhirnya, dua asisten itu merelakan pakaian mereka dan hanya memakai bra saja. Venelope mendatangi Hadi dan membantunya berdiri. Hadi berjalan seperti bebek mengikuti dua wanita cantik yang berlari lebih dulu meninggalkan mereka.


"Asem, asuuu, bener-bener. Awas aja kalo ketangkep. Hadi telanjangi!" pekiknya kesal.


Venelope hanya geleng-geleng kepala karena tak habis pikir dengan orang-orang Jonathan yang baginya aneh.


BROOM!


"Cepat! Cepat!" panggil Jonathan saat ia berhasil menghidupkan salah satu mobil jenis pick up untuk ditumpangi.


Semua orang duduk dan berkumpul di bak belakang. BinBin diapit oleh Dinda dan Cinta di mana lelaki tua itu mulai bernapas pelan dengan mata terpejam. Semua orang cemas dan panik.


Jonathan segera menekan pedal gas dan membawa mobil itu pergi dari lokasi di tengah hutan antah-berantah di mana kegelapan mulai masih menyelimuti sekitar.


Hingga akhirnya, senyum Jonathan merekah saat ia melihat sebuah jalan raya di depan. Pemuda itu dengan sigap mengemudikan mobil tersebut, siap untuk kabur.


Namun tiba-tiba, BRAAKKK!!


"AAAA!"


Mobil Jonathan dihantam kuat dari samping hingga bergeser jauh lalu terbalik saat ia keluar dari hutan untuk memasuki jalan raya.


Orang-orang yang duduk di bak belakang jatuh ke dalam hutan dengan keras. Sedang Jonathan, tak mengalami cidera serius, tapi ia terkurung di dalam mobil sembari memegangi kepalanya yang berdarah.


***


uhuy tengkiyuw tipsnya, lele padamu❤️ oia, segera subscribe monster hunter ya lalu bantu boom like karena penilaian lomba mulai besok tgl18 sd akhir bulan. itu jumlah subs masih dibawah 1000 gaes, huhu sedih😩 dan bantu boom like dulu ya biar jumlah likenya per eps minimal 100. terima kasih😘


__ADS_1


__ADS_2