4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Teridentifikasi*


__ADS_3

ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



----- back to Story :


Kai kembali ke Pusat Komando untuk menonton rekaman CCTV saat penyerangan terjadi. Ia melihat Lion dan Liu dibius yang pada akhirnya dibawa pergi dengan sebuah helikopter kargo.


Kai mencoba mencari tahu keberadaan helikopter itu dengan bantuan GIGA, tapi ternyata dua benda itu disewa dari sebuah perusahaan jasa pengangkutan menggunakan nama Ahmed. Mata Kai menyipit, dan dua BIAWAK menyadarinya.


"Kita berdua yakin 100 persen kalau mereka sengaja pakai nama Ahmed buat bikin kita marah. Dia 'kan diculik sama No Face," ucap Biawak Cokelat menekankan.


"Bagaimana jika ternyata Ahmed dan Yudhi melakukan tipuan? Mereka berpura-pura diculik padahal sebenarnya selama ini musuh dalam selimut?" tanya Kai melirik tajam.


"Jangan suudzon," sahut Cokelat. Kening Kai berkerut seperti tak paham yang diucapkan pria bertato di depannya. "Jangan berburuk sangka maksudnya. Kita mengenal Ahmed, Mas Kai juga to? Kalaupun memang bener dia yang nyulik, pasti diancem. Selama ini Ahmed dan Yudhi berada di pihak kita. Mereka berdua pasti juga lagi disiksa sama si Lope-Lope dan dedengkotnya itu. Semangat, Mas Kai! Kita pasti akan menemukan Dara. Gak ada yang gak mungkin," sahut Cokelat mantap dan diangguki oleh Biawak Kuning.


Kai menghembuskan nafas panjang seraya memejamkan mata. Semua orang di Pusat Komando bisa memahami tekanan dalam diri Kai karena anak semata wayangnya hilang.


"Tuan, nyonya Vesper menelepon," ucap seorang petugas melaporkan dari tempatnya duduk.


Kai dengan segera mendatangi monitor di mana wajah sang isteri muncul di sana terlihat serius.


"Kai. Bangkai Lion ditemukan dalam reruntuhan, dan bangkai Liu di dalam sebuah kerangkeng besi. Polisi mengabarkan jika ada hewan lainnya seperti serigala dan tikus dalam kerangkeng itu. Black Suit dan Black Armys terdekat sedang berusaha menyusup ke lokasi kejadian untuk menyelidiki lebih jauh. Kita tunggu saja kabar baik dari mereka. Aku sangat yakin, jika Sandara tadinya ada di sana," ucap Vesper tegas.


Semua orang terlihat tegang dengan informasi yang didapat oleh Vesper. Kai mengangguk terlihat cemas. Tak lama, terdengar panggilan masuk di tempat Vesper berada.


"Ya, informasikan," pinta Vesper menoleh ke samping entah ia berbicara pada siapa.


Dan tiba-tiba, tampilan layar terbagi dua. Kini, wajah Vesper dan salah satu orang kepercayaan Boleslav muncul di monitor.


"Oh, Red," kejut Kai.


"Hallo, Tuan Kai. Lama tak berjumpa," sapanya ramah. "Sangat kebetulan, aku dan Black Suit meninggalkan Morocco kemarin dan singgah di kota ini. Begitu mendengar kabar, kami segera pergi ke lokasi," ucapnya menjelaskan.


"Terima kasih, Red," ucap Kai dengan senyuman, dan pria yang kembali berambut gondrong itu mengangguk pelan.


"Oke. Black Armys dari Javier berhasil masuk dengan berpura-pura menjadi tim penyidik kepolisian. Black Suit milikku mengirimkan RC untuk masuk ke reruntuhan. Kami menemukan sebuah pedang Persia di sebuah bangunan dengan kurungan besar di dalam."


Wajah semua orang serius menatap Red tajam yang berada dalam mobil, sebagai pusat komando di lapangan.


"Oke, lanjutkan," pinta Kai serius.


"Ada bangkai makhluk seperti yang kalian temukan di Angola. Menurut pengamatanku, tempat itu sebelumnya digunakan untuk pertarungan. Ada beberapa orang yang tewas di sekitar kurungan. Hanya saja, siapa orang-orang itu, kita tak bisa mengidentifikasinya. Mayat-mayat itu telah dievakuasi oleh polisi. Dan sebuah temuan penting yang mungkin bisa membuat kalian lega, sidik jari pada gagang pedang Persia adalah milik Sandara. GIGA SIA baru saja mengidentifikasinya."

__ADS_1


Mulut semua orang menganga. Mata Vesper sampai melotot tajam.


"Kirimkan detailnya," pinta Kai terlihat tergesa.


Red mengangguk dan mengirimkan rekaman RC yang berhasil masuk ke reruntuhan. Terlihat, anak buah Javier memungut pedang Persia itu dan membawanya diam-diam di balik seragam polisinya ke mobil van.


"Tunggu! Aku kenal pedang itu! Aku sangat yakin, jika itu salah satu koleksi pedang milik mendiang bapak! Aku dan Biawak Merah saat itu menemani pak Sutejo membelinya di pasar ilegal," sahut Kuning menunjuk tampilan pedang yang akhirnya di-pause oleh petugas.


"Oh ... Dara," ucap Kai terlihat sedih mendengar kesaksian Biawak Kuning yang terlihat begitu mantap mengutarakan.


"Lanjutkan video-nya," pinta Vesper, dan operator segera meneruskan rekaman dari Red tersebut.


Sebuah tayangan menunjukkan bangkai Lion dan Liu dievakuasi untuk diotopsi oleh pihak kepolisian.


Dua hewan malang itu diangkut ke sebuah truk khusus berikut bangkai seekor anjiing. Terlihat pula beberapa kantong mayat di masukkan dalam mobil ambulance.


Suasana di sekitar tempat itu begitu mencekam di malam yang mulai larut. Sebuah bangkai helikopter yang meledak juga terlihat. Polisi menduga jika ada aktivitas teroriisme di tempat tersebut.


Praktis, wilayah tersebut tertutup untuk umum di mana banyak masyarakat ikut menyaksikan di luar garis polisi karena penasaran dengan apa yang terjadi di dekat hunian mereka.


"Sudah pasti ini ulah No Face," ucap Kuning yakin, dan semua orang mengangguk setuju.


"Oh, tunggu. Tanggal berapa sekarang?" tanya Vesper tiba-tiba menyela.


"Jangan keluar dari topik pembicaraan," tegas Red menunjuk dan Cokelat hanya meringis.


"Wait ... berkas pak Sutejo. Bukankah ... tiap tanggal 17 Agustus, ada sebuah acara semacam kumpul keluarga, mirip dengan perayaan Idul Fitri?" tanya Vesper mengingatkan, dan dua BIAWAK mengangguk membenarkan. "Oh! Jangan-jangan ... yang baru saja terjadi adalah perayaan itu? Tapi ... apa hubungannya dengan Sandara? Pertarungan? Apa ... itu seperti yang terjadi antara aku dan Manda ketika kami berdua dalam cengkeraman The Circle? Duel di ring? Saat kemerdekaan Amerika di bulan Juli?" tanya Vesper dengan rentetan dugaan ia utarakan.


"Oia! Alah gak kepikiran kita!" sahut Biawak Cokelat menepuk jidat.


"Apakah ... akan terjadi lagi? Mungkin ... perkumpulan keluarga Sutejo? Di suatu tempat?" tanya Kai menyahut.


Biawak Kuning dan Cokelat terlihat berpikir keras.


"Ah, sayangnya tidak ada. Acara kumpul keluarga hanya tiap tanggal 17 Agustus. Maaf," jawab Biawak Kuning lesu. Biawak Cokelat mengangguk membenarkan. Kai lemas seketika.


"Setidaknya kita tahu jika Sandara masih hidup, Kai. Satu persatu markas mereka kita temukan. Ini mempersempit ruang gerak mereka. Aku cukup yakin, jika tempat itu tak akan dikunjungi lagi oleh Venelope dan orang-orangnya," sahut Vesper menenangkan. Kai tertunduk dengan anggukan.


Tiba-tiba, panggilan masuk dari Arjuna. Segera, operator menyambungkan di mana wajah Tessa muncul di sana. Terlihat Tessa tegang karena ia dicari oleh Kai.


"Aku sudah dengar beritanya. Apa yang kau butuhkan dariku, Pah?" tanya Tessa gugup.


"Bagaimana caramu masuk ke mansion Ramos?" tanya Kai menatapnya tajam.


"Ada jalan rahasia. Dekat hutan, ada palka yang tertutup dengan dedaunan kering sebagai kamuflase. Terdapat terowongan bawah tanah. Sebenarnya, itu terowongan yang baru di buat ketika The Circle mengetahui jika rumah tersebut adalah salah satu milik Joel Ramos. Miles membuatnya diam-diam sebagai akses orang-orang The Circle untuk mengintai pergerakan Joel Ramos," jawab Tessa yang mengejutkan semua orang.

__ADS_1


"Kenapa Joel diintai?" sahut Vesper dengan kening berkerut. Kai langsung melirik isterinya dalam diam.


"Jangan lupa, Tobias anak Joel. Setelah Joel pergi meninggalkan ibu dari Tobias, Miles mulai merencanakan untuk mengawasi gerak-gerik Joel saat diketahui wanita itu hamil."


Vesper memejamkan mata sejenak. Kejadian masa lalu kembali terungkit.


"Aku akan mencari jalan rahasia itu, Nyonya Vesper. Percayakan padaku," ucap Afro yang muncul di pintu Pusat Komando Mansion Ramos.


"Aku ikut," sambung Kai.


"Kita juga. Kita berdua gak boleh membiarkan bos tampan Kai terluka tanpa pengawasan dari kita. Ayo Kuning, kita jagain juragan biar kepalanya gak bocor," sahut Cokelat mantap, tapi membuat kening Kai berkerut.


Vesper hanya bisa menunjukkan senyum seraya meninggalkan kiss bye pada kekasih hatinya.


Kai tersenyum dan pamit meninggalkan Pusat Komando bersama Biawak Cokelat, Kuning, Afro, dan empat Black Armys untuk melindungi mereka selama penyelidikan.


"Well, kita ditinggalkan," keluh Vesper dari layar.


Red dan Tessa hanya bisa tersenyum. Pada akhirnya, Tessa dan Red pamit mohon diri. Vesper berterima kasih dan ikut memutuskan sambungan video tersebut.


Di tempat Sandara berada.


Neon menunggu Sandara yang dijaga ketat oleh anak buah Venelope yang menyusulnya di Rumah Sakit. Dokter dan perawat dibuat shock karena kondisi pasien mereka yang mengkhawatirkan.


Neon terpaksa berbohong dengan mengatakan jika kawannya diserang oleh anjiing liar yang entah muncul dari mana ketika mereka sedang berpetualang di kebun kurma.


Neon meminta agar berita ini tak disebar-luaskan ke publik. Pihak Rumah Sakit paham dengan kesedihan Neon, dan mereka berjanji akan merawat Sandara secara terisolasi.


Neon sangat berterima kasih, dan tentu saja dengan uang tutup mulut yang cukup banyak.


***


tengkiyuw tipsnya~ lele padamu❤


sekalian jelasin lagi biar pakem krn ada yg belom paham teknis dobel eps. kewajiban lele up 1 eps dg jumlah kata 1000 tiap hari. kalo bolong itu darurat dan dianggep utang.


contoh kaya hari ini. tips koin 3 orang \= 1300 jumlah kata. Per 19 koin tambahan 100 kata. Kadang kalo lele cek stok koin tipis dan biar tetep bisa dobel eps perhari, lele split.


Oleh krn itu, tgl tips dg tgl up suka beda.


Contoh. Hari ini yg tips ada 10 orang. Kl lele abisin semua ditanggal ini dan bsk gak ada tips masuk, kalian cuma dpt 1 eps doang. Pasti gak puas kan?


Jadi lele bagi. 1 eps maks ss vote koin 3 atau 4 org aja jadi sisanya bisa buat besok. Kadang lele suka bantu tips biar kalian tetep bisa dobel eps. Jadi paham ya teknis dobel eps dan pemberian tips. Kalo gak paham ya udah😑


__ADS_1


__ADS_2