4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Lepas Kendali


__ADS_3

Okeh. Lele akan segera selesaikan novel ini. Jadi sehari bisa lebih dari 1 eps ya tapi ditunggu sedekah tips koinnya. Kwkwkw inilah akibat dari MT yg udah gak kasih gaji lagi. Jadi, ini udah kaya kerja iklas. Oleh karena itu, hargai setiap kata yang dituliskan oleh autor dan jangan menuntut terlalu banyak jika tak bisa memberi banyak. Trims.


------ back to Story :


Ternyata, kejadian di Suriname mendapat sorotan dari para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads. Polisi setempat menemukan banyak mayat bergelimpangan di sekitar lokasi kejadian.


Seketika, mata Eko, anggota The Kamvret dan Red Ribbon melebar ketika menyaksikan tayangan berita kriminal dari negara itu.


Mereka mengenali sosok mayat yang diketahui adalah si Bungsu, salah satu anak dari isteri pak Sutejo—Parinten.


"Apakah dia salah satu pria bertopeng yang disebut-sebut sebagai komplotan Miles?" tanya Bojan dari sambungan teleconference.


"Ya. Menurut informasi terakhir demikian. Namun, apakah kalian lihat? Orang-orang si pria bertopeng dari kelompok The Circle Jonathan, Bala Kurawa Arjuna dan The Eyes milik Lysa," jawab Yusuke menjelaskan.


"Sudah kubilang jika anak buahku diculik oleh Miles! Dia menggunakan gas halusinasi untuk mencuci otak mereka. Jadi, sudah jelas jika bukan aku, Lysa atau Jonathan pelakunya!" seru Arjuna membela diri.


"Tak ada satu pun diantara kami yang menyebutmu atau menyalahkanmu, Kim Arjuna," sahut Martin melotot.


"Di mana ayahku dan Javier? Kenapa mereka tak ikut dalam rapat ini?" tanya Arjuna yang tak melihat sang ayah dan Pangeran Padang Pasir muncul di layar teleconference.


"Javier terluka parah. Ayahmu dikabarkan sakit dan sedang dirawat. Kami tak tahu detailnya. Kau 'kan anaknya, bagaimana bisa kau malah menanyakan kabar ayahmu pada kami?" tanya Jamal menyudutkan pemuda yang kini menetap di Hong Kong tersebut.


Arjuna memalingkan wajah terlihat tak ingin diusik. Para anggota dewan yang sudah tahu jika Han memutuskan untuk mundur dari anggota dewan, tapi belum resmi, berpura-pura tak terlibat.


"Sekarang. Kita fokus pada penyerangan Miles. Ia kehilangan banyak anak buah. Sebaiknya, kau jaga anak buahmu, Kim Arjuna. Bisa jadi, Bala Kurawamu akan diambil lagi olehnya. Aku rasa, rapat hari ini cukup. Kita harus waspada," tegas Ivan dan diangguki semua anggota dewan.


Akhirnya, rapat secara online itu pun berakhir. Arjuna melirik sebuah layar yang terkoneksi dengan komputernya di ruang kerja mansion.


"Laporkan."


"Itu ulah Sandara Liu. Aku sudah mengikuti pergerakannya. Ia dan kelompoknya yang tersisa meninggalkan Suriname. Ia kini pergi ke Peru. Bersiaplah, aku tak bisa mengejar karena Trio Bali sepertinya menyadari jika mereka dibuntuti. Aku hanya bisa memantau sampai mereka pergi ke Bandara dan melihat jadwal keberangkatan," tegas Tulio terlihat waspada.


"Bagaimana dengan Trio Bali dan Toras?"


"Mereka ikut mengejar Sandara sampai ke Peru. Sepertinya, Sandara belum menyadari jika dirinya diawasi. Aku cukup yakin, jika tujuan Sandara adalah kediaman salah satu isteri pak Sutejo. Sayangnya, Bala Kurawamu di tempat itu sudah tak ada. Lalu ... apa yang Sandara cari di tempat itu?" tanya Tulio heran.


"Aku mengerti. Segeralah kembali ke Hong Kong," tegas Arjuna dan Tulio mengangguk pelan.


Tessa yang duduk di depan suaminya terlihat cemas.


"Juna, sebaiknya ...."


"Pergilah mengungsi ke pulau Andreas. Kau akan aman di sana," pinta Arjuna.


"Tidak. Kita harus melewati masa sulit ini bersama. Aku tetap tinggal menemanimu," tegas Tessa yang langsung pergi meninggalkan ruang kerja suaminya.


Arjuna menarik napas dalam, ia terlihat cemas entah apa yang dipikirkan.


Bulan Juli minggu pertama.


Malam hari usai makan malam. Florida. Kediaman Amanda Theresia.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Terlihat, Jordan dan Naomi menikmati masa indah berdua layaknya warga sipil. Sia dan William berkunjung hari itu. Tentu saja, pasangan mafia itu harus berpura-pura dan melakukan drama.


Sia mengaku, jika Naomi adalah kawan semasa kuliahnya dulu dan ingin menjenguknya. William percaya, dan ikut menemani sang isteri.


"Kandunganmu sudah 8 bulan? Wah, aku tak sabar menantikan kelahiran ...," ucapnya menggantung dan membuat kening Naomi berkerut, "keponakanku," sambung Sia berbisik padahal William berada jauh darinya.


Sia dan Naomi menoleh ke arah pintu kaca bersamaan. Keduanya mendapati Jordan, William dan Irina sedang berjalan bersama menyusuri pinggir pantai bertelanjang kaki.


Irina tertawa gembira, bahkan suaranya mengalahkan deru ombak malam itu. Sia dan Naomi tertawa melihat suami mereka panik. William dan Jordan mengejar Irina yang berlari kencang meninggalkan keduanya.


"Sepertinya putera kecilmu betah bersama neneknya," tanya Naomi seraya meraih gelas berisi jus alpukat.

__ADS_1


"Ya, begitulah. Aku senang karena mommy terlihat sehat dan bahagia bersama cucunya," jawab Sia dengan senyuman.


"Semua orang mengira jika kehidupanmu bersama William akan sangat konyol. Maksudku ... mafia dengan polisi? Tak pernah terjadi sebelumnya," sahut Naomi dan Sia mengangguk membenarkan.


"Sepertinya ... aku dan William akan menjadi pelopor," imbuhnya dan Noami tersenyum tak berkomentar.


Saat keduanya asik bercengkrama, Naomi dan Sia menyadari sesuatu ketika suasana menjadi hening.


Suara tawa dari Irina sirna. Sia beranjak dari sofa putih yang didudukinya dan berjalan perlahan menuju ke pintu geser menuju ke pantai.


"William? Irina? Jordan?" panggilnya karena tiga orang itu mendadak tak terlihat di sepanjang garis pantai.


Tiba-tiba ....


"Run! Run!"


"Aaaaa! Mommy!" teriak Irina histeris begitu ketakutan.


Praktis, mata Sia melebar saat melihat William berlari kencang di belakang puterinya.


Sia yang penasaran dengan apa yang terjadi, malah keluar dari rumah dan mendekati William yang sedang berlari ke arahnya.


"Oh!" pekik Sia terkejut hingga tubuhnya terperanjat saat melihat Jordan seperti mengamuk.


Tubuh Sia gemetaran melihat Jordan melukai para Black Suit yang menjaga rumah di Florida.


"Hah! Apa yang kaulakukan? Cepat pergi dari sini! Jordan menyerang orang-orang entah apa yang terjadi padanya!" ucap William dengan napas tersengal mendatangi sang isteri.


"Oh, tidak mungkin. Bagaimana bisa?" tanya Sia panik.


"Ada apa?" tanya Naomi bingung ikut mendekat seraya memegangi perutnya yang semakin membesar.


Tiba-tiba saja, terlihat Mix and Match berlari seraya membawa senapan bius. Keduanya terlihat membidik Jordan yang menggigit orang-orang saat berusaha untuk menghentikan aksi gilanya.


"Apa yang kalian lakukan?! Hentikan!" seru Naomi berlari tergesa dengan bertelanjang kaki menuju ke pantai.


"What?"


"Jordan. Serum monster. Sepertinya serum itu bangkit lagi," jawab Sia memberikan kode dengan matanya agar William tak mendengar. Mulut Naomi menganga lebar.


"Cepat pergi dari sini!" seru Mix saat Jordan berhasil menghindari tembakan dari peluru-peluru bius yang ditujukan ke arahnya.


"Sia!" panggil William lantang yang telah sampai ke mobil dan mendudukkan Irina di bangku tengah.


"Naomi, ayo!" ajak Sia menarik tangannya, tapi Naomi seperti enggan untuk pergi.


"Aku bisa menenangkannya. Aku pernah melakukannya dan berhasil!" jawabnya yakin dan menarik tangannya lagi hingga genggaman Sia terlepas.


"Kau gila?! Kau sedang hamil! Jordan bisa melukaimu dan bayimu! Cepat pergi!" seru Sia memaksa dan menarik tangan Naomi lagi agar ikut dengannya.


Naomi tampak bingung. Jordan bersembunyi di balik tubuh para korbannya yang mengerang kesakitan dengan luka robek di beberapa bagian tubuh terkena gigitan.


Mulut Jordan sudah berlumuran darah. Ia terlihat begitu beringas seperti hewan pemangsa.


Hingga akhirnya, mata Naomi melotot saat melihat ada sebuah benda tertancap di tengkuk suaminya.


"Ada benda yang menusuk leher belakang Jordan! Benda itu tertancap di sana!" seru Naomi lantang saat dua algojo Amanda masih sibuk membidik putera dari Boleslav tersebut.


Seketika, Mix and Match mengganti bidikannya. Mereka menggunakan teropong dari senapan untuk melihat kebenaran dari yang dikatakan oleh Naomi.


"Ada yang sengaja melakukannya! Jordan dipicu!" teriak Naomi lantang.


Saat orang-orang itu terlihat tegang dan waspada karena orang yang terkena dampak dari serum monster adalah kubu mereka sendiri, tiba-tiba ....


"Naomi!" seru William di kejauhan saat melihat Jordan berlari ke arah gadis Jepang itu seperti siap untuk menerkamnya.

__ADS_1


"Jordan!"


BRUKK!


"Agh!"


"Naomi!" seru Sia lantang saat melihat Naomi jatuh terlentang karena Jordan mendorong pundaknya dengan kedua tangan.


"Agh! Aaaaa!"


Naomi berteriak dengan tangisan sudah membanjiri wajahnya. Ia melindungi perutnya saat Jordan mencakar tubuhnya dengan jemari-jemarinya hingga baju wanita cantik itu robek.


"Jordan hentikan!" teriak Sia panik dan langsung menarik tubuh Jordan saat pemuda itu kehilangan pikirannya.


Namun, Sia ikut terhempas saat Jordan mendorongnya kuat hingga isteri William tersebut jatuh tersungkur di atas pasir.


William menutup pintu mobilnya rapat dan meninggalkan sang buah hati untuk menolong isteri tercinta.


Irina menangis histeris karena ditinggal sendirian dalam mobil. William berlari kencang untuk menolong isterinya yang tengah hamil muda mengandung anak ketiga mereka.


"Oh, my God! Sia!" pekik William karena darah segar mengalir di antara paha sang isteri yang mengenakan dress selutut.


"Will," ucap Sia sedih seperti mengetahui yang terjadi padanya.


Dengan sigap, William segera membopong sang isteri dan membawanya berlari ke mobil. William meninggalkan kekacauan yang terjadi di pantai untuk menyelamatkan keluarganya.


"Naomi!" panggil Sia lantang saat kondisi Naomi lebih buruk darinya, tapi ia tak bisa berbuat apa pun karena William sudah membawanya pergi.


SHOOT! JLEB!


"Harghh!" erang Jordan saat kakinya terkena peluru bius yang ditembakkan oleh Match. Pria itu tak berhenti menembak karena ingin melumpuhkan Jordan.


Namun, Jordan begitu buas. Naomi mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Jordan menggigit lengan, pundak dan kaki wanita malang itu di mana Naomi tak bisa melakukan perlawanan.


Wanita itu masih berusaha melindungi perutnya agar janinnya tak terluka. Naomi membiarkan tubuhnya menjadi serangan empuk dari kebuasan Jordan dalam pengaruh serum monster.


"Jordan!" seru Mix langsung berlari ke arahnya dan ikut menghentikan aksi gila putera majikannya.


Jordan dipegangi kuat oleh Mix and Match. Jarum-jarum dari peluru bius sudah tertancap di beberapa bagian tubuh, tapi Jordan masih mengamuk.


Tubuh Naomi gemetaran dengan darah sudah membungkus tubuhnya dari luka robek yang Jordan lakukan.


"Jor ... dan ...," tangisnya sedih yang meringkuk di atas pasir memeluk perutnya kuat.


"Hargh! Arrghhh!" erang Jordan seperti hewan buas tak bernaluri.


BYURR!


"Hargh! Haggg!"


Mix and Match terpaksa melemparkan Jordan ke laut agar tubuhnya yang panas didinginkan oleh air laut.


Tubuh Jordan terhempas ombak dan membuatnya tenggelam berulang kali, tapi perlahan, hal itu membuatnya tenang.


"Awasi dia! Aku akan membawa Naomi ke rumah sakit!" seru Match dan Mix mengangguk pelan dengan napas tersengal.


Match berlari kencang ke arah Naomi yang pucat karena tubuhnya terluka.


"Ya, Tuhan. Naomi! Bertahanlah!" seru Match panik dan terlihat gugup saat membopong Naomi menuju ke mobil.


Mata Naomi sayu dengan napas tersengal. Naomi terlihat begitu sedih hingga air matanya menetes meski tak ada isak tangis.


Naomi menoleh saat ia dibaringkan di dudukkan tengah mobil. Ia melihat dalam samar ketika Match seperti menelepon dengan panik seraya mengendarai mobil. Perlahan, Naomi memejamkan mata dengan napas mulai melemah.


***

__ADS_1



oia gak ada bonus eps ya krn jumlah play di audiobook gak mencukupi min 19 koin😁


__ADS_2