
Tiga orang itu menyelinap di balik kepulan asap yang disinyalir adalah gas halusinasi. Namun, Jonathan yang sudah menyiapkan strateginya saat itu untuk melawan pasukan Miles, telah siaga.
"Tembakkan sekarang, Click!" seru Jonathan yang akhirnya melihat pasukan musuh karena mereka menggunakan seragam berbeda dengan corak warna putih menyerupai gas di sekitar.
SHUW! DARR!
Kepala semua orang di wilayah itu mendongak ke atas saat sebuah tembakan suar diluncurkan.
Bagaikan kembang api di langit, percikan menghebohkan itu membuat orang-orang Jonathan yang berdiri mematung seperti terkena dampak tiba-tiba, DOR! DOR! DOR!
"Ugh!"
BRUK! BRUK!
"Yeah! Habisi mereka!" seru Jonathan gembira karena strateginya berhasil.
Saat itu, Jonathan meminta anak buahnya berpura-pura terkena dampak gas jika anak buah Miles menyerang.
Orang-orang itu segera menyuntikkan serum penawar ke tubuh begitu melihat gas putih menyeruak di sekeliling mereka.
Usai menangkal diri, segera, mereka bersiap dengan senjata yang disembunyikan dibalik seragam. Saat itulah, tim Jonathan melakukan serangan balik.
JLEB! BRUKK!
Satu persatu, anak buah campuran dari tim Miles berhasil dilumpuhkan dalam serangan mereka sendiri.
Jonathan mengamati sekitar dan ia melihat beberapa anak buahnya berhasil ditangkap lalu dimasukkan dalam mobil.
"Nathan! Sinyal fatamorgana di non-aktifkan. Pelacak di tubuh orang-orang kita yang diculik oleh Miles terlacak!" seru Click.
"Bagus! Jangan sampai kehilangan jejak! Kejar mereka, Click! Aku akan menyusul," jawab Jonathan dengan tangan kiri menggenggam senapan khusus berlaras panjang dan berpeluru bulat seperti pelontar granat.
Click mengangguk cepat dan segera masuk ke garasi yang sengaja dibuka. Ada satu jenis mobil tersedia di sana. BROOM!
Jonathan menembaki badan mobil milik musuh yang membawa anak buahnya dengan senapan Galundeng yang telah diperbaharui menjadi generasi kedua.
Kini, Galundeng memiliki fungsi sebagai pelacak dan peledak jarak jauh yang terhubung dengan satelit. Jonathan segera menghubungi seseorang.
"Yang! Terlacak gak?" tanya Jonathan berjongkok di samping pohon.
"Ya, aku mendapatkan mereka. Miles sialan, akan kubalas!" jawab Sierra yang menghubungkan Galundeng dengan GIGA IGOR miliknya.
Sierra yang kini tinggal di Black Castle untuk sementara waktu demi membantu Jonathan, ikut andil dalam usaha melenyapkan Miles setelah ia bertengkar hebat dengan Jonathan beberapa pekan yang lalu.
Saat itu ....
"Dasar sinting! Kau malah mendukung aksi Miles dengan mengambil anak buah kita yang tersisa karena kau berpikir, jika orang tua gila itu menggunakannya untuk menyerang Vesper dan pasukannya? Begitu pikirmu?!" pekik Sierra dengan mata melotot.
"Hem," jawab Jonathan mantap dan anggukan kepala.
Sierra terlihat menahan emosi hingga matanya terpejam dan kedua tangan mengepal. Venelope, Click and Clack memilih diam meski mereka saling melirik.
"Dengar. Aku memang tak begitu menyukai ibumu Vesper, tapi orang yang paling kubenci sekarang adalah Miles! Dia musuh dalam selimut di jajaran The Circle. Aku, Venelope, Tessa, Click and Clack saja ingin membasminya, tapi kau malah mendukungnya. Kenapa aku bisa mencintai playboy tengik sepertimu?!" teriak Sierra marah besar dan disusul dengan lemparan benda-benda yang dapat dijangkau oleh tangan gadis cantik itu.
"Woi! Woi!" pekik Jonathan panik saat dirinya menjadi sasaran empuk luapan emosi sang kekasih yang sedang mengandung anaknya.
__ADS_1
Click and Clack serta Venelope, berlari menghindar karena tak ingin terkena imbas. Sierra terlihat begitu marah dan kesal pada kekasihnya.
Jonathan tak bisa berkutik saat tubuhnya terkena vas bunga dan membuatnya jatuh di lantai.
"Sierra!" teriak Jonathan marah seraya memegangi pinggulnya yang sakit.
"Hah! Hah! Dengarkan aku baik-baik, Keparatt tengik!" ucap Sierra dengan napas memburu, menunjuk kekasihnya di kejauhan.
Venelope yang bersembunyi di balik sofa mengintip, diikuti oleh Click and Clack yang bersembunyi di balik pajangan besar di ruang tengah itu.
"Kau, harus menghentikan aksi gila Miles saat akan mengambil anak buah kita yang tersisa. Aku setuju dengan idemu waktu itu. Awas saja jika sampai kutahu kau mendukung aksi Miles. Aku akan menghilang dari kehidupanmu selama-lamanya, dengan bayi dalam kandunganku. Saat bayi ini lahir, aku tak akan pernah menganggapmu sebagai ayahnya. Aku akan mengubur nama dan kenangan bersamamu sampai akhir hidupku. Camkan itu, Jonathan Benedict," tegas Sierra melotot tajam di depan kekasihnya.
Jonathan terlihat pucat. Ia mengangguk cepat terlihat tegang. Pada akhirnya, Jonathan setuju dengan keputusan kekasihnya itu.
Dan, inilah misi yang sekarang harus Jonathan lakukan. Menghabisi Miles dan anak buahnya yang tersisa.
Kembali ke tempat Jonathan dan timnya berada. Colmar, Perancis.
Clack melindungi putera mendiang Erik seraya membantu menembaki pasukan musuh yang berusaha untuk menculik sisa anak buah Jonathan.
"Jangan biarkan mereka hidup! Matikan saja! Mereka sudah tak bisa ditolong jika dicuci otak Miles! Bunuh semua!" teriak Jonathan lantang.
"Yes, Boss!" jawab anak buah Jonathan yang kini melawan balik anak buah Miles, meski beberapa dari mereka adalah kawan satu timnya dulu.
Aksi pembantaian pun terjadi. Anak buah Miles tak bisa berkutik saat tubuh mereka ditusuk, ditembak dan diledakkan seolah nyawa mereka tak ada artinya.
"Yeah!" seru anak buah Jonathan dengan sorakan kegembiraan.
The Cirlce Jonathan berhasil melumpuhkan seluruh anak buah Miles yang tertinggal. Meski demikian, beberapa mobil yang membawa orang-orang Jonathan berhasil kabur.
"Amankan rumah. Lucuti semua perlengkapan dan persenjataan mereka. Aku dan Clack akan mengejar!" seru Jonathan setelah merasa kondisi sekitar aman.
"Yes, Boss!" jawab orang-orang berpakaian hitam itu serempak.
Anak buah Jonathan menarik mayat-mayat yang bergelimpangan itu untuk dikumpulkan jadi satu. Mereka menerapkan cara kerja Vesper yang mengambil semua benda yang dirasa bisa dimanfaatkan.
Jonathan bahkan ikut memiliki petugas pembersih mayat. Ia mempekerjakan ikan piranha BinBin yang diambil dari markas di Jeju, jauh sebelum pemberontakannya terjadi. Kini, ia tak ikut kerepotan mengurus mayat-mayat dari aksinya.
Jonathan bersama Clack, mengejar komplotan dari anak buah Miles yang berhasil membawa anak buahnya. Ternyata, mereka pergi menuju arah sungai Rhine yang berbatasan dengan Jerman.
"Jangan-jangan, mereka akan menyeberang ke Jerman? Atau ke Swiss? Sial, kita gak punya koloni di sana. Masa iya telepon kak Lysa atau papa Kai? Ogah banget. Kakak gak tau diri mana mau nolong kita. Pasti dia minta imbalan dan lagi-lagi pakai alasan bang ded. Idih, jijay. Kalau papa Kai, gengsi lah," gerutu Jonathan bersungut-sungut. Clack yang fokus mengemudi, tak menghiraukan ucapan Bosnya.
"Jonathan! Aku melihat ada satu buah kapal bermotor sedang merapat di tepi Grand Canal d'Alsace. Sepertinya, kapal itu akan digunakan untuk mengangkut anak buah kita. Hentikan sekarang juga! Kita bisa kehilangan mereka jika kapal tersebut pergi ke laut atau melintasi perbatasan!" titah Sierra yang terdengar jelas di telinga Jonathan, Click and Clack.
"Oke!" jawab ketiga pria itu serempak.
Segera, dua mobil pengejar itu melaju kencang. Click yang lebih dulu berangkat dan jaraknya paling dekat dengan konvoi mobil musuh, dengan sigap bertindak. Mobil SUV hitam yang dikendarai Click melaju pesat.
"Jonathan! Lumpuhkan mobil paling belakang. Sekarang!" seru Click dari panggilan telepon dan earphone yang terkoneksi.
"Siap!"
Dengan sigap, KLIK!
__ADS_1
"Mampus," ucap Jonathan menunjukkan serigainya.
Seketika, PIPIPIPI! BLUARR!
Mobil pengangkut dibarisan paling belakang meledak pada bagian samping kanan dan membuat kobaran api besar. Mobil langsung berhenti. Click, dengan sigap mendatangi mobil tersebut.
BRAKK!
DOR! DOR!
Click menembaki anak buah Miles saat sopir dan navigator yang duduk dibangku depan membuka pintu untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, salah satu bodyguard Jonathan lebih sigap dalam bertindak.
"Keluarlah! Cepat!" titah Click saat mendapati anak buah Jonathan terluka karena duduk di bangku tengah dan belakang mobil type MVP tersebut.
Lima orang itu segera keluar dan beruntung, mobil tak terbakar keseluruhan. Pria-pria itu berjalan sempoyongan saat masuk ke mobil yang dikemudikan oleh Click.
BROOM!
"Jonathan, target kedua! Lumpuhkan!" seru Click kembali mengejar mobil ketiga dari total empat mobil konvoi Miles.
"Oke!"
KLIK! BLUARR!!
CIITT! BRAKKK!
Mobil tersebut meledak di bagian belakang. Mobil dari kubu Miles terjungkal dan menabrak sebuah pohon karena kehilangan kendali saat melaju.
"Bagus, Jonathan. Namun, kau harus cepat. Dua mobil tiba ke Canal dalam waktu 5 menit dari sekarang. Salip Click," titah Sierra.
"Oke, Yang!" jawab Jonathan mantap. Clack segera menekan penuh gas mobilnya. Jonathan melihat mobil yang ditumpangi oleh Click berhenti untuk mengangkut anak buahnya yang sedang diselamatkan "Semangat, Click!" seru Jonathan dari jendela mobil yang terbuka.
Kening Click berkerut saat mobil itu melintas di sampingnya.
"Hoi! Mobilku tidak muat!" serunya lantang, tapi percuma karena mobil Jonathan sudah melaju kencang meninggalkannya.
Click mengevakuasi anak buah Jonathan dari mobil ketiga saat ia telah berhasil melumpuhkan anak buah Miles yang menjaga.
"Kita kejar mereka?" tanya salah satu anak buah Jonathan yang terluka dibagian kepala, dan terlihat darah segar menetes di sana.
"Tidak, seperti rencana awal. Kita berkumpul di rumah Sierra. Ayo," sahut Click dan lima orang yang berhasil diselamatkan lagi bergegas masuk ke mobil.
Namun, benar seperti yang dikatakan oleh Click. Mobil itu menjadi penuh sesak. Beberapa dari mereka duduk di bagasi belakang dengan lutut dilipat seraya menahan sakit di tubuh.
"Benar-benar ide Jonathan yang luar biasa," keluh Click, tapi didengar oleh Jonathan, Sierra, dan Clack. Jonathan cemberut karena merasa disindir.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Makasih tipsnya😍 Lele padamu❤️ tunggu dobel epsnya karena ada yg sedekah lagi. Smg tips koin makin lancar amin jadi segera tamat dan ganti cerita baru lagi😆
__ADS_1