4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Melawan 3


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Jonathan bersama anak buahnya tenggelam ke tepian danau Superior, Ontario, Kanada.


Dengan sigap, mobil musuh mendekat untuk memastikan korban dari serangannya tewas. Saat orang-orang itu keluar dari mobil sembari menenteng senapan laras panjang, tiba-tiba ....


BROOM! BRANG!


KRAKK! CRATT!


BYUR!


Mobil yang meluncurkan misil ke arah Jonathan terhantam kuat dan tercebur ke danau setelah sebuah mobil Hummer muncul dari balik semak. Mobil hitam itu melaju pesat ke arah mereka.


Orang-orang itu pun tewas mengenaskan dengan anggota tubuh sudah terkoyak bahkan masih berdenyut karena serangan yang tak siap untuk diantisipasi.


Seorang pria berpakaian hitam keluar dari dudukkan kemudi. Pria berkulit hitam itu mendatangi para korban yang mengejang seakan nyawa mereka masih tersangkut dalam raga.


DOR! DOR! DOR!


Pria itu menembaki kepala para korbannya dengan wajah datar untuk memastikan tubuh itu tak lagi bergerak.


Tak lama, muncul seorang wanita mengenakan pakaian selam dan sebuah tas koper yang ia tenteng lalu diletakkan di samping mobilnya.


Pria bertubuh besar itu memberikan sebuah tali tambang dari kawat dengan ujung pengait yang terhubung dengan bagian belakang mobil dan sebuah remote untuk mengendalikan sesuatu.


"Hati-hati."


Buffalo tersenyum tipis saat menerima barang-barang itu.


BYUR!


Buffalo dengan sigap mengaitkan pengait seperti kail itu ke bagian belakang mobil yang biasanya digunakan untuk menderek.


Beruntung, mobil Jonathan tersangkut pada bagian dinding danau dan belum tenggelam sampai ke dasar.


KLIK! PIP!


NGEKKK!


Tali tambang kawat itu menarik mobil Jonathan dalam posisi vertikal. Kepala mobil itu berada di bawah.


Buffalo menjaga di bagian samping mobil untuk memastikan benda itu berfungsi dengan sempurna sekaligus para penumpang yang masih terperangkap di dalamnya.


Saat Buffalo berenang mendekati jendela depan, ia terkejut saat mendapati Click and Clack ternyata masih sadar.


Mereka berusaha keras untuk bisa membebaskan diri dari luapan air yang menggenangi tubuh mereka.


Namun, saat mata dua orang itu tertuju ke depan, keduanya mematung seketika. Mereka melihat seorang wanita berenang dengan kedua tangan melipat depan dada dan dua kaki terus bergerak untuk membuat tubuhnya melayang dalam air.


SPLASH! GREEKKK ....


Buffalo segera berenang ke permukaan dan naik ke tepian dibantu oleh Drake menggunakan sebuah tangga portabel.


"Mereka berdua sadar," ucap Buffalo seraya melepaskan kacamata scuba-nya.


Drake mengangguk mantap dan segera mendatangi mobil yang berhasil di tarik sampai ke tepian danau. Buffalo ikut mendekat seraya mengeluarkan sebuah senapan khusus dari dalam koper.


Buffalo mendekati pintu bagasi mobil belakang yang sudah penyok, tapi tersangkut sehingga tak bisa dibuka.


SHOOT! SHOOT!


CLEB! CESS ....


Peluru dari senapan peleleh logam berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Air dalam mobil mulai surut meski beberapa penumpang di dalamnya pingsan termasuk The Circle Jonathan.


Click and Clack segera merangkak ke belakang dan menjebol pintu. Keduanya keluar dari mobil, dan beruntung, tak mengalami luka serius.


Mata dua bodyguard Jonathan melebar saat melihat mayat-mayat dengan bagian tubuh sudah tercerai-berai, berhamburan di jalanan. Keduanya pucat seketika.


"Hah! Kalian?" pekik Clack terkejut dan tubuh basah kuyup menatap Buffalo dan Drake saksama dengan napas tersengal.


Namun tiba-tiba, SHOOT! CLEB! CLEB!


BRUKK!

__ADS_1


Click and Clack pingsan setelah terkena tembakan bius dari Drake di leher mereka. Dua orang itu segera dimasukkan ke dalam mobil yang dibaringkan pada bagasi belakang.


Selanjutnya, Buffalo dan Drake memindahkan mobil Jonathan dengan diderek menuju ke semak untuk dimasukkan ke hutan menggunakan mobil mereka.


Mobil tersebut ditinggalkan begitu saja dengan orang-orang yang masih tak sadarkan diri.


"Mereka masih hidup, hanya pingsan," ucap Buffalo setelah memeriksa denyut nadi dan napas orang-orang itu menggunakan alat khusus berbentuk elips pipih dan sensor di bagian ujung menyala lampu biru.


"Tugas kita selesai. Ayo," ucap Drake dan Buffalo mengangguk pelan.


Buffalo melihat Jonathan tergeletak di bangku dudukkan tengah memejamkan mata. Ia mengembuskan napas panjang lalu pergi tak mengikutsertakan orang-orang itu dalam mobil mereka.


BROOM!


Entah sudah berapa lama Jonathan tak sadarkan diri, ia mulai membuka mata saat merasakan tubuhnya sakit dan kepalanya pusing.


"Aduh ...."


"Oh! Bos sudah bangun!" ucap Air Mata Pengantin setelah usahanya berhasil membangunkan Jonathan dengan minyak kayu putih yang ternyata tersedia dalam box medis pada dudukan tengah mobil mereka.


Jonathan didudukkan secara perlahan yang tadinya berbaring di atas rumput. Jonathan membuka matanya semakin lebar dan melihat sekitar.


"Kita di mana?" tanyanya bingung di mana hari masih gelap.


"Masih di sekitar Superior Lake, Bos. Sepertinya, ada yang menyelamatkan kita. Sayangnya, Click and Clack menghilang," jawab salah satu anak buahnya dari tim air bernama Pesut.


"Click and Clack tak ada? Apakah diculik atau semacamnya?" tanya Jonathan langsung melotot, tapi tiga anak buahnya yang selamat menggeleng tidak tahu.


"Sekarang bagaimana, Bos?" tanya anak buah Jonathan yang berjongkok di sebelahnya dari tim pohon bernama Palem.


Jonathan memegangi kepalanya yang sakit dengan pakaian masih basah. "Kita kembali ke pos darurat dulu saja. Kita obati luka dan pikirkan langkah selanjutnya. Sial, aku tak bisa berpikir," keluh Jonathan.


Tiga pria itu mengangguk siap. Namun ternyata, mobil mereka tak lagi bisa dipakai karena ban belakang mobil tersebut rusak.


Saat mereka terpaksa untuk berjalan kaki, Jonathan yang tahu jika jarak menuju ke tokonya sangat jauh, tak ingin menyiksa dua kakinya.


"Kalian nanti gantian gendong Nathan. Awas protes, gak ada gaji," tegasnya saat sudah digendong oleh Palem.


Dua pria itu hanya bisa mengembuskan napas pasrah. Mereka menenteng koper berisi perlengkapan yang masih bisa diselamatkan sampai menemukan tempat dan juga kendaraan untuk membawa mereka pulang.


Gadis itu kini menjadi incaran dari para Kolektor. Sudan menganggap Sandara sebagai pembunuh anak lelaki yang dibanggakannya dan merusak perjanjian.


"Sudah ditemukan jejaknya?" tanya Sudan terlihat geram.


"Dia berada di Peru. Hanya saja, timku masih mencari keberadaannya karena Sandara pintar bersembunyi," jawab Iskra dari informan yang disebar olehnya di seluruh negara untuk memburu Sandara Liu.


"Jangan sampai lolos. Akan kubunuh dia dan kujual semua organ dalam tubuhnya," ucap Sudan terlihat menaruh dendam pada puteri tunggal Kai tersebut.


Sudan segera terbang menuju ke negara yang dimaksud. Para mata-mata dari Kolektor mengintai gerak-gerik Sandara. Sudan ingin memastikan kematian Sandara dengan tangannya sendiri.


Sedang di tempat Sandara berada.


Ternyata, hasil penyelidikan anak buah Iskra benar. Sandara mendatangi kediaman salah satu isteri pak Sutejo di Peru. Sayangnya, bukan anak buah Miles yang ditemukannya, melainkan dua Biawak.


"Woi! Dara!" panggil Biawak Putih berlari kencang saat Sandara kepergok memasuki kediaman yang tampak sepi tak ada penghuni tersebut.


Sandara mencoba meloloskan diri menuju ke titik evakuasi. Anak buah utusan Han menembaki anggota tim HURI dan Mirror yang berusaha melindungi Sandara dari kejaran mereka.


"Jangan biarkan dia kabur! Lumpuhkan Dara!" perintah Biawak Putih ikut berlari kencang.


Dengan sigap, anak buah Han menembakkan senapan pelontar granat khusus berisi Rainbow Gas tanpa bom ke orang-orang yang berlari tersebut.


DUK! DUK!


BUZZZ!!


"Gas! Gas! Rainbow gas!" teriak salah satu tim HURI panik ketika sebuah granat di depan mereka langsung menyemburkan gas warna jingga. Seketika, mata orang-orang itu melebar.


Dengan sigap, Sandara menarik serum penawar dari dalam saku jas. Ia memiliki serum penawar itu dan menyuntikkan ke lengannya.


Sedang anggota tim lain yang tidak memiliki penawar, mulai terkena dampak padahal mereka sudah menutup hidung dan mulut.


"Cepat pergi dari sini!" seru Sandara lantang seraya membuang suntikannya.

__ADS_1


Orang-orang itu berlarian ke segala arah dengan menahan rasa sakit di tubuh. Satu per satu anak buah Sandara jatuh terkapar di tanah karena terkena dampak dari racun tersebut.


Napas Sandara tersengal melihat orang-orang itu mengerang kesakitan.


NGENG!!


"DARA!" panggil Enceng Gondok yang datang menggunakan motor trail menjemputnya.


Sandara melihat orang-orang dari anggota timnya menatap penuh harap agar ditolong. Namun, Sandara berpaling dan segera berlari menuju ke tempat penjemputan.


Orang-orang itu terlihat kecewa karena mereka dibiarkan mati padahal sudah bersusah payah mendukungnya dalam aksi balas dendam tak berkesudahan itu.


NGENGG!!


Kepulan asap jingga mulai menghilang. Orang-orang itu mulai mengejang dengan luka lepuh disekujur tubuh.


Biawak Hijau melihat mata orang-orang dari kubu Sandara sudah melotot pertanda ajal sudah siap menjemput.


Namun, Biawak Hijau melihat salah satu anggota tim HURI masih bertahan. Dengan segera, Biawak Hijau mendekati dan menyuntikkan serum penawar tersebut ke leher wanita tersebut.


Wanita cantik itu terlihat kesulitan bernapas. Ia memegang lengan Biawak Hijau erat dan perlahan memejamkan mata.


"Bawa tabung oksigen portabel ke sini cepet!" perintahnya tergesa.


Segera, tim medis dari anak buah Han memberikan sebuah kaleng dengan corong yang dikaitkan dengan karet elastis agar masker gas itu tak terlepas meski pasien dipindahkan.


"Susuri tempat ini. Ijo yakin kalau Dara akan pergi meninggalkan Peru setelah kepergok sama kita. Dasar bocah gendeng, bukannya pulang malah nglayap gak jelas!" pekik Biawak Hijau kesal dengan anggota tim HURI yang ditolongnya masih dalam pangkuan.


Ternyata, kelompok bermotor dari tim Sandara yang kabur meninggalkan kediaman anak Sutejo di Peru, berhasil ditemukan oleh tim pengintai dari para Kolektor.


"Kejar dia! Tangkap Sandara hidup-hidup!" seru salah satu pria dengan wajah dan kepala tertutup kain yang dililitkan seperti pengelana padang pasir.


Pengendara motor dari tim Sandara yang berada di paling belakang langsung menoleh saat tiba-tiba saja terdengar deru mobil mengejar mereka.


"Kita dikejar!" seru Kaktus lantang.


Sandara menoleh bersama anggota tim lainnya. Seketika, para pengendara motor dari pasukan terakhir Pria Tampan melaju kencang trail mereka.


Namun, saat di persimpangan, tiba-tiba ....


BROOM!!


"AAAA!" teriak Sandara kaget saat muncul sebuah mobil siap untuk menghantamnya.


CIITT! NGENGG!!


Namun beruntung, Enceng Gondok didikan BinBin dengan sigap bermanuver dan menghindar dari kejaran.


"Sandara!" panggil Biawak Putih yang duduk samping sopir dan ikut mengejar.


Sandara panik karena dikejar dari dua kubu yang menginginkan dirinya hidup-hidup. Sandara tak ingin tertangkap. Ia melemparkan granat mini ke arah mobil-mobil yang mengejarnya.


DUK! DUWARRR!


Tentu saja, aksinya itu membuat dua kubu tersebut langsung waspada dan sigap agar tak terkena serangan mematikan tersebut.


Saat Sandara bersama para pembonceng motor lainnya melakukan aksi lawan dengan melontarkan peluru dari senapan laras panjang, lagi-lagi ....


BROOM!! BRAKKK!


"Agh!" erang dua pengendara motor saat dari balik semak muncul sebuah mobil yang menabrak hingga mereka jatuh bergulung-gulung.


Mata Sandara melebar saat melihat ada mobil lain yang kini ikut mengejarnya.


"Siapa mereka?!" pekik Lipan yang tak bisa berhenti menolong kawannya karena dua orang itu kini ditangkap oleh pria dari mobil yang menabrak mereka. Namun Sandara, seperti mengenali sosok itu.


"Mereka anak buah dari para pria bertopeng! Itu komplotan Miles!" jawab Sandara lantang seraya menunjuk dengan tangan kanannya dan tangan kiri mendekap perut Enceng Gondok agar tak terjatuh dari motor. "Lawan balik mereka, jangan kabur! Ayo!" seru Sandara lantang memerintahkan.


"Yes, Mam!" jawab semua pria dari pasukan Pria Tampan mantap.


CIIITT! NGENGG!


Dengan gesit, lima motor yang tersisa segera memutar arah roda. Kini, motor-motor itu melaju kencang, siap untuk berhadapan langsung dengan tiga mobil yang mengincar nyawa mereka.

__ADS_1


***


masih eps bonus dari tips mak Ben😍 pegel uyy😵


__ADS_2