
Maap lele kejar simulation dulu biar bisa gajian bulan depan jadi 4YM baru bisa up normal pas lele udah balik Jkt lagi bulan Januari mulai tanggal 5.
Jadi kalo 4YM belom up maklumin dulu deh. Ini bagi jadwalnya sulit banget. Ngetik dan ngedit aja nyolong2 waktu jadi typonya berhamburan karena gak fokus dan ceritanya jadi kurang greget.
4YM Insya Allah tamat akhir bulan Januari. Mohon doanya bisa tamat sesuai jadwal. Tengkiyuw atas pengertiannya dan Selamat Tahun Baru🥳🎉
---- back to Story :
Di tempat Sandara berada.
Ternyata, Sandara pergi ke rumah milik Yudhi saat ia disekap kala itu, Trinidad and Tobago.
Sandara membawa tim Mirror bentukan Yudhi, Pasukan Pria Tampan pemberian Jonathan, dan HURI milik Ahmed yang telah ia berikan gas halusinasi saat orang-orang itu berkumpul di kediaman Ahmed, Turki.
Persenjataan yang ia butuhkan untuk bertahan dan menyerang juga telah siap untuk dipergunakan.
Sandara yang telah mengetahui seluk-beluk rumah itu mulai bekerja untuk menyelesaikan misinya.
"Target kita adalah Miles dan anak-anak Sutejo. Mereka telah mencelakai kak Afro. Mereka harus dibalas," tegas Sandara dan orang-orang itu mengangguk.
Sandara lalu mengeluarkan koleksi topeng yang disimpan oleh Yudhi dalam kotak khusus. Sandara juga masih menyimpan beberapa koleksi kostum buatannya yang memiliki modifikasi untuk menyimpan senjata.
Sandara kembali menjadi seperti dirinya dulu ketika masih buruk rupa dan hanya Yudhi sebagai dewa penolongnya.
Namun, lelaki itu telah pergi untuk selamanya karena sakit hati yang dirasakan Sandara ketika Yudhi mulai kehilangan kewarasannya.
"Kita telah siap," ucap salah satu anggota tim HURI melaporkan.
Sandara mengangguk dengan sebuah koper hitam ia tenteng entah berisi apa. Sebuah yacht telah siap untuk membawanya pergi dari tempat tersebut menuju ke Venezuela.
Dari negara tersebut, kapal itu nantinya akan menuju ke Suriname, tempat Bala Kurawa Arjuna menjaga salah satu kediaman isteri Sutejo.
Namun, menurut informasi terakhir dari Valentina sebelum ia tiada, anak buah Arjuna menghilang. Jibran menduga jika aksi itu dilakukan oleh Miles.
Sandara mulai memetakan wilayah posisi anak buah Arjuna, Jonathan dan Lysa yang di tempatkan di berbagai belahan dunia. Sandara menggunakan kediaman Yudhi sebagai markas utamanya.
Minggu kedua bulan Juli.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"S-1, over," panggil salah satu anggota Pasukan Pria Tampan berkulit cokelat seperti warga setempat.
"S-1 copy," jawab Sandara tenang meneropong di kejauhan.
"Pergerakan terlihat di rumah yang telah ditandai," lapor Biri-Biri.
"Kerjakan."
"Roger that."
BYUR!
__ADS_1
Kediaman salah satu isteri Sutejo di Suriname di pinggiran sungai, kini menjadi incaran Sandara. Gadis itu meneropong dari atas pohon bersama dua anggota tim HURI pilihannya.
"Biri-Biri dan Kecebong bergerak mendekati target," ucap salah satu anggota tim Mirror melaporkan.
Sandara melihat pergerakan anak buahnya yang mengenakan perlengkapan khusus selam dari salah satu usaha ilegal Ahmed yakni penyelundupan barang-barang serta senjata militer khusus di dalam air.
Sandara mengambil stok yang dimiliki Ahmed dalam gudang di kediaman Turki. Sandara terlihat siap dengan aksi penyerangannya kali ini.
Perlahan, sosok dari dua tim penyelam tak terlihat karena mulai memasuki sungai dalam menuju ke titik target. Sandara meneropong melihat sekitar kediaman seperti memastikan sesuatu.
"S-3. Now!" seru Sandara dengan suara tertahan melalui sambungan radio. Seketika, SWOSH! DARRR!
"Target bergerak! Target bergerak!" ucap anggota HURI yang berada di dalam hutan dari sambungan radio.
"S-2! Now!" titah Sandara ke pasukan air yang berhasil menyelinap masuk melalui bawah bangunan tanpa terdeteksi oleh pasukan musuh karena mereka teralihkan dengan kembang api yang memeriahkan langit sunyi di malam gelap.
Saat Sandara fokus melihat pergerakan anak buahnya yang mulai menaiki tangga memasuki rumah bertingkat itu, tiba-tiba ....
"S-1! Ada mesin kapal dinyalakan di rumah kedua! Ada pria bertopeng sedang menaikinya!" seru tim air beranggotakan Tokek dan Enceng Gondok yang memantau pergerakan dari dalam sungai tak ikut menyergap di bangunan.
"Arah jam dua! Apa kau melihatnya, S-1?" tanya tim HURI yang mengintai di sisi Barat seberang sungai.
"Jangan biarkan mereka lolos! Itu target kita! Salah satu anak Sutejo! Lumpuhkan!" jawab Sandara cepat.
Segera, gadis cantik itu memasang pengait di pinggangnya untuk meluncur seperti flying fox di mana sebuah tali telah terhubung di seberang sungai sebagai jalur evakuasi untuk keadaan darurat.
"Go! Go! Go!" seru pendamping Sandara dari tim HURI yang bersiaga dengan senapan laras panjang.
Namun, perahu tersebut terselimuti kabut dan membuat sosoknya sulit terlihat. Anggota tim HURI kerepotan untuk menembak target.
Beruntung, Sandara telah mengintainya dari atas pohon. Tak ingin buruannya lepas, Sandara dengan cepat meluncur dengan menggenggam dua buah benda melintasi sungai di wilayah berkabut.
Sandara menajamkan matanya dan dengan sigap, DUK! DUK! BLUAARR! BYUR!
Perahu motor tersebut meledak di tengah sungai saat melintas. Sandara berhasil menjatuhkan granat mini ke geladak perahu ketika ia meluncur dari atas.
Namun, beberapa penumpang kapal seperti selamat ketika ledakan terjadi bahkan tak ada suara teriakan dari korbannya.
Beberapa orang terlihat berusaha untuk berenang ke tepian. Mereka menjauh dari kapal yang berkobar dalam panasnya api.
"Jangan biarkan mereka lolos!" titah Sandara yang berhasil mendarat di seberang.
Anggota HURI lainnya yang sudah menunggu dititik penjemputan, dengan terampil melepaskan pengait di pinggang.
Namun, DODODODODOR!
"CD!" teriak salah satu anggota HURI ketika mendapati sebuah drone bersenjata, terbang ke arah mereka dan menembaki dengan membabi buta.
__ADS_1
Sandara panik dan berlindung di batang pohon besar saat tim HURI berusaha untuk menjatuhkan drone milik Vesper Industries tersebut.
Saat Sandara akan melakukan aksi balas, tiba-tiba, muncul CD lain dari dalam hutan mengepung keberadaan mereka.
"Pergi dari sini!" perintah Sandara lantang yang langsung berlari seraya menutupi kepalanya.
Sandara diberondong oleh rencengan peluru dan membuat gadis itu terdesak. Sandara nekat menuju ke arah sungai. Tiba-tiba, DUAK! BRUKK!
"Sialan! Ini ulahmu, hah?!" pekik seorang pria yang berjalan dengan gusar dan tubuh basah kuyup mendatangi Sandara.
Pria itu muncul dari dalam sungai dengan napas tersengal. Sandara yang terkena pukulan di wajahnya langsung ambruk di tepian sungai.
Gadis cantik itu memegangi pipinya yang terasa sakit, tapi ia tahan erangannya. Sandara menoleh dan matanya melebar seketika saat melihat sosok itu.
"Kau ... aku mengenalimu," geramnya dengan napas memburu.
"Hah! Tentu saja kau mengenaliku. Kita pernah bertemu sebelumnya, tapi kali ini kupastikan kau mati, Sandara Liu," ucapnya bengis seraya melepaskan topeng yang telah terbelah menutup sebagian wajahnya.
Sandara segera berdiri menatap pria itu tajam. Pria yang tak lagi mengenakan topeng dan menunjukkan wajah aslinya, memberikan kode pada dua CD yang menyerang tim Sandara dengan dua tangannya yang bergerak berputar.
Dua benda terbang itu pergi meninggalkan lokasi dan melakukan penyerangan di tempat lain.
Drone-drone bersenjata itu bertugas melindungi perahu milik pria bertopeng saat melarikan diri, tapi berhasil digagalkan oleh tim Sandara.
Saat pria itu melihat pergerakan drone miliknya mulai menembakkan peluru-peluru pembunuhnya ke arah hutan di tempat tim Sandara berada, tiba-tiba ....
DUAK!
"Agh!"
SWING! JLEB! JLEB!
"Harghhh! Bocah sialan!" pekik pria itu marah besar ketika Sandara melemparkan batu ke arahnya ketika ia sedang lengah.
Batu sungai seukuran kepalan tangan berhasil mengenai dahinya dan membuat pria berambut hitam itu mundur beberapa langkah hampir ambruk.
Sandara menambah serangannya dengan melemparkan pisau-pisau tajamnya ke tubuh pria itu yang disimpan pada saku kantong celana tempur sisi kiri dan kanan.
Serangan cepat tersebut berhasil mengenai dua paha sisi kiri dan kanan pria berambut gondrong.
CRAT!
"Agh! Mati kau!" seru pria itu marah saat mencabut dua pisau di pahanya hingga darah segar itu langsung menyeruak dari luka robek.
Sandara terkejut karena lawannya cukup tangguh dan kini menggunakan dua pisau dalam genggamannya untuk menyerang balik. Mata Sandara melebar dan ia terlihat shock seketika.
***
tengkiyuw tipsnya lele padamu😍
__ADS_1
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE