
Jonathan tak ikut ke Italia karena begitu merindukan kekasihnya. Ia memilih untuk terbang ke Paris bersama Click and Clack.
Biawak Cokelat dan Kuning diminta untuk berkumpul di kediaman Amanda. Dua pria mantan anggota Elite Sutejo itupun segera terbang ke Italia.
Hari berikutnya di kediaman Amanda, Napoli.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Oke. Eko ditunjuk sebagai asisten Mbak Vesper untuk kesekian kalinya jadi kalian gak boleh ngiri. Ini pembagian tugas yang udah di ACC sama mbak Vesper atas saran dari Eko yang rangkep jadi penasehatnya," ucapnya mantab sembari membawa buku tulis.
"Eko, maaf menyela. Ini zaman modern. Kenapa kau masih menggunakan buku? Kau apakan tablet yang kuberikan?" tanya Eiji heran.
"Kamu bisa baca tulisan Eko gak?" tanya Eko menunjukkan tulisan dari bukunya yang ternyata menggunakan sandi tertentu.
"Tulisan apa itu? Ini akal-akalanmu saja. Tak bisa dibaca!" pekik James langsung melotot karena tulisan Eko seperti grafik.
"Ketauan gak lulus Pramuka. Sandi rumput, Gwoblok!" pekiknya menghina dan memukul kepala James dengan bukunya. Mulut semua orang menganga.
"Jika Morse, Bendera aku tahu, tapi itu ... aku tak pernah diajarkan," sahut Drake menambahkan dan semua orang mengangguk setuju.
"Kalau begitu, tulisan Eko aman karena hanya Eko dan mbak Vesper aja yang tau. Intinya dengerin, dilarang protes dan kudu paham," ucapnya memaksa. Semua orang menghela nafas pasrah dan mengangguk.
James, Seif, Buffalo, Drake, Eiji, Afro, Sun, Jordan, Naomi, BinBin, Biawak Cokelat, Lucy, Yohanes, Biawak Kuning, Biawak Putih dan Hijau telah berkumpul atas permintaan Eko.
"Biawak Hijau dan Putih. Tugas kalian cari Junet sampai dapet dan bawa pulang hidup-hidup. Ini tugas mutlak dan gak boleh gagal dari mbak Vesper meski Red Ribbon juga dikirim, tapi kalian gak boleh ngandelin mereka. Masa iya kalian kalah lawan junior. Jangan malu-maluin," ucap Eko menatap dua seniornya memicingkan mata.
"Woo ngece. Kita bakal buktiin kalo kita ini kelas Elit!" sahut Biawak Hijau tak terima diremehkan. Eko terkekeh.
"Lalu Jordan dan Naomi bertugas di Perusahaan Elios. Kalian akan kerjasama dengan Mix and Match, Bayu dan Yu Jie. Selain itu, tugas maha penting adalah cari informasi dari Yu Jie, anak buah si Tobil. Korek semuanya untuk mengetahui di mana kita bisa temukan para perusuh No Face itu. Oke?" perintah Eko dan dua orang itu mengangguk siap.
"Hehe, ternyata enak ya jadi pemimpin itu. Tinggal tunjuk dan semua orang bilang 'Siap'," ucapnya gembira.
"Itu tugas dari Vesper. Kau hanya menyampaikannya. Jangan berlagak," tegas BinBin dan Eko langsung komat-kamit.
"Lalu. Biawak Cokelat dan Kuning. Kalian awasi Lysa. Suami dia sekarang adalah Tobias. Mbak Vesper masih belom percaya sama mantunya itu 100%. Kalian datengin Lysa dan minta doi jadikan kalian bodyguard-nya. Bilang, kalau situasi lagi gak aman. Selain itu, informasikan segala aktivitas yang dilakukan oleh Tobias and The Gank termasuk Lysa. Paham?" tegas Eko dan dua BIAWAK mengangguk mengerti.
"Nah selanjutnya. Bentar, ini Eko nulis apa ya, kok gak bisa dibaca," ucapnya berkerut kening terlihat bingung membaca tulisan sandi rumputnya. Semua orang geleng-geleng kepala sembari menahan senyum.
__ADS_1
"Ada yang namanya huruf alfabet, Eko," sahut Buffalo, tapi Eko malah memintanya diam. Buffalo mengerucutkan bibir karena sarannya ditolak.
"Nah Eiji. Kamu sekarang dikasih tugas maha dahsyat jadi User ketiga GIGA DARA. Kamu diminta untuk mengawasi semua pergerakan jajaran Vesper. Menerima semua laporan dan menyampaikannya langsung ke mbak Vesper. Gampang to?" Eiji langsung memberikan jempolnya dengan mantab dan senyum merekah. "Tambahannya, buat 2000 gelang pemenggal dengan pelacak di dalamnya."
Eiji terlihat kesal dan langsung ngedumel. Eko terkekeh karena berhasil mengerjainya.
"Lalu, Paman BinBin. Mbak Vesper gak minta dirimu kerja exstra kaya dulu. Paman dibebasin mau bikin apa, gak ada tuntutan. Gak perlu turun di lapangan juga. Cuma ... cukup ngawasin produksi ketika ada permintaan. Mbak Vesper minta Paman BinBin mulai cari penerus biar bisa segera menikmati masa pensiun kaya doi."
Mata BinBin terbelalak. "Hah? Yang benar? Aku bisa pergi liburan kapanpun? Tak perlu tinggal di Borka? Bahkan boleh menikah lagi?" tanyanya semangat.
"Mau kawin lagi? Tar encok gimana?" tanya Eko melotot. BinBin langsung memasang wajah masam. "Ya ... kalo dicatetan Eko sih gitu. Paman bebas, tapi pas ada kerjaan ya kudu dateng ke bengkel," sahut Eko kembali serius sembari membaca tulisan sandi rumputnya.
BinBin terlihat begitu senang. Semua orang memberikan selamat dan menyalaminya.
"Aku percaya pada Dominic untuk mengurus Borka. Soal penerus, sebenarnya Kai sangat cocok. Namun kulihat, dia juga mulai sibuk dengan bisnis legalnya. Ditambah Dara juga menghilang. Dia pasti sedang kalut. Baiklah, akan aku cari penerusku, hanya saja jangan diburu-buru," tegasnya menunjuk dan Eko memberikan jempolnya mantab.
"Jadi ... kau akan tinggal di mana, Paman?" tanya Seif menatapnya dengan senyuman.
"Jujur. Aku merindukan rumah lamaku di Jeju. Aku tak keberatan jika harus menjaga markas itu. Bisa kau sampaikan pada Vesper?" tanya BinBin dan Eko mengangguk menyanggupi.
"Lalu bagaimana dengan kami?" tanya Drake dengan Buffalo duduk di sampingnya.
"Ini tergantung sama Afro. Kita seharusnya melakukan Persidangan, tapi karena Dara belom kembali dan batas waktu penyerahan aset sudah jatuh tempo, semua balik ke Afro dari aset yang udah mbak Vesper amanin waktu itu."
Afro menangis. Ia terlihat begitu terharu karena ia mendapatkan hidupnya lagi. Semua orang memberikan Afro selamat meski Jordan masih mengancamnya untuk duduk di kursi Pengadilan.
"Apakah ... aku bisa kembali ke rumahku?" tanya Afro berlinang air mata.
"Yep. Udah ada Kai dan lainnya di sana," jawab Eko mantab, tapi membuat Afro pucat. "Perusahaan legal Elios akan menjadi tanggungjawabmu. Namun, Perusahaan Farmasi, karena kamu pinternya kebangetan dengan kasih ke Dara, itu udah bukan milikmu lagi," tegas Eko dan Afro mengangguk mengerti.
"Lalu tugas kami apa?" tanya Buffalo merasa pekerjaannya sebagai penjaga aset sudah selesai.
"Kalian sekarang pindah ke Pemalang. Gantiin tugas Eko. Kalian jadi bule Jawa, hehehe," kekehnya.
Mata Buffalo dan Drake terbelalak. Namun pada akhirnya, sepasang suami isteri itu tersenyum menerima pekerjaan baru tersebut.
"Jujur, Eko. Kami sebenarnya cukup penasaran dengan kehidupan di negara asalmu itu. Menjadi petani dan pengusaha garmen? Rasanya cukup menantang," ucap Drake sembari merangkul pundak isterinya mesra.
"Nah, itu baru semangat. Eko bangga sama kalian," ucapnya senang sembari mengusap kepala Drake dan Buffalo bersamaan. Dua orang itu langsung menyingkirkan tangan Eko karena risih dengan sikapnya.
"Sandara sudah tak ada di Korea. Aku akan diungsikan ke mana?" tanya James melipat kedua tangan di depan dada.
__ADS_1
"Kamu betah gak di Seoul?" tanya Eko dan James mengangguk pelan. "Ya udah. Kamu di sono aja. Kok bingung," jawabnya santai.
"Ha? Serius? Namun, aku hanya menjadi penjaga rumah," sahutnya bingung.
"Kata siapa? Sembarangan. Kamu nanti bertugas di Klinik Gangnam punya Han. Atit dan Albino akan ditugaskan kembali di sana. Pastiin dua manusia jadi-jadian itu gak diculik lagi. Usaha itu akan jadi bisnis legal dengan kamuflase salah satu pos darurat Jonathan. Tar di sana jadi pusat transaksi ilegal di Korea Selatan. Manteb to," jawab Eko sembari menaik-turunkan alisnya.
James menepuk jidat. Ia sudah salah sangka dan mengira akan hidup santai seperti Paman BinBin. Bodyguard Vesper lainnya terkekeh.
"Aku bagaimana?" tanya Seif mengangkat tangan.
"Kastil Hashirama. Mitsuki dan Tokio 'kan udah gak ada. Jadi nanti kamu yang bertanggungjawab dengan Kastil itu. Kalau Tora udah sembuh, kamu dibantuin Tora. Seneng to, ada temennya," jawab Eko dan Seif mengangguk siap.
"Apakah ... aku akan kembali ditugaskan untuk menyelidiki The Mask?" tanya Sun memecah keceriaan.
"Kamu selain pinter juga ganteng, Nak Sun. Eko sun dulu sini. Muach," ucapnya langsung memegang kepala Sun dan mencium keningnya.
Orang-orang berteriak histeris, tapi Sun hanya bisa memejamkan mata rapat, pasrah dengan takdirnya.
"Lalu ... kami berdua?" tanya Lucy dan Yohanes.
"Sandara belom ketemu. Jadi kalian ditugaskan buat urus Butik dan Salon doi di Paris. Oke?" jawab Eko dan kakak beradik itu mengangguk.
"Jadi ... mulai saat ini ... secara tak langsung ... kami sudah tak bekerja di lapangan lagi? Begitu?" tanya Buffalo terlihat ragu dan Eko mengangguk membenarkan.
"Lalu ... kau sendiri bagaimana, Eko?" tanya James.
"Eko bakal wara-wiri ke sana kemari buat cek kinerja orang-orang di bawah kekuasaan mbak Vesper. Capek memang, tapi Eko suka karena secara gak langsung jalan-jalan. Cuci mata biar awet muda. Hehe," jawabnya tersenyum lebar.
"Hem. Not bad. Mungkin, hidup setengah warga sipil setengah mafia bisa kita coba. Lopez dan Brian berhasil melakukannya. Kita juga bisa," sahut Seif dan semua orang mengangguk setuju.
Usai pelimpahan pekerjaan, semua orang kembali ke kamar untuk beristirahat.
Namun, Naomi merasa jika sikap Jordan lain dengannya. Naomi mengikuti Jordan dan remaja itu membiarkan kekasihnya masuk ke kamarnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : FACEBOOK yg jadi Ekoš
SANDI by GOOGLE
__ADS_1
Haha lele disogok𤤠Tengkiyuw tipsnya. Lele padamuš Jangan lupa like semua eps di audio book yaš