4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Janji Jonathan*


__ADS_3

ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST



------ back to Story :


Jonathan terlihat gugup. Ia menggenggam tangan sang kekasih erat yang duduk di kursi roda pemberiannya sebagai hadiah permintaan maaf.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Daddy, persyaratanmu itu sangat sulit. Perbedaanmu dengan kami adalah, aku dan Jonathan saling mencintai. Sedang Nona Lysa, kulihat ... dia tak mencintaimu, Dad," sahut Sierra menegaskan.


"Aku tahu. Oleh karena itu, aku ingin Jonathan meyakinkan kakaknya agar bisa mencintaiku dan menjadi isteriku. Jika dia tak bisa, jangan harap kalian bisa menikah untuk selamanya," ucap Tobias menekankan.


Sierra terlihat sedih. Jonathan menatap Tobias tajam dari tempatnya berdiri.


"Oke. Nathan bisa usahain, tapi yang gak bisa Nathan tolong adalah, kau masih punya pesaing tangguh, Bang Dad. Javier, dia lawan terkuat karena si Sultan masih berusaha untuk rujuk dengan kak Lysa. Sekarang, biarkan kami berdua jalani dulu momen dramatis ini. Kau tahu sendiri bagaimana perjuangan kami agar bisa bersama. Jadi, minggir, Bang Dad. Pemimpin The Circle mau lewat," ucap Jonathan ketus dan mulai melangkah dengan tangan Sierra masih dalam genggaman.


Tobias menatap Jonathan tajam terlihat geram, tapi ia tahan. Sierra tertunduk terlihat takut. Rombongan Jonathan pergi meninggalkan hanggar menuju ke toko milik Sandara yang akan segera diresmikan.


Di mobil, terlihat Jonathan kesal dengan permintaan Tobias padanya. Sierra menatap wajah kekasihnya lekat dan kini meletakkan kepalanya ke bahu anak ketiga Vesper perlahan.


"Aku minta maaf, Nathan. Aku akan ikut membantumu meyakinkan Nona Lysa agar bisa menerima daddy. Meski aku yakin akan sangat sulit karena kulihat, Nona Lysa bukan tipe orang yang mudah diluluhkan hatinya," ucap Sierra sembari meraba tangan Jonathan yang memiliki bekas keloid peninggalan Lucifer.


"Nathan beneran gak ngerti deh sama Bang Dad. Ngoto gitu. Mana kak Lysa lagi, gak ada cewek lain apa? Kak Lysa 'kan kalo marah kaya macan, aduh ...," keluhnya garuk-garuk kepala hingga rambutnya berantakan.


Sierra tersenyum melihat Jonathan menggerutu. Sierra memeluk Jonathan erat dari samping terlihat begitu menyukainya.


Jantung Jonathan malah makin berdebar tak karuan. Ia balas mendekap tubuh Sierra yang kini menyender padanya dan menikmati aroma wangi vanilla dari tubuh sang kekasih.


Akhirnya, Jonathan dan rombongan tiba di toko yang nantinya akan diresmikan awal bulan di musim gugur.


Sebuah usaha fashion dan salon yang memiliki tiga lantai di sebuah kawasan pertokoan di Paris.


Sierra terlihat menyukai toko milik Sandara yang masih ditutup itu. Terlihat sudah rapi dengan dekorasi yang cantik, sesuai dengan seleranya.

__ADS_1


"Indah sekali. Bisakah, aku menjadi pelanggan tetap toko ini nanti, Nathan?" tanya Sierra saat mendatangi rak koleksi baju yang masih terbungkus plastik.


"Sierra suka? Tentu saja. Kau bisa ambil barang apapun yang di mau. Kalau buat Sierra, Nathan gak itungan," jawabnya dengan senyum merekah di kejauhan.


Sierra tersenyum penuh haru. Ia terlihat begitu menyukai produk brand Sandara Style. Lucy membantu Sierra mengambilkan baju pilihannya termasuk sepatu dan tas.


Jonathan terlihat sibuk dengan persiapan untuk peresmian bersama tim Event Organizer J&Z miliknya ditemani Yohanes.


"Bos!" panggil Lucy di kejauhan dan Jonathan menoleh seketika.


Jonathan diam mematung melihat sosok Sierra yang terlihat begitu cantik bak Tuan Puteri saat mengenakan gaun warna peach pilihannya. Jonathan mendekatinya perlahan dengan rasa kagum di hatinya.


Sierra duduk tertunduk terlihat malu. Jonathan meraih tubuh Sierra dan gadis itu segera merangkul pundak kekasihnya. Sierra terlihat takut ketika Jonathan memintanya berdiri.


"A-aku ...."


"Gak akan jatuh. Nathan akan pegangi," ucap Jonathan yang mendekap Sierra kuat hingga gadis itu seperti berdiri.


Sierra memeluk Jonathan erat takut jatuh. Semua orang terdiam ketika melihat Jonathan menatap Sierra lekat yang tertunduk dengan wajah merona malu.


"Kamu cantik banget, Sierra. Nathan pengen cepet-cepet nikahin kamu," ucap Jonathan sampai tak berkedip.


"Istirahatlah di kamar atas. Kami sudah merapikannya," ucap salah satu anggota EO Jonathan.


"Liftnya sudah bisa dipakai?" tanya Jonathan dan lelaki itu mengangguk.


Namun, Sierra tak didudukkan oleh remaja tampan itu. Jonathan memilih untuk menggendongnya sampai ke lantai tiga menaiki lift.


Pria itu mengantarkan sampai ke kamar yang nantinya bisa ditempati oleh para pengurus utama toko seperti Jonathan, Zaid dan Sandara Liu.


Sierra terlihat malu ketika Jonathan meletakkan tubuhnya perlahan di atas kasur.


"Kamar ini sudah lengkap dengan lemari es, kamar mandi dalam, AC dan penghangat ruangan, bedset, ruang rias dan almari pakaian. Mungkin, Anda ingin menambahkan furniture lainnya, Bos?" tanya pria itu dan Jonathan malah menatap Sierra lekat. Sierra bingung.


"Kamu mau ditambahin fasilitas apalagi, Yang?" tanya Jonathan terlihat gugup.


"Yang? Apa itu?" tanya Sierra bingung karena alat translator menerjemahkan dengan kata yang sama 'Yang'.

__ADS_1


"Singkatan dari sayang," jawabnya merona.


Sierra tersenyum tipis dengan wajah ikut bersemu. Sierra menggeleng dan merasa semuanya sudah cukup.


"Yakin? Gak ada tambahan lagi? Udah puas dengan yang ada di sini? Kalau ada yang kurang, bilang aja. Buat Sierra, Nathan akan lakuin semuanya," jawabnya yang masih mencondongkan tubuh dengan kedua tangan ditopang di antara paha kekasihnya.


Sierra mengangguk pelan dan berterima kasih. Pria EO lalu pamit pergi meninggalkan keduanya untuk beristirahat.


Sierra melihat kamar itu dari tempatnya duduk dengan senyum terkembang terlihat menyukainya. Jonathan menatap wajah Sierra lekat.


"Nathan akan cari cara biar Sierra bisa jalan lagi. Nathan tahu, Sierra pengen jalan-jalan 'kan?" ucapnya dengan wajah sendu.


Sierra menatap mata Jonathan dalam dan ia mengangguk pelan.


"Aku ingin sekali bisa berdiri di sampingmu, Jonathan. Aku ingin berjalan bersamamu, berkeliling dunia dan tak merepotkan orang lain. Itulah harapan terbesarku, bisa berjalan bersamamu," jawabnya sembari memegang wajah sang kekasih.


"Akan Nathan kabulkan. Nathan janji," jawabnya mantab dan Sierra tersenyum bahagia.


Gadis cantik itu mencium bibir kekasihnya lembut dengan mata terpejam. Jonathan bisa merasakan cinta kasih yang mengalir dari sentuhan itu.


Namun, Jonathan malah terbuai. Ia mendorong tubuh Sierra hingga gadis cantik itu terbaring di atas kasur dan membuka mata seketika.


Sierra menepuk-nepuk lengan Jonathan kuat agar tubuhnya menyingkir dari badannya. Sierra bahkan tak bisa melepaskan ciuman Jonathan yang makin mengganas dan terlihat begitu bergairah. Sierra panik.


"Hah! Jonathan! Stop! Stop!" pekik Sierra saat ia berhasil melepaskan ciuman kekasihnya dan mulai bergelora.


"Eh! Aduh, maaf-maaf," ucapnya panik dan salah tingkah karena tiba-tiba bergairah.


Jonathan segera berdiri. Sierra langsung duduk sembari merapikan rambutnya yang berantakan karena Jonathan merematnya. Keduanya canggung seketika.


***


sumpah geli nulis eps ini😆 pengennya abis adegan ini ada yang lempar granat atau disergap pasukan elit militer gitu, sayangnya gak demikian. kwkwkw.


mana nulisnya di leptop nyokap, adeh. jadi gak fokus. baiklah, makasih tipsnya😍dan utang eps lele makin banyak😩


lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2