
Oia lele mau kasih tau. Kalo novel 4YMS2 kemungkinan epsnya akan panjang karena ini novel penghabisan. Mana tokohnya banyak jadi kudu diruntut satu-satu. Doain aja lele selalu sehat dan bisa update rutin sesuai jadwal. Tengkiyuw dukungannya selama ini. Lele padamu😍
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
------ back to Story :
Malam itu, tim dari Jonathan tiba di Luanda, Angola, Negara di Afrika Selatan. Click telah memesan tempat untuk mereka menginap di kota itu sebelum keesokan harinya mendatangi lokasi yang disinyalir Mr. White berada.
Semua anggota tim menyiapkan segala perlengkapan untuk menjalankan misi esok. Kai, tetap diminta untuk berada di Pondok yang juga telah disewa oleh Clack di pinggir sungai Cuanza (Kwanza River).
Misi mereka yang awalnya mencari keberadaan asisten Bima, kini dikerjakan oleh Yusuke dan anak buahnya.
Seluruh mafia dalam jajaran 13 Demon Heads sibuk untuk menemukan keberadaan orang-orang No Face sebelum mereka melakukan serangan berikutnya.
Kini, target utama mereka adalah mencari keberadaan Sandara dan melenyapkan No Face untuk selama-lamanya.
"Kita telah berbaik hati pada mereka selama ini, Jonathan. Beruntung, Tobias, para Pion D, dan Sierra memihak kita. Namun, para senior 13 Demon Heads telah memutuskan untuk membinasakan pecahan No Face dan The Circle yang menolak untuk menjadi sekutu," ucap Kai saat merebahkan dirinya di atas ranjang dengan Jonathan tidur di sampingnya. Pemuda itu terlihat serius menatap papa tirinya seksama.
"Mereka, ancaman besar ya, Papa Kai?" Suami termuda Vesper mengangguk.
"Sebenarnya, dari dulu mereka sudah menjadi ancaman. Namun, kau tahu watak ibumu seperti apa. Terkadang, dia memiliki pemikiran sendiri di luar nalar kita. Seperti Tobias. Pria itu pernah mengurungnya, menyiksanya, bahkan hampir menewaskannya, tapi ibumu membiarkannya hidup. Padahal, bisa saja ibumu membunuhnya dengan mematahkan leher Tobias, meski tak bersenjata. Apa kau setuju denganku?" lirik Kai dan Jonathan mengangguk setuju.
"Nathan juga mikir gitu, Papa. Mama itu kaya bisa lihat sesuatu yang gak bisa kita lihat. Bukan hantu, tapi lebih kaya ... apa ya sebutannya," ucap Jonathan yang malah balik bertanya.
"Naluri."
"Hem. Jonathan mikirnya gini setelah kenal bang dad. Mama kasian sama Tobias, mungkin karena mama dulu isteri dari Joel. Mama tahu bagaimana perilaku Joel. Mama 'kan gak punya anak dari si Joel. Mungkin ... pas ketemu Tobias, terus orangnya bermasalah, jiwa keibuan mama iba gitu, jadi pengen benerin Tobias yang melenceng. Cuma ya, bang dad emang udah diseting gitu kali ya sama Tuhan, mau dibenerin kaya gimana juga udah menyimpang," sahutnya menilai.
Kai tersenyum dan mengangguk pelan.
"Bahkan Venelope. Bisa-bisanya dia mengatakan jika ia rela dibunuh olehnya sebagai penebusan dosa karena sudah membuat Anita menderita. Padahal, ayahmu menyiksa ibumu sampai koma karena hasutan Anita. Ayahmu membalasnya dengan mengirim Anita ke Bagdad sebagai hukuman. Siapa sangka, Anita dipilih oleh salah satu keturunan Flame untuk melahirkan anaknya. Venelope, sengaja didoktrin untuk melenyapkan ibumu dan orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads dengan mengatasnamakan dendam Anita karena para anggota Dewan mendukung aksi Erik secara tidak langsung," ucap Kai menilai.
Jonathan terdiam. Ia terlihat begitu serius mendengarkan.
"Menurut Papa begitu? Itukah alasannya Venelope begitu membenci 13 Demon Heads?" Kai mengangguk.
"Aku mulai bisa memahami setelah memikirkannya secara runtut kejadian masa lalu sejak 13 Demon Heads dibentuk oleh Lucifer. Semua kematian para anggota Dewan dalam jajaran 13 Demon Heads, adalah sebuah politik para mafia dari jajaran Flame untuk menjatuhkan dan merebut kekuasaan. Mereka ingin agar kekuasaan Lucifer abadi. Menjadi satu-satunya organisasi hitam yang diakui dan berkuasa di bumi. Namun, 13 Demon Heads, mengacaukan struktur, jadi mereka berpikir, kita harus dilenyapkan sampai ke akar-akarnya."
__ADS_1
"Akar-akarnya? Termasuk Nathan dong?" tanyanya melotot. Kai kembali mengangguk.
"Jika kau nanti memiliki anak, dan No Face atau The Circle yang terpecah masih hidup, anakmu dalam bahaya, Jonathan. Anakmu akan menjadi sasaran dendam, dan kau tahu, dendam ini tak 'kan ada habisnya."
"Oleh karena itu, mama dan para senior memutuskan untuk mengakhiri dengan melenyapkan mereka untuk selama-lamanya?" Kai kembali mengangguk dengan wajah sendu.
Jonathan terlihat pucat. Ia ikut merebahkan diri di mana sedari tadi dalam posisi miring karena serius mendengarkan penjelasan dari Kai. Dua pria itu menatap langit-langit kamar entah apa yang dipikirkan.
"Banyak orang terluka dan tewas dalam jajaran, meninggalkan duka mendalam dan kesedihan. Sepertinya, ibumu sudah membuat keputusan dan menunjukkan keseriusannya kali ini, meski dia terlihat santai dan terus menunjukkan senyumnya. Namun percayalah, Nathan, Papa bisa melihat ketakutan dalam mata ibumu." Jonathan menoleh dan menatap Papanya seksama. "Ibumu takut kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Baginya, sudah cukup penderitaannya selama ini, dan ia ingin menuntaskan semua."
Jonathan menelan ludah. Jantungnya berdebar. Ia pernah melihat sisi kejam dari ibunya, dan tak menyangka jika akan melihatnya lagi.
Keesokan harinya, semua orang check-out dari hostel yang sengaja dipilih dengan tingkat keamanan rendah karena tidak mau menarik perhatian militer atas keberadaan mereka di negara itu.
Usai sarapan, konvoi 5 buah mobil melaju kencang menuju ke Cuanza dengan bantuan GPS dari GIGA DARA.
Mereka akan berkumpul di pondok yang telah disewa jika nanti terpisah dari rombongan. Rumah itu akan dijadikan sebagai markas selama misi dijalankan.
Jalan yang berliku-liku, mendaki dan menuruni bukit, menjadi petualangan menarik bagi rombongan yang belum pernah mendatangi tempat tersebut.
Perjalanan darat memakan waktu hampir 11 jam karena mereka singgah untuk pengisian bahan bakar di beberapa kota. Hingga akhirnya, malam itu mereka tiba di pondok dekat sungai.
Pembagian tugas mulai diberlakukan sembari menurunkan muatan. Perahu bermotor juga telah disiapkan, mereka tak ingin menarik perhatian dengan berpura-pura sebagai wisatawan.
"Oke. Kita bagi tugas menjadi dua kelompok. Tim A yakni aku dan Eko, tetap berada di pondok sebagai pusat komunikasi. Tim B akan menyusuri sungai untuk mencari tahu kediaman Mr. White. Hati-hati, kita tak mengenal lokasi ini, siapa tahu ada perangkap yang sudah disiapkan untuk membunuh kita," tegas Kai dan semua orang mengangguk paham.
"Oke. Tim di lapangan akan dipimpin langsung oleh Click and Clack dan dibagi menjadi dua kelompok," tegas Eko. Semua orang terlihat siap. "Tim C-1 akan dipimpin oleh Click yang beranggotakan Jonathan, Hadi, dan Bayu. Lalu Tim C-2 dipimpin Clack beranggotakan Bejo, Iwan, dan Bambang. Kalian akan menyusuri sungai dengan perahu motor." Orang-orang itu mengangguk paham.
Keesokan harinya, mereka segera berkemas dan berkamuflase layaknya turis dengan kacamata hitam, topi, sepatu boots, dan pakaian layaknya penjelajah alam. Tas ransel anti air berisi perbekalan dan persenjataan.
C-1 memimpin di depan menyusuri sungai di mana banyak cabang dengan aliran yang lebih deras, cocok untuk arung jeram/rafting.
"Bagaimana?" tanya Click saat perahu motor berhenti di pinggiran ketika mendapati cabang dengan aliran deras di sisi lainnya.
"Sejauh ini gak ada pemukiman atau rumah di pinggir sungai," jawab Jonathan dari pantauan drone yang ia terbangkan ke cabang tersebut. "Tim C-2 jalan duluan aja. Pastikan komunikasi kita tak terputus," perintah Jonathan dan perahu kedua segera melaju meninggalkan C-1.
"Hadi, Bayu, bagaimana dengan pantauan kalian?" tanya Click menatap dua pria itu bergantian yang sedang meneropong di sisi kiri dan kanan ke pinggiran sungai.
__ADS_1
"Negatif. Hanya ada hewan-hewan, gak ada manusia. Biasanya, rumah orang-orang pedalaman itu agak jauh dari sungai biar gak dimakan hewan buas," jawab Hadi menilai. Click mengangguk paham.
"Bagaimana, Jo? Lanjut?" tanya Click.
"Hem, lanjut aja. Gak ada apa-apa di sekitar cabang ini," jawabnya lesu.
Jonathan menerbangkan drone-nya kembali ke kapal agar hemat baterai.
Cukup lama mereka menyusuri pinggiran sungai hampir 15 menit lamanya, hingga tiba-tiba panggilan radio dari tim C-2 yang sudah jauh di depan mengejutkan tim C-1 Jonathan.
"Hei, hei! Nathan, kau ingat sosok berjubah putih ketika penyerangan di Greenland?" tanya Iwan menginformasikan.
"Ya, Om, ada apa? Jangan bilang kalian liat orang itu di sini," sahut Jonathan menebak.
"Dugaanmu bener, Jo! Clack liat orang itu saat drone di terbangkan. Orangnya langsung kabur ke aliran sungai deras. Kita gak bisa belok ke sana, kapal bisa hancur!"
"Jalan kaki! Jangan sampai kabur! Nathan dan lainnya akan segera nyusul!" jawabnya panik dan segera memakai tas ransel lalu mengaitkannya kuat.
"Siap!" jawab Iwan mantab kemudian menutup panggilan.
"Om! Jadi mata Nathan ya? Selalu hubungi Nathan apapun yang kalian lihat!" tegasnya siap untuk turun dari kapal saat Click mengarahkan ke pinggiran sungai sebelum belokan arus curam.
"Siap, Jo! Hati-hati!" tegas Bayu dan Hadi.
Jonathan turun bersama Click. Clack dan Bejo sudah turun lebih dahulu untuk mengejar. Sosok putih itu masuk ke dalam hutan dan mereka panik karena wujudnya jadi tak terlihat.
"Terbangkan drone!" perintah Jonathan sambil berlari dengan tergesa.
"Keliatan, Jo, dari sensor panas. Terus aja kamu menyisir pinggir sungai, gak usah ikut masuk ke hutan. Biar Clack dan Bejo aja yang ngejar di dalam, kamu tetep di luar," jawab Bayu, dan Jonathan mengikuti nasehatnya.
Drone yang diterbangkan Iwan terus menyisir pinggiran sungai yang dilalui Jonathan. Hingga panggilan radio kembali membuat semua orang tegang.
"Jo! Ada rumah! Ciri-cirinya persis! Tapi gaswat! Drone liat ada buaya di sekitar situ. Menjauh dari air!" tegas Iwan yang membuat Jonathan langsung mengerem laju larinya.
"Buaya?!" pekiknya lantang, tapi karena jalanan yang terjal, Click tak bisa menahan laju larinya.
BRUKK!! BYURR!!
"JOJON" teriak Iwan melengking karena Jonathan malah tercebur ke sungai karena ditabrak oleh Click dari belakang.
***
__ADS_1
tengkiyuw tipsnya. lele padamu❤️ siap-siap besok quiz Marco-Polo ya. Tapi kayaknya di lapak 4YMS2 aja karena Simulation lagi ikut lomba. Kayaknya spam gitu kalo di publish di sana. kwkwkw😆