4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Yunani*


__ADS_3


Sun mengemudikan kapal tipe Leopard 48 Catamaran milik Gold Coorporation. Sun mengaku, saat diculik ia tak menggunakan kapal itu.


M yakin, jika sebelumnya para penjahat itu menggunakan kapal sewaan sehingga jejak Sun tak terlacak.


Namun, sebuah keberuntungan ketika Sun harus dipindahkan bersama muatan peti yang menggunakan kapal lebih besar.


Kapal itu berlabuh di salah satu dermaga di Yunani, Limani Nafpliou. Mereka merapat saat matahari telah bersinar terang di wilayah tersebut.


Para Black Armys yang ditugaskan oleh M belum tiba karena jarak yang cukup jauh. Namun, Sun memberikan banyak informasi kepada ayahnya.


"Jadi ... kau akan dipindahkan ke Turkey begitu?" tanya M saat mereka memutuskan untuk menginap di sebuah hotel dengan memesan kamar tipe family room agar semua anggota bisa berkumpul dalam satu ruangan.



M sengaja memilih hotel dekat dermaga agar bisa memantau pergerakan kapal dari Gold Coorporation yang sengaja ditinggal meski telah dipasangi kamera pengawas dalam kapal.


Semua persenjataan dalam peti telah diamankan oleh M dan dipindahkan ke yacht miliknya. Peti-peti bertuliskan Gold Coorporation sengaja dikosongkan dan digembok kembali dengan kunci baru.


"Ya. Para anak pak Sutejo memiliki hunian lain, Ayah. Rumah-rumah itu, tersebar di beberapa negara. Seperti pos darurat milik Jonathan. Mereka membeli rumah bekas dan tak mengganti nama kepemilikan agar tak terlacak. Rumah-rumah yang dibeli juga bukan rumah mewah, tapi rumah sederhana. Tempat itu untuk mengumpulkan pasukan dan pendistribusian senjata yang berhasil mereka rampas," ucap Sun seraya mengobati lukanya sendiri karena tak percaya dengan kemampuan medis para P.


"Saat kau dijadikan kepompong, apakah ... di sebuah rumah?" tanya M penasaran dan Sun mengangguk membenarkan.


"Ya. Sayangnya, aku tak ingat di mana rumah itu berada. Namun, aku yakin jika masih di Yunani, di sekitar kota ini. Jarak dari rumah itu sampai ke dermaga sekitar 2 jam perjalanan darat dengan mobil box," jawab Sun menjelaskan.


M mengangguk paham lalu mendatangi 2P yang terlihat serius di ruang tamu.


"Bagaimana? Sudah ada kabar dari P-K dan P-C di lapangan?" tanya M menoleh ke arah P-I dengan tablet dalam genggaman.


"Mobil box itu sudah gak bergerak lagi, Mas M. Lalu, posisi P-K dan P-C jika dilihat dari sinyal, mereka masih berkendara ke titik sinyal mobil box berada," jawab P-I menginformasikan.


"Oke. Terus pantau, jangan sampai kehilangan jejak dari dua teman anehmu itu," tegas M menunjuk seraya berdiri.


"Siap, Mas M!" jawab P-I dengan hormat.


"Lalu kau. Terus awasi kapal milik Gold Coorporation itu. Aku yakin, jika Miles atau anak pak Sutejo pasti curiga karena kapal mereka gagal berlabuh di Turkey," ucapnya menunjuk P-M dan pemuda itu siap.


Saat suasana masih terasa tegang, Sun menatap ayahnya lekat yang sibuk menerima laporan dari para Black Armys miliknya melalui pesan di ponselnya.


"Ayah, aku lelah. Aku ingin pulang," pintanya memelas usai mengobati luka lebam di tubuhnya.


"Baiklah. Namun, setelah Black Armys-ku merapat di sini. Bagaimanapun, kita harus menyelidiki Gold Coorporation, Sun. Kita tak bisa mengabaikan sekecil apapun petunjuk tentang kelompok parasit itu," tegasnya, dan Sun mengangguk paham.


Saat Sun sudah siap untuk menikmati tidur siang di ranjangnya usai meminum obat pereda nyeri, P-I memberikan informasi jika P-K dan P-C telah tiba di lokasi.


"Sun!" panggil M lantang yang mengejutkan pemuda itu. Mata Sun kembali terbuka dan langsung menoleh ke arah ayahnya.


"Ada apa?" tanyanya lugu.


M mendatangi Sun dengan wajah garang seraya membawa sebuah tablet dalam genggaman. M menunjukkan gambar sebuah rumah kepada anaknya yang terbaring di ranjang.



"Apakah ini rumah dari Miles atau anak-anak Sutejo?" tanya M.

__ADS_1


"Entahlah. Sudah kubilang aku tak tahu," jawabnya malas.


"Kaubilang jika rumahnya jelek. Ini termasuk rumah bagus. Kau tak bisa membedakan ya?!" pekik M gusar.


"Jika dibandingkan dengan semua kediaman nyonya Vesper, rumah itu jelek!" jawabnya marah.


P-I dan P-M yang duduk saling berhadapan di ruang tamu terkekeh. M melirik keduanya sadis.


"Dibandingin sama rumah juragan ya beda. Ya gak salah juga kalau si ganteng bilang, rumah itu termasuk kategori jelek. Hehehe," kekeh P-M dan diangguki oleh P-I.


"Lihat. Mereka saja sependapat denganku. Sudahlah, Ayah. Aku mau tidur. Jika kalian ingin mencari tahu, kalian saja yang pergi. Aku tunggu saja di sini. Aku ingin tidur! Aku lelah!" teriak Sun marah karena tidurnya terganggu.


"Kenapa kau jadi malas-malasan?! Kita harus menyelesaikan misi!" balas M berteriak.


"Kau saja! Aku sudah disekap selama entah berapa lama. Tak bisakah kau tak melibatkanku kali ini?" tanya Sun berwajah kesal.


"Lihat! Lihat! Sikapmu sudah seperti Junet tengik itu. Kau ketularan sifat angkuhnya! Kau bahkan membiarkan ayahmu yang sudah tua ini untuk menyelesaikan misi di saat ia seharusnya menikmati hari tuanya. Sungguh, kau anak durhaka, Sun. Ibumu pasti kecewa. Ia pasti—"


"Oke! Oke! Aku akan pergi. Jangan menggunakan alasan ibu untuk hal menyebalkan seperti ini," gerutu Sun langsung bangkit dari ranjang dan bersiap.


Dua P terkekeh karena Agent M begitu hebat dalam mendramatisir keadaan. Sun dengan sigap mengenakan setelan Black Armys yang sudah dipersiapkan untuknya.


Saat Sun sedang berdiskusi dengan 2P, Agent M malah merebahkan tubuhnya di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut siap untuk tidur.


Sun mengepalkan kedua tangan berusaha menahan amarahnya karena ia dikerjai oleh sang ayah.


"Sabar, Mas Sun. Berbakti kepada orang tua itu dapat pahala. Jadi, kita let's go. Biarin bapakmu bobok cantik. Ayo!" ajak P-I semangat.


Sun menghela napas. Ia pergi meninggalkan hotel bersama P-I. Sedang P-M tetap berada di kamar memantau kapal rampasannya.


Dua P mengawasi sekitar dan memasang kamera pengintai di sekeliling untuk memantau pergerakan. Namun, saat mereka mengirimkan data, sinyal seperti terblokir.


"Apa ada pemancar fatamorgana?" tanya P-K menebak seraya melihat sekitar dari tempatnya mengintai di balik semak.


"Bisa jadi. Mobil box itu kalau dikira-kira, jaraknya ada 500 meter dari rumah ini. Kalau mau kirim sinyal, deket mobil itu aja," sahut P-C memberikan usulan.


"Kalau gitu geser. Kita kedeketan. Mundur, mundur," ucap P-K berbisik dan P-C setuju dengan hal itu.


Saat dua pemuda itu mengendap seraya membawa kamera mini dalam dekapan, BRUK!


"Oh, ada tikus besar menyelinap. Hem, Black Armys?" tanya seorang pria berwajah Asia dan bisa berbicara bahasa Indonesia. Sontak, 2P mematung karena ketahuan.


"Kabor!" seru P-K lantang dan mendorong pria itu begitu saja hingga ia jatuh tersungkur.


"Penyusup!" teriaknya lantang lalu mengeluarkan sebuah alat dari dalam saku celana saat ia jatuh di atas tanah.


Seketika, suara alarm terdengar di seluruh penjuru wilayah tersebut. 2P lari terbirit-birit seperti dikejar padahal tidak ada yang mengikuti mereka sama sekali.


Dua orang itu terus berlari tak melihat ke belakang. Namun, saat mereka sudah hampir tiba di motor yang disewa, tiba-tiba saja ....


BLUARRR!!


"Uedian! Kaget cukkk!" pekik P-C sampai jatuh ke tanah dan semua perlengkapan yang ada dalam dekapannya berserakan di tanah.


"Motor kita kobongan, Bro!" seru P-K dengan mata melotot karena kendaraan mereka sudah terbakar hebat tak bisa diselamatkan.

__ADS_1


Saat keduanya masih duduk di tanah karena kaget dengan serangan tiba-tiba dari pihak musuh, tanpa diduga, BROOM! TIN! TIN!


"Cepet masuk!" panggil P-I dari jendela mobil yang terbuka di kejauhan.


Dengan sigap, 2P segera berlari menuju ke mobil yang ditumpangi oleh Sun dan P-I. Sun membuka sunroof dan dirinya muncul dari lubang atap mobil tersebut. Ia mengarahkan senapan ke sebuah titik yang telah ia bidik.


Seketika, SHOOT! DUK! DUK! DUK!


"RAINBOW GAS!" teriak para penjaga yang mulai mengejar kumpulan penyusup dari kubu Vesper ke kediaman mereka.


Orang-orang itu langsung berlari menghindar saat kepulan gas itu menyeruak di sekitar rumah.


Mobil yang membawa 2P melaju kencang meninggalkan tempat yang disinyalir Sun disekap selama di Yunani.


Sun melihat mobil box yang membawanya terparkir di halaman samping rumah itu. Sun mengganti senjatanya dengan sebuah peluncur misil.


KLIK! SWOSH! BLUARR!


Mobil box yang membawanya meledak dan terbakar hebat. Sun segera masuk ke dalam mobil dan melihat 2P telah duduk di bangku tengah terlihat panik.


"Kita harus segera meninggalkan tempat ini. Aku sangat yakin, jika aku sampai tertangkap lagi, aku tak akan bisa kabur untuk selamanya. Aku ingin pulang," tegas Sun dan diangguki oleh 3P yang gagal untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.


BROOM!


Mobil melaju kencang meninggalkan area pertempuran. Saat Sun dan orang-orangnya berhasil kabur, dari dalam rumah, pria bertopeng muncul melewati kepulan asap yang menutupi sosoknya.


Sebagian anak buahnya terkena dampak dari Rainbow Gas dan kini merintih kesakitan karena tak ada serum yang menolong mereka. Sedang lelaki itu, terlihat baik-baik saja.


"Hem ... jadi, tempat ini ditemukan ya? Baiklah. Masih banyak tempat lainnya. Aku tak semiskin itu jika harus mencari hunian lagi," ucap pria itu melihat mobil yang ditumpangi orang-orang Vesper meninggalkan kediamannya. Pria itu melihat anak buahnya yang tewas tak tertolong. "Aku harus merekrut lagi. Baiklah, aku akan mengambilnya dari tangan kalian. Bagaimanapun, anak buah The Circle adalah milikku," ucap pria itu lalu meminta kepada anak buahnya yang selamat untuk menyingkirkan mayat-mayat di sekitar rumah.


Sebuah lubang besar seperti dipersiapkan berada di belakang rumah. Para penjaga yang tewas, dimasukkan dalam lubang itu lalu ditimbun dengan tanah.


Pria itu lalu pergi meninggalkan rumah yang memiliki ciri khas Yunani bersama anggotanya yang selamat sebelum pasukan Vesper menyergap.


Malam itu, seluruh Black Armys baik Junior ataupun Senior berhasil berkumpul di hotel tempat M menginap dengan selamat.


Setelah mendengar penjelasan dari tim di lapangan, M akhirnya merelakan misinya untuk membawa orang-orangnya kembali ke Jepang.


M meminta bantuan kepada Q untuk mengunci pergerakan kapal milik Gold Coorporation yang ditinggalkan di dermaga karena ia menganggap tugasnya telah selesai. Q siap menggantikan dan mengunci targetnya menggunakan GIGA SIA.


Namun, M yang teringat akan janji Arjuna terpikirkan sebuah rencana. Sun dan lainnya tak ingin ikut campur kali ini dan membiarkan mantan Agent Colombia itu melakukan dramanya.


Siapa sangka, tebakan M benar  jika Arjuna terlalu pengecut untuk menepati janji. Sun terlihat sedih saat mengetahui jika Arjuna seperti tak peduli padanya. Ia merasa, jika pengorbanannya selama ini untuk tuan mudanya sia-sia.


"Benar kata Naomi. Arjuna ... brengsek," ucap Sun lirih saat ia terbang bersama timnya meninggalkan Yunani untuk pulang ke Jepang.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy tengkiyuw tipsnya❤️Jadi ya to, MT lagi kumat gaes. Ini reviewnya jadi lama banget. Jadi kalo lele belom up itu sistem MT-nya ya bukan lele libur. Makanya masuk GC WA biar tahu kapan lele setor naskah. Itu aja infonya, lele mau makan dulu. Laper parah uy semoga gak ada tipo😵

__ADS_1


__ADS_2