
Di Kastil Borka, Rusia.
Orang-orang melihat Kai berjalan bersama Cassie diikuti oleh Biawak Cokelat dan Kuning yang ikut membawakan barang-barang wanita cantik yang tengah mengandung itu.
"Anda mau ke mana, Tuan Kai?" tanya salah seorang Black Armys penjaga di tempat parkir basement.
"Jika kuberitahu, Cassie tak lagi aman. Pastikan kalian siap karena aku yakin, Miles pasti akan datang untuk membawanya. Sebelum hal itu terjadi, aku harus mengamankannya," tegas Kai saat Cassie sudah duduk di bangku tengah mobil.
"Baik, Tuan. Kami mengerti," jawab petugas itu serius.
Sebuah mobil MPV hitam keluar melalui terowongan rahasia seperti di Grey House. Kai sengaja tak membawa pasukan karena gerak-geriknya akan menimbulkan kecurigaan.
Cassie duduk di bangku tengah di temani oleh Kai. Sedang Biawak Cokelat mengemudikan mobil dan Biawak Kuning terlihat siaga dengan pistol dalam genggaman tangan kanan.
"Kita mau ke mana?" tanya Cassie penasaran.
"Tempat yang tak akan pernah terpikirkan untuk dikunjungi oleh siapapun, bahkan orang-orang dalam jajaran The Circle dan No Face, termasuk Vesper sendiri," jawab Kai dengan senyuman.
Biawak Cokelat dan Kuning saling berpandangan. Mereka ikut penasaran ke mana Kai akan membawa mereka pergi.
Di tempat Jonathan berada, Amerika.
Setelah mendapatkan ancaman dari sang ibu, sikap Jonathan kembali berubah. Semua orang yang ikut dalam timnya hanya bisa diam saat mereka harus meninggalkan Amerika.
"Nathan. Kita mau ke mana?" tanya Sierra sendu.
"Inggris. Black Castle," jawab Jonathan dengan wajah berpaling dan memilih untuk melihat pemandangan di luar jendela mobil.
Click and Clack, Sierra, dan Venelope kini hanya bisa bergantung pada Jonathan yang melindungi mereka dari ancaman Vesper di mana sang Ratu mengatakan ingin melenyapkan seluruh generasi The Circle.
"Lalu Cassie bagaimana?" tanya Venelope memastikan.
"Mama gak mungkin bunuh Cassie. Namun entah ketika dia sudah melahirkan nanti. Nathan gak nyangka kalau mama sekejam itu. Diam-diam, mama dendam sama The Circle dan No Face. Mama memang benar-benar pintar bermain drama. Kita dipermainkan selama ini," ucap Jonathan dengan wajah dingin.
Kembali, semua orang hanya bisa terdiam. Entah kenapa, Venelope dan Sierra hanya saling memandang tak mengomentari hal itu.
Padahal, keduanya dulu sangat berambisi untuk membunuh sang Ratu. Namun sepertinya, keadaan sungguh telah berubah karena sang Ratu sendiri yang merubahnya.
Minggu pertama bulan Maret.
Di tempat Sandara berada.
Gadis cantik dan manis itu kini sudah seperti zombie. Tak ada rona kebahagiaan di wajahnya. Bahkan, ia sudah tak peduli lagi disetubuhi oleh Yudhi hingga belasan kali.
Sandara seperti sudah tak bisa merasakan apapun. Wajahnya selalu murung. Ia juga tak pernah berbicara dan memilih diam di kamarnya.
Ternyata hal itu membuat rasa iba pada diri Valentina dan wanita berkerudung lainnya. Yudhi seperti sudah kehilangan rasa kemanusiaannya.
Yudhi telah dibutakan oleh ambisi dan dendam, sehingga tak bisa melihat jika gadis yang dicintainya seperti sudah tak bernyawa karena pemerkosaan yang dilakukannya setiap hari.
Siang itu, kapal akan berlabuh di Mombasa, Kenya. Valentina dan anggotanya yang sudah membuat strategi untuk membebaskan Sandara dari kebiadaban Yudhi.
Valentina mendatangi Sandara di kamarnya di mana sejak gadis itu di sekap, ia tak pernah dipakaikan baju dan hanya diselimuti kain.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Good morning, Sandara," sapa Valentina seraya membawa sebuah nampan berisi makanan.
__ADS_1
Sandara diam saja dengan wajah berpaling. Pandangannya sendu menatap lautan yang selalu menjadi pemandangannya setiap hari. Valentina menghela napas pelan.
"Ayo kita cek," ucap Sandara lirih.
Valentina melepaskan ikatan di tangan Sandara di mana terlihat bekas luka di pergelangan gadis cantik itu.
Sandara berjalan dengan gontai dan membiarkan selimut yang menutupi tubuh polosnya jatuh di lantai.
Valentina melihat Sandara iba karena gadis itu seperti sudah tak peduli lagi pada dirinya. Sandara yang tak terbalut pakaian berjalan menuju ke kamar mandi seraya membawa alat tes kehamilan.
Valentina menyusul ke kamar mandi dan semakin sedih saat melihat Sandara seperti orang melamun ketika duduk di toilet dengan alat tes kehamilan ia arahkan saat ia buang air kecil.
Sandara meletakkan alat itu di atas dudukkan toilet dan melangkah menuju ke shower.
Valentina yang dipercaya Yudhi untuk menjaga Sandara, berdiri di samping alat tes kehamilan tersebut dan berharap agar penderitaan Sandara berakhir.
Siapa sangka, doa Valentina terkabul. Mata Valentina melebar. Akhirnya, apa yang diinginkan Yudhi terjadi.
Senyum Valentina merekah saat mengambil alat tes kehamilan itu dan menunjukkan ke Sandara dengan wajah gembira, tapi tak demikian dengan gadis malang itu.
Sandara tak berekspresi, bahkan ia hanya berdiri diam di bawah guyuran shower tak membasuh tubuhnya. Valentina segera keluar kamar seraya membawa alat tes kehamilan itu.
Pandangan Sandara tertunduk. Ia memegang perutnya perlahan dengan tangan gemetaran. Pilu kembali menghampiri dirinya.
Sandara tak bisa menahan rasa sedihnya lagi. Ia kembali menangis setelah sekian lama air mata itu mengering.
"Hiks, kak Afro ...," ucapnya sedih. "Arrghhh!" teriaknya marah tiba-tiba.
Sandara mengamuk. Ia merusak semua peralatan yang ada di kamar mandi sampai memecahkan kaca.
Suara kegaduhan yang ditimbulkan dari dalam kamar Sandara, membuat Yudhi dan lainnya segera bergegas masuk ke dalam.
"DARA!" teriak Yudhi lantang saat melihat Sandara memegang pecahan kaca di tangan kanannya hingga telapak tangannya berlumuran darah.
"Ini sudah berakhir. Aku tak tahan lagi. Aku akan mati bersama janinku," ucapnya keji.
"No!" teriak Yudhi lantang.
Praktis, semua orang panik. Sandara sudah mengarahkan pecahan kaca berbentuk segitiga runcing itu ke perutnya. Yudhi segera berlari untuk menghentikan aksi nekat Sandara, tapi
ternyata ....
SRETTT!!
"AGH!" rintih Yudhi saat tiba-tiba saja, Sandara mengayunkan tangannya ke samping.
Ujung dari pecahan kaca itu mengenai dada Yudhi yang berlapis kemeja. Pakaian berwarna putih itu robek dan membuat darah segar menyeruak dari kulit yang tersayat.
Valentina dan lainnya terkejut. Yudhi mundur beberapa langkah terlihat kaget akan aksi nekat Sandara yang berani melukainya.
"Dara, kau ...," ucapnya dengan mata melebar dan napas tersengal seraya memegangi dadanya yang terluka.
"Arrghhh! Mati saja!" teriaknya marah seraya berlari tanpa sehelai kain pun menutup tubuh polosnya. Yudhi tertegun.
Pemuda itu segera berpaling dan berusaha untuk melarikan diri, tapi tiba-tiba saja, Velentina memblokir pintu dengan para wanita berkerudung.
Yudhi terkejut saat tubuhnya di dorong kuat oleh Valentina hingga pemuda itu mundur dengan langkah cepat.
Seketika, JLEB!
__ADS_1
"A-aaggg," rintih Yudhi dengan wajah berkerut.
Valentina mengerutkan kening ketika melihat Sandara menunjukkan wajah keji saat menikam punggung Yudhi dengan ujung pecahan kaca dalam genggaman tangan kanan.
"Da-Dara ...," erangnya terlihat sedih.
"Kukabulkan permintaanmu. Namun ... kematianmu akan sangat menyakitkan, Yudhi, agar kau tahu, bagaimana luka yang kau torehkan di hatiku," jawab Sandara berbisik.
Yudhi memejamkan mata. Sandara menarik pecahan kaca di tangan kanannya dengan kasar. Yudhi ambruk dengan posisi berlutut.
Sandara yang berdiri di belakang Yudhi, dengan sigap mencengkeram kuat rambut pemuda itu dengan tangan kirinya.
Dengan cepat, SREETTT! CRATT!
"Oh!" pekik Valentina dan para wanita berkerudung saat Sandara menggorok leher pemuda itu hingga darah di balik robekan luka tersebut tersembur dan mengenai tubuh mereka.
BRUKK!
"Ohok ... ohok!" Mata Yudhi melebar dengan darah terus mengalir deras di tenggorokannya.
Tubuh Yudhi mengejang seperti ayam yang disembelih dan nyawa itu masih tersangkut di raga. Valentina terlihat tak tega melihat Yudhi tersiksa. Wanita berkerudung itu mengarahkan pistolnya ke tubuh Yudhi dan DOR!
Sandara diam terpaku melihat mayat Yudhi tergeletak dengan peluru bersangkar di dahinya.
Sandara menjatuhkan pecahan kaca ke tubuh Yudhi begitu saja tanpa ekspresi. Gadis itu melangkah perlahan menuju ke tempat tidur di mana telapak kakinya meninggalkan noda darah karena menginjak genangan darah Yudhi di lantai.
Sandara kembali merebahkan dirinya dan membiarkan darah-darah itu membekas di tangan serta kakinya. Sandara menyelimuti tubuhnya lalu memejamkan mata.
Valentina dan para wanita berkerudung segera memindahkan mayat Yudhi. Mereka melemparkannya di laut agar ditemukan oleh orang-orang dari jajaran Vesper.
Kamar Sandara dibersihkan dan kembali rapi meski beberapa barang rusak tak bisa digunakan lagi.
Hingga akhirnya, kapal berlabuh di dermaga yacht dengan sempurna tanpa kendala. Para wanita berkerudung membaur dengan masyarakat sekitar dengan mengenakan pakaian biasa.
Valentina mendatangi Sandara dan membangunkannya perlahan. Sandara membuka mata, meski pandangannya kosong.
"Kita sudah tiba. Hanya saja, karena Yudhi telah tewas, kita harus memikirkan langkah selanjutnya. Aku sudah menghubungi salah satu kolektor dan meminta agar kau bersabar menunggu karena ia ingin menemuimu. Kau ... bersedia 'kan?" tanya Valentina lembut.
Sandara mengangguk pelan.
"Baiklah. Aku sudah siapkan pakaian untukmu. Kita akan keluar dari kapal ini. Tetaplah di dekatku. Aku sudah menyewa sebuah guest house untuk kita tinggali sementara waktu," ucap Valentina pelan dan Sandara mengedipkan mata tanda setuju.
Valentina membantu Sandara untuk bangun. Ia menutupi tubuh polos gadis malang yang tak terlihat lagi rona kebahagiaannya dengan selimut yang sudah terkena noda darah.
Sandara melirik ke arah lantai di mana ia teringat mayat Yudhi yang tergeletak sebelum disingkirkan. Sandara kembali menaikkan pandangan dan berjalan keluar kamar.
Sandara dibawa ke kamar Valentina. Ia diminta membersihkan diri di kamar mandinya. Sandara melihat satu set pakaian sudah disiapkan untuknya termasuk sebuah topi besar yang senada dengan hatinya yang berduka, hitam.
Sandara juga melihat sebuah wig dengan rambut berwarna putih yang akan ia kenakan sebagai kamuflasenya selama di tempat itu. Sandara segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan wajah sendu.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Uhuy tengkiyuw tipsnya😍 Maap telat update. Kerjaan menggila gaes. Jangan lupa boom like Monster Hunter ya karena udah masuk penilaian. Lele padamu❤️
__ADS_1