4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Mombasa, Kenya*


__ADS_3


Valentina dan anak buahnya mengubah penampilan layaknya turis di wilayah tersebut. Sandara, terlihat bagaikan nona muda yang dikawal oleh para bodyguard cantik saat mereka turun dari yacht dan berjalan menuju ke tempat mobil disewa.


Tentu saja, paras ayu Sandara menarik perhatian kaum Adam yang melihat sosoknya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Kita terlalu menarik perhatian. Seharusnya kita tersembunyi," ucap Sandara berbisik dengan mata memindai sekitar terlihat waspada.


Valentina dan orang-orangnya saling melirik. Mereka mempercepat langkah dan terlihat sigap jika terjadi serangan tak terduga.


Valentina menyewa sebuah mobil type MVP sebagai sarana transportasi pribadi selama di Mombasa, Kenya.



Sandara duduk di dudukkan tengah sisi kanan dengan Valentina menjaganya di sisi kiri. Sisanya, 3 wanita duduk di belakang, satu orang sebagai supir dan satu wanita duduk di depan sebagai navigator.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah guest house yang terlihat nyaman dan asri serta dilengkapi kolam renang yang memberikan kesan mewah di sana.



Mobil memasuki halaman utama di mana gerbang kawasan pribadi tersebut sudah terbuka untuk menyambut para tamunya. Mobil terparkir rapi di area parkir.


Sopir turun dan menemui penjaga guest house untuk meminta kunci. Pria penjaga segera pergi begitu tugasnya selesai.


Navigator dan anggota wanita berkerudung lainnya turun untuk memeriksa keadaan sebelum Sandara memasuki rumah.


Setelah dirasa aman, Valentina mendampingi Sandara untuk masuk ke rumah singgah sementara di mana mereka akan bertemu dengan salah satu kolektor, dan nantinya akan membahas hal lainnya lebih terperinci untuk meneruskan misi Yudhi yang tertunda.


Sedang di sisi lain. Mayat Yudhi ditemukan oleh nelayan pencari ikan yang sedang melaut. Tentu saja, temuan itu menjadi berita utama dan trending di media.


Di tempat Vesper dan 7 bodyguard-nya berada. Mansion Han. Amerika.


"Sabar, Ko. Kita masih belum tahu siapa pembunuh Yudhi. Para Black Armys sedang dikerahkan untuk menyelidiki hal tersebut," ucap Seif menenangkan sahabatnya yang terlihat marah seperti akan mengamuk setelah mengetahui, Yudhi tewas mengenaskan.


"Itu Yudhi digorok lehernya! Itu manusia bukan ayam! Pelurunya dijidat apa udah ketauan siapa pemiliknya? Kabar dari kepolisian setempat gimana?" tanya Eko emosi.

__ADS_1


"Senjata itu jenis umum yang biasa digunakan oleh warga sipil, seperti di Amerika. Sangat sulit untuk menemukan siapa pemilik dari senjata tersebut. Namun, setidaknya kita mendapatkan sebuah petunjuk jika Yudhi menggunakan kapal saat ia kabur dari Italia. Ia mengarungi lautan menuju ke wilayah yang kita duga tujuan mereka ada di benua Afrika," sambung Eiji dengan laptop di pangkuannya.


"Sekarang pekerjaan sulit kita adalah, memikirkan ke mana tujuan orang-orang yang membawa Sandara. Menurut kesaksian dua Biawak saat kejadian di Italia, tiga wanita berkerudung yang saat itu ditemukan bersama Dakota di markas Miles, tempat M menemukan Cassie, para wanita itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan para penculik Sandara," jawab Buffalo menjelaskan dengan Drake berdiri di sampingnya.


"Dakota, Kecebong, Biri-Biri, dan tiga wanita berkerudung kini sedang dilibatkan oleh Dominic untuk ikut dalam misi kita kali ini. Apa kau tahu sebuah kesaksian mengejutkan dari tiga wanita berkerudung itu?" tanya Drake menatap Eko dengan dua tangan menyilang depan dada.


"Kalau tiga cewek itu bukan pacar Dakocan, Cebong sama Embek? Itu mah Eko udah bisa nebak, mereka cuma tipu-tipu," jawabnya yakin.


Drake dan lainnya tersenyum tipis.


"Ya, itu benar. Tapi bukan itu maksudku. Ada sebuah hal besar di mana kali ini, semua rahasia tersembunyi dari Yudhi dan Ahmed, terbongkar. Entah kau tahu hal ini atau tidak, tapi kami sangat berharap, kau bisa memberikan petunjuk, Eko," sambung Drake yang membuat Eko salah tingkah.


"Eko dicurigai apa? Apa salahku? Eko polos banyak dosa, tapi sungguh, gak ada pengkhianatan dalam diri Eko kepada mbak Vesper dan jajarannya," jawabnya panik.


"Nah, sebaiknya kau jawab dengan jujur, Eko-san, atau aku tak segan menjodohkan anakmu si Otong itu dengan anak perempuanku nanti," ucap Tora mengancam di mana Eko paling tidak suka dengan hal-hal yang berbau perjodohan. Baginya, zaman yang sedang dijalaninya bukan seperti kisah Siti Nurbaya.


"Iki opo? Ya udah tanya apa cepetan!" jawabnya panik karena dirinya ditatap tajam oleh kawan-kawannya.


"Kolektor. Apa yang kautahu tentang mereka?" tanya James menyipitkan mata.


"Kolektor? Maksudnya ... kaya orang-orang yang suka koleksi barang-barang tertentu gitu? Eko bukan kolektor. Miskin kok, mau koleksi apa?" jawabnya spontan. Kening semua orang berkerut.


"Bulgaria? Eko belom pernah ke sana. Ngomong-ngomong, Bulgaria itu di mana ya? Bedanya sama Bundesliga Sepak Bola apa?" tanyanya lugu.


Para bodyguard Vesper terlihat malas seketika. Rasanya percuma menginterogasi Eko karena ia terlihat seperti tak tahu dengan petunjuk-petunjuk itu.


Eko malah terlihat bingung karena kawan-kawannya malah berhenti menanyainya.


"Jangan lemes gitu. Kasih pertanyaan yang lain. Udah kaya ujian akhir sekolah aja loh. Ayo semangat! Eko pasti bisa jawab pertanyaan berikutnya. Makanya, jangan kasih pertanyaan yang sulit. Ayo, mau tanya apa lagi?" tanyanya menyemangati. Semua orang menghela napas panjang terlihat tak bersemangat.


"Menurut informasi dari pengakuan tiga wanita berkerudung, mereka adalah pasukan khusus dari para kolektor. Pemimpin pasukan seperti biarawati itu bernama Iskra," ucap Seif menjelaskan.


"Iskra? Hem ... siapa ya? Gak kenal. Petunjuk lain," jawab Eko malah membuat gelombang dengan kedua alisnya karena berpikir serius. Pria itu mencoba mengingat sosok yang disebutkan Seif.


Kembali, orang-orang menghela napas.


"Jumlah kolektor ada 11 orang termasuk Ahmed. Mereka tersebar di beberapa negara. Mereka adalah para kolektor yang memiliki profesi penjualan organ ilegal seperti yang dilakukan oleh Ahmed dan mendiang pak Sutejo," terang Eiji makin terperinci.

__ADS_1


Kening Eko berkerut, ia terlihat berpikir keras seperti mencoba mengingat-ingat. Semua orang diam menunggu hasil daya ingat pria gundul tersebut.


"Aduh, beneran. Eko gak tau apapun! Ahmed sama Yudhi kok gak ngomong apapun soal kolektor, wanita berkerudung, sama apa tadi itu lainnya? Bener-bener!" ucapnya kesal sembari menggaruk-garuk kepala.


James dan lainnya menghela napas terlihat pasrah. Vesper keluar dari kamar dan kini, sosoknya ditatap oleh semua orang.


"Kita akan pergi ke Uganda," jawabnya santai seraya memakai jam tangan.


"Uganda? Ke tempat siapa?" tanya Buffalo heran.


"Aku sudah meminta kepada Black Armys milik Javier untuk menyelidiki Kenya tempat tinggal Yudhi dulu dan juga Uganda. Mayat Yudhi ditemukan di sekitar Seychelles. Tak ada tempat bernaung untuk Yudhi dari kejaran orang-orang kita yang tersebar di beberapa penjuru dunia. Kenya, tempat terdekat untuk singgah," jawabnya seraya duduk di sebuah kursi seraya menenteng sepatu robot buatan Kai khusus untuknya. Semua orang diam mendengarkan.


"Menurut pengakuan salah satu wanita berkerudung, kediaman salah satu kolektor berada di Uganda, dekat dengan Lake Victoria. Aku cukup yakin jika orang-orang yang membawa Sandara akan melewati Kenya untuk sampai di Uganda," ucap Vesper menjelaskan sembari memakai sepatu robot dengan santai.


"Eko. Apakah berkas peninggalan Siti Fatonah sudah kau amankan?" tanya Vesper melirik.


"Ya. Semua jadi satu dengan milik Ahmed. Semua udah diatasnamakan jadi milik Yudhi. Kenapa, Mbak?" tanya Eko menatap majikannya serius.


"Berkas itu ada di Turki?" tanya Vesper lagi yang kini menguncir rambutnya seperti ekor kuda.


"Eko ... bikin salahkah?" tanyanya gugup.


Vesper tersenyum. "Apakah Dewi yang menyimpannya?" tanya Vesper yang terlihat sudah siap dengan setelah khusus Rose Marlena inovasi terbaru dari Kai berwarna putih yang senada dengan sepatu robot miliknya.


Eko mengangguk membenarkan. "Minta Dewi antarkan semua berkas itu ke Dewan Sekretariat 13 Demon Heads. Aku akan meminta perlindungan kepada Amanda agar isterimu selamat sampai tujuan," ucap Vesper serius.


Eko terlihat tegang seketika karena isterinya harus terlibat, tapi pria gundul itu mengangguk siap. Eko segera menghubungi isterinya.


Tentu saja, Dewi terkejut, tapi ia bersedia. Eiji segera menghubungi Monica untuk meminta perlindungan dari tim Silhouette saat berkas itu akan diantarkan. Monica menyatakan siap.


"Oke. Kita berangkat. Uganda," ucap Vesper kembali berdiri terlihat siap. Ketujuh bodyguard-nya mengangguk siap.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Uhuy tengkiyuw tipsnya😍 tapi brankas sebentar lagi kosong uyy😩 Ya ampun, kerjaan inem banyak uy. Kemungkinan 4YM up 1 eps aja hari ini. Simulation dan Monster nyusul ya. Jam terbit gak tau tunggu aja notifnya. Kwkwkw


__ADS_2