4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Baby Fara*


__ADS_3

Maap lele ketiduran. Tadi rasanya mau demam eh kebablasan abis up SIMULATION. Oia, visual Lucy Lele ganti ya karena yg dulu lele gak tau itu mbak cantik siapa jadi lele kasih yg familiar aja. Semoga suka, kalo gak suka ya udah terserah mau ngehalu siapa😁



------ back to Story :


Setelah lama menunggu, Lysa berhasil melahirkan bayinya dengan selamat secara normal sebelum tengah malam di tanggal 17 Agustus.


Tobias memerintahkan kepada para Pion yang mengetahui ancaman Javier mengikuti perintahnya.


Tobias memaksa untuk bertemu sang isteri pasca melahirkan yang masih berada di ruang persalinan.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Hei," panggil Tobias saat ia diperbolehkan untuk menggendong bayi perempuannya yang menggeliat dalam dekapan. Lysa tersenyum melihat Tobias mengamati bayi perempuannya seksama. "Akan kuberi nama Fara."


Praktis, mata Lysa melebar seketika. Ia ingat nama tersebut.


"What? Kenapa harus nama itu, Toby?" tanya Lysa memekik dengan suara tertahan.


"Anggap saja, hutang penyesalan pada Javier karena aku telah membunuh anaknya."


Spontan, mata para perawat dan dokter yang mendengar melebar seketika. Lysa menarik celana Tobias dan memberikan kode padanya lewat gerakan mata, tapi Tobias terlihat cuek.


"Apapun yang kalian dengar, tutup mulut rapat-rapat. Jika sampai aku mendengar berita ini tersiar di luar, keluarga kalian akan terkena imbas, dan itu bukan salahku, tapi salah kalian karena tak bisa menjaga rahasia. Kalian paham?" ancam Tobias menatap para wanita itu tajam berikut sang Dokter lelaki.


Para tenaga medis itu hanya bisa mengangguk ketakutan. Pion Daido masuk menggunakan seragam polisi, tapi ia malah sibuk memotret wajah para tenaga medis yang berada di ruang persalinan tersebut.


"Wajah kalian sudah kami simpan dalam database target level M untuk dilenyapkan. Ancaman ini berlaku seumur hidup," tegas Tobias seraya menyerahkan bayinya kepada salah satu perawat untuk dimandikan.


Perawat itu sampai gemetaran karena takut dengan ancaman pria bertato di hadapannya yang memasang wajah garang. Pion Daido diminta untuk mengawasi keberadaan bayinya selama dalam inkubator.


Lysa tak bisa berkata-kata. Ia pasrah dengan perilaku dan tutur kata sang suami, di mana ia juga dalam kondisi yang lemah untuk berdebat.


Lysa dipindahkan ke ruang perawatan dan dijaga ketat oleh para Pion. Darion yang berpura-pura menjadi polisi berkeliling untuk melihat situasi selama di Lysa dirawat di Rumah Sakit.


Tobias dan para Pion lainnya berkumpul di gudang tempat dua polisi yang pingsan telah sadar dalam kondisi dibungkam dan diikat kedua tangan serta kaki. Lehernya dibelenggu dengan kalung pemenggal.


Para mafia itu membahas ancaman Javier tanpa sepengetahuan Lysa yang sedang diberikan arahan oleh perawat di kamarnya.

__ADS_1


"Kita biarkan saja, dan merahasiakan hal ini dari Lysa. Apa kau yakin, Toby?" tanya Damian serius. Tobias mengangguk tanpa ekspresi.


"Lalu apa yang harus kita katakan pada Lysa nantinya?" tanya Dakota menyahut.


"Aku sudah mempersiapkannya. Hubungi Dewi dan katakan tentang sandiwara kita. Aku tak mau King D terluka, meski aku yakin jika Javier tak mungkin menyakiti anakku. Dan aku sangat yakin, dia pasti mencuci otak King D agar membenciku. Sultan keparat, dia membuatku seperti orang lemah tak berdaya," gerutunya dengan suara tertahan.


"Baiklah jika itu maumu. Akan segera kusampaikan," ucap Dakota segera mengeluarkan ponsel untuk menghubungi kawannya yang berada di rumah, di mana Dewi dan lainnya telah sadar karena bantuan Lucy.


Lucy dan lainnya sempat terheran-heran karena Tobias seperti tak menuntut balas akan perbuatan Javier pada keluarganya.


Namun, hal itu bisa diterima dengan baik oleh orang-orang yang berada di mansion peninggalan Darwin.


"Kau baik-baik saja?" tanya Tobias saat kembali ke kamar dan menemani sang isteri yang kini sedang berbaring bersama si buah hati tanpa perawat di sisinya.


Lysa mengangguk dengan senyum terkembang. "King D bisa datang besok untuk menjenguk adiknya," ucap Lysa yang praktis, membuat wajah Tobias kaku seketika.


"Sebaiknya, biarkan King D di rumah saja. Dia bisa menemui Fara ketika tiba di rumah nanti. Anak itu berisik, aku tak mau mendengar Fara menangis," jawab Tobias dengan wajah datar.


Lysa menatap wajah suaminya lekat. "Kau yakin, memberinya nama Fara?" Tobias mengangguk pelan dengan pandangan tertuju pada wajah imut bayi perempuannya. "Bagaimana jika Javier tak suka dan menganggap kau seperti menghinanya?"


Tobias tersenyum licik. "Tak mungkin. Namanya adalah Fara Flame."


Mata Lysa melotot seketika. "Kau gila? Memberikan nama Flame di belakangnya? No, no," tegas Lysa menolak.


"Em ... Fara Herlambang?" Tobias menggeleng. Lysa cemberut.


"Aku tetap ingin ada nama Flame di belakangnya meski tak tertulis. Fara Valdiscanosafariva Imelda Flame," ucapnya dengan wajah datar.


"Nama itu ... seperti nama milik Tessa dan Sierra," sahut Lysa dengan kening berkerut.


"Aku tak pernah tahu nama asli ibuku bahkan sampai dia mati. Aku hanya mengetahui jika namanya Imelda, entah itu asli atau bukan, aku ... tak pernah mencari tahu kebenarannya. Hal-hal yang menyangkut tentang ibuku membuatku sedih dan sakit hati. Aku tak mau merasakannya lagi," ucap Tobias lesu dengan tatapan tertuju pada bayi perempuannya yang tertidur lelap.


Lysa menggenggam tangan suaminya yang terlihat bersedih.


"Ibu angkatku salah satu anggota No Face yang memiliki Robicon Coorporation di Islandia. Kisah hidup ibuku simpang siur dan tak jelas. Aku mohon jangan mengungkitnya," pinta Tobias yang kini bola matanya bergeser ke arah sang isteri.


"Oke," jawab Lysa dengan senyuman.


"Untuk mengenangnya, nama Imelda diberikan kepada Tessa dan Sierra oleh Darwin. Padahal, Tessa bukan anakku. Nama itu diberikan saat Madam tahu Sierra sakit dan tak bisa menjadi penerusnya. Madam menunjuk Tessa sebagai calon penggantinya, tapi para D banyak yang menentang," ucapnya menceritakan.

__ADS_1


Lysa menatap Tobias lekat. "Fara Imelda Flame. Nama Va ... ah, tak perlu disertakan, terlalu rumit bahkan aku tak tahu apa artinya. Apa kau tahu?" Tobias menggeleng, Lysa tersenyum simpul.


"Valdiscanosafariva. Nama siapa?"


"Isteri Darwin," jawab Tobias datar. Lysa mengangguk pelan karena baru mengetahuinya. "Fara artinya kegembiraan. Imelda berati kuat. Jadi, kau ingin anak kita menjadi seorang gadis yang kuat dan pembawa kegembiraan bagi orang-orang disekitarnya?" tanya Tobias memastikan dan Lysa mengangguk. "Oke. Nama Flame akan disembunyikan demi keamanannya. Namun, nama Flame harus tetap disertakan sebagai penerusmu dalam jajaran dewan. Aku ingin Fara duduk di sana suatu saat nanti karena King D adalah calon pemimpin The Circle, bukan Jonathan tengik itu," tegas Tobias dan Lysa memejamkan mata karena baginya masalah baru muncul.


"Ya sudah, terserah kau saja. Aku lapar, Toby. Suapi aku," pinta Lysa memelas dan Tobias malah memberikan bibirnya. Lysa menepuk pipi suaminya kuat seperti menamparnya, Tobias terkejut. "Bukan makan bibirmu. Dasar gila!" gerutunya kesal.


Tobias memasang wajah cuek dan mendatangi makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Tobias menatap makanan itu seksama dan malah mengendusnya. Lysa kesal, tapi menahan amarah.


"Makanan ini tidak enak. Akan aku minta Darwin membelikan di luar," ucapnya yang malah memakan sajian itu dengan cuek. Mulut Lysa menganga lebar.


Darwin akhirnya pergi untuk membelikan makanan di sebuah restoran mewah atas permintaan Tobias. Lysa kesal bukan main akan sikap suaminya yang makin aneh dari hari ke hari.


Tobias makan dengan lahap tanpa ekspresi. Ia duduk di sebelah ranjang sembari sesekali melirik ke arah anak dan isterinya.


"Ya Allah sabar," ucapnya seraya memejamkan mata, dan sungguh bersabar akan sikap suaminya.


Berita Lysa melahirkan dengan selamat membuat seluruh orang dalam jajaran Vesper bergembira. Vesper yang awalnya was-was dan meminta evakuasi darurat dibatalkan.


Semua mafia dalam jajaran 13 Demon Heads mulai berbondong-bondong menuju ke kediaman Tobias begitu Lysa dan bayi Fara diizinkan pulang.


Tapi tentu saja, tak adanya King D dan Otong membuat Lysa heran. Orang-orang yang tak tahu apapun tentang ancaman Javier ikut bingung mempertanyakan hal itu.


"Jangan marah. King D dijemput oleh Javier. Kasihan, Sultan itu sampai menangis karena merindukan anak lelakinya. Ia juga hampir nekat bunuh diri di rumah ini saat tahu kau melahirkan anak perempuan dan kuberikan nama Fara. Biarkan saja, jangan mengusiknya. King D akan pulang dengan sendirinya," jawab Tobias santai seraya membuka satu persatu kado yang diberikan oleh para mafia yang menjenguk.


"Kau ... tak melakukan apapun?" tanya Bojan keheranan.


"Kau sepertinya senang sekali aku berperang. Aku sedang dalam kondisi baik. Aku ingin menemani anak dan isteriku. Jika kau tak terima dengan perlakuan pengecut Sultan itu, kau saja yang membuat perhitungan dengannya. Kenapa harus aku?!" pekik Tobias kesal seraya memangku sebuah kardus besar berisi kado perlengkapan bayi hadiah dari Lucy.


Bojan terdiam tak mau ikut campur. Lysa hanya terkekeh karena Tobias terlihat begitu bersemangat membuka semua kado yang diberikan untuk anak perempuannya seolah-olah hadiah itu untuknya.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


Tengkiyuw tipsnya. lele padamu😍 tar kalo ada limpahan tips akan lele kasih bonus eps. doakan saja lele tetep sehat. amin😘



__ADS_2