
Di kediaman Tobias, Melun, Prancis.
"What? Sierra apa?!" pekik pria bertato itu dengan mata melotot saat video call datang padanya.
"Itu benar. Kenapa bisa seperti itu, Tobias?" tanya Han menatap Tobias tajam.
Nafas Tobias menderu. Ia memegangi kepalanya terlihat pusing sampai matanya terpejam. Semua orang ikut dibuat bingung dengan sikap aneh pria itu.
"Apa kalian yakin?" tanya Tobias seperti tak percaya dan ingin memastikan informasi mengejutkan itu.
"Ya. Aku, Click and Clack sebagai saksinya, Toby. Sierra berubah seperti dulu, sebelum ia lumpuh, dan sakit. Tak ada obat yang bisa mengembalikan Sierra menjadi gadis lugu, penurut, dan baik hati seperti yang kaukenal. Bahkan ... aku cukup yakin. Jika kini Sierra sudah tahu, kalau kau Ayahnya," sahut Tessa menegaskan yang wajahnya tiba-tiba muncul dari layar ponsel Han dengan Click and Clack berdiri di belakangnya menganggukkan kepala.
"Arrghhh! Ini salah kalian! Kalian membangunkan Sierra yang sudah berhasil ditidurkan!" teriaknya marah. Namun, kening beberapa orang berkerut.
"Apa jangan-jangan, kau yang membuat Sierra lumpuh?" tanya Lysa curiga.
Tobias menggeleng. "Bukan aku, tapi Miles, asisten yang menjaga Sierra. Aku mencurigai pria itu saat melihatnya dekat dengan Venelope, Ms. White, dan Mr. White ketika pertemuan berlangsung beberapa tahun silam."
"Lalu?" tanya Clack mendesak. Tobias menghembuskan nafas panjang.
"Saat itu, aku tak tahu jika Sierra adalah anakku. Hingga akhirnya, kabar mengatakan jika kondisi kesehatan Sierra memburuk. Kejadian itu cukup cepat, hanya beberapa bulan sampai pertemuan berikutnya di kediaman Madam, Arizona."
"Ya, itu benar. Setelah Sierra dinobatkan menjadi pengganti Madam, Sierra tiba-tiba sakit dan tak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, pertemuan terus diadakan untuk mencari pengganti Madam. Karena, Madam sendiri mulai kehilangan kemampuannya. Ia sudah tua," sahut Click.
Tessa dan Clack mengangguk membenarkan. Orang-orang dalam kubu 13 Demon Heads menyimak dengan serius.
"Sierra tak lagi muncul di tiap pertemuan sejak ia dinyatakan lumpuh. Saat itulah, Darwin mengatakan padaku, jika aku adalah Ayah kandung Sierra. Dia memintaku agar menjaganya dengan imbalan, semua kekayaan Darwin akan jatuh ke tanganku, begitupula milik Sierra, serta kekuasaannya. Waktu itu, aku menerimanya, karena memang kekuasaanlah yang kuinginkan. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika melihat Sierra tak berdaya, aku ... mulai dekat dengannya. Tak kusangka, puteriku itu sangat manis, dan terlihat bisa menerima kondisinya yang lumpuh. Hari itu juga, aku putuskan untuk menepati janjiku pada Darwin, untuk selalu di sampingnya dan menjaganya," sambung Tobias dengan wajah sendu, mengatakan semua perasaannya tanpa ditutupi.
Lysa mendekati suaminya dan memeluknya erat. Tobias balas memeluk Lysa dengan pandangan kosong entah apa yang dipikirkan.
"Lalu ... sekarang gimana?" tanya Biawak Cokelat bingung.
"Jika kalian akan melawannya, aku tak ikut. Aku akan menerima semua hasil akhir, entah Sierra akan tewas, atau tetap hidup. Jika ia tetap hidup, kalian semua akan terancam, termasuk aku, Lysa, dan calon bayiku. Namun ... jika ia mati, mungkin aku akan menyusulnya. Aku berjanji sehidup semati dengannya," ucap Tobias dengan wajah tertunduk.
Lysa terkejut dan menatap Tobias lekat dengan mata melotot.
"Tidak bisa! Apa yang kaukatakan?! Kau akan meninggalkanku? Bayi kita saja belum lahir, Toby!" teriak Lysa marah dengan nafas menderu.
Namun, Tobias tak menjawab. Ia malah pergi meninggalkan orang-orang dengan langkah lesu kembali ke kamarnya.
Lysa mengejar suaminya yang bersikap aneh tak garang seperti biasanya, seperti kehilangan gairah hidup.
Para Biawak, Eko, Han, Tessa, Click and Clack terlihat bingung menyikapi hal ini.
Mendekati pernikahan Arjuna dan Tessa, keberadaan Sandara masih tak diketahui. Meski demikian, tempat-tempat yang berhasil ditemukan tanpa jejak Sandara di sana, dijaga oleh para Bala Kurawa Arjuna.
__ADS_1
The Eyes milik Lysa, Pasukan Gagak Jonathan, dan Pasukan The Circle dengan gelang pemenggal, di tempatkan di seluruh markas anggota Dewan yang telah siap untuk menyambut serangan dari pihak Venelope jika benar terjadi.
Akhirnya, hari menjelang pernikahan Arjuna-Tessa akan segera dilangsungkan. Malam itu, BinBin datang bersama dua asisten wanitanya ke Black Castle, Inggris.
Pernikahan Arjuna akan dilangsungkan di sana karena semua sudah terlanjur dipersiapkan oleh Jonathan.
Dengan berat hati karena tak ingin mengecewakan sang Adik yang dirundung kesedihan, Arjuna akan menikah di tempat tersebut.
"Wow, kau awet muda, Paman," ucap Arjuna saat mengajak BinBin bersalaman.
"Heh. Tentu saja. Hidupku bahagia, tak sepertimu yang punya banyak sifat buruk. Pergilah berlibur, lupakan gengsi dan ambisimu," kekehnya seraya menyindir.
Arjuna langsung memasang wajah malas. BinBin terlihat makin bahagia bisa melihat Arjuna kesal karena ucapannya.
BinBin lalu beranjak dengan mengenalkan dua asisten cantiknya kepada semua orang dalam jajaran Vesper yang sudah berkumpul di Ballroom, untuk mengadakan pesta bujang.
"Hei, di mana Jonathan?" tanya Arjuna menarik lengan Sun saat Asistennya itu melewatinya seraya membawa dua gelas wine entah untuk siapa.
"Oh. Dia di kamarnya, Tuan Muda. Sebaiknya, jangan diganggu. Dia tak ingin mengikuti pesta," ucap Sun berbisik.
Arjuna mengangguk paham. Black Castle malam itu dipenuhi oleh para pria. Hanya BinBin seorang yang membawa dua gadis untuk menemaninya.
Jordan tak ikut hadir dan hanya menitipkan hadiah pernikahan melalui Jason—saudara kembarnya—yang datang mewakilinya.
Para tamu yang datang termasuk para pria yang sudah berkeluarga. Para isteri mengizinkan mereka untuk menikmati pesta, meski tempat itu diawasi ketat oleh Verda dan wanita lainnya karena mereka curiga jika para suami menyelundupkan wanita penghibur selama Pesta.
Arjuna kembali akrab bersama Afro saat mereka menikmati malam pesta bujang yang konsep acaranya lain dari yang lain.
Malam itu, acara diambil alih oleh Eko dan geng-nya karena Jonathan tak muncul ke pesta. Zaid bahkan pasrah ketika susunan acaranya diobrak-abrik.
Banyak permainan seru dengan para anggota The Kamvret sebagai pemandu acara seperti sebuah Kasino yang memiliki banyak permainan.
Hanya saja, permainan itu ciri khas dari geng Eko. Mulai dari adu gaple, karambol, biliar, kelereng, dan gangsing.
Bahkan Eko menjadi pemandu acara saat menerapkan beberapa jenis perlombaan seperti acara 17-an di Indonesia, tapi sudah dimodifikasi.
Black Castle begitu meriah. Para Biawak ikut menjadi pemandu lomba mulai dari balap karung dengan kaki di borgol, memasukkan paku ke dalam botol yang diikat dengan tali pada leher peserta, membawa kelereng di atas sendok yang diapit dalam mulut dengan tangan terborgol, dan lomba bakiak secara berkelompok per 4 orang.
Para tamu yang awalnya datang dengan setelan rapi, kini sudah melepaskan wibawanya dan menjadi layaknya manusia zaman purba yang liar.
Dasi di kepala, jas diikat pada pinggul dan hanya mengenakan boxer. Kemeja sudah menjadi handuk untuk mengelap keringat yang memasahi tubuh. Hanya beberapa saja yang masih tahu malu dengan mengenakan celana panjang.
Malam semkin larut, tapi acara malah semakin heboh dengan berkaraoke dari segala jenis genre musik sambil menikmati minuman beralkohol.
Beberapa dari mereka mabuk berat, dan hukuman diberikan jika para peserta sampai muntah.
__ADS_1
Biawak Hijau, Bambang The Kamvret, 5 anggota Red Ribbon terkena hukuman dengan berlari telanjang mengelilingi halaman depan Black Castle seraya menyuarakan, "Junet, I love you!"
Para pria lainnya terlihat begitu senang saat melempari orang-orang itu dengan es batu berbentuk balok ketika melintas di depan mereka.
"Adem, Suuu!" pekik Hijau mengomel saat pantatnya terkena lemparan balok es batu dari One.
"Ayo, bidik yang benar," ucap Arjuna menyenggol lengan Afro saat sahabatnya itu siap dengan ketapel berisi balok es batu sebagai lontarannya.
SWINGG!! DUK!!
"Akkkk!! Siapa itu woi?! Sengaja pasti, sengaja!" teriak Bambang karena junior-nya terkena lontaran balok es hingga ia melompat karena kaget.
Arjuna dan Afro terkejut. Mereka kabur menyelamatkan diri. Bahkan para Pion tak bisa kabur dari tempat terkutuk itu. Mereka terpaksa mengikuti sebuah permainan.
Sayangnya, Tobias tak ikut serta dan memilih tinggal di rumah bersama Lysa. King D, Dewi, Otong, dan Jubaedah ikut pergi ke Inggris untuk menghadiri pernikahan Arjuna-Tessa.
Nasib sial bagi para Pion karena mereka semua dihadapkan dengan sebuah piring berisi 10 kerupuk yang disusun tinggi.
Para Pion makan tergesa karena tak ingin dihukum dengan berlari telanjang jika sampai muntah.
Para pria malang itu sampai tersedak bahkan hampir muntah karena tak biasa. Para penonton terlihat begitu senang atas penderitaan para pria tampan di hadapan mereka.
Pion Damian dan Dexter terpaksa meminum kecap asin yang disediakan dalam sebuah gelas agar serpihan kerupuk yang tersangkut di leher bisa tertelan.
Hebatnya, para Pion itu bisa menyelesaikan perlombaan sebelum batas waktu. Para penonton kecewa karena tak ada satupun dari mereka yang dihukum.
Di sisi lain. Jonathan duduk merenung di bingkai jendela kamar menatap langit malam dengan wajah sendu. Ia menggantung cincin pertunangannya di leher sebagai liontin.
Jonathan melongok ke bawah dan melihat banyak orang bersuka cita. Ingin rasanya ia bergabung, tapi khawatir jika malah menghancurkan pesta. Jonathan memilih untuk menyendiri.
Saat ia akan beranjak, Jonathan melihat di kejauhan, kamar Click and Clack menyala lampu terang.
Jonathan heran karena dua pria itu tak mengikuti pesta dan seperti berbincang dengan seseorang, meski sosoknya tertutup tirai jendela.
Jonathan curiga. Ia keluar dari kamar dengan mengendap agar langkahnya tak ketahuan.
Jonathan berdiri menguping di balik pintu kamar dua bodyguard-nya, dan mendapati suara keduanya seperti berbicara pada seseorang. Jonathan terlihat serius.
"Kami tak tahu dia ada di mana. Kalung itu memang memiliki pelacak. Namun, hanya Jonathan yang bisa mengoperasikan alat tersebut. Kami tak memiliki wewenang sejauh itu," ucap Clack yang terdengar cukup jelas bagi Jonathan, meski suara gaduh terdengar di lantai bawah.
Jantung Jonathan berdebar. Ia penasaran dengan siapa dua bodyguard-nya bicara.
***
tengkiyuw tipsnya. yang lain mana nih? sekalian ingetin, khusus fans GOLD quiz akan dibuka tanggal 30 Sept ya. Siapa cepat, dengan jawaban paling benar, akan langsung dapet binder ekslusif. Kuy semangat buat naikin peringkat level fans kamu!!
__ADS_1