
Mata Vesper melebar. Ia melihat Miles siap membunuhnya. Vesper masih berdiri diam, tapi kali ini tak ada senyuman di wajah. Saat sang Ratu seperti siap menerima serangannya, tiba-tiba saja, TAR! CRETT!!
"ARGGHHH!" erang Miles yang langsung jatuh ke tanah dengan keras dan usahanya gagal untuk mendekati Vesper.
Wanita yang mengenakan yukata putih tersebut terkejut saat melihat sebuah senjata seperti cambuk yang sangat panjang terjuntai dari sisi kiri tempatnya berdiri di balik gelapnya pepohonan.
"Apa yang kaulakukan di sini?!" pekik Vesper dengan mata melotot saat mendapati suami termudanya muncul dengan pakaian tempur buatannya dulu seperti saat Vesper bertugas di Colombia.
"Dan membiarkan nonaku tewas di tangan psikopat itu? Maaf, Nona Lily. Aku tak bisa," jawab Kai seraya menekan sebuah tombol pada gagang cambuk yang dialiri sengat itu. Seketika, tali cambuk itu masuk ke dalam gagang dengan cepat.
Vesper memejamkan mata sejenak. Ia tersenyum tipis karena Kai datang untuknya tak memperdulikan keselamatan terutama kepalanya. Souta dan lainnya bernapas lega karena Kai datang tepat waktu.
Miles menggelepar di atas tanah karena tubuhnya terkena sengatan listrik dari cambuk inovasi terbaru dari Kai. Entah kapan pria itu membuatnya seolah tak ada yang tahu.
Saat Vesper berjalan mendekat ke arah suaminya, tiba-tiba saja, "Nona Lily!" teriak Agent K dari tempatnya berdiri saat seorang Monster lepas dari bidikan para agent Colombia.
Mata Kai melebar, begitupula yang lain. Kai berlari kencang mendatangi Vesper yang tampak terkejut saat melihat anak buahnya dulu datang seperti ingin memangsanya.
"Hargh!"
BRUKK!!
"KAI!" teriak Lily lantang saat mantan bodyguard-nya melompat ke arah Black Armys tersebut seperti menerkam.
Orang-orang terkejut dan berusaha untuk menolong. Vesper melihat senjata cambuk Kai terlepas karena aksi nekatnya. Vesper bergegas mengambil benda itu untuk menyelamatkan suaminya.
BUKK!
"Agh!"
"Pa ... Papa ...," panggil Sandara berusaha untuk bangkit ketika sang ayah kini diserang oleh Black Armys yang mengamuk itu.
Tubuh Kai terlentang di atas tanah dan wajahnya ditekan dengan dua tangan hingga kepala pria itu terhimpit kuat dengan tanah. Mata Kai membulat penuh tak bisa melawan kekuatan dari pria itu.
"Yeah! Bunuh dia! Hancurkan kepalanya!" seru Miles yang kembali bangkit dan terlihat makin buas.
"Tuan Kai!" seru Naomi berusaha untuk bangun dengan menyeret kakinya, termasuk semua orang yang terluka.
Mereka berbondong-bondong mendatangi Vesper yang berusaha untuk menyelamatkan suaminya.
Vesper berhasil mengambil cambuk itu dan mencoba menggunakan dari hasil pengamatannya. KLIK! SYUT! CRETTT!
"Argh!" erang Vesper berusaha untuk mengerahkan tenaganya yang sudah memudar karena penyakit ganas menggerogoti organ dalamnya.
Vesper berhasil mengenai punggung Black Armys tersebut, tapi tak membuat pria itu menghentikan serangannya.
Vesper menarik napas dalam dan berlari dengan cambuk terjuntai. Entah apa yang menggerakkannya, Vesper melilitkan cambuk itu di leher Black Armys tersebut hingga pria itu mengejang dan pada akhirnya ambruk.
"Hah, Kai! Kai!" panggil Vesper panik karena suaminya seperti mengalami kejang hingga matanya melotot.
Vesper berusaha melakukan CPR meski ia terhuyung berulang kali seakan energinya telah habis.
Ia mengabaikan rasa sakit yang selama ini mengusik tidur dan pergerakannya. Seluruh tubuhnya terasa nyeri seperti tertusuk jarum yang tak berkesudahan.
Vesper terus melakukan napas buatan untuk suami termudanya agar tak tewas di tempat itu. Saat Kai mulai bisa bernapas dan matanya kembali menatap sang isteri, tiba-tiba ....
"Nyonya Vesper!" teriak Venelope lantang saat ia hampir tiba usai menyeret tubuhnya dengan merangkak.
Mata Kai bergerak melihat sang isteri yang dicekik oleh Miles hingga tubuhnya terangkat. Vesper tergantung dan terlihat berusaha untuk melepaskan cekikan itu.
"Hehehe ... Vesper ...," ucapnya dengan seringai. "Akan kubuat kau menderita hingga akhirnya kau mati!" teriaknya keji. "Harghhh!!"
BRUKK!!
__ADS_1
"Nona Lily!" teriak S lantang yang nekat keluar dari barisan untuk menghalau serangan Monster.
Tubuh Vesper yang tak berdaya, dilempar oleh Miles dengan mudah tanpa perlawanan. Sang Ratu jatuh menghantam tanah dengan sangat keras di samping tubuh Jonathan yang siap dipindahkan.
"Ma ... Mama ...," panggil Jonathan dengan napas tersengal dari balik masker oksigen.
Vesper berusaha bangkit dan melihat putera ketiganya dengan senyuman meski tubuhnya bergetar.
"Ka-kau ... akan baik-baik saja," ucap Vesper seraya memegangi kedua pipi anaknya lalu mencium keningnya lembut.
Jonathan berlinang air mata saat sang ibu terlihat seperti begitu menyayanginya. Namun, tiba-tiba ....
"Emph!" rintih Vesper saat tubuhnya ditangkap oleh Miles lagi dan dilemparkan jauh.
Vesper jatuh bergulung-gulung di tanah dengan keras, dan kali ini dekat dengan tempat Sandara berada. Sandara menangis dan tangannya terulur untuk menggapai sang ibu.
Tubuh Vesper bergetar hebat dan wajahnya berkerut dalam posisi tengkurap. Ia melihat anak gadisnya seperti berusaha datang untuknya. Vesper merayap mendekati Sandara dan menggapai tangan kanannya. Ia tersenyum.
"I love you," ucapnya tanpa suara dan hanya menggerakkan bibir. Sandara memejamkan mata dan membiarkan air matanya menetes.
"Ma-Mama ...," panggilnya lirih dan berusaha agar genggaman tangan sang ibu tak lepas saat Miles sudah menarik tubuh Vesper lagi lalu melemparnya untuk ketiga kali.
BRUKK!
"Haha! Aku sengaja melakukannya, Vesper! Kuberikan kau kesempatan berpamitan kepada anak-anakmu," ucap Miles terlihat puas dengan aksinya, tapi ia kembali dihadang oleh Agent S yang datang untuk melawan.
"Kau keterlaluan!" teriak S lantang tak terima nonanya disakiti, tapi Miles menanggapi dengan tersenyum miring.
"Mah, uhuk! Mama ...," panggil Arjuna nekat melepaskan masker oksigen dan merangkak mendatangi sang ibu yang tergeletak tak mampu bergerak lagi.
"Mah ... Mama ...," panggil Lysa ikut mendekati sang ibu.
Lysa memegangi wajah Vesper yang mengeluarkan darah pada hidung dan mulutnya. Sayangnya, darah itu sudah tak murni lagi karena berwarna merah kehitaman.
Mata Vesper masih memandangi langit, tapi tangannya bergerak seperti ingin memegang tangan sang anak.
"Mama minta maaf ... Mama minta maaf," ucap Vesper dengan suara bergetar.
Lysa menggeleng cepat dalam derasnya air mata. Ia memeluk sang ibu seakan tak bisa melihatnya lagi.
"Hah, hah, Mama ...,"panggil Arjuna berhasil mendatangi Vesper yang terlentang tak berdaya dan membuat yukata putihnya kini kotor.
"Hah, Juna ...," panggil Vesper menggerakkan tangan kanannya untuk meraih wajah sang anak yang terlihat dalam pandangannya. Arjuna menahan tangis dan meletakkan tangan Vesper di pipinya. Arjuna memegangi tangan sang ibu erat seperti enggan dilepaskan. "Kau ... kau akan menjadi pemimpin hebat suatu saat nanti. Penderitaan dan sikapmu ... akan merubah dirimu ... Mama bisa melihatnya ... kau akan menjadi seperti apa di masa mendatang," ucap Vesper yang membuat air mata Arjuna mengalir begitu saja.
"Mah, Juna minta maaf, Mah," ucap Arjuna yang berusaha keras mengembalikan tenaganya lagi untuk bisa menolong sang ibu.
"Tak perlu mengatakannya, aku ... tak pernah mengingat kesalahanmu padaku, termasuk yang lainnya. Kulupakan rasa benciku agar tak menjadi dendam. Aku ingin ... hidupku tenang tanpa amarah," ucap Vesper yang membuat keempat anak Vesper menangis sedih penuh penyesalan.
"No! Mama!" teriak Lysa berusaha keras menahan tubuh sang ibu ketika Miles datang kembali setelah berhasil menjatuhkan S hingga pria itu babak belur karena pukulan kuat keturunan Flame tersebut.
Miles mencengkeram kuat yukata putih Vesper di dada dan perutnya. Arjuna dan Lysa berusaha memegangi tubuh sang ibu sekuat tenaga. Namun, Miles yang terkena dampak dari serum Rainbow Gas begitu kuat.
"Pengganggu!"
BUAKK! BUAKK!!
"Aggg," erang Lysa dan Arjuna saat perut mereka diinjak oleh Miles. Keduanya kembali menggelepar di tanah dan meringkuk menahan sakit di perut.
Napas Vesper tersengal. Ia melihat wajah Miles sudah penuh dengan luka sayatan dan berdarah. Miles menyeringai penuh kemenangan karena kali ini, ia siap membunuh sang Ratu.
Namun, Vesper juga balas tersenyum. Ia menggerakkan kedua tangannya dan menyentuh wajah Miles yang terluka. Miles terkejut saat melihat jari Vesper berwarna hitam usai menyentuh wajahnya.
Mata Miles melebar, ia baru menyadari jika Vesper sengaja mengoleskan darahnya yang beracun itu ke tubuhnya.
__ADS_1
Saat Miles akan melepaskan cengkeramannya, Vesper malah melingkarkan kedua kakinya ke pinggul lelaki itu dan memegangi wajahnya kuat.
Miles mengerang, tapi Vesper mengerahkan tenaga terakhirnya untuk menjatuhkan lawan. Pria itu berjalan mundur berusaha melepaskan tubuh Vesper darinya, tapi ....
BRUKK!!
Miles jatuh terlentang setelah Sun dengan sengaja menjegalnya. Sun merangkak mendatangi Miles dan memegangi tangan kirinya kuat. Ia seperti tahu apa yang akan dilakukan oleh sang Ratu.
Souta dengan sigap memegangi tangan kanan Miles, begitupula Naomi dan Venelope yang memegangi kaki Miles. Pria itu seperti terkurung.
Vesper tersenyum lebar dengan wajah pucatnya, tapi membuatnya terlihat bagaikan iblis. "Kau ... mati," ucap Vesper yang membuat mata Miles melebar.
Vesper membuka mulut Miles dengan dua tangannya, dan CUHH!!
"HARGHHH!" erang Miles, saat Vesper dengan sengaja memuntahkan darah beracunnya ke mulut pria itu.
Sun dan lainnya terlihat ngeri dan memilih memejamkan mata. Vesper menutup mulut Miles dan membungkamnya rapat.
Vesper menjambak kepala Miles kuat dengan satu tangan kanan dan hingga kepalanya terangkat. Tangan kiri Vesper menahan mulut Miles agar cairan itu tak kembali tersembur.
DUAKKK!!
"Erggghhh!" erangnya dengan mata melotot saat Vesper menghantam kepalanya kuat dan Miles terpaksa menelan cairan itu di tenggorokannya.
"Now!" seru Vesper lantang entah kepada siapa, tapi tiba-tiba, datang segerombolan orang membawa karung dalam jumlah banyak.
Sun dan lainnya terlihat bingung ketika orang-orang itu adalah para pion D. Sun dan lainnya segera menghindar saat para pria itu menumpahkan seluruh pager yang telah ditemukan oleh para mafia di markas mereka.
"Cepat pergi dari sini!" seru Pion Dexter menarik tubuh Sun dan lainnya agar menyingkir.
Para pion menggendong orang-orang dari kubu Vesper yang terluka agar menjauh. Vesper masih menahan Miles yang mulai mengalami kejang hingga matanya melebar.
"Ternyata, memang hanya aku yang bisa membunuhmu, Miles," ucap Vesper yang kini menahan wajah pria itu di lubang hidung dan mulutnya. Miles seperti tercekik dan tubuhnya mengejang tak bisa melawan lagi.
Tubuh Vesper lalu diangkat oleh seseorang dengan lembut lalu digendong. Vesper tersenyum melihat Han balas tersenyum padanya.
Han melangkah dengan tenang menggendong sang isteri menjauh dari Miles yang kini sudah tertimbun oleh pager buatannya sendiri.
Tak lama, Click and Clack muncul. Vesper meminta agar Han menghentikan langkah karena ingin melihat secara langsung proses eksekusi itu.
2C menatap Vesper saksama di kejauhan, dan sang Ratu mengangguk pelan dalam gendongan.
"Kini, kau bisa merasakan sendiri hasil ciptaanmu, Miles. Apakah benar, pager peledak buatanmu sedahsyat tulisan yang kaubuat? Pergilah ke neraka," ucap Click dengan sebuah pengendali dalam genggaman.
Miles seperti bisa mendengar ucapan dari pria berkepala gundul dan bertubuh besar itu. Click and Clack saling melirik, kemudian ....
KLIK! PIPIPIPIPI!
Kaki semua orang yang berada dekat tempat itu langsung bergerak cepat mundur ke belakang. Benar saja, BLUARRR!! BRUSHHH!! KREKKK!!
Ledakan besar terjadi dari tumpukan pager yang berjumlah hingga ribuan itu. Tanah bergetar hebat dan ambles tempat Miles tertimbun. Namun, ledakan itu menimbulkan keretakan di sekitarnya.
"Pergi dari sini!" seru Clack lantang dan semua orang segera berlari menuju ke pantai.
Vesper tersenyum usai melihat tubuh Miles hancur dalam tumpukan pager buatannya sendiri. Vesper memejamkan mata. Ia terlihat damai dalam senyuman karena petaka sudah berakhir.
"Yeah!" seru Eiji dan Q bersamaan meski mereka berada di tempat yang berbeda. Keduanya berhasil meretas GIGA IGOR dan mengendalikan sinyal pager itu.
Orang-orang dari kubu Vesper berhasil dievakuasi ke pantai dan segera dinaikkan ke kapal. CD terbang di beberapa wilayah untuk memantau situasi peperangan selama berlangsung oleh anggota The Kamvret dan 4P.
Video kemenangan itu tersebar ke seluruh jajaran 13 Demon Heads. Kabar gembira langsung tersebar luas dan membuat semua orang bersuka cita karena pertikaian berakhir selama puluhan tahun.
***
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya😍lele padamu💋