
Heran. Dr kmrin pd tanya kemana pasukan Vesper kok gak nongol? Coba diinget itu tulisan lele yg blm ada seminggu. Tim Vesper dibagi menjadi 10 mengikuti Miles. Udh gitu disebut, jumlah pasukan Miles 1000 orang. Sedang pasukan Han kagak ada segitu. Jadi kl gak nongol harusnya tau mereka ngapain. Msh gak tau juga? Sabar sabar.
Mereka sibuk lawan pasukan Bala Kurawa, The Eyes, Mirror, dan The Circle Jonathan yang membelot. Dari 10 tim, 4 anak Vesper masuk salah satunya. Jumlah anggota tim Vesper emg dikit gak kaya Miles. Kemana mereka?
Inget lagi. Disuruh jaga markas. Termasuk para anggota Dewan yg ada di rumah Takeshi lindungi anak-anak, tiga isteri Tora, dan Black Armys Vesper. Inget lagi berapa jumlah markas Vesper. Kalau gak inget, baca lagi novel Vesper dst biar gak bingung sendiri.
Coba matematika nya diterapin. Pasukan Miles \= 1000:10 tim ada berapa org per timnya? 100. Sedang Han, cuma 10. Inget lagi siapa aja yg ada dalam kapal, yg udah pergi jalanin misi duluan, termasuk Souta. 100:10 jauh kisanak. Wajar kl org2 Vesper yg datang ke lokasi perang g bs bantu. Mereka sibuk mempertahankan nyawa.
Selain itu, inget lagi. Ini kisahnya 4 anak Vesper, lainnya cm sebagai pendukung jdi gak wajib buat dikisahin. Siapakah tokoh2 yg akan datang sebagai penolong? Nantikan saja. Paham ya, kalo gak paham ya udah😑
---- back to Story :
Miles terlihat bersemangat ketika menyiramkan minyak dalam dirigen yang ternyata sudah ia persiapkan. Sandara dan lainnya yang terluka parah, sadar jika nyawa mereka dalam bahaya.
Bau bensin yang menyengat membuat empat anak Vesper berusaha keras untuk melawan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuh, tapi tekad dan fungsi organ, tak bersinkronisasi dengan baik.
"Dengan begini, Vesper akan muncul. Hehehe," kekeh Miles seraya membuang dirigennya jauh.
Miles dengan sigap mengeluarkan korek gas dan menyalakannya. Miles melangkah mundur karena tak ingin terkena semburan api dari bensin tersebut.
"Hahahahaha! Inilah akibatnya jika berani melawanku!" teriaknya penuh kemenangan seraya melemparkan korek gas itu.
Mata Lysa, Arjuna, Sandara dan Jonathan melebar seketika. Saat korek api itu siap menyentuh tubuh Sandara karena berada di paling atas, tiba-tiba ....
KLAK!
"Hah?!" pekik Miles ketika sebuah lontaran anak panah menggagalkan korek itu untuk melakukan tugasnya.
Kepala Miles langsung menoleh dan muncullah tiga orang dengan kostum gagak dari tiga penjuru.
Mata Miles melebar saat tiga orang itu membuat sebuah formasi seperti mengepungnya dengan berlari berkeliling membawa persenjataan buatan BinBin.
"Siapa kalian?!" pekiknya marah.
Miles kebingungan karena tiga orang itu bergerak cepat seraya mengayunkan senjata seperti siap untuk menyerang Miles.
Miles bergerak lebih dulu. Saat ia mengeluarkan pistolnya, tiba-tiba ....
SWING! JLEB!
"ARGH!" rintihnya seraya memegangi punggung tangannya yang tertancap pisau dengan gagang berwarna emas dari persenjataan Silent Gold.
Saat Miles akan menarik pisau dari balik jas anti pelurunya, lagi-lagi ....
SHOOT! JLEB!
"ARGH!" erangnya kedua kali ketika pahanya tertancap anak panah dari salah satu topeng gagak yang membawa busur.
__ADS_1
Namun, Miles merasa jika fisiknya kuat setelah menyuntikkan serum penawar dari kombinasi Rainbow Gas. Miles mencabut pisau dan anak panah di tubuhnya.
Miles mulai tak terkendali. Ia menggunakan pisau Silent Gold tersebut untuk melakukan serangan balasan.
Miles mengincar salah satu dari mereka bertiga. Saat ia akan menusuk orang berpakaian hitam itu, tiba-tiba ....
"Hah!" pekiknya terkejut ketika tiga orang itu malah melakukan akrobatik dengan gerakan salto dan melompat secara acak. Miles dibuat kebingungan.
Miles berusaha melakukan serangan, tapi tiga orang itu sungguh gesit dan lincah. Sembari menghindar, mereka melakukan serangan pada Miles.
Seragam tempur Miles robek terkena sabetan benda tajam dari tiga orang yang kini menggenggam pedang Silent Gold. Pria itu mulai tak berkutik karena terperangkap seperti tak diizinkan lolos.
Hingga mata Miles tertuju pada sebuah pergerakan yang muncul dari dalam hutan. Sosok itu membuat ia tak peduli dengan tiga orang yang mengepungnya karena dianggap sebagai pengalih perhatian.
Miles berdiri mematung dengan sorot mata tajam terkunci pada sosok itu. Hal tersebut dimanfaatkan oleh salah satu anggota gagak untuk menyerang. Sayangnya, Miles seperti menyadari gerakan mematikan tersebut.
BUAKK!!
"Agh!" erang salah satu anggota gagak ketika ia terkena pukulan kuat di perut saat akan menyabet leher Miles. Pria itu tiba-tiba merunduk dan melakukan aksi balas.
Anggota gagak tersebut langsung jatuh karena tak siap dengan serangan balasan tersebut. Miles tak ingin diganggu. Dengan sigap, KRAK!
"ARGHH!" erang orang tersebut yang suara teriakannya terdengar jelas.
Miles menarik topeng gagak itu dengan cepat dan melemparkannya jauh. Matanya melebar saat mendapati Sun mengerang kesakitan memegangi kakinya yang diinjak oleh Miles hingga patah.
DUAKK!! BRUKK!!
Sun mendapatkan hantaman kuat dari lutut Miles tepat di wajah dan membuat putera M tersebut langsung jatuh terlentang.
"Sun!" teriak Torin membuka topeng gagaknya dan kini bersiap dengan pistol dalam genggaman.
Miles menoleh dan kini berlari ke arah Torin. Putera Bardi terkejut. Ia mengarahkan moncong pistol ke tubuh Miles, tapi ....
DUAKK!! BRUKK!
Belum sempat peluru itu dilepaskan, Miles sudah melompat dan menendang dada Torin hingga pemuda itu terdorong kuat dan jatuh tersungkur dengan keras.
Miles mendaratkan kakinya dengan sempurna di atas tanah dan kali ini, ia mengincar orang terakhir berkostum gagak yang masih berdiri tegap siap untuk melawannya.
Miles melancarkan pukulannya, tapi orang itu dengan sigap menghindar. Tubuhnya terlihat begitu lentur. Tangan Miles ditangkap olehnya. Miles terkejut saat orang itu tiba-tiba melompat dan menaiki punggungnya.
Miles berputar untuk menjatuhkan orang tersebut seraya memegangi tangan lawan yang memegangi kepalanya. Miles berusaha menjatuhkan orang yang ingin mematahkan lehernya itu.
Namun, tenaga orang itu cukup besar. Miles memukuli perut samping orang itu dengan kuat menggunakan kepalan tangan kanan. Hingga akhirnya, BRUKK!!
"ARGH!" erang orang itu saat Miles sengaja menjatuhkan tubuhnya ke belakang.
__ADS_1
Orang itu jatuh dengan keras dan membuat topeng gagaknya terlepas. Miles dengan sigap bangkit dan mencengkeram kuat baju orang itu lalu mengangkatnya seperti atlet angkat besi. Sun dan Torin melebarkan mata.
"Harghhh!" teriak Miles siap mematahkan tulang punggung orang itu dengan sikunya.
"Yuki!" teriak Sun lantang yang tak bisa bangkit karena cideranya.
Yuki tak bisa berkutik saat ia merasakan tubuhnya ditarik ke bawah dengan cepat. Miles menekuk kaki kiri dan diangkat ke atas, siap menggunakan lututnya.
Dan ternyata, Miles menggunakan kaki robot buatan Vesper Industries yang terlihat dari alas kakinya.
"Aaaaa!" teriak Yuki panik siap menerima penderitaannya. Namun, DOR! DOR! DOR!
"Argh!" erang Miles saat pahanya ditembak oleh Torin yang berusaha bangkit dan membidik tubuh Miles meski dalam posisi tidur miring di atas rumput.
Sayangnya, Miles belum roboh. Ia masih mengangkat Yuki kuat ke atas. Hingga .... BRUKK!!
"YUKI!" teriak Torin dengan mata melebar ketika sang isteri dilempar dan mengenai tumpukan anak-anak Vesper. Orang-orang itu menggelepar di atas tanah merintih kesakitan.
"Pengacau!" teriak Miles marah dan dengan sigap mengeluarkan pistol dari balik pinggangnya seakan persenjataannya tak ada habisnya.
DOR! DOR! DOR!
"TORIN!" teriak Sun saat suami dari Yuki terkena tembakan tepat di dada ketika pria itu berusaha untuk berdiri. Torin ambruk dan langsung tengkurap.
Miles membalik tubuhnya dan kini membidik anak-anak Vesper yang berusaha bangkit ditolong oleh Yuki. Mata Sun kembali melebar ketika melihat orang-orang itu akan mati malam ini.
"Miles," panggil seseorang lirih yang membuat kepala Miles langsung menoleh. Mata Miles melebar, ia terkejut melihat sosok yang selama ini diincarnya muncul. Vesper. "Kenapa mereka? Bukankah kau menginginkanku?" tanya Vesper dengan yukata putih berdiri di kejauhan.
Praktis, Sun dan lainnya terkejut. Mereka tak menyangka jika Vesper nekat turun dari kapal padahal kondisinya memprihatinkan. Vesper membiarkan dirinya tak berpelindung bahkan tak membawa senjata.
"Hahahaha! Hahaha! Lihatlah dirimu! Aku bisa mencium bau kematian dari tubuhmu!" tawa Miles penuh kemenangan karena Vesper terlihat pucat dan kepalanya gundul seperti orang sakit parah.
"Kalau begitu, ambilah," ucap Vesper tenang seraya merentangkan tangan terlihat siap untuk direnggut nyawanya.
"Hahaha! Hahaha! Kau akan mati di tanganku, Vesper!" teriak Miles dengan tawa kegembiraan.
Miles berlari kencang ke arah Vesper siap untuk membunuhnya.
"No! Nyonya Vesper!" teriak Sun panik berusaha untuk bangkit dengan susah payah.
Miles membuang pistolnya begitu saja dan kini mengeluarkan dua buah pisau dari samping pinggulnya. Vesper tersenyum tipis dan tetap berdiri di tempatnya.
"Ma ... Mama ...," panggil Sandara lirih saat melihat sang ibu menatapnya dengan senyuman.
***
__ADS_1
uhuy, tengkiyuw tipsnya jeng Anik. lele padamu❤️