4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Jonathan Kewalahan


__ADS_3

Juli minggu kedua.


Ternyata, aksi Miles terakhir bisa dianggap gagal saat menyerang kediaman Sierra di Colmar. Ayah dari Cassie tersebut terlihat begitu marah.


Ia mengumpulkan seluruh anak buahnya yang tersisa termasuk persenjataan dan perlengkapan tempur dari Vesper serta Boleslav Industries untuk melakukan serangan lainnya.


"Jika kabar Sierra hamil anak dari Jonathan tengik itu benar, ia tak boleh dibiarkan hidup. Hanya aku dan Cassie yang akan menjadi generasi terakhir dari Flame. Sisanya, lenyapkan," tegas Miles menatap orang-orang di hadapannya.


"Yes, Sir!" jawab para pria dari gabungan Bala Kurawa, The Eyes, dan The Circle anak-anak Vesper.


Para lelaki itu telah mengenakan seragam tempur pasukan Gagak dengan persenjataan lengkap untuk melakukan aksi balas.


Mata-mata dari anak buah Miles menemukan keberadaan Sierra. Ternyata, Jonathan, Click and Clack tinggal di sana, kediaman Ceko.


Miles, mengecoh dengan melakukan aksi teror lagi di kediaman Sierra, Colmar, Perancis, serta usaha legal Jonathan di beberapa wilayah.


Jonathan geram dan kali ini sungguh dendam dengan aksi Miles. Beruntung, anak buah Jonathan telah siap untuk melakukan aksi seperti strategi sebelumnya.


Namun, karena jumlah persenjataan semakin menipis, Jonathan terpaksa mengirimkan pasokan dengan dirinya ikut serta dikawal oleh Click and Clack.


Minggu ketiga bulan Juli.


"Nathan janji gak akan lama. Nathan harus mempusin Miles seperti permintaanmu, Yang," ucap Jonathan mantap.


"Kau harus selamat jika ingin melihat anakmu lahir," tegas Sierra.


"Berapa bulan lagi sih? Perutmu udah ndud gitu, tapi gemesin," ucap Jonathan manja seraya meraih pinggul Sierra lalu mengajaknya berdansa.


Venelope dan dua bodyguard berkepala gundul itu menahan senyum melihat tingkah Jonathan yang masih kekanakan padahal sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


"Kau berjanji akan menemaniku saat melahirkan nanti. Kau juga berjanji akan memberikannya nama. Jika sampai kau tak menepati janjimu, seperti kataku yang sudah-sudah, aku ... emph!"


Venelope memalingkan wajah. Jonathan dengan cepat mencium bibir kekasihnya yang mengandung anaknya, meski mereka belum menikah.


Click and Clack mengembuskan napas terlihat malas melihat adegan mesra di depan mata itu.


"Menyebalkan!" keluh Sierra mendorong dada Jonathan paksa lalu menepuk lengannya keras. Jonathan malah terkekeh.


"I love you, Yang," ucap Jonathan seraya memegang kedua pipi Sierra dengan senyuman. Sierra tak menjawab, tapi wajahnya bersemu merah. "Eh! Eh!" pekik Jonathan saat jas di bagian belakang leher ditarik oleh Clack. "Bye, Yang! Jaga calon bebi kita baik-baik ya. Muach!" serunya seraya melambaikan tangan dan melakukan kiss bye berulang kali.


Sierra tersenyum seraya melambaikan tangan. Clack and Click pergi bersama Jonathan untuk mengantarkan pasokan senjata ke tempat bisnis legal serta memiliki pos darurat.


Mereka memprediksi serangan akan terjadi di tempat-tempat itu karena belum dikunjungi pasukan Miles.


Sepeninggalan Jonathan.


Sierra dibantu Venelope dan dijaga oleh para The Circle Jonathan, terlihat waspada. Sierra tetap ikut membantu dan memantau dari satelit GIGA IGOR.


Ternyata, serangan dari Miles benar-benar membuat Jonathan kalang kabut. Semua pos darurat miliknya digempur dengan persenjataan dari Vesper dan Boleslav Industries yang ia beli kala itu.


Jonathan yang fokus dengan aksi balasnya, melupakan keberadaan Sierra yang hamil besar dan diperkirakan melahirkan empat bulan lagi.


Hanya Venelope yang tetap setia menemani Sierra dengan para anak buah Jonathan di kediamannya, Ceko.

__ADS_1


Bulan Juli, minggu keempat.


Malam itu. Hujan deras mengguyur wilayah sekitar kediaman Jonathan di Ceko. Sierra cemas karena Jonathan tak mengangkat teleponnya.


Calon suaminya berjanji akan pulang dan menyerahkan kepada Click and Clack untuk membalas serangan Miles di beberapa titik.


DWUARR!!


"Oh!" kejut Venelope karena suara petir menggelegar bersahut-sahutan di langit malam.


Ditambah, dengan derasnya air hujan. Suasana malam itu terasa mencekam tak seperti biasanya.


Hingga tiba-tiba, "Apa yang terjadi?" tanya Sierra panik saat kamarnya mendadak gelap gulita karena cahaya lampu padam.


Venelope melongok keluar jendela. Ternyata, listrik padam hampir di seluruh kawasan kediaman Jonathan. Namun, gadis cantik itu menyadari sesuatu saat sebuah pergerakan terjadi.


"Sierra!"


SWOSH! BLUARR!!


"Arghh!" erang Sierra langsung telengkup di atas ranjang saat dinding kamarnya jebol karena luncuran sebuah misil yang ditembakkan dari luar.


Venelope yang melihat serangan itu dari sebuah mobil hitam yang masuk ke halaman rumah Jonathan, segera berlari menghindar.


Beruntung, dua wanita cantik itu tak terluka. Venelope segera bangun dengan air hujan mengguyur tubuhnya karena atap bangunan runtuh.


Venelope mendatangi Sierra yang nampak shock. Saat Venelope membantu Sierra untuk bangun dan membawanya pergi, tiba-tiba ....


"Tiarap!" teriak Venelope untuk kesekian kali saat melihat sebuah drone bersenjata melayang dari balik dinding yang jebol.


"AAAAAA!" teriak Sierra histeris saat peluru mematikan itu menghujani ruangan.


Venelope melindungi Sierra dengan menariknya ke bawah tempat tidur. Keduanya meringkuk di lantai menghindari serangan.


"Miles! Ini ulah Miles! Aku melihatnya di dalam mobil!" seru Venelope di samping Sierra.


Terlihat, Sierra begitu marah, tapi tak bisa melakukan apapun. Venelope meminta kepada Sierra untuk merangkak menuju pintu. Wanita hamil itu pun bergerak perlahan.


Venelope mencoba melindungi saudarinya. Ia menarik selimut dan menggenggamnya kuat saat drone tersebut menghentikan aksi gilanya karena targetnya menghilang.


"Agh!" erang Venelope saat ia melemparkan selimut dan menutup drone tersebut.


Pandangan drone dibutakan. Venelope segera berlari mendatangi Sierra dan membantunya berdiri.


Dua wanita cantik itu berjalan tergesa karena drone mulai menembak lagi meski ke arah lain karena tak melihat pergerakan targetnya.


"Hah, hah, cepat! Cepat!" pinta Venelope panik karena suara tembakan dan ledakan terdengar di sekitar rumah Jonathan.


Suara erangan kematian terdengar bersahut-sahutan dari para penjaga mansion anak buah Jonathan yang membuat malam itu semakin mencekam dalam kegelapan.


"Hati-hati, ada tangga di sini," ucap Venelope karena rumah itu menjadi gelap gulita.


Perlahan, Sierra melangkahkan kakinya satu persatu menuruni tangga dengan Venelope memeganginya di samping. Saat mereka hampir tiba di tangga terakhir.

__ADS_1


"Arrghhh!!"


SRING! JLEB! JLEB!


"Oh! Oh!" kejut keduanya ketika menyadari ada seseorang di depan mereka menggunakan pedang, terdengar dari gesekan besi saat melakukan penyerangan.


Venelope dan Sierra yang tak bersenjata terlihat panik karena tak tahu siapa orang itu. Keduanya kembali menaiki tangga dengan gemetaran. Hingga tiba-tiba, CEKREK!!


"Hem, di sini kalian rupanya," ucap seorang laki-laki dengan topeng gagak.


Sebuah moncong pistol di arahkan ke kepala belakang Venelope dan Sierra yang kembali menaiki tangga dengan posisi memunggungi. Praktis, langkah dua wanita cantik itu terhenti. Namun tiba-tiba, SRING!


"Oh!" pekik Sierra dan Venelope saat mengenali silau dari cahaya pedang di hadapan mereka. Silent Gold.


SWING! JLEB! BRUKK!


"Hah?!" kejut keduanya saat melihat lelaki yang menodongkan pistol ke kepala mereka ambruk dengan pisau menancap di dahi pria tersebut.


Namun segera, pandangan mereka beralih ke depan saat menyadari pedang itu dimiliki oleh salah satu bodyguard Vesper.


"Ja-James?" ucap Sierra dengan kening berkerut ketika James mematikan laser pedangnya saat sudah berdiri di hadapan dua wanita itu.


James menuruni tangga dan meminta keduanya berdiri di samping mayat lelaki topeng gagak. Sierra dan Venelope menurut karena merasa jika James bukan ancaman.


James menyalakan lampu portabel dari tabung dengan cahaya putih terang. Ia mengeluarkan sebuah amplop merah maroon dari balik jas yang melindunginya.


Sierra terlihat gugup saat menerima amplop tersebut lalu membukanya. James memasang wajah dingin ketika memberikan cahaya pada dua wanita itu agar mereka bisa membaca isi surat itu.


Praktis, mata Sierra dan Venelope terbelalak lebar.


"Ve-Vesper?" tanya Sierra tergagap seperti tak percaya dengan isi surat yang ia baca.


"Berterima kasihlah padanya, jangan padaku. Aku mau melakukannya karena permintaan nona Lily. Cepat pergi dari sini sebelum Miles dan anak buahnya mengetahui kalian sudah tak ada lagi di sini," tegasnya.


Sierra dan Venelope mengangguk cepat. James mengambil kembali amplop pemberian bosnya itu dan memasukkannya dalam saku jas.


James melindungi Sierra dan Venelope dari anak buah Miles yang mencoba untuk membunuh mereka.


Sayangnya, James lebih cepat di mana selama ini, diam-diam ia dia sudah mengintai kediaman Jonathan demi misi yang Vesper minta padanya.


Tugas James dari isi amplop merah maroon adalah menyelamatkan Sierra dan Venelope dari ancaman pemusnahan keturunan The Circle dan No Face oleh kelompoknya dan Miles.


Pria berambut pirang panjang itu sengaja menggerai rambutnya dan membuatnya terlihat kejam malam itu. James berhasil membawa dua wanita cantik tersebut sampai ke pintu rahasia.


Mereka melewati lorong evakuasi hingga menembus ke sebuah hutan belantara. Ternyata, sudah ada kendaraan yang menunggu di sana.


James melihat sekitar ketika Venelope dan Sierra masuk ke mobil lalu duduk di dudukkan tengah.


Mobil melaju kencang meninggalkan kekacauan yang Miles lakukan bersama anak buahnya.


James membawa Sierra dan Venelope meninggalkan Ceko ke tempat perlindungan, di mana tak semua orang menyangka akan keberadaan tempat itu.


***

__ADS_1



uhuy tengkiyuw tipsnya😍 Selamat bobo😴


__ADS_2