
...IPO IPO IPO...
...Mumpung masih pagi biar semangat...
...Kwkwkw...
Tobias bertolak pinggang menatap isterinya yang malah tertidur pulas terlihat begitu lelap. Pria bertato yang sudah tak berbalut kain itu naik ke kasur dan malah berdiri tegak memandangi isterinya dengan kening berkerut.
Perlahan, Tobias ikut membaringkan tubuhnya dan masuk dalam selimut yang sama. Suami dari Lysa tersebut memandangi sang isteri yang bahkan tak terusik akan tingkah lakunya yang sibuk sendiri karena tak bisa tidur. Tobias bergulung ke sana kemari terlihat kesal.
"Lysa?" panggilnya memiringkan tubuh menatap Lysa dengan menopang kepala menggunakan kepalan tangan kanan. "Mimi," panggilnya lagi dengan intonasi sedikit tinggi, tapi mata Lysa tetap terpejam. "Gendut, hei," imbuhnya mulai kesal.
Namun, Lysa sungguh terlelap. Tobias menjatuhkan tubuhnya dalam posisi terlentang. Ia menendang selimut yang menutupi tubuh bertatonya dan malah sibuk menggerakkan kedua tangan seperti seorang dirigent orkestra sembari bersenandung-entah apa yang ia nyanyikan.
Lysa mulai terusik dan menoleh dengan malas. Ia menatap suaminya keheranan yang sibuk melakukan sesuatu.
"Kau kenapa? Sudah malam, Toby. Tidurlah," ucap Lysa dengan mata sayu.
Tobias langsung menoleh saat mendapati sang isteri sudah terbangun karena terusik oleh aksinya. Tobias segera menarik selimut Lysa dan melemparkannya jauh.
Lysa terkejut dan matanya kembali melebar saat suaminya sudah berada di atas tubuhnya dan menatapnya lekat.
"Ini tidak sakit. Sudah tidak ngilu lagi. Hanya sedikit geli, tapi aku mau memastikannya," ucapnya serius.
"What?"
Tanpa basa-basi, Tobias melebarkan kedua kaki Lysa dan memegangi lututnya kuat. Lysa terkejut saat Tobias fokus pada bidikannya untuk menerobos. Lysa terlihat gugup karena mata suaminya itu tak berkedip dan wajahnya tegang.
"Emph!" erang Lysa saat Tobias tiba-tiba ambruk dan bibirnya dengan cepat menempel ke pipinya.
Lysa terengah karena sang suami menciuminya rakus dan bibirnya memaksa masuk ke mulutnya.
Tobias melakukannya bersamaan dengan sodokkan kuat di bagian bawah titik kenikmatan. Si daging panjang mendorong pintu lembek itu dan terus mendesak agar bisa menyelinap masuk di sana.
Lysa memegangi kepala suaminya, berusaha melepaskan ciuman agresif yang membuatnya kesulitan bernafas. Dan, usaha Lysa berhasil.
"Hah, Toby, pelan-pelan, emph ...."
Dada Lysa membusung karena Tobias tak mengindahkan permintaannya. Tongkat tumpulnya yang sudah berhasil bersemanyam di dalam sana tak puas hanya diam dan pasrah.
Tobias kembali memerintahkan si daging panjang untuk menjajal kemampuan barunya dalam memuaskan si liang basah.
Nafas Lysa tersengal, bibirnya sampai mengering karena milik Tobias terasa begitu penuh dan tiap gesekannya membuat darah di tubuhnya mengalir semakin cepat. Lysa merasakan tubuhnya mulai gerah dan tegang.
Lysa sampai lupa jika ia sedang mengandung. Sentuhan Tobias yang memijat kepalanya dengan tangan kanan dan tangan kiri meremat kuat salah satu tempurung indah di dadanya, membuat pinggul Lysa ikut menyambut gebrakan itu dengan himpitan kuat dari lorong kenikmatan.
__ADS_1
Tobias terus menciumi wajah Lysa dan lidahnya mulai mengusik ketenangan penghuni dalam mulut sang isteri dengan aksi liarnya.
"Katakan 'ah'," pinta Tobias dan Lysa melakukannya dengan suara lirih.
Lidah Tobias kembali terjulur seperti ular. Lidah Lysa mulai membalas tantangan itu. Bibir Lysa tak mau kalah, ia ikut memainkan bibir bawah sang suami sembari memijat pinggul Tobias kuat.
"****! Ini lebih enak," ucap Tobias sampai kepalanya mendongak dan terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan dorongan kuat.
"Sttt, tak perlu mengumpat. Kau menghancurkan romantisme bercinta, Sayang," bisik Lysa di salah satu telinga pria bertato itu.
Tobias memeluk Lysa dan membawa tubuhnya berguling ke samping. Kedua tangan Lysa saling bercengkeraman dengan telapak tangan Tobias yang menopangnya, saat pinggulnya berada di atas dan telah memakan habis sosis besar itu.
"Jangan keluarkan di dalam," ucap Lysa yang wajahnya sudah memerah dan mulut terbuka yang diiringi ******* lirih. Tobias tak menjawab dan hanya mengangguk.
Tobias menatap ekspresi Lysa dan tubuh sang isteri yang begitu sensual saat bercinta. Tobias melepaskan genggamannya dan menempelkan tangan kanannya ke pipi sang isteri.
Lysa menciumi tangan Tobias dengan mata terpejam dan terus bergoyang di atas pinggulnya, memanjakan si tumpul.
Kening Tobias berkerut saat Lysa menjatuhkan dirinya dan meletakkan kedua tangan mengapit wajahnya.
Tobias bisa melihat mata sang isteri yang menatapnya tajam berkesan mendominasi. Tobias malah terdiam saat Lysa memaju mundurkan miliknya dan membuat batangnya seperti dicelup-celup ke sebuah lubang kenikmatan.
Tobias melampiaskan hasratnya dengan memainkan bulatan hitam di dada sang isteri yang menyumbul dan mengeras karena ulah jari nakalnya.
Lysa memejamkan matanya rapat dan merintih karena Tobias mulai membuat tubuhnya menggelinjang hebat. Tobias menyeringai dan menjatuhkan tubuh Lysa lagi ke samping.
Lysa memiringkan tubuhnya bermaksud mengambil selimut, tapi Tobias dengan cepat memegangi pinggulnya dan memasukkan miliknya lagi dari celah sempit itu lewat belakang.
SLUP!
"Ahh, Toby!" rintihnya langsung meremat seprei dengan kedua tangan dalam posisi tengkurap.
Tobias tak memberikan ampun. Ia semakin kencang memaju-mundurkan pinggulnya dan meremat kuat dua bongkahan besar yang terasa halus dalam genggaman tangannya. Pantat Lysa sampai memerah karena cengkeraman Tobias.
Lysa mulai menaikkan tubuhnya dengan menggunakan kedua tangan sebagai penopang seperti mau merangkak.
Namun, kedua tangan pria bertato itu segera mencengkeram kuat dua bongkahan menggemaskan di dada sang isteri dan menjepit bulatan kecil itu diantara sela jarinya.
Lysa tak bisa menahan rintihannya. Ia diperas atas dan bawah sampai tubuhnya menegang. Cengeraman V makin kuat dan membuat batang Tobias makin tak bisa berhenti untuk terus digesekkan.
"Ya, Tuhan, Toby ... agh," rintih Lysa menarik selimut hingga terlepas dari pinggiran kasur dan membuat sebagian alas tidurnya telanjang seperti dirinya.
"Woah! Aku tak bisa berhenti, Lysa," ucap Tobias sampai menggelengkan kepala dan malah memukul dahinya dengan telapak tangan kiri karena tak bisa menahan gairah yang meledak di dalam tengkoraknya.
Lysa mengerang hebat dan terus merintih. Tobias terus menyodokkan miliknya kuat hingga Lysa kembali ambruk dan tubuhnya memerah karena darahnya ikut memanas.
__ADS_1
"Toby, cukup, hah ... aku ... aku sudah tidak kuat lagi," rintihnya menoleh, tapi Tobias malah meraih wajahnya dan menciumi bibir sang isteri rakus.
Lysa roboh dan Tobias masih belum puas. Ia membalik tubuh Lysa yang kini terlentang tak berdaya.
Kedua kakinya di naikkan dan kini ditopang dengan bahu pria bertato itu. Lysa sudah tak bisa membuka mata dan mulutnya sampai kering karena terlalu banyak mendesah.
Tangan kiri Tobias memegangi lututnya seperti di peluk dan tangan kanannya kembali menjamahi dua gundukan menggemaskan itu yang tak mengempis padahal sudah berulang kali ia peras.
Kening Lysa berkerut dan terus merintih dalam kenikmatan. Hingga akhirnya, ritme sodokan Tobias semakin cepat hingga Lysa mengangkat kepalanya karena tubuhnya terasa seperti tersetrum.
"Agh! Toby!" teriak Lysa saat tiba-tiba wajahnya tersembur cairan hingga matanya terpejam karena kaget.
Lysa menutup mulutnya rapat dan mematung seketika. Ia tahu cairan apa itu, tapi ia tak menyangka jika Tobias tak bisa menahannya.
"Agh, sial! Harusnya tadi dimasukkan saja biar anak kita kembar," ucapnya sembari memegangi pangkal si tumpul yang pada akhirnya mulai mengkerut dan bisa diarahkan ke perut sang isteri.
Tangan Lysa sibuk mencari kain untuk mengelap cairan lengket itu. Lysa terpaksa menggunakan kain sprei karena tisu sangat jauh dari jangkauannya.
Lysa mengelap wajahnya yang lengket dengan jijik dan perlahan matanya bisa terbuka. Ia melihat Tobias tersenyum puas dan bertolak pinggang dengan duduk bersimpuh.
"Dasar gila, tidak waras," gerutu Lysa kesal setelah berhasil membersihkan cairan yang menempel di wajahnya. Namun, Tobias tetap tersenyum. Pria itu tak sakit hati dengan ucapannya.
"Ayo, mandi bersama. Aku akan menggosok tubuhmu, Darling," ucapnya bangkit dari ranjang seraya mengulurkan tangan.
Lysa mendengus kesal. Ia mengelap cairan di perutnya dengan spreinya lagi. Tobias cuek saja saat Lysa terpaksa membebaskan sprei dari tugasnya.
"Tak usah aneh-aneh. Ini sudah malam. Kau mengganggu tidurku," ucap Lysa kesal.
Tobias hanya tersenyum sembari mengikuti sang isteri yang memasang wajah masam saat membawa sprei yang terkena cairan kejantannya ke kamar mandi.
Kedua tangan Tobias asyik mengusap buah dada Lysa dari belakang, saat wanita cantik itu bermuka masam ketika mengucek cairan lengket yang menempel di sarung kasur dari guyuran shower air hangat.
"Yang benar menyabuniku," ucap Lysa melirik tajam, tapi Tobias malah berjoget dan terus tersenyum bahkan ketika memijat rambut sang isteri dengan busa sampo.
Tobias malah menggesekkan kejantanannya yang kembali bangkit ke pantat sang isteri, mencoba menyelipkan di celah sempit itu.
"Dasar maniak. Apa dia tak lelah? Cairannya keluar banyak sekali. Pantas saja aku langsung hamil. Sepertinya virus di rahimku sudah tewas karena dihajar oleh pasukan Spermacules," ucap Lysa dalam hati dan terus mengucek.
***
Udah-udah sampai sini aja. Karena eps uhuk, jadi yang pada tips akan lele sisipkan di eps selanjutnya.
Kasian kalo jebule mimin review masih jomblo kan ngenes kaya kamu. Masa iya mimin kudu beli sosis dulu. Kwkwkw. Besok satu atau dua eps nih? Tips koin macet gaes.
Oia sekalian info. Novel Marco-Polo udah bisa di baca di apk GN ya. Alhamdulilah dapet kontrak ekslusif dan novel Casanova non-eks.
__ADS_1
Nah, tar sebagai bentuk syukuran biar novel MP dan YIC berkah, akan ada giftaway tumbler. Tar kuisnya apa, pantengin dua novel itu ya. Semangat dan tengkiyuw. Lele padamu.