4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dendam Kesumat!


__ADS_3

Kabar mengejutkan yang didapat, tentu saja mengejutkan orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads. Dengan sigap, para anggota Dewan mempersiapkan diri untuk memperketat penjagaan di tiap markas dan rumah mereka.


Di kediaman Jonathan—Pusat Kendali, tempat Tobias dan anak buahnya berkumpul.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Segera kejar mereka! Sinyal Sun, Arjuna dan Damian belum jauh. Jangan beri ampun, bunuh orang-orang itu!" perintah Tobias geram.


"Yes, Sir!" jawab para Pion cepat.


Segera, dua buah mobil melaju kencang meninggalkan kediaman Jonathan. Tobias menunggu di Pusat Kendali Jonathan seorang diri tanpa pengamanan dari para Pion.


Pria bertato itu menjadi pusat komunikasi dengan Pusat Kendali Bengkel Jonathan yang dijaga oleh PE-75 dan Lysa di Jerman.


"Aku sudah kirimkan The Eyes ke Ceko, Toby. Hati-hatilah, kau sendirian," ucap Lysa cemas.


"Jangan khawatir, tak semudah itu membunuhku. Akan kubuat mereka kesulitan melakukannya," jawab Tobias santai dengan dua kaki ditopang ke atas meja seraya menyalakan cerutu.


Matanya fokus ke semua tampilan dari bidikan kamera yang terpasang di pakaian tempur anak buahnya.


Kai yang mendapat kabar mengejutkan ini, meminta Eiji menggantikan tugasnya untuk melakukan pantauan di wilayah Ceko dan sekitarnya dengan bantuan GIGA. Eiji dengan sigap melaksanakan perintah Kai.


Beruntung, jarak Jerman ke Ceko kurang lebih 46 menit dengan penerbangan. Lysa nekat ikut dan mempercayakan Fara kepada Yuki yang dijaga oleh puluhan anggota The Eyes di markas.


Lysa menerbangkan anak buahnya menggunakan helikopter kargo peninggalan almarhum Marlena yang sudah diatasnamakan dirinya agar tak dicurigai pemerintah dengan dalih pengiriman produk yang sudah disertai berkas legal.


Lysa ikut terbang, tapi menggunakan helikopter pribadi dan telah memiliki izin untuk melintasi perbatasan dengan alasan perjalanan bisnis di negara Ceko.


Dua helikopter berhasil meninggalkan hanggar tanpa kendala, tapi helikopter kargo terbang lebih dahulu dengan tujuan bengkel dan kediaman Jonathan nantinya.


Saat helikopter yang ditumpangi Lysa terbang di atas wilayah Struppen—sebuah munisipalitas di Distrik Sächsische Schweiz-Osterzgebirge, Saxony, Jerman—siap melintasi perbatasan, pantauan kamera di bagian bawah benda terbang itu menangkap pergerakan mencurigakan.


Mata Lysa menajam ketika melihat sebuah mobil SUV hitam berbelok-belok seperti terjadi sesuatu di dalam kendaraan itu dari layar tablet yang ditunjukkan oleh anak buahnya.


"Ikuti mobil SUV hitam itu," perintahnya.


Pilot helikopter memutar kemudi dan mengikuti pergerakan mobil tersebut. Hingga akhirnya, kecurigaan Lysa terbukti.


PRANGG!!


Kaca jendela mobil tersebut tiba-tiba pecah dari dalam dan muncul wajah Arjuna sudah babak belur berlumuran darah menantang langit sedang dicekik oleh seseorang, meski wajah pelaku tak terlihat


"JUNA!" teriak Lysa lantang mengejutkan semua orang di helikopter. "Bersiap!" perintah Lysa tegas langsung menyerahkan tablet-nya dan bersiap.


GREKK!


Pintu helikopter dibuka dan sebuah tali pengait sudah siap di pinggang anak pertama Vesper tersebut.


PIP! KLEK!


"STABILKAN!" perintahnya lantang saat dua kakinya yang mengenakan sepatu magnet telah menapak di badan helikopter yang berbahan dasar besi.


Dua anggota The Eyes telah siap dengan senapan laras panjang membidik mobil hitam tersebut. Lysa menajamkan matanya dengan set busur dan anak panah dalam genggaman.

__ADS_1


SHOOT! JLEB!


PIP! PIP! DEMM!!


CIIITTT!!


"NOW!" perintah Lysa cepat saat ia berhasil menghentikan laju mobil dengan meluncurkan panah yang memiliki gelombang pemutus sinyal elektromagnetik buatan BinBin sehingga mobil tersebut mengalami mati mesin. Bidikan Lysa tepat sasaran di bagian kap mobil.


Arjuna yang sudah terlihat begitu lemah, membuka matanya perlahan saat melihat sebuah helikopter terbang rendah menuju ke arahnya. Seketika, mata Arjuna melebar ketika melihat Kakak tirinya membidik wajahnya.


"Oh, shitt," gumannya kaku.


SHOOT! JLEB!


"ARRGHHH!"


Arjuna shock. Ia hampir saja melakukan hal bodoh jika melakukan gerakan tiba-tiba. Tangan yang mencekik leher Arjuna terkena bidikan panah Lysa dan langsung membuat pria itu merintih kesakitan.


Mata Arjuna kembali melebar saat melihat Lysa melompat dari samping badan helikopter dan kini memijak bagian atap mobil yang ditumpanginya itu.


Seketika, orang-orang di dalam mobil keluar dengan pistol dalam genggaman termasuk pria yang punggung tangannya tertancap panah.


"You?!" tunjuk Lysa ke arah pria yang dikenalinya. Pria itu mencabut anak panahnya dengan gusar hingga darah dari lukanya tersembur keluar.


Lysa menatap para pria berseragam hitam yang membidiknya dengan pistol, mengelilingi sekitar mobil.


"Hah! Lambat," kekeh Lysa berdiri tegak di atas mobil dengan busur otomatis dalam genggaman tangan kiri, dan kanan sebuah pistol.


KLANG! BUZZ!


Arjuna yang melihat hal tersebut langsung meringkuk di atas karpet mobil menutupi wajahnya. Lysa dengan sigap menembaki para pria itu yang berusaha menghindari gas.


Namun, mata wanita cantik itu membidik seorang lelaki yang terkena panahnya, sedang berlari menghindar memasuki hutan. Lysa segera melompat dari atas mobil dan mengejar orang itu.


Empat anak buah Lysa meluncur dengan tali dan melakukan pembantaian kepada orang-orang yang menculik Arjuna dengan menembaki mereka hingga tewas di tempat dengan peluru bersangkar di tubuh.


"KIM ARJUNA!" panggil salah satu anggota The Eyes saat berhasil mendekat ke mobil dan membuka pintu.


Kaki Arjuna ditarik begitu saja hingga membuat pemuda itu kaget karena langsung diminta untuk berlari menjauh dari mobil dengan napas tersengal.


CLEB!


"AGH!" erang Arjuna saat lehernya tiba-tiba saja ditusuk oleh sebuah jarum berisi serum penawar ketika ia berlari kacil. "Dasar gila! Aku bisa melakukannya sendiri!" teriaknya marah dan langsung mencabut jarum tajam itu dengan wajah berkerut.


"Damian bersamamu? Dia tak ada di mobil," tanya salah satu anggota The Eyes berjalan mendekat bersama anggota lainnya.


"Dia di mobil lain. Kami terpisah, termasuk Sun. Aku tak tahu di mana mereka berada," jawab Arjuna terlihat berantakan.


"Oke. Bereskan," perintah salah satu anggota The Eyes yang menyuntik Arjuna.


Salah satu anggota The Eyes mengeluarkan dua buah granat mini dari kantong jas anti pelurunya. Seketika, BLUAR!!


"Wow!" kejut Arjuna yang kini mampu membuka matanya lebar setelah mendengar suara ledakan yang memekakkan telinga dan kobaran api yang menyilaukan mata.

__ADS_1


Arjuna melihat helikopter tersebut memberikan tali dengan pengait di bagian bawahnya yang sengaja menjauh dari mobil. Saat Arjuna dan anak buah Lysa siap untuk naik ke atas, pria bertato itu menyadari sesuatu.


"Mana kak Lysa?" tanyanya seraya melihat sekitar.


"Oh shitt!" pekik salah satu anggota The Eyes saat menyadari pemimpin mereka menghilang.


"Berpencar!" perintah Arjuna seraya melepaskan pengait tali.


Arjuna menangkap senjata laras panjang yang dilemparkan dari atas helikopter berikut sebuah tas ransel yang berisi banyak perlengkapan untuk bertempur.


"Let's go!" perintahnya yang kini mengambil alih sebagai pemimpin pasukan. "Kalian, cari keberadaan Lysa dari atas. Jadilah mata kami!" perintah Arjuna dari earphone yang kini terpasang di telinganya seraya berlari memasuki hutan setelah melihat dari layar tablet, pergerakan pelacak yang terpasang di jam tangan kakaknya itu.


"Yes, Sir," jawab pilot helikopter lalu terbang di atas mereka untuk mencari keberadaan isteri Tobias di dalam hutan yang gelap.


"Jangan sampai kehilangan jejak. Terus awasi," perintah Arjuna ke pemuda yang menjadi navigator mereka seraya memegang tablet.


Lima orang berseragam hitam memasuki hutan yang gelap dengan cahaya lampu dari senapan laras panjang mengejar Lysa yang diyakini mengejar pria yang mencekik Arjuna.


Di tempat Lysa berada.


"Hah! Hah!" engah Lysa yang terus berlari dan melesatkan anak panahnya ke pria yang dikenalnya berusaha kabur darinya.


"Dasar pengkhianat! Kali ini kupastikan kau mati, Ungu!" teriak Lysa geram karena pria gemuk itu cukup gesit dan mampu menghindar dari bidikannya meski napasnya terengah.


Arjuna dan timnya bisa mendengar amarah Lysa di kejauhan. Para pria itu segera berlari kencang mengejar.


"Bunuh dia, Kak Lysa! Juna dendam kesumat sama dia!" balas Arjuna berteriak yang membuat Lysa langsung menghentikan langkah karena mendengar suara Arjuna.


Lysa tersenyum miring dan kini berlari lebih kencang dengan pistol ia tarik dari dalam jas terdalamnya.


"As you wish, Brother," jawab Lysa menghentikan langkah dan kini membidik punggung Ungu Genit tajam.


DOR! DOR! DOR!


BRUK!


Arjuna dan timnya menghentikan langkah seketika. Mereka terkejut saat mendengar suara tembakan, tapi mereka tak tahu, Lysa atau Ungu genit yang tertembak.


"Cepat!" perintah Arjuna dengan panik karena khawatir jika kakaknya terluka.


"Sir! Kami melihatnya! Nona Lysa bertarung dengan Ungu di dekat sungai Elbe!" seru Co-Pilot helikopter dari atas helikopter yang berhasil menemukan keberadaan Lysa.


Praktis, mata Arjuna melebar seketika. Ia segera berlari ke titik berkedip tempat Lysa berada.


Ungu Genit ternyata berpura-pura mati saat ditembak punggungnya. Ternyata, jas yang dipakainya anti peluru sama seperti seragam Black Armys milik Vesper.


***


maap gaes, jadwal masih berantakan jadi jam update belom tentu ya. lele juga belom bisa dobel eps dulu karena kerjaan padet gila sampai akhir tahun.



oia, yg kemarin pesen buku simulation udah jadi ya, akan lele kirim minggu depan. jadi segera wa atau dm di ig untuk infoin ke lele mau dikasih tulisan apa dalam buku. Simulation ditemenin sm novel horor autor lain. aku takut😆

__ADS_1



Makasih tipsnya mbk Alra💋 Tengkiyuw. Lele padamu❤️


__ADS_2