
September Minggu Pertama.
Keberadaan Sandara Liu tak ditemukan oleh pihak mana pun. Bahkan, pelacak yang dipakai oleh Biawak Putih pun ikut tak terdeteksi.
Semua orang sadar jika Sandara Liu memang gadis muda yang tak bisa diremehkan. Meskipun terlihat lemah, tapi anak tunggal dari Kai dan Vesper itu memiliki banyak akal.
Panama. Kediaman salah satu isteri mendiang pak Sutejo, Ajeng Maharani, isteri pertama.
Lucy dan Yohanes tiba di rumah beratap merah itu pada siang hari. Mereka diminta datang ke sana oleh dua BIAWAK. Dua pria mantan pasukan khusus pak Sutejo ingin ikut serta dalam pencarian puteri Kai.
"Gak ada yang datang kemari. Padahal, rumah ini salah satu warisan untuk Den Bagus. Kalau info dari Banu benar, Cokelat yakin, dari seluruh bangunan yang akan dihancurkan oleh Miles, hanya peninggalan dari pak Sutejo yang gak akan disentuhnya karena Miles memiliki kesepakatan khusus dengan anak-anak Sutejo. Yakin, Cokelat," ucap salah satu anggota Biawak yang memiliki tato tersebut.
"Menurutmu begitu?" tanya Yohanes dan dua Biawak mengangguk mantap.
"Setidaknya, tempat-tempat itu akan aman ditinggali sementara waktu. Hanya saja, jika benar dugaan Vesper yang menganggap Lugu Lake aman, maka jangan ada yang meninggalkan kawasan itu. Terlebih, wilayah itu adalah salah satu destinasi wisata. Aku rasa, Miles tak akan sesembrono itu untuk membuat gara-gara dengan China," sahut Biawak Kuning.
Lucy dan Yohanes mengangguk pelan.
"Lalu sekarang bagaimana? Sandara Liu harus diperingatkan. Sayangnya, jejaknya tak ditemukan," tanya Lucy bingung.
"Oleh karena itu, kita berdua akan bantu. Bosen kita suruh nunggu di sini. Jadi, tukeran ya, Yo," ajak Biawak Cokelat menatap kakak Lucy.
"Ha? Kalian mau apa?" tanya Yohanes bingung.
"Kamu jaga Panama. Nah, kita berdua bantu Lucy buat cari Sandara Liu. Jujur, Yo. Dibanding kamu, Lucy lebih wonder woman. Kamu belom terlihat bibit seorang mafia. Jadi, kamu jaga rumah aja jadi bapak rumah tangga yang baik. Oke?" pinta Cokelat seraya menunjukkan jempol.
Yohanes berdecak kesal, tapi ia mengangguk setuju. Lucy terkekeh karena Biawak Cokelat dengan lugas menyindir kakaknya yang notabene memang tak memiliki kemampuan khusus dalam bertarung seperti dirinya.
Akhirnya, keesokan harinya. Lucy, Biawak Cokelat dan Kuning meninggalkan Panama. Yohanes bersama Black Armys milik Vesper menjaga kediaman tersebut.
Di sisi lain tempat Lysa berada.
Keberadaan Lysa akhirnya ditemukan oleh Yuki dan Torin atas bantuan anak buah Yusuke serta para Black Armys Vesper yang tersebar di seluruh Jepang.
Pulau itu telah dikuasai oleh orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads hampir di seluruh kota besar. Kecil kemungkinan bagi Lysa untuk bersembunyi.
Sayangnya, kehadiran dari Yuki dan Torin tak membuat anak pertama Vesper tersebut kembali kepada keluarganya.
"Jika kalian datang jauh-jauh hanya untuk memperingatkanku akan serangan Miles, usaha kalian percuma. Kalian datang kepada orang yang salah. Misiku sekarang adalah menemukan pembunuh Tobias," ucap Lysa yang menginap di salah satu guest host di pinggiran wilayah Yokohama.
Yuki dan Torin mengembuskan napas pelan. Lysa terlihat serius dengan ucapannya. Ia memegang sebuah sarung pedang berwarna merah.
Hanya saja, ada yang aneh dengan bilah pedang tersebut. Besi itu seperti mainan bukan katana sesungguhnya.
__ADS_1
"Pergilah. Aku sedang sibuk sekarang."
Lysa memasukkan bilah pedang itu ke dalam sarung dan membungkusnya dengan kain. Yuki menatap kawan semasa di Camp Militer dengan saksama.
"Jika pembunuh Tobias telah ditemukan, lalu apa selanjutnya?" tanya Yuki serius yang duduk bersimpuh dengan yukata merah muda.
"Tidak ada," jawab Lysa datar dan ikut duduk dengan tegak dengan bersimpuh.
Yuki terkekeh. "Jadi, hanya begitu saja? Bertemu pembunuhnya, membalaskan dendam kepada Tobias, lalu selesai? Sungguh, kau menyianyiakan nyawa dan waktu berhargamu, Lysa. Lalu ... apa kabar dengan dua anakmu? Apakah kau bermaksud untuk menyerahkan mereka kepada Javier? Kudengar, Sultan dengan hati gembira akan menerima mereka. Bahkan katanya, dia telah menemukan ibu pengganti bagi dua anakmu itu," ucap Yuki tajam.
Seketika, mata Lysa melebar. Ia tampak terkejut dengan ucapan Yuki barusan.
"Apa katamu?"
"Kau terlalu sibuk mencari pembunuh Tobias. Kau melupakan tugas utamamu sebagai seorang Ibu. King D dan Fara melupakanmu, Lysa. Bahkan, tahu yang lebih mirisnya lagi? Saat Fara ditanya siapa nama ibunya, siapa yang ia sebut?" tanya Yuki sinis.
"Siapa?"
"Liana. Mamaku Liana. Bukan Lysa," jawab Yuki melebarkan mata.
Praktis, mata Lysa melotot mendengar ucapan Yuki tersebut. "Di mana anakku sekarang?"
"Kenapa baru sekarang kau menanyakannya? Baru sadar jika kau memiliki anak dan kini anakmu lebih menyayangi neneknya ketimbang Ibunya? Kau meninggalkan Fara kepada ayahmu. Kau menghina Vesper dengan mengatakan dia tak pantas menjadi seorang ibu. Lihatlah dirimu, apa kau lebih baik darinya?" sindir Yuki menunjukkan sisi lain darinya.
"Jika Tobias masih hidup dan ia tahu yang dilakukan isterinya kepada anak yang disayanginya, kuyakin pria bertato itu akan mencekikmu sampai mati. Kau meninggalkan Fara dan King D. Kau mengabaikan mereka. Beruntung, dua anakmu disayangi oleh keluarganya. Mereka tak ingin dua anak malang itu menderita karena ambisi ibunya untuk balas dendam," imbuh Yuki tajam yang membuat wajah Lysa semakin kencang.
"Vesper menjauhkan anak-anakmu dari keegoisanmu agar tak sepertimu, Lysa. Kau beruntung, memiliki seorang ibu yang peduli padamu meski ia sedang sakit. Bagaimana denganku, ha? Aku bahkan selalu membayangkan Vesper sebagai ibuku! Kau yang memiliki ibu dan ayah malah mengacuhkan mereka! Jika kau tak menginginkannya, berikan kebahagiaan itu padaku! Aku mengharapkannya!" seru Yuki lantang dengan mata berkaca.
Torin menoleh ke arah sang isteri yang tersulut emosi. Ia mengelus punggung Yuki lembut agar wanita berambut merah muda itu meredakan amarahnya. Lysa terdiam dengan wajah tertunduk entah apa yang dipikirkannya.
"Jika kau tak menginginkan Fara, biarkan dia menjadi anakku. Namun setelah itu, jangan pernah sebut dirimu lagi sebagai Ibunya. Banyak yang ingin mengambil Fara darimu, Lysa, termasuk aku," tegas Yuki yang membuat Lysa tersentak sampai wajahnya tegang.
Tiba-tiba saja, Yuki berdiri dari dudukkannya. Torin terkejut dan ikut berdiri meski terlihat bingung.
"Seperti katamu, urusanku di sini telah selesai. Selamat menikmati misi balas dendammu. Semoga, kau belum terlambat untuk menyadari semua kebodohan yang telah kau perbuat. Sampai jumpa," ucap Yuki tegas dan langsung berpaling.
Mata Lysa bergerak tak beraturan melihat Yuki pergi meninggalkannya begitu saja. Torin membungkuk memberikan hormat dan mengikuti sang isteri pergi meninggalkan rumah peristirahatan itu.
Lysa terlihat pucat dengan semua perkataan yang Yuki katakan padanya. Hatinya mulai berkecamuk. Seolah ada dua orang yang berbicara padanya untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Tobias. Ya. Tobias. Aku tak boleh goyah. Yuki sengaja datang dengan menakut-nakutiku. Fara tetap anakku, begitupula King D. Mereka tetap menyayangiku karena aku adalah Ibunya. Ya, itu sudah pasti. Yuki berbohong. Yang dia katakan semua bohong," ucap Lysa pada dirinya yang kini ambruk di atas lantai beralas kayu seraya menggenggam buntalan pedang dari pria yang ia sangka pembunuh Tobias.
Keesokan harinya. Lysa bersungguh-sungguh dengan misinya mencari pembunuh Tobias. Ia yakin, jika lelaki yang dibunuhnya kala itu bukan pembunuh sebenarnya meski ciri-ciri yang ditunjukkan dari tulisan kertas sama.
__ADS_1
Lysa kembali memulai perburuannya. Kini, ia bergerak di sekitar Yokohama. Dalam pencariannya, Lysa semakin yakin jika orang yang membunuh Tobias adalah Black Armys Ninja dari kelompok Vesper.
Anak pertama Vesper nekat memasuki wilayah kekuasaan sang ibu demi mencari pembunuh suaminya. Lysa yang sudah gelap mata seolah lupa bagaimana ia bisa menjadi seperti sekarang.
Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Terjemahan.
"Apa kausadar yang akan kaulakukan, Lysa-san? Ini adalah wilayah Vesper. Tak ada pembunuh Tobias di sini. Vesper-sama tak pernah memberikan perintah kepada kami untuk melakukan perbuatan hina itu," tegas salah satu Black Armys yang menjaga pos darurat dari bisnis legal sebuah toko ramen.
"Tentu saja kalian mengatakan hal demikian. Kalian anak buah ibuku. Pasti dia juga mengatakan hal serupa di seluruh jajaran," jawab Lysa dengan wajah dingin seraya membuka buntalan kain berisi pedang milik seseorang yang disinyalir ada kaitannya dengan pembunuh Tobias.
Mata para pria itu menyipit saat melihat pedang tersebut.
"Kau mencari pemilik pedang itu? Tak ada satu pun dari kami yang memilikinya. Kau salah sasaran," tegas pria tersebut yang masih berdiri kokoh di depan meja memasak.
Lysa tersenyum miring lalu meletakkan pedang itu di atas meja tempat para pelanggan biasa duduk menikmati ramen.
Wajah semua petugas di toko ramen berubah serius seketika. Beruntung, Lysa datang saat toko sudah tutup.
"Yeah!" seru Lysa tiba-tiba saat ia menarik pisau yang ia sembunyikan dari balik kerah yukata hitam yang dikenakan.
Pisau itu meluncur ke arah pegawai yang berbicara padanya. Beruntung, pria itu sigap. Ujung pisau Lysa berhasil ditahannya dengan mangkok bagian belakang sehingga tak mengenai dadanya.
Namun, DUAKK!! PRANGG!!
Lysa dengan sigap memegang meja masak tersebut dengan kedua tangannya sebagai penopang. Kedua kakinya berayun dari samping dan mengenai lengan kiri pria tersebut.
Praktis, serangan cepat itu membuat tubuh pria tersebut terdorong ke samping dan membuatnya jatuh lalu menghantam rak piring yang ada di sisi kanannya.
Tentu saja, aksi Lysa membuat para penjaga tempat tersebut geram. Lysa kini dikeroyok atas aksi gilanya.
Namun, Lysa menunjukkan keseriusannya jika dia datang untuk mencari pembunuh suaminya yang diduga ada keterlibatan dari tiap penjaga pos darurat milik sang ibu, Vesper.
***
Tengkiyuw tipsnya. Lele padamu😍 Sering-sering ya. Kwkwkw😆
lele fokus tamatin simulation yg sudah dijadwalkan selesai akhir bulan ini ya. dan bersyukurlah karena 4YM akan lele delay tamatnya sesuai dg jumlah tips koin yg masuk. lele jadi matre karena gak digaji lagi sm MT untuk novel 4YM ini.
karena apa, untuk menulis suatu kisah itu menguras banyak energi, waktu, ide dan masih banyak lagi. jadi misal kalian baca novel di autor lain terus dia gak up pasti salah satunya kendala seperti yg lele alami.
itu aja info dari lele dan tengkiyuw udh sabar nunggu updatenya. jangan lupa vote vocernya keburu angus biar gak ngubadzir.
__ADS_1