
Arjuna pergi mendatangi Camp Militer bersama dengan Tessa, calon isterinya. Mereka tiba malam hari dan terlihat, gadis berambut pirang itu begitu mengagumi Camp Militer Vesper.
Arjuna di sambut oleh anggota SYLPH yang bertanggungjawab dengan tempat peninggalan mendiang komandan Zeno.
Namun, sosok Tessa langsung mendapatkan sorotan tajam para wanita perkasa itu.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Apa yang dia lakukan di sini?" tanya Casilda menyilangkan kedua tangan di depan dada, terlihat tak menyukai kehadiran Tessa di tempat kerjanya.
"Dia calon isteriku," jawab Arjuna santai.
"What? No Face? Apa kau tahu? The Circle Jonathan saja sudah membuat kami was-was. Lalu ditambah pasukan Tobias yang diberikan kepada Lysa dan diberi nama "The Eyes". Sekarang, pasukan Tessa kau ikutkan serta. Ada apa dengan kalian?" sahut Durriyah ikut kesal.
"Ya. Tinggal Sandara saja yang belum membuat gara-gara. Jika sampai dia ikut terlibat, akan akan minta dipindahkan ke markas lain. Aku tak mau mengurusi para perusuh The Circle," tegas Roxxane terlihat geram.
"Keluar saja. Tak ada yang memaksamu tetap di sini," sahut Arjuna, melangkah maju di depan salah satu isteri Jeremy tersebut.
Semua orang terkejut. "Aku tak bekerja untukmu, Kim Arjuna. Bukan kau yang merekrutku. Bukan kau yang mengayomi keluargaku. Dan Camp Militer ini, bukan milikmu," tegas Roxxane melotot tajam pada anak Han tersebut.
"Hei! Ada apa?" tanya Han berjalan mendekati sekumpulan orang yang sedang bertikai.
"Kau terlambat, Han. Jika kau datang lebih cepat, kau akan dengar ucapannya yang menjengkelkan. Jauhkan dia dan pacarnya dariku atau aku tak segan menghajarnya," jawab Roxxane menatap Han sinis termasuk anggota SYLPH lainnya.
Han terlihat bingung saat para wanita perkasa itu pergi meninggalkan mereka begitu saja. One bertolak pinggang dan menatap Arjuna tajam. Arjuna diam memalingkan wajah.
"Aku memberikan kursiku karena aku menaruh harapan besar padamu, Arjuna. Jangan mengecewakanku," ucap One menunjuknya dan mengajak Verda ikut pergi bersamanya.
Arjuna terdiam. Bagaimanapun, ia menaruh hormat pada One karena sudah dianggap sebagai gurunya. Kening Han berkerut dan menatap Arjuna serta Tessa seksama.
"Jelaskan padaku," tegas Han bertolak pinggang.
"Mereka hanya tak senang aku menikah dengan Tessa. Just it. Bukan masalah besar, mereka saja yang berlebihan," jawab Arjuna santai.
Han diam menatap dua orang di depannya yang tertunduk, terlihat gugup.
"Kau Tessa? Halo. Jangan sungkan begitu. Aku Han, Ayah Arjuna," ucap Han memperkenalkan diri dan mulai menunjukkan senyumannya.
Tessa menyambut ajakan jabat tangan Han dengan senyum terkembang. Han mengajak Tessa masuk ke ruangan tempat penyambutan tamu.
Para SYLPH menatap mereka bertiga tajam di kejauhan, terlihat tidak senang.
__ADS_1
"Jika sampai Arjuna menikahi Tessa. Aku tak akan datang ke pernikahan mereka. Akan kuusir anak buahnya dari Camp Militer. Dan jika Vesper tak suka dengan tindakanku, aku akan pergi," tegas Rayya ikut menunjukkan sikap tidak sukanya.
"Hei, jangan gegabah. Jika kau sampai pergi, Arjuna malah akan menguasai tempat ini. Sebaiknya, kita segera bicarakan hal ini pada Vesper," sahut Verda mencoba meredam perselisihan di kubunya.
Di ruang lobi tamu, Camp Militer, China.
"Aku memang belum membicarakan hal ini dengan ibumu, tapi aku rasa dia tak masalah. Ibumu selalu mendukung kisah percintaan anak-anaknya. Buktinya, ia setuju menikahkan Sierra dengan Jonathan. Malah, Tobias dengan Lysa. Aku rasa pernikahanmu dengan Tessa juga tak mungkin ditolaknya," jawab Han santai.
Tessa terlihat lega dan menunjukkan senyuman. Arjuna mengangguk paham dan bersulang Sake hangat dengan Ayahnya. Tessa ikut serta.
Satu jam kemudian.
"Hahaha! Wah, kau kuat minum juga, Tessa. Baguslah, kau cocok dengan anakku. Hem, pilihanku tepat dengan menjadikanmu menantuku," ucap Han sembari menerima tuangan Sake di gelas keramiknya.
Tessa tersipu malu dengan wajah sudah merah padam dan mulai mabuk. Arjuna terkekeh melihat Tessa mulai tak sanggup untuk minum lagi.
"Oh, di sini kalian rupanya," ucap seseorang yang mengejutkan tiga orang mabuk itu.
"Hai, Sayang. Kemarilah. Tessa datang kemari untuk meminta restu. Aku menjadwalkan pernikahan mereka musim gugur tahun depan. Kau setuju 'kan?" tanya Han terlihat mulai linglung.
"Apa kau memberikanku pilihan, Kak Han? Kau membuat keputusanmu sendiri. Aku bisa apa?" jawab Vesper terdengar ketus dengan wajah datarnya.
Semua orang yang berada di ruangan itu terdiam. Han menelan ludah saat melihat isterinya memasang wajah dingin ketika menuang teh hijau ke cangkirnya.
"Kenapa? Hem, mungkin karena ... Tessa tak melihat, jika Kim Arjuna memiliki Ibu, atau ... aku memang tak dianggap. Aku tak dilibatkan dalam rencana kalian entah itu apa. Kau juga tak menghormatiku sebagai Ibumu, Arjuna. Aku mengenal Tobias karena dulunya kami bersiteru hingga aku memutuskan dia menjadi salah satu anak angkatku. Soal Sierra. Gadis cantik itu santun padaku bahkan ia memutuskan bergabung dalam jajaranku."
"Itu karena, mereka ayah dan anak," tegas Arjuna.
"Ya mungkin. Lalu bagaimana denganmu, Tessa. Siapa kau sebenarnya? Apa kedudukanmu di No Face? Apa hubunganmu dengan Venelope, Mr. White dan Smiley? Apa Arjuna tahu tentang latar belakangmu? Kau belum berterus-terang padaku," tanya Vesper berjalan mendekati Tessa sembari membawa cangkir gelas tehnya.
Tessa gugup seketika. Han menatap Tessa tajam yang terlihat bingung dalam bersikap.
"Berhenti menginterogasi calon isteriku. Kau tak berhak!" tegas Arjuna.
PRANG!
Semua orang tertegun. Vesper menatap lantai yang basah karena air tehnya menggenangi ubin tersebut berikut serpihan pecahan kaca dari cangkir keramiknya.
"Keluar. Jangan coba-coba datang kemari membawa Tessa bersamamu. Aku telah mengizinkan SYLPH untuk melakukan hal buruk pada kalian jika tak mentaati perintahku. Anak buahmu dari Tessa sudah dicatat. Bawa mereka pergi dari Camp Militer. Dia dan anak buahnya sudah tak diterima lagi di sini," ucap Vesper penuh penekanan dengan wajah datar menatap Tessa dan Arjuna bergantian.
Para wanita SYLPH mendekati Vesper dan berdiri di belakangnya dengan wajah garang.
__ADS_1
"Lily, jangan berle ...."
"Kau juga, Kak Han. Bukankah kau sudah memutuskan. Ya sudah, nikahkanlah mereka," potong Vesper menatap Han tajam tanpa ekspresi di wajahnya. Han terlihat tertekan dan bingung dalam bersikap.
Vesper mengalihkan pandangan ke arah anak keduanya dengan tatapan yang sama. Arjuna menatap Vesper tajam.
"Kau sudah mendapatkan restu dari ayahmu. Itu sudah cukup. Namun maaf, aku tak mengakui Tessa sebagai calon menantuku. Aku tak suka dengan sikap tak hormatnya padaku," ucap Vesper melirik Tessa yang terlihat gugup dan tak berani menatapnya.
"Dan kau, Tessa." Gadis berambut pirang itu langsung menaikkan pandangan, menatap Vesper dengan ragu. "Jangan pernah memanggilku Ibu, aku tak mengizinkannya. Pergilah. Kalian sudah tak diterima lagi di sini," ucap Vesper memalingkan wajah dengan sentakan tangan kanan mengusir tiga orang di depannya termasuk Han.
"Lily," panggil Han, tapi Vesper malah pergi menjauh darinya.
Nafas Arjuna menderu. Ia meminta One untuk membawanya kembali ke Grey House malam itu juga. Tessa hanya bisa pasrah saat ia dan anak buah yang diberikan untuk Arjuna di usir dari Camp tersebut.
Han mengejar Vesper yang terus berjalan dengan langkah gusar menuju pondoknya, terlihat begitu marah hingga panggilannya serasa tak di dengar olehnya.
"Lily! Hei! Hei! Kau kenapa? Kenapa kau bersikap seperti itu?" tanya Han yang berhasil meraih tangan sang isteri dan menghentikan langkahnya.
"Tak ada lagi yang harus dibicarakan, Kak Han. Semua sudah kau rencanakan 'kan? Ya sudah, apa lagi? Kenapa kau masih memanggilku?" tanya Vesper terdengar ketus.
Han mengusap wajahnya terlihat bingung. Vesper berbalik dan kembali berjalan. Han kembali mengejar sang isteri yang terlihat begitu marah padanya.
"Katakan, di mana salahku?" tanya Han memegang kedua tangan Vesper erat dan menatapnya tajam.
Vesper terlihat sedih seperti akan menangis. Han terdiam. Perasaan pilu menyelimuti hatinya seketika.
"Kau masih bertanya di mana salahmu?"
Han menelan ludah. Rasa sesak langsung menerjang jiwanya. Vesper memalingkan wajah terlihat berusaha agar tak menangis.
"Aku minta maaf Lily, tapi sungguh, aku tak tahu. Aku tak tahu di mana letak kesalahanku. Tolong beritahu aku," pinta Han terdengar begitu sedih, memeluk isterinya erat saat helikopter yang membawa Arjuna, melayang di atas mereka dan disusul enam buah truk besar, mengangkut seluruh pasukan Bala Kurawa yang telah terkumpul di Camp Militer.
"Sudahlah. Tak ada gunanya. Sebaiknya kau urus pernikahan Arjuna dan Tessa. Aku tak mau menghadirinya. Maaf, tapi sungguh, aku sakit hati dengan keputusan sepihakmu, Kak Han," jawab Vesper melepaskan pelukan Han dan kembali berjalan meninggalkan suami tertuanya.
Han menutup wajahnya. Ia terlihat bingung dan merasa kecewa pada dirinya.
"Apa salahku?" tanyanya bingung.
***
tengkiyuw tipsnya. lele padamu💋💋💋
__ADS_1
dan satu lagi. begitu Casanova tamat nanti, lele mau angkat cerita si kembar anak Lopez dan Brian di app GN krn ada lomba cuy. doain lancar sesuai target ya. amin~