4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kubu Dalam Kubu


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Suasana pesta pernikahan Lysa-Tobias terbilang cukup memberikan ketegangan dalam diri tamu undangan yang hadir.


"Silakan nikmati jamuan. Aku pastikan, kalian akan pulang dengan selamat setelah keluar dari rumah ini. Namun, hanya kali ini, tidak lain hari. Kami bermain dengan bersih, bukan menikam saat kalian memasuki sarang 13 Demon Heads," ucap Lysa tenang dengan senyum penuh intimidasi menatap dua tamu yang berdiri gugup di depannya.


Mr. White dan Smiley berpaling dari mempelai tanpa bicara apapun.


Tobias melirik Mr. White yang kini memunggunginya. "Katakan pada Venelope! Aku mau rumahnya di Italia. Menolak, hukuman dariku akan segera datang. Jangan lupa, kalian masih bisa hidup sampai saat ini karena aku yang mengizinkannya," ucap Tobias lantang yang membuat semua orang di acara tersebut menoleh ke arahnya.


Lysa menatap Tobias terlihat penuh selidik. Mr. White menghentikan langkah sejenak saat Tobias mengatakannya.


Pria berambut putih panjang itu membalik badan lalu membungkuk pelan. Tobias masih diam menatap Mr. White yang berpaling dan kembali berjalan ke meja jamuan.


"Toby," panggil Lysa mendekati suaminya yang memasang wajah garang seraya memeluk pinggulnya mesra. Tobias diam menatap Lysa yang tersenyum manis padanya. "Banyak hal yang tak kau ceritakan padaku. Apakah kau mau membaginya? Aku sangat penasaran," ucapnya berbisik dan terlihat seperti memeluknya dari kejauhan.


"Hem. Aku sudah berjanji tak ada rahasia yang kusembunyikan padamu. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu," jawab Tobias pelan.


Senyum Lysa terkembang. Ia mencium bibir Tobias dengan penuh perasaan.


Vesper dengan cepat menutup mata Obama Otong dan King D menggunakan kedua tangannya, karena Tobias begitu agresif saat membalas ciuman Lysa di mana banyak orang menyaksikan. Obama dan King D malah tertawa cekikikan. Mengira Vesper mengajak bermain.


"Oh, dia ada di mana? Kenapa lama sekali? Gairahku akan keinginan bercinta makin susah kukendalikan. Pasti ada yang salah denganku," guman Vesper terlihat kesal pada dirinya sendiri yang gampang terpancing adegan mes*m di depannya.


PLUK!


"Hehehe," kekeh King D tanpa rasa bersalah menjatuhkan cake ke gaun Vesper.


Ratu mafia itu melotot gemas padanya, tapi King D malah tertawa semakin kencang karena baginya wajah Vesper yang marah sungguh lucu.


"Wow! Bisa kalian lanjutkan nanti? Aku ingin bersalaman dulu," celetuk Jeremy tampak terkejut saat mendatangi sepasang suami isteri yang malah asyik bercumbu di pesta pernikahan.


Lysa langsung melepaskan ciumannya dan terlihat malu sampai wajahnya memerah. Sedang Tobias, terlihat biasa saja. Pria bertato itu menatap Jeremy yang tersenyum padanya dan mengulurkan tangan mengajak salaman.


Tobias memeluk Jeremy begitu saja dan hal itu mengejutkan semua orang. Smiley terdiam melihat Tobias seperti begitu menyayangi Jeremy.


"Aku membayangkan yang datang ke pernikahanku adalah ayahku, Paman Jeremy," ucapnya memeluk Jeremy erat dengan mata terpejam.


"Ya, tak apa, Toby. Joel pasti bahagia melihat kau tumbuh menjadi lelaki tangguh dan ya ... sudah 80% mirip dengannya," jawab Jeremy sembari menepuk punggung keponakannya pelan.


"Apa yang membedakanku sampai 20% darinya?" tanya Tobias bingung saat melepaskan pelukan.


"Joel memiliki banyak wanita meski ia telah menikahi Vesper. Namun kau berbeda, Toby. Aku sebagai Pamanmu sangat kagum karena kau hanya mencintai satu wanita, yakni Lysa. Kau tak terlambat seperti Joel saat menyadari jika ia mencintai isterinya. Aku ... minta maaf, karena aku juga terlambat menyadari jika Joel sungguh mencintai Vesper. Aku ... membunuhnya, Toby. Aku ... membunuh kakakku," jawabnya sedih melihat telapak tangannya yang saat itu menembak Joel dengan pistol dalam genggaman.


Tobias menatap Jeremy yang terlihat begitu menyesal dan bersalah akan kejadian bertahun-tahun silam.


"Kali ini aku tak ingin berkomentar mengenai tragedi silam. Kau makan saja, kau terlihat kurus," ucap Tobias memasang wajah malas dan malah mendorong Jeremy agar menyingkir dari hadapannya.


Jeremy terkekeh dan tak sakit hati dengan sindiran keponakannya. Ia mendatangi orang-orang dalam jajarannya dengan senyum merekah meski matanya tak lepas dari sosok Mr. White, Smiley dan Tessa yang malah berkumpul membentuk kubu sendiri dengan Arjuna bersama mereka.

__ADS_1


Jeremy tak menyapa anak kedua Vesper dan memilih bermain bersama King D.


Hingga tiba-tiba, pekikan nyaring Lysa mengejutkan semua orang. Pasangan baru memasuki ruangan.


Arjuna mematung seketika. Ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya akan kehadiran Jordan dan Naomi yang melangkahkan kaki dengan ritme seirama, seolah-olah diiringi oleh musik band yang bermain apik di ballroom tersebut.


Keduanya mengenakan pakaian putih terlihat serasi seakan mereka yang menikah pada malam hari itu.


Arjuna mematung dengan gelas wine dalam genggaman. Tessa melirik calon suaminya yang tak menyadari jika ia juga diperhatikan oleh banyak orang.


"Kau cantik sekali, Naomi! Dan ... wait, wait. Apakah kalian berpacaran?" tanya Lysa menebak dengan mata membulat penuh. Naomi mengangguk pelan dan Jordan tersenyum tipis.


PRANG!


Mata semua orang langsung teralih ke sosok Arjuna yang menjatuhkan gelas wine dan kini berjalan dengan nafas menderu menuju ke arah Naomi.


Tangan Tessa kalah cepat untuk menggapai lengan calon suaminya yang berjalan dengan sigap meninggalkannya.


BRUKK!!


Arjuna tertegun saat Jordan mendorongnya kuat ketika tangannya akan menyentuh lengan Naomi yang berdiri diam seolah tak melihat sosoknya.


"Cukup sandiwaranya. Jangan mempermalukan diri sendiri, Naomi," ucap Arjuna menunjuk mantan bodyguard yang tertunduk tak menghiraukannya sama sekali.


"Jangan sentuh pacarku, Kim Arjuna. Kau sudah memiliki pasangan. Kau, kau yang jangan mempermalukan diri sendiri," tegas Jordan berdiri di depan Arjuna dan menatapnya tajam.


"Ya, dia sepertinya tahu," jawab Lysa saat matanya tertuju pada sosok gadis cantik berwajah Asia yang datang ke pesta pernikahan dengan Kai, berdiri mendampinginya.


Sandara mematung melihat Jordan yang membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Jordan menelan ludah ketika melihat Sandara menatapnya tajam. Namun perlahan, senyum Jordan terpancar. Semua orang tertegun.


"Sandara saudari sepersusuanku. Aku masih waras meski kalian mengatakan aku gila. Meski demikian, aku masih memburu Afro. Aku akan menyeretnya ke Pengadilan 13 Demon Heads. Dia harus mempertanggungjawabkan pengkhianatannya. Selain itu, perusahaan Farmasi Elios akan diurus oleh Naomi. Dan aku, akan ada di sana untuk membantunya," jawab Jordan panjang lebar, tapi mengejutkan semua orang.


Mata Sandara terbelalak. Vesper dan Kai saling melirik dalam diam enggan berkomentar.


Jordan menyalami Tobias dan Lysa lalu merangkul pinggul Naomi yang tingginya sama dengannya, padahal usia mereka terpaut hampir 8 tahun, tapi tak begitu terlihat perbandingannya.


Nafas Sandara menderu begitupula Arjuna. Suasana canggung kembali terasa. Hanya King D, Obama Otong dan Eko yang paling menikmati pesta tak terkena dampak dari perseteruan itu.


Mereka bertiga seakan tak peduli dengan pertikaian yang terjadi antar kubu di sekitarnya karena terlalu asyik menikmati jamuan pesta.


Tobias dan Lysa saling melirik dengan senyum tipis. Lysa memeluk suaminya dan berbisik, "pastikan Sierra di pihak kita, Sayang. Aku akan meyakinkan Jonathan. Aku merasa, Sandara tak akan bergabung dengan kita mengingat ia melindungi Afro dan anak Elios itu adalah kawan karib Arjuna. Percaya padaku, Sandara dan Arjuna akan berkomplot."


Tobias tersenyum dan balas berbisik. "Jika mereka memiliki si jenius Sandara, kita juga punya Jordan. Aku suka melihat kemarahan dalam mata Arjuna, Sayang. Ia cemburu dan Tessa tak akan pernah bisa menggantikan posisi Naomi. Tessa yang malang, dia bodoh karena cintanya pada Arjuna. Ya, sepertiku, yang bodoh karena mencintai wanita sepertimu," ucapnya menatap Lysa tajam.


"Perbedaannya, Sayang. Kita saling mencintai meski kita dulu saling menyakiti. Namun, kita terikat janji pernikahan yang membuat kau dan aku selalu bersama dalam suka dan duka. Apakah ... kau menepati janji itu?" tanya Lysa meletakkan kedua tangan di pundak suaminya dan bergoyang pelan.


Keduanya terlihat seperti berdansa di tengah alunan musik lembut band pengiring di tengah ballroom.


"Aku tak pernah mengingkari janji. Aku tak mau kehilanganmu. Kau adalah hidupku. Seperti janjimu padaku untuk memberikan kebahagiaan sampai kau tak bernyawa lagi," jawab Tobias memegangi wajah Lysa dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Lysa tersenyum dan mencium bibir Tobias penuh rasa cinta. Tobias ikut memejamkan mata, mengabaikan semua orang yang memandangi mereka dengan ekspresi berbeda.


Kai terkejut saat Vesper menarik tangannya dan malah mengajaknya pergi dari pesta. Kai menahan senyum dengan wajah merona saat ia tahu keinginan dari sang isteri.


"Yang malam pertama siapa, yang praktek siapa? Jian, mbak Vesper ini, cucunya sampai ditinggal loh. Itu tar pada balik ke sini lagi apa gak? Tar kalo ada huru-hara gaswat ini. Eko lagi cuti jadi pahlawan," ucapnya ngedumel sendiri.


Ternyata, mata Sandara dan Arjuna sama-sama menyorot pasangan baru Naomi-Jordan yang terlihat romantis seperti kedekatan mereka memang bukan sandiwara.


Terlihat, Jordan begitu setia menemani Naomi yang mengajaknya mengincipi semua makanan pada jamuan malam itu. Keduanya bersulang wine dan mengobrol akrab di sebuah meja tersendiri.


Sandara menatap gerak-gerik dan ekspresi Jordan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Jordan sering tersenyum meski hanya sebentar, tapi terlihat jelas jika ia bahagia dan nyaman berada di sisi Naomi.


"Aku tak suka melihat pemandangan ini, Dara. Aku sudah mengatakan pada Naomi jika aku mencintainya. Aku terpaksa menikahi Tessa karena hanya dia yang bisa menyokongku," ucap Arjuna berbicara serius dengan saudari lain ayah di sampingnya.


Sandara diam, tapi perlahan menoleh ke arah kakaknya. Arjuna menatap Sandara seksama yang terlihat seperti akan mengatakan hal penting.


"Kau butuh dukunganku? Jika ya, aku hanya memiliki satu persyaratan," ucap Sandara yang mengejutkan anak Han tersebut.


"Apa itu?"


"Lindungi Afro dari eksekusi yang akan Jordan jatuhkan padanya. Aku belum cukup mengumpulkan semua bukti agar Afro tak mati di Pengadilan. Jika kau bisa melakukannya, akan kulakukan apapun untukmu, meski harus bersiteru dengan kak Lysa dan Jonathan."


Arjuna terkejut akan ucapan Sandara yang tak ia sangka, tapi senyum liciknya mulai muncul dari sudut bibirnya.


"Tentu saja. Bagaimanapun, Afro adalah kawanku dan calon adik iparku. Katakan, di mana dia dan akan kupastikan, Jordan tak bisa menyentuhnya," tanya Arjuna menatap Sandara lekat dan gadis cantik itu berbisik di telinga calon suami Tessa. Mata Arjuna terbelalak, tapi ia tersenyum lebar pada akhirnya.


Sandara masih memasang wajah datar, tak terlihat kebahagiaan di matanya. Pandangannya kembali menangkap sosok Jordan yang menggandeng tangan Naomi, pergi dari pesta usai menyalami dua mempelai sembari memberikan sebuah kunci pada Lysa. Terlihat, Lysa sangat berterima kasih.


"Dia sudah melupakanku dan digantikan dengan kak Naomi. Baguslah," ucapnya lirih, tapi terlihat sedih.


Orang-orang dari The Circle pecahan Tobias pamit pulang. Sedang, para tamu dari kubu Vesper dan The Circle Tobias masih terlihat begitu bersemangat mengikuti pesta.


Vesper kembali setelah melakukan ritualnya dengan Kai meski suami termudanya itu terlihat sedikit kelelahan dan berantakan entah apa yang Vesper lakukan padanya.


Vesper bahkan mengganti gaun panjangnya dengan dress casual meski warna merah menyala masih mendominasi gayanya. Ia bahkan memakai wig rambut pendek yang membuatnya terlihat lebih energik.


"Kai. Minum obat kuat dong. Masa iya kalah sama Mbak Vesper. Jangan bikin malu kaum pejantan," ucap Eko berbisik sembari melirik Vesper yang sibuk melayani para tamu undangan di pesta pernikahan anaknya dengan menjadi seperti bartender, meski dengan gaya yang unik.


"Sembarangan bicara. Aku tak butuh seperti itu. Aku ini hanya ... hanya lelah karena terlalu banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan," jawabnya beralibi seraya memalingkan wajah.


Tak lama, Vesper datang. Kai menerima gelas berisi wine pemberian sang isteri dan kini, malah duduk di pangkuannya dengan senyum terkembang.


"Agh! Jangan duduk di sini. Junior-ku masih ngilu, kau ini," gerutu Kai memegangi kejantanannya sembari meringis seperti menahan sakit. Vesper dan Eko terkekeh.


***


tengkiyuw tipsnya. puanjang ni epsnya karena yg ngetips banyak😍 oia novel casanova udah di lock loh. nah yang belom baca selama masa gratisan kumpulin koin dari misi ya. dikit kok jumlah koin untuk buka eps yang terkunci. cemungud💋💋💋


__ADS_1


__ADS_2