4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Duel!


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"HARRGHHH!!


BUAKKK!! BRUKK!


Mata para penonton melebar. Arjuna langsung didatangi 10 lelaki yang mengincar kekalahannya.


Namun, Arjuna tak akan membiarkan hal itu terjadi karena Naomi sebagai konsekuensi taruhan kali ini.


Arjuna berlari kencang dan fokusnya tertuju pada seorang lelaki yang meluncurkan kepalan tangan kanan ke wajahnya sambil berteriak lantang.


Namun, dengan sigap, Arjuna membungkuk dan berputar di sampingnya. Lelaki itu terkejut saat Arjuna meluncurkan sikut kirinya dan menghantam tengkuknya kuat hingga lelaki itu jatuh tersungkur di atas tanah.


Arjuna tak berhenti sampai di situ. Ia yang tak suka disentuh oleh sembarang orang, tak akan membiarkan para penjahat rendahan itu menjatuhkannya.


Para lelaki itu terlihat begitu bernafsu untuk mengeroyoknya. Arjuna menggunakan kedua telapak tangannya untuk menopang tubuhnya yang ia angkat ke atas berikut kedua kakinya.


Dua lelaki yang siap memukul Arjuna terkena tendangan dua telapak kakinya yang hanya menggunakan selop tepat di leher. Dua orang itu terhuyung ke belakang sembari memegangi leher mereka yang sakit.


Arjuna menurunkan kedua kakinya dan memutarnya dengan kedua tangan secara bergantian menopang tubuhnya.


Para penyerang yang belum terkena serangan Arjuna mundur menjauh, mencari celah untuk melukainya.


Hingga seorang lelaki mencabut rumput di sampingnya dan melemparkannya ke arah Arjuna.


"Arghhh!"


"Serang!" teriak pria itu setelah berhasil membuat Arjuna menghentikan gerakan uniknya seperti salah satu gaya break dance.


Arjuna tengkurap sembari mengibaskan kepalanya. Arjuna terkejut ketika melihat banyak sepatu mengarah padanya siap memukul kepalanya.


Dengan sigap, SRAAKK!!


"AGGG!" rintih seorang pria saat Arjuna membalas dengan melemparkan segenggam tanah padanya.


Lelaki itu mundur sembari membersihkan wajahnya dengan kedua tangan. Dengan cepat, Arjuna bangun dan berlari ke arahnya.


BRUKK!!


"Ugh! Uhuk!" rintih pria malang itu saat Arjuna melompat ke arahnya seperti monyet, memegangi kedua pundaknya dan menjatuhkannya dengan dua telapak kaki yang ditekan pada perutnya.


GRAB!!


Mata Arjuna melebar, saat kerah belakang Yukata-nya ditarik hingga ia mundur ke belakang.


Namun, dengan cepat, Arjuna segera memutar tubuhnya seperti baling-baling dan membuat tubuhnya kini menghadap dada lelaki itu.


BUAKKK!!


"UGH!"


Arjuna memukul perut pria itu dengan kepalan tangan kanan dan membuat cengkeramannya sedikit melemah.


GRAB! BRUKK!!


Arjuna memanfaatkan rasa sakit di perut lelaki itu dengan memutar tubuhnya kembali. Ia memegangi tangan lelaki itu dan membantingnya dengan gaya judo.


Arjuna mulai ngos-ngosan dan rasa nyeri di leher mulai mengusiknya. Ia melihat masih ada lima orang yang belum berurusan dengannya.


Arjuna mengepalkan kedua tangan dan menatap kelima orang itu tajam sembari mengambil kuda-kuda, siap untuk menerima serangan.


"Junet makin tangguh, dia udah bisa ngendaliin emosi saat bertarung. Bagus, Junet. Kamu makin kuat. Jangan sampai kalah," ucap Biawak Putih menilai di kejauhan dengan kedua tangan melipat di depan dada.


"Harrghhhh!" teriak para lelaki itu kembali berlari mendatangi Arjuna bersamaan.


Arjuna ikut berlari dan saat sudah di depan mereka, ia malah melompat. Kelima orang itu terkejut ketika cahaya silau matahari mengaburkan pandangan karena Arjuna seperti terbang di langit.


DUAKKK!!


"Uggg!" rintih salah seorang lelaki ketika kaki Arjuna mendarat di tubuhnya.

__ADS_1


Lelaki itu jatuh terkapar dan dengan sigap, Arjuna memegangi kedua kakinya dan malah memutarnya seperti gangsing dengan sangat cepat.


Lelaki itu berteriak ketakutan saat Arjuna melemparkannya ke arah dua kawannya yang menjaga jarak agar tak terkena serangan, tapi anak Han itu telah mengincarnya. Tiga orang itu ambruk seketika.


Arjuna kini yang agresif untuk segera menyelesaikan pertarungan. Ia berlari mendatangi salah seorang lelaki yang meluncurkan pukulan bertubi-tubi ke arahnya. Arjuna menghindari serangan yang ditujukan ke wajahnya dengan sigap.


Pria terakhir memanfaatkan kesempatan. Ia siap memukul Arjuna dari belakang. Semua orang terlihat panik karena Arjuna fokus menangkis pukulan pria di depannya dan tak menyadari lelaki yang datang di belakangnya.


"Arrghhh!"


Mata Arjuna melebar seketika dan BUAKKK!!


"ARGGHHH!!"


Dua lelaki itu malah saling pukul karena Arjuna tiba-tiba saja berjongkok. Dua lelaki itu mendapatkan serangan tepat di hidung mereka.


Arjuna tersenyum miring saat kedua kepalan tangannya meluncur ke atas bersamaan dan mengenai dagu mereka.


BUAKKK!! BRUKK!!


"Bodoh. Kenapa harus berteriak ketika akan menyerang. Gerakanmu terbaca," ucapnya menilai lelaki yang akan menyerangnya dari belakang.


Biawak Putih mengangguk bangga. Ia tak menyangka jika Arjuna paham hal tersebut.


Arjuna berdiri dengan tegap melihat kesepuluh lelaki yang mengalami cidera di beberapa bagian tubuh dan wajah.


Saat mereka berusaha bangun, Arjuna langsung menginjak dan menendang tubuh orang-orang yang berusaha bangkit untuk melawannya kembali.


"Menyerahlah dan ikut dalam pasukanku! Jika tidak, kupatahkan leher kalian satu persatu," geram Arjuna dengan nafas menderu.


Para lelaki yang sudah babak belur dan berdarah akhirnya menyerah. Mereka masih mencintai kehidupan di dunia yang penuh petaka ketimbang bertemu nirwana.


Arjuna tersenyum tipis dan berjalan mendekati Yusuke dengan senyum liciknya. Yusuke diam melihat Arjuna berlagak seperti mengejeknya.


"Aku sengaja menyeret Naomi dalam taruhan ini agar kau serius bertarung, Kim Arjuna. Selamat, kau dapat 10 anggota baru. Dan sebagai ucapan terima kasih karena Hokkaido-ku tak jadi direnggut dari tanganku, akan kubantu menghimpun pasukan untukmu. Deal?" ucap Yusuke santai mengajaknya berjabat tangan.


Arjuna tersenyum miring sembari menerima jabat tangan itu, tapi tiba-tiba ....


Arjuna terkejut dan DUAKKK!!


"ARRGHHH!"


"TUAN MUDA!" teriak orang-orang panik karena Arjuna terkena pukulan kuat di kepala belakangnya hingga dia ambruk dalam pelukan Yusuke.


SWINGG!! JLEB!!


BRUKK!


Pria yang memukul Arjuna tewas setelah terkena lemparan pisau dari Biawak Putih tepat di tengkuknya. Pria itu ambruk dengan mata terbelalak lebar di atas tanah.


"Arrghhh," rintih Arjuna memegangi kepala belakangnya yang berdarah, semua orang panik.


Arjuna segera dipapah oleh Yusuke dan anak buahnya ke ruang medis untuk diobati. Arjuna terlihat kesakitan dan memejamkan matanya rapat.


Kesembilan orang itu segera dipegangi kuat oleh anak buah Yusuke. Nantinya, mereka akan kembali di sekap di penjara bawah tanah.


"Hmm, masih belum mau mengakui kehebatan Kim Arjuna ya? Baiklah, Putih kasih kenang-kenangan untuk kalian," ucapnya sembari memasang gelang pemenggal di tangan kesembilan orang itu.


Para lelaki itu terkejut saat mendapati hadiah dari Biawak Putih yang ternyata telah mempersiapkan semua di balik Yukata hitamnya.


"Berani berkhianat, tangan kalian akan hilang dari tempatnya. Teknis gelang itu akan dijelaskan saat kalian kembali di penjara. Selamat siang, Saudara-saudara," ledek Biawak Putih ketika kesembilan orang itu dibawa ke penjara bawah tanah untuk diamankan lagi sampai dirasa perlu untuk dibawa ke Camp Militer China.


Arjuna yang terluka segera diperiksa oleh tim medis. Beruntung, kepalanya tak terluka parah karena Arjuna sempat menghindar.


Kulit kepala belakang Arjuna robek. Memar dan pusing di rasakan oleh anak kedua Vesper tersebut.


"Anda akan baik-baik saja, Tuan. Aku berikan pereda nyeri dan obat tidur agar Anda bisa beristirahat," ucap petugas medis dan Arjuna mengangguk pelan.


Arjuna ditengkurapkan dan bajunya di lepas. Ia hanya mengenakan kain hitam panjang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Setelah menerima suntikan, Arjuna tertidur. Petugas medis membersihkan noda darah yang sempat menetes mengenai tengkuk dan punggungnya. Kepala Arjuna dijahit lalu diperban.

__ADS_1


Luka pada tattoo-nya ikut dibersihkan dan diobati, tapi tak ditutup perban lagi agar cepat kering. Semua orang bernafas lega karena Arjuna tak mengalami masa kritis.


"Untung saja, Juna-kun begitu kuat. Jika orang lain, pasti sudah pingsan dan mengalami gegar otak. Hempf, hal ini jangan katakan ke Vesper-sama atau Han-sama. Aku tak mau mereka panik dan menginterogasiku semalaman. Kalian mengerti?" tegas Yusuke menatap anak buahnya termasuk Biawak Putih dan mereka mengangguk paham.


Yusuke meninggalkan Arjuna di ruang medis agar beristirahat.


Malam itu, para penjahat yang akhirnya menyerah dan bersedia ikut dalam anggota pasukan Bala Kurawa, mendapatkan penjelasan singkat oleh Biawak Putih di penjara.


Malam itu, Arjuna mulai membuka mata karena ia merasa kepalanya berat dan perutnya lapar. Ia juga merasa pegal dan kesulitan bernafas karena tidur tengkurap di matras yang kurang empuk.


"Empf ...."


"Tuan Muda, kau tak apa?" tanya Naomi yang sudah duduk bersimpuh di sampingnya terlihat cemas.


"Naomi?" panggil Arjuna dengan mata sayu, memastikan jika yang duduk di sampingnya adalah Asisten kepercayaannya.


"Kepalaku ... pusing dan sakit," jawabnya lesu, berusaha untuk bangun.


Naomi membantu Arjuna untuk duduk yang terlihat pucat.


BRUKK!!


"Tidur lagi saja, nanti kepalamu malah terluka," ucap Naomi panik saat Arjuna malah roboh di pelukannya dan wajahnya mendarat di kedua pahanya.


"Emph, aku ... biarkan aku seperti ini untuk sementara waktu," ucapnya lirih yang menjadikan paha Sekretarisnya sebagai bantalan wajah.


Naomi mengizinkan dan menarik selimut yang dilipat rapi di sampingnya untuk menutupi tubuh Tuan Mudanya yang terasa dingin.


Arjuna memiringkan kepalanya yang tak diperban, mencari posisi yang nyaman. Naomi diam saja saat Arjuna memejamkan matanya terlihat nyaman dengan posisinya.


"Eh, lehermu ... kau membuat tato lagi?" tanya Naomi mendapati luka merah di leher Tuan Mudanya.


Arjuna membuka matanya seketika. Namun, ia kembali memejamkannya, merintih, berlagak kesakitan agar tak diinterogasi teman semasa sekolahnya dulu.


"Ini ... bunga? Indah sekali ...," ucap Naomi tersenyum manis, sembari meraba dengan sentuhan lembut, di sekitar tattoo tersebut.


"Kau suka?" tanya Arjuna meliriknya di mana Naomi masih tersenyum ketika menyentuhnya.


"Ehem. Ini mengingatkanku saat ... hmm," jawabnya menggantung dengan senyuman.


"Saat apa?" tanya Arjuna terlihat gugup menunggu lanjutan tebakan Naomi.


Naomi menatap wajah Arjuna lekat. "Apakah ... ini tattoo yang ditujukan untukku, Tuan Muda?"


Arjuna diam tak menjawab. Ia kembali memejamkan mata dan memalingkan wajah.


Naomi tersenyum, ia tahu jika tebakannya benar, karena jika salah, Arjuna pasti akan langsung sewot atau mendesis kesal.


"Terima kasih, Tuan Muda. Kau mengingatku meski kuakui, kau lelaki paling menyebalkan di seluruh dunia," sambung Naomi.


"Hais. Kata-kata menyebalkan tak usah disertakan, kau ini," gerutunya sembari menarik selimutnya makin rapat.


Naomi tersenyum tipis, terlihat ia tersipu malu. Tiba-tiba, datang seorang lelaki sembari membawa bungkusan yang dibeli oleh Arjuna di sebuah restoran waktu itu.


Arjuna membuka mata, saat mendapati seorang lelaki duduk bersimpuh di depannya sembari meletakkan bungkusan. Ia tersenyum dan membungkuk sopan.


"Nona Naomi. Ini hadiah dari Tuan Muda Arjuna. Saya hanya meneruskan pesan dari Biawak Putih. Benar seperti itukan, Tuan Muda Arjuna?" tanyanya sopan.


"Kau siapa?" tanya Arjuna bingung.


"Oh, dia asisten yang kubilang padamu. Yang akan membantuku di perusahaan nanti. Jika aku terpaksa pergi menemanimu di luar, setidaknya ada Sun di dalam perusahaan. Dia sangat bisa diandalkan. Ia di didik langsung oleh Agent S dan M. Dulu, dia teman satu angkatan denganku ketika di Black Armys," jawab Naomi menjelaskan.


"Senang bisa bergabung dengan jajaran Anda, Tuan Muda Arjuna. Semoga, saya berguna," ucapnya kembali membungkuk dengan setelan rapi dikenakannya.


"Aku tak mau dia bergabung dengan kita. Cari yang lain saja," jawabnya ketus.


"Eh?!" pekik Naomi dan Sun bersamaan.


***


Baru inget utangnya kurang 1. Baiklah, karena gak ada tips masuk jadi besok 1 eps aja. Tengkiyuw💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2